
12 November jam setengah Tiga sore
" Sha, kayaknya aku harus pulang duluan deh. Soalnya mama aku sakit dan aku harus segera pulang." Ucap Argina.
" yahh... yaudah deh... hati hati ya!!!" Ucap marsha yang berjalan meninggalkan Argina yang sudah menaiki angkot.
" dasar si Argina... dia yang ajak aku kesini... dia yang ninggalin aku.." Gerutu Marsha saat dia berjalan di sepanjang jalan raya Tajur Bogor.
" Tik..tikk...tikkk" rintik hujan perlahan mulai turun, makin lama hujan itu semakin deras. Marsha pun berteduh di shelter depan mall Lippo Plaza.
" Hujannya gede banget... mana jalannya macet lagi..percuma aku naik angkot juga." Gumam Marsha.
" ini lagi belanjaan banyak kayak begini..." Gumam Marsha lagi.
" semoga aja ada cowok ganteng yang bisa bawa aku pulang naik motor. Apalagi motornya motor gede, aku pasti seneng banget." Ucap Marsha dalam hati.
Beberapa menit kemudian, Rion yang melihat seorang gadis yang sedang kewalahan menunggu hujan di shelter. Berinisiatif untuk menghampiri gadis itu dan mengajaknya pulang.
" Hei!! Butuh tumpangan?" Tanya Rion yang mengenakan jas hujan dan mengendarai motor gede sesuai dengan harapan Marsha.
" Yah motornya sama seperti yang aku inginkan, tapi bagaimana dengan wajahnya?" Tanya nya hati hati. " mau pulang enggak?" Tanya Rion.
__ADS_1
" kalau aku enggak ikut sama dia, aku bakalan sampai malam disini. Iya deh aku ikut." Marsha menuruti ajakan Rion. sebagai surprise, Rion sengaja tidak membuka jas hujan dan maskernya.
" nih pake jas hujannya." Ucap Rion. Setelah mengenakan jas hujan, Marsha pun menaiki motor gede milik Rion dan Semua belanjannya dimasukan kedalam jas hujan jubah yang ia kenakan itu.
" sudah siap??" Tanya Rion. " sudah..." Rion menancap gas motornya lalu berjalan menembus hujan.
" Rumah kamu dimana?" Tanya Rion. " Di jalan Cempaka Mas." Ucap Rion. " oke" Rion mengendari motornya menembus hujan yang sangat deras.
" Marsha!!!.kamu kemana dulu sih? Kakak khawatir sama kamu." Ucap Ayla, kakaknya.
Beberapa menit kemudian Marsha datang di bonceng oleh Rion.
" Marsha...kamu kemana dulu? Kakak khawatir sama kamu... dia siapa?" Tanya Alyla.
" Bukan kak.." Ucap Marsha. " terus siapa dong?? Apa jangan jangan dia orang asing? Dek.. kan kakak udah bilang... hati hati sama orang Asing.." Ucap kakaknya.
" iya kan aku kepaksa ikut karena hujannya gede banget." Ucap Marsha.
" enggak aulda alasan lagi... eh buka jas hujan lo sama masker lo... lo siapa emang main bawa adik gua aja?" Tanya Ayla.
Rion turun dari motornya, lalu membuka jas hujannya. Kedua gadis itu terkejut bukan main saat Rion membuka masker yang menutupi mulutnya.
__ADS_1
" Sha... ganteng banget.... kayak cowok bule gitu.." Ucap Ayla yang kini terkesima dengan wajah Rion.
" iya kak... aku enggak bakalan tau kalau aku bakal ketemu cowok seganteng dia." Ucap Marsha.
" Silakan duduk dulu mas... mau minum air hangat atau aku seduhkan mie rebus?" Tanya Ayla yang kini perhatian dengan Rion.
" boleh..." Ucap Rion. " oke... silakan duduk.. aku buatkan dulu.." Ucap Ayla.
" Kamu teh si Ri...ri..ri... siapa sih... coba aku foto kamu dulu biar aku tahu siapa nama kamu." Ucap Marsha yang memfoto Rion lalu mengirimnya di status whatsapp.
" Eh itu kan si Rion. Anak IPS 2, kok dia bisa ada disitu?" Tanya Argina. " tadi aku pulang bareng sama dia." Ucap Marsha.
" ihh nyesel aku pulang duluan." Gumam Argina. " rasain." Ucap Marsha.
" ini mas minum air hangat dulu dan ini Mie rebusnya." Ucap Ayla.
" makasih ya.." Ucap Rion dengan senang hati. " rumah kamu dimana mas?" Tanya Ayla.
" di Desa Ciwaru Indah." Ucap Rion. " eh deket dong dari sini...." Ucap Ayla.
" iyaaa.... nanti kalau udah reda baru saya pulang." Ucap Rion. " iya mas... maafin aku ya yang tadi itu.." ucap Ayla.
__ADS_1
" tenang... saya jadikan itu sebagai pengalaman pertama saya tinggal di desa." Ucap Rion. " iya...makasih ya mas.." mereka bertiga pun larut dalam kebahagiaan di tengah hujan yang mengguyur Desa yang terletak di kaki gunung salak itu.