Kisah Mantan Berandalan

Kisah Mantan Berandalan
Ke Jakarta


__ADS_3

4 Januari jam setengah enam pagi


" Kalian semua sudah siap?" Tanya Rion yang sudah membawa tas gendong dan koper milik Anindya. " sudah Ri.." Ucap Fahri dan Naufal. " yaudah kalau begitu kita berangkat.." Rion mendorong kursi roda Marsha menuju mobil.


" sini... satu..dua..tiga.." Ucap Rion yang menaikan Marsha ke atas mobil. Fahri kembali melipat kursi roda milik Marsha. " ayo Naik fahri." Ucap Rion.


Fahri naik keatas mobil taksi online dan mereka pergi menuju stasiun.


( ilustrasi mereka pergi ke stasiun)


" akhirnya sampai juga. Ini pak Uangnya." Ucap Rion. " terimakasih." Ujar sopir taksi online itu.


Rion dan yang lainnya pun berjalan menuju areal dalam stasiun. Sambil mendorong Marsha yang naik kursi roda, mereka Check in secara bergantian.


Setelah itu, mereka menaiki gerbong kereta commuter line. Mereka duduk di gerbong depan. Beberapa menit kemudian, kereta itu berangkat menuju jakarta.


( ilustrasi mereka melihat pemandangan kota Jakarta dari dalam kereta)


" ayo turun kita sudah sampai. Inilah stasiun senen, stasiun Besar di jakarta." Ucap Rion sambil mendorong kursi roda Marsha.

__ADS_1


" kita lanjut ke rumah kamu naik apa?" Tanya Ayla. " naik Mobil elf, itu punya pamanku. Dia sudah menunggu disana." Ucap Rion.


" paman!!" Sapa Rion. " Eh Rion...sini biar Marsha Paman yang gendong ke dalam mobil." Anak anak itu naik keatas mobil.


" sudah siap semua??" Tanya paman Ardi. " sudah.." Paman ardi pun menancapkan gas mobilnya.


( ilustrasi mereka sampai di rumah Rion di Jakarta)


" assalamualaikum..." Ucap Rion. " waalaikumsallam.. eh Rion..." Ucap ibunya.


" mama kenalkan ini Ayla dan ini Marsha... orang yang katanya deket sama Rion." Ucap Rion.


" eneng.... nanti kamu tinggal sama Rion ya!! Ini Ibu udah buatkan surat Adopsi resmi untuk kamu dan kakakmu. Rion sudah menceritakan semuanya saat kamu masih dirawat di rumah sakit." Ucap ibunya Rion.


" Rion bagaimana kehidupanmu disana? Ada perubahan?" Tanya pak Herman. " ada ayah, ujian datang silih berganti... apalagi sejak aku mengenal adik angkatku Marsha.." Ucap Rion.


" iya...itulah kehidupan...kamu harus bisa menjalani itu." Ucap pak Herman pada Rion. " Rion...nanti Kamu naik ke kelas 2 SMA ada tugas baru dari ayah.." ucap Pak Herman.


" apa itu ayah?" Tanya Rion. " tugasnya adalah nanti Anindya akan sekolah disana dan kamu harus Mengawasi dia, dari pergaulannya...gaya hidupnya.." Ucap Pak Herman.

__ADS_1


" baik ayah." Ucap Rion yang meneruskan makan siangnya.


Sepuluh tahun lalu


Marsha Aulia, seorang gadis kecil berumur 6 Tahun. Menjadi korban kecelakaan setelah mobil yang dikendarai ayahnya mengalami kecelakaan Tunggal di daerah Ciawi. Ayah dan ibunya meninggal dalam kecelakaan itu, sedangkan Intan selamat.


Setelah kecelakaan itu, ia menjadi Yatim Piatu. Ditemani Ayla, sang kakak. Ia berjalan jalan di lapangan dekat rumahnya.


" kamu mau apa? Es Krim?" Tanya Ayla." Iya kak." Ucap Marsha dari atas kursi roda. " yaudah, kakak belikan." Ia pun meninggalkan Adiknya untuk membelikan es krim.


Marsha memperhatikan anak anak yang sedang bermain sepak bola, pandangannya tertuju pada Dua anak yang sedang duduk dan berbaring di pinggir lapangan. Ia pun berinisiatif menghampiri dua anak itu.


" Hai, kalian enggak ikut main?" Tanya Marsha pada dua anak itu. " Enggak...badan aku capek.." ucap Salah satu anak. " kalau kamu kenapa?" Tanya dia lagi. " aku jatuh tadi, kakiku sakit." Ucap anak yang mengenakan kaos jersey Bola itu.


" Siapa nama kalian berdua?" Tanya Marsha. " namaku Naufal Argadinata dan aku Fahri Bagas." Ucap dua anak laki laki itu." Kenalin aku Marsha, Maaf ya aku baru disini. Tapi aku senang kenalan sama kalian berdua." Ucap Marsha


" makasih ya pak." Ucap Ayla yang selesai membeli es krim. " Marsha? Dia lagi ngobrol sama siapa ya?" Tanya nya penasaran. " Marsha? Kamu lagi ngobrol sama siapa? Ayo pulang!" Ucap Ayla.


" Fahri,Naufal. Aku pulang dulu ya!! Daah." Marsha dan kakaknya pulang ke rumahnya. " Marsha.. dua anak itu teman baru kamu?" Tanya Ayla " iya, mereka anak yang baik. Nanti aku akan mencoba untuk jauh lebih mengenal mereka berdua." Ucap Marsha " ooh.. iya bagus." Indri dan Amara kembali melanjutkan perjalanan pulang menuju rumahnya.

__ADS_1


" Nih makan es krimnya!!" Kakaknya lalu duduk disamping Amara yang sedang duduk di kursi roda. " anak anak tadi dari mana?" Tanya Ayla. " aku lupa kak, enggak nanya dia dari mana." Ucap Amara.


" oh Yaudah...teruskan saja makan es krimnya." Ucap Ayla yang mengusap kepala Marsha. " Kasihan adik. Dia kehilangan mama dan papa. Tenang Marsha, Kakak dan Nenek siap membesarkan kamu." Batin Ayla dalam hati.


__ADS_2