
21 Desember jam setengah dua belas siang
" Dreett!!" Ponsel milik Rion bergetar.
"Halo? Apa Anin? Nelepon pagi pagi gini." Ucap Rion yang baru bangun tidur. " pagi? Bangun bang!! Ini udah jam setengah 12 siang." Ucap Anin.
"What?? Alah gua kesiangan lagi." Gumam Rion. " oh iya kakak... aku sama Annisa udah dalam perjalanan kesana." Ucap Anindya.
" jiahh... iya hati hati dijalan." Ucap Rion. Ia segera mengambil jaket lalu pergi ke warung untuk membeli makanan yang bisa ia suguhkan untuk dua adiknya itu.
( ilustrasi Rion ke warung dengan menaiki motor)
" Eh itu kan si Rion Man." Ucap Marsha yang sedang membeli seblak di warung Bu Tati. " ish gila itu urat di kakinya bikin aku meleleh banget." Gumam Marsha.
" iya... tapi dari matanya dia kayaknya baru bangun deh." Ucap Argina.
" Bu beli air Galonnya satu sama beli biskuitnya 8 biji." Ucap Rion.
" oke... semuanya jadi 84 ribu." Ujar ibu itu. " aahhh kebelet...toilet dimana ibu?" Tanya Rion.
__ADS_1
" itu disana..." ujar ibu itu. " iya makasih bu..." Ucap Rion yang berlari menuju toilet.
One few moments later
" ibu toiletnya dimana?" Tanya Rion. " Eh dasar... itu yang pintunya hijau." Ujar ibu itu..
" iya bu..." Rion masuk kedalam toilet yang pintunya berwarna hijau itu. " Aahhh pergi kamu..." Teriak seorang wanita... " ehh salah ini mah toilet cewek... ini baru benar." Rion masuk kedalam toilet itu.
" lega juga... ini uangnya seratus ribu...sisanya kasih ke Si Marsha." Ucap Rion yang mengambil galon dan biskuitnya dengan motor.
" oke Rion...Makasih.." Ucap Ibu itu. " Sha ambil kembaliannya buat kamu." Ucap Rion.
" iya Ri... makasih." Rion menancapkan gas motornya. Setelah sampai rumah, ia merapikan semuanya. Dan menyimpan biskuit itu di toples.
Anindya dan Annisa turun dari bus, mereka berjalan menuju jalan pajajaran untuk menaiki angkot. " kita naik angkot disini kak?" Tanya Annisa.
" iya... tas selempang kamu pindahkan ke depan..." Pinta Anindya.
" iya kak." Mereka pun menaiki angkot untuk ke rumah Rion.
__ADS_1
( ilustrasi perjalanan dari terminal baranangsiang ke Desa Ciwaru indah)
" kiri mang..." Ucap Anindya yang memberikan uang sepuluh ribu kepada sopir angkot. Lalu mereka melanjutkan perjalanan dengan menaiki ojek.
" mang ojek dua.." Sahut Anindya. " siap neng...ayo.." Ucap Dua tukang ojek itu. " ke alamat ini ya!!" Ucap Anindya. " siap neng" ujar tukang ojek itu.
( ilustrasi Anindya dan Annisa melihat banyak pemandangan indah)
" oke sampai neng.." Ucap tukang ojek itu. " ini bang... bang uangnya di si abang yang ini." Sahut Anindya pada abang ojek yang membawa Annisa.
" siap neng..." Ucap Tukang ojek itu yang memutar balikan motornya lagi.
" Assalamualaikum.." Sahut Anindya dan Annisa. " waalaikumsallam... eh Anindya udah datang... sama Annisa juga... kak Rionnya lagi tidur kali." Ujar Bi wati.
" Rion!!! Eh kamu mah malah tidur...nih adik adik kamu dari kota sudah datang." Ucap Bi Wati. " kakak??? Kakak ganteng sekali!! Ini otot ototnya six pack kayak begini.... uuu jadi kayak bukan kakak aja." Ucap Anindya.
Rion masih anteng tidur dengan nyenyak di sofa. " whoamm!!!" Rion membuka matanya dan terkejut ada dua gadis cantik di dekatnya.
" Aaa!!! Anindya?? Annisa??" Ucap Rion. " Kakak!! Aku rindu sama kakak... iya aku juga..." Ucap Anindya dan Annisa sambil memeluk Rion.
__ADS_1
" hmmppss... Ih lepasin lepasin... kakak belum mandi ya?? Badan kakak bau kayak begitu." Ucap Anindya. " jangankan belum mandi...kakak aja baru bangun tadi jam setengah dua belas." Ucap Rion.
" setengah dua belas?? Ini jam satu... dan kakak belum mandi sama sekali??" Tanya Annisa. " dah lah itu urusan kakak.... tuh kamar kalian di lantai satu." Ucap Rion. " iya kak." Ucap Anindya dan Annisa.