Kisah Putri Langsat

Kisah Putri Langsat
22. Kunci Pembuka Mantra


__ADS_3

Setelah melakukan pencarian akhirnya Ochon dapat menemukan tempat yang dimaksud kakeknya. Sebuah tempat yang tidak pernah dihuni rakyat istana mereka.


"Apa ini yang dimaksud kakek ?


Aku harus memeriksa tempat ini ?"


Buuuuusssh....


Orchon terbang di udara, matanya memeriksa setiap sudut tempat itu, ia tidak menemukan apapun yang istimewa ataupun berbahaya. Merasa sangat yakin ini tempatnya Orchon pun duduk bersila ingin melakukan ritualnya, ia akan memulai bersemedi mengikuti petunjuk dari kakeknya.


Namun baru saja ingin duduk, aku seperti mendengar sesuatu. Sebuah suara seperti sedang mendekat kearahku, semakin banyak hembusan itu menerpa tubuhku, aku hampir saja terjatuh, beruntung aku masih bisa mengendalikan diriku. Hembusan itu semakin lama lalu mereka menyerangku.


Sleep... Sleep... Sleep...


Aku terus menghindari serangan yang semakin bertubi tubi, dengan menggunakan ilmuku pertarungan terus terjadi satu persatu aku menghancurkan hembusan itu.


"Hei bocah tengil...!!!


Punya nyali juga kamu masuk daerah kawasanku." Teriak hembusan yang tiba tiba menyerupai lelaki tua berjenggot dan sudah berdiri didepanku."


"Ak aku... Pangeran Orchon dan aku diutus kakekku kaisar Oxados."


"hehehe... Untuk apa kakekmu mengutus lelaki tak berguna seperti dirimu datang ketempat ini tengil."


"Aku ingin bertapa di tempat ini untuk mendapatkan kunci pembuka mantra hitam yang mengelilingi Kota Tua dan dapat mempelajari buku takdir."


"Apaaa??


Berani sekali kau ingin mengambil kunci kesayanganku hanya ingin keluar dari Kota Tua."


"Ma maafkan aku ki, aku pasti akan mengembalikan padamu, aku hanya ingin menolong temanku."


"Tidak, tidak bisa aku tidak akan memberikan padamu secara cuma cuma."


"Ma maksudnya apa ?"


"Lawan aku, jika kau berhasil melawanku aku akan memberikan kunci mantranya padamu."


Lelaki tua berambut putih itu menantang aku, dengan sigap ia melemparkan serangan padaku, hingga membuat aku terjatuh berkali kali.


Serangan demi serangan ia lemparkan padaku, dengan terpaksa aku harus menangkis serangannya.


Haaaap... Haaaap... Haaaap...


Pertarungan semakin hebat, benturan benturan ilmu yang berhasil ku singkirkan membuat tempat itu sangat berantakan.


Aaaaaagghh...

__ADS_1


Aku terkena serangan darinya. Membuat badanku terbentur pepohonan besar.


"Hahaha... Hanya segitu saja ilmumu ?


Aku heran Kaisar Oxados mengirim bocah lemah sepertimu." Ledek lelaki tua itu padaku.


"Ayo bangun lawan aku, jika kau hanya menangkis serangan dariku maka kau akan mati ditempat ini. Hahaha..."


Aku memang tak ingin menyerangnya karena tujuanku datang ketempat ini bukan untuk berkelahi. Tetapi lelaki tua itu terus saja menyerng seolah memaksaku.


"Baiklah, jika kau memaksaku maka jangan salahkan aku.


Aku tak segan meladeni permintaanmu itu." Jawabku dengan nada sombong.


"Nah itu baru namanya lelaki sejati."


Sleeeekkk... Sleeeekkk... Sleeekkk...


Pertempuran terus terjadi, kali ini aku melawan akik tua bangka itu, beberapa kali aku terlempar, begitu juga dengannya, dalam pertarungan fikiranku terbesit nasib Liliana jika sampai aku dikalahkan, hingga lamunan itu membuatku tak sadar dan tidak dapat menangkis serangannya, aku terpelanting jauh, tubuhku seakan remuk terkena jurus dari akik tua bangka itu. Tanah tempat pertarungan juga membentuk lubang panjang sepanjang tubuhku, aku kembali merintih.


Aaaagggghhh....


"Hanya itu kehebatan yang kau tunjukkan padaku, lebih baik kau batalkan saja niatmu itu, kau tidak akan bisa mengalahkan aku.


Hahaha...." Teriak kakek tua itu padaku.


Eeeegggh... Eeeegggh...


Kakek tua yang melihatku seperti itu langsung saja membuat ilmu penyerangan miliknya.


Daaaaaarrrrk....


Kami saling beradu, hingga ilmu yang dilemparnya bertabrakan diudara membuat letusan letusan dahsyat. Aku terus menyerangnya tanpa henti.


Aaaaaaaagggkkk...


Kakek tua itu menjerit kesakitan, akhirnya aku bisa membalas rasa sakit ditubuhku, dan aku bisa mengalahkannya.


Kucoba menghampiri lelaki tua itu, dan melihat wajahnya yang sudah hitam dan penuh luka disekujur tubuhnya.


"Akhirnya seumur hidup, ada juga orang yang dapat mengalahkan aku."


Hahaha... Kaisar Oxados tidak sia sia memilihmu untuk menjadi cucunya."


Tak tanggung aku membantu kakek tua itu berdiri, ia mulai tersenyum padaku.


"Sesuai janjiku, kau akan kuberikan kunci pembuka mantra hitam, tetapi untuk buku takdir kau masih butuh dua hari untuk mempelajari."

__ADS_1


"Aduuuh kenapa sangat susah sekali ki, aku fikir dengan begitu aku sudah menyelesaikan semuanya."


"Hahaha... Perkelahian itu sebenarnya bukan kemauanku, kakekmulah yang menyuruhku bertarung denganmu, dan mentransferkan ilmu dalam padamu, lewat jurus jurus yang tadi kukeluarkan, ia sangat ingin kau menjadi penerus di Kota Tua."


Seakan tidak percaya apa yang baru saja aku dengar. Ternyata kakeklah biang kerok semuanya.


"Terus apa yang akan aku lakukan ?" Tanya Orchon yang merasa sangat marah dan kesal karena kakek menguji kesabarannya.


"Sekarang bersiaplah berkonsentrasi dan duduk ditempat bersemedimu lalu kau akan mendapatkan jawaban buku takdir."


Orchon pun melakukan perintah lelaki tua itu, ia duduk melanjutkan semedinya.


Sedang di istana kegelapan Octavia sedang berbahagia karena misinya sudah berhasil walaupun ia masih belum bisa membunuh manusia itu.


"Akhirnya aku bisa merubah nasib buruk wanita itu. Hahaha...


Kaisar Oxados, maaf karena kau sudah membantu wanita itu maka aku tak segan berbuat kekacauan di istanamu, itu adalah hukuman untuk kerajaanmu, dan wanita itu akan tinggal selamanya di istanamu tanpa rasa simpati atau cinta dari siapapun, kegelapan akan terus menghantui kalian." Ucap Octavia di dalam Istanyanya.


"Anakku, kau sedang apa ? Kau kelihatan sangat bahagia ?"


Tiba tiba Kaisar Luther mendekat kearahnya dan bertanya. Octavia kebingungan menjawab ucapan ayahnya karena selama ini ia masih menyembunyikan masalah itu, ia tidak ingin karena dendam, ayahnya akan semakin memperburuk keadaan.


"Ma maaf ayah, aku hanya sangat bahagia karena aku sedang memasang mantra hitamku disatu tempat, hingga semua orang tak bisa melewatinya." Jawab Octavia bohong.


"Aku sungguh bahagia mendengarnya anakku."


"Iya ayah, tidak sia sia aku menyempurnakan ilmuku selama puluhan tahun."


"Sudah saatnya kau menjadi penguasa Negeri Legenda, anakku.


Ayo kita lakukan, kita bantai seluruh penduduk di Alam Legenda ini yang menentang kehendakmu. Kuasai seluruh jagat dengan ilmumu itu, tidak akan ada yang dapat mengalahkan kekuatanmu. Ayah akan membantumu menguasai Nergi Legenda." Ucap kaisar Luther untuk meyakinkan hati anaknnya.


"Iya ayah, tapi beri Octavia waktu beberapa hari untuk memikirkan strategi kemenangan kita."


"Baiklah nak, tetapi ayah tidak bisa mengulur waktu terlalu lama. Aku harus membuatmu menjadi tak terkalahkan siapapun yang akan menjadi penghalang tak akan segan untuk kau bunuh, itulah misi kegelapan anakku.


Apa lagi yang kau fikirkan ? Kuharap kau jangan memikirkan lelaki bodoh yang telah menolak cintamu ?"


Seakan tau rasa khawatir Octavia, ucapan ayahnya membuatnya sangat sedih.


"Tapi ayah, aku sangat mencintainya..."


"Tidak Octavia, rasa cinta itu hanya akan membawamu pada kesengsaraan. Kau terlalu banyak berkorban pada lelaki itu, ayah tak akan lagi mengizinkan kau mengejarnya."


"Misi kita saat ini adalah untuk membasmi semua penduduk disini, tanpa terkecuali dengan Erland. Kali ini ayah tidak akan mengampuninya dan akan membuatnya menyesal seumur hidup dengan perbuatannya pada anak gadisku." Hardik ayah dengan suara besarnya lalu pergi meninggalkan anaknya. Ia memberi ruang Octavia untuk berfikir sebelum mereka akan membasmi dan memusnahkan seluruh Alam mereka.


Raut wajah Octavia berubah sangat sedih, baru saja ia berhasil membasmi kerajaan milik Kaisar Oxados, ayahnya sudah menentangnya.

__ADS_1


"Apa aku harus berkata jujur pada ayahku tentang ini ? Tetapi aku sudah melakukan ini terlalu jauh." Batin Octavia.


Bersambung...!!!


__ADS_2