Kisah Putri Langsat

Kisah Putri Langsat
28. Penangkal Roh Jahat


__ADS_3

Di alam Legenda semenjak Orchon datang malam itu, Erland tidak perna lagi melihat sosoknya.


"Kemana perginya pangeran Orchon, sudah sebulan tinggal di istananya aku tidak perna lagi melihat dirinya. Apa yang terjadi padanya ?" Ucap Erland sambil termenung.


Merasa tak menemukan jawaban dengan ucapannya, ia kembali melihat wajah sayu istrinya yang dibaluti es yang semakin lama semakin tebal, tetapi puing puing es terus berjatuhan di pinggiran tubuhnya. Kali ini, es membeku bukan hanya menyerang tubuh Liliana, tetapi juga mulai menyerang kamar yang ditinggalinya.


"Apa yang harus aku lakukan ? Kenapa aku belum juga dapat menyembuhkan dirimu ?


Sudah sebulan aku berdiam diri disini, menggunakan seluruh kekuatan, tenaga dalamku. Tetapi kau masih belum bisa disembuhkan.


Tidak mungkin aku hanya berdiam diri disini, melihatmu mati perlahan akibat es yang semakin lama semakin banyak, bahkan sudah membekukan seluruh kamar ini.


Aku harus pergi dan menemui kaisar Oxados dan pangeran Orchon."


Sesaat Erland menatap istrinya, lalu pergi dari ruangan itu meninggalkannya sendirian.


Dari balik es seorang wanita dengan suara serak mulai sulit melihat jelas berucap dalam batinnya.


"Su-su-suamiku apakah kau sudah akan pergi meninggalkanku ?


Terima kasih masih mau menjagaku."


Kepergian Erland membuat Liliana semakin membeku bahkan pembekuan itu mulai menjalar ke area langit istana kerajaan kaisar Oxados. Ia menjadi putus asa dan tak ada harapan lagi untuknya bertahan hidup, kini ia pasrah dan sudah siap jika saatnya ia akan mati.


Erland berlari dan berusaha mencari kaisar Oxados. Saat dilihatnya kaisar sedang berdiri di halaman istananya sedang menatapi kolam ikan yang terdapat banyak ikan hias dan cantik didalamnya.


"Kaisar Oxados, maafkan kedatanganku yang sudah mengganggumu." Ucap Erland yang datang menghampiri.


"Bagaimana keadaan Liliana ? Kenapa kau berhenti menjaganya ?"


"Keadaannya semakin buruk, bahkan lebih buruk dari yang kukira, es sudah merambat menutupi seluruh kamar yang ditempatinya." Jawab Pangeran Erland.


Sungguh betapa terkejutnya kaisar Oxados mendengar ucapan Erland."


"Benarkah ucapanmu itu pangeran Erland ?"


"Aku tak mengada ngada kaisar, jika kau tidak percaya pergilah untuk menjenguknya."


"Kalau begitu kita dalam bahaya Erland, jika tidak segera menemukan penangkalnya maka seluruh istana kemungkinan akan membeku akibat es di tubuh Liliana."

__ADS_1


"Lalu apa yang akan kita lalukan kaisar ? Dimana pangeran Orchon, kenapa sudah sebulan aku belum melihatnya."


Sambil membuang nafas kasar, kaisar Oxados berkata.


Huuuuu....


"Entahlah, aku juga belum mendapat kabar darinya."


"Apa sebenarnya yang terjadi pada pangeran Orchon ? Apa boleh kaisar menceritakannya padaku ?


"Dia sedang berjuang mencari obat untuk menyembuhkan Liliana istrimu pangeran Erland." Ucap kaisar Oxados.


"Mengapa pangeran Orchon berjuang sendirian tanpa mengatakannya padaku ?"


"Orchon juga sangat mencintai isterimu pangeran Erland. Jauh sebelum ia mengetahui kau dan Liliana telah menikah Orchon begitu baik dan perhatian padanya.


Namun setelah ia mengetahui semuanya, saat yang sama Liliana telah dibekukan hatinya oleh kegelapan.


Dan demi melihat orang yang dicintainya bahagia, Orchon rela mempertaruhkan hidupnya hanya untuk mencarimu dan kedua kalinya ia berjuang kembali.


Saat ini Orchon sedang masuk kedunia manusia, untuk mendapatkan sebuah tanaman berwarna kuning sebagai obat penangkal roh jahat yang membekukan hati isterimu." Terang Kaisar Oxados yang berusaha jujur pada pangeran Erland.


"Sungguh begitu mulia pengorbanan pangeran Orchon pada isteriku, jika suatu saat Liliana dapat disembuhkan dan bangun dari tidur panjangnya, aku siap menerima segala resikonya.


Jika Liliana lebih memilih Pangeran Orchon aku ikhlas dan akan segera melepasnya untuk sahabatku pangeran Orchon, lagi pula aku sadar selama bersama denganku ia belum sempat merasakan kebahagian seperti yang dia rasakan di istanamu kaisar Oxados." Jawab pangeran Erland yang sudah meyakinkan hatinya.


Sedang kaisar Oxados merasa khawatir pada cucunya yang juga belum kembali, entah kemana perginya Orchon dan apa yang di alaminya tidak dapat ia ketahui.


Kreeeeek... Kreeeek...


Es mulai merambat keseluruh atap istana. kaisar Oxados sangat panik melihat pembekuan es yang semakin lama semakin cepat.


Disisi lain, monster jahat yang menyerupai Orchon sudah sampai di area sekitar istana. Para penduduk sekitar menghormati kedatangan pangeran Orchon, sedang para pengawal istana yang ada disitu segera mendekat mengikuti pangeran Orchon dan segera membuka gerbang pintu utama kerajaan mereka.


Kaisar Oxados yang melihat cucunya baru saja datang begitu merasa bahagia.


"Pangeran Orchon cucuku, akhirnya kau kembali."


Sedang pangeran Erland yang juga menyambutnya merasa risih dan tak berguna sebagai suami Liliana. Namun ia berusaha menyembunyikan perasaan itu, lalu memeluk sahabatnya yang baru saja datang.

__ADS_1


Perasaan aneh setelah bersentuhan tubuh dengan pangeran Orchon, hawa panas yang dirasakan pangeran Erland keluar dari tubuh Pangeran Orchon begitu berbeda dengannya.


"Kenapa aku merasakan sesuatu yang janggal pada tubuh pangeran Orchon ?


Ah sudahlah, mungkin saja itu hanya perasaanku saja." Batin pangeran Erland.


"Orchon kenapa kau begitu lama di dunia manusia, apa kau sudah dapat penangkalnya ?" Tanya kaisar Oxados.


"Oh ternyata mereka mengirim pangeran Orchon yang rupanya seperti diriku masuk kedunia manusia, aku akan segera memberitahu pada ratu kegelapan." Batin monster jahat yang berusaha menyelidik.


"Aku sudah berhasil mendapatkan penangkalnya tetapi ratu kegelapan merebutnya kembali saat masuk kembali kedunia ini." Ucap monster jahat yang berbohong.


"Ratu kegelapan ? Maksudmu, siapa ratu kegelapan ?"


"Aku salah berucap, ternyata mereka belum mengetahui siapa ratu kegelapan sesungguhnya." Batin Monster jahat.


"Maksudku ratu kegelapan itu, para monster hitam yang jahat, penuh dengan kegelapan. Aku sudah berusaha mengambilnya kembali, tetapi mereka berhasil mengurungku di satu tempat." Jawabnya bohong.


"Syukurlah jika kamu selamat, bagaimana kalau kita berdua yang akan merampasnya kembali dan mempertaruhkan hidup untuk mendapatkan kembali penangkalnya." Pangeran Erland menimpali.


"Aku sangat setuju pangeran, jika kau ikut membantuhku." Ucap monster jahat, tetapi Erland masih saja begitu heran dengan tingkah Orchon yang sangat berubah, apalagi cara bicara yang hanya menyebutnya pangeran, menandakan sesuatu padanya.


"Apa mungkin pangeran Orchon marah padaku karena aku tidak ikut membantunya ?" Batin Erland.


"Sekarang pergilah istirahat cucuku, kau baru saja kembali, kita akan bicarakan ini dan menyusun rencana kita, setelah kau istirahat."


"Baiklah kek, kita tidak boleh membuang waktu terlalu lama, besok kita harus segera pergi pangeran." Ucap monster yang berubah jadi pangeran Orchon itu, lalu pergi meninggalkan kaisar Oxados dan juga pangeran Erland.


Sambil berjalan monster jahat itu berucap.


"Jadi diistana ini tempat wanita yang dibekukan ratu Octavia itu di tempatkan.


Hahaha...


Sebentar lagi aku akan mencari dan menyusup masuk keruangan itu, dan segera menyampaikan berita ini pada ratuku."


Bersambung para Readers...!!!


Jangan lupa dukung Author, beri Like, vote, hadiah, favorite dan beri bintang Lima, jangan lupa tambahkan komentar di akhir bacaan.

__ADS_1


__ADS_2