Kisah Putri Langsat

Kisah Putri Langsat
34.


__ADS_3

Malam gelap pun tiba dengan terpaksa Orchon harus tidur didalam sebuah tempat berbentuk seperti goa dari batu. Bau busuk yang berasal dari bangkai membuat perutnya seperti terkoyak. Orchon berusaha untuk memejamkan matanya tetapi tetap saja ia tidak bisa.


Kini Orchon merasa putus asa, sia sia sudah selama beberapa bulan ia pergi meninggalkan dunia mereka. Tak sanggup rasanya jika Orchon hanya berdiam diri, sementara dirinya terus memikirkan kondisi Liliana. Kini ia berusaha mencari jalan keluar dari tempat itu.


Orchon mulai meraba setiap inci permukaan dinding tempatnya dikurung, ia mencari dan merasakan sumber kehidupan. Hingga Orchon menemukan satu buah dinding yang terdengar seperti sebuah ruang kosong.


Tok... Tok... Tok...


Diketuknya ruangan itu beberapa kali, kini Orchon yakin itu sebuah ruangan rahasia.


Orchon berusaha menggunakan tenaga dalamnya untuk membuka penutup batu, tetapi tetap saja belum bisa dibuka. Saat yang sama tiba tiba ruangan yang semula kosong kini mulai bergetar batu batu yang tadinya berada di seputaran ruangan kini mulai bergerak, seolah sedang dikendalikan oleh seseorang, lalu batu batu itu perlahan mulai saling menumpuk, kemudian berubah bentuk menjadi manusia batu setinggi dua meter, setiap kali manusia batu itu mulai melangkah, goncangan yang dahsyat mulai terasa, dunia seakan begetar.


Merasakan aura pembunuh dari manusia batu, secepat kilat Orchon menghindari pegerakan manusia batu, namun tidak disangka manusia batu itu menyerang dengan cepat seakan ingin menghancurkan tubuh kecil Orchon.


Sekuat tenaga Orchon menghidari serangan dari manusia batu. Seakan energi ditubuhnya semakin lama semakin habis.


Bruuaaaakkk....


Belum sempat menghindari serangan, tubuh kecil Orchon kini terlempar beberapa meter dari jarak tempatnya berdiri, Orchon terkena serangan manusia batu, hingga membuat sudut mulutnya mengeluarkan darah, dan beberapa tulangnya seakan patah, untung saja Orchon bukanlah manusia biasa, sehingga ia bisa menekan kekuatannya dan memulihkan tulangnya yang patah.


"Hei manusia batu, untuk apa menyerangku, sebenarnya kau siapa ?" Teriak Orchon sebelum kembali menyerang.


Sambil tertawa manusia batu itu menjawab.

__ADS_1


"Hahaha... Kau tak perlu tahu aku siapa, tetapi kau adalah orang yang telah membangunkan tidurku sehingga aku akan membunuhmu." Jawab manusia batu sambil kembali menyerang Orchon.


Suara seperti guntur yang keluar dari manusia batu membuat semua orang jika mendengarnya akan menutup telinga tanpa sadar. Merasa pusing dan mendengung di telinga, akibat suaranya goa terbuat dari batu ini bergetar tanpa henti, sedangkan Octavia yang kini berada di tempat istrahatnya kini terbangun akibat getaran dari suara manusia batu.


"Hahaha... Rasakan Orchon, karena telah berani menentangku, maka kau akan mati di tempat itu, sampai saat ini belum perna ada satupun orang yang selamat dari jeratan manusia batu hewan peliharaanku." Teriak Octavia yang tidak memperdulikan getaran yang membuat tempat peristrahatannya ikut terguncang.


Dalam hati Orchon berfikir sejenak.


"Apakah ini adalah prajurit batu ? Menarik !"


Orchon tertawa dingin, dan bersiap menyerang..


Namun manusia batu mendekati Orchon. Selangkah demi selangkah, setiap langkah kakinya menimbulkan lubang yg dalam, semua bebatuan diinjaknya sampai hancur.


Orchon tercengang dan tidak dapat berkata apa apa, lalu ia berjalan melangkah mundur, sampai tidak ada jalan mundur lagi, kini tubuhnya tesandar di dinding goa.


BANGKK...


Manusia batu kini telah sampai di hadapan Orchon, tinju melayang ke arah Orchon. Kekuatan yang sangat besar, seolah olah mampu menghancurkan seluruh gunung !


Melihat pukulan yang kuat dari manusia batu, Orchon juga berteriak keras, urat hijau menyembul dikeningnya. Orchon berusaha mengumpulkan seluruh tenaga dalamnya dalam satu kekuatan energi, lalu membentuk bola cahaya di tangan Orchon, menyilaukan bagaikan terik matahari.


Bangkkk...

__ADS_1


Orchon melemparkan bola cahaya yang dikumpulkan dari seluruh energi tubuhnya membentuk menjadi satu aliran dan si manusia batu melemparkan tinjunya saling membentur. Tetapi jika dilihat secara kasat mata, kekuatan yang dikeluarkan Orchon sangat kecil dibandingkan dengan manusia batu.


Akibat hantaman energi yang dikeluarkan manusia batu membuat Orchon tidak bisa menghindar, manusia batu semakin melangkah maju ingin mematahkan tulang tulangnya, sekuat dan sekeras apapun Orchon berusaha menyerang, tetap saja ia tidak dapat menghitung jumlah luka luka dan remuk tulang tulang patahnya.


..


Manusia batu semakin mendekat, sedang Orchon mulai menyerah, matanya mulai nampak kegelisahan.


"Apakah ini akhir dari hidupku...?" Bathin Orchon.


Manusia batu siap ingin memangsa Orchon. Namun baru saja manusia batu ingin mematahkan tulang tulang Orchon, giok kuning pemberian kakeknya bersinar memancarkan cahaya kuning yang membuat kilau dimata. Manusia batu tercengang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, ia menghentikan aktifitasnya dan melepaskan Orchon, akibat pancaran sinar giok kuning yang membuat perih dimata jika menatapnya.


Setelah melepaskan Orchon, dan manusia batu menundukkan kepalanya, semburan cahaya keemasan diikuti ledakan yang sangat keras, si Manusia batu mendadak roboh, lalu jatuh menghantam tanah, batu batu yang tak terhitung jumlahnya beterbangan !


Manusia batu raksasa berubah menjadi tumpukan bebatuan, tidak lagi berbentuk manusia batu seperti sebelumnya.


Orchon tercengang menatap tak percaya dengan apa yang sudah terjadi, masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Apa yang sebenarnya terjadi ?Bagaimana mungkin hanya dengan melihat pancaran sinar giok ini manusia batu raksasa itu berhenti melawanku." Orchon berfikir sejenak lalu ia kembali merenung. Ruangan yang tadi diketuknya kini bergetar hebat hingga akhirnya terbukalah sebuah gerbang pintu yang terbuat dari batu yang di dalamnya terbuat dari emas, terlihat seperti terowongan bawah tanah, entah menujuh kemana. Saat Orchon melangkah perlahan menuju ruangan itu, ia mulai merasakan seperti ada sebuah energi yg sedang menarik tubuhnya. Semakin berjalan masuk energi yang seolah menarik tubuhnya semakin kuat. Orchon terus berjalan semakin lama semakin jauh lorong yang ditelusurinya, entah sudah berapa lama ia berjalan menyusuri terongan itu hingga akhirnya ia mulai melihat bayangan cahaya yang masuk kepermukaan mulut goa, nafasnya tidak berhenti berpacu, entah Orchon saat ini berada dimana, ia melihat sebuah tempat yang begitu damai, hamparan luas ditumbuhi rumput liar, bunga bunga hutan, dikelilingi pegunungan yang luas, kicauan burung menyambut datangnya pagi terus bersahutan. Sungguh damai, benar benar tempat yang indah, suasananya masih sangat alami. Pantas saja Orchon merasakan kehangatan dan daya tarik energi yang kuat dari tempat ini. Sepanjang perjalanan terowongan emas Orchon tak menemukan apapun. Entah sejauh mana Orchon berjalan saat menemukan tempat ini, matahari pagi sudah mulai nampak.


"Lalu tempat apa ini, dimana aku berada saat ini, apakah ada Dunia lain selain alam manusia dan alam legenda tempat aku dibesarkan ?


Apakah di alam legenda belum cukup aku melihat keindahan ?" Rasa takjub memenuhi fikiran Orchon, pertanyaan demi pertanyaan memenuhi isi kepalanya, dan belum sempat ia memahami semuanya.

__ADS_1


Kini dirinya sudah bebas dari tempat Octavia mengurungnya. Namun Saat ini Orchon tak tahu arah jalan untuk menuju ke kerajaannya.


Entah bagaimana dia bisa menyelamatkan Liliana, dan entah apa yang terjadi dengan kakeknya, karena selama di dunia manusia Orchon terus gelisa dan mempunyai firasat buruk, namun ia tidak bisa menembus semuanya.


__ADS_2