
Di Kota Tua di sebelah Timur Kota terdapat kerajaan milik kaisar Oxados yang kini telah berubah bentuk menjadi Es, badai salju menyerang seluruh negeri dan seluruh penduduk, sepanjang tahun dalam sejarah, ini kali pertama badai salju turun secara aneh dan mengerikan.
Pangeran Erland terus mencari dan berusaha menemukan keberadaan kaisar Oxados dan isterinya Liliana.
Rasa penyesalan mulai timbul di hatinya, tak mampu ia membayar dan memberikan keadilan untuk isterinya, kini ia menyesali seluruh keputusannya.
"Hiks...Hiks...Hiksss...
Maafkan atas keserakahanku Liliana, aku akan membayar semua perbuatanku, jikalau aku mati, asalkan kamu bisa hidup lagi aku ikhlas, aku akan berusaha sampai menemukan jalan keluar, namun jika kau harus mati seperti ini maka aku akan membayarnya dengan nyawaku."
Sambil menangis Pangeran Erland merutuki dirinya sendiri. Tak sanggup ia melihat bangunan yang tadinya begitu megah dan damai, karena kedatangan ia dan isterinya kerajaan kaisar Oxados menimpah nasib buruk, entah apa yang bisa ia katakan saat pangeran Orchon datang nanti.
Rasa putus asa terus menyelimuti hatinya, sambil berjalan di atas es yang begitu dingin, pangeran Erland tak peduli tubuhnya kini sangat kedinginan, tak ada tanda tanda retakan es disana.
Saat yang sama dua cahaya yang dulu perna menyelematkannya saat akan mengambil air suci datang kembali mengintari tubuhnya, kali ini mereka melemparkan cahaya kecil dan langsung masuk ketubuh pangeran Erland, kini yang dirasakan dari tubuhnya hanyalah rasa damai dan kehangatan, benar benar hembusan kehangatan.
Merasa mengenali aura cahaya mereka, karena ini kali kedua Erland melihatnya dan langsung menyerupai dua orang manusia bak seorang pangeran dan permaisuri.
"Ka kalian..."
Belum sempat pangeran Erland bertanya kedua cahaya berubah bentuk, dan salah satunya langsung berbicara.
"Pergilah secepatnya ke suatu Pulau Manusia, kau akan menemukan sebuah kastil tak bernama disana ada sebuah rumah yang bernama Balre Masigi yang terbuat dari Emas kau akan segera mendapatkan semua jawabannya disana.
Cepatlah pergi sebelum bulan Ke 15 bulan tujuh dilangit, kalau kau terlambat maka semuanya akan musna. Alam legenda akan hilang selamanya dan isterimu tidak dapat diselamatkan."
__ADS_1
"Pulau Manusia ?" Erland berfikir sejenak lalu ingin bertanya, namun belum sempat ia bertanya kedua jelmaan dari cahaya dihadapannya sudah hilang seketika.
"Haiiii.... Tungguu kalian dimana ?
Bagaimana caranya aku kepulau Manusia ?" Sambil berfikir Erland teringat binatang peliharaan Bix.
"Oh mungkin saja Bix bisa membantuku, aku harus pergi ke Pulau Manusia, dan mencari kastil tak bernama seperti petunjuk yang diberikan cahaya itu padaku.
Karena penyatuan dari tubuhnya, darah Bix kini juga menyatu dalam tubuhnya, tentu saja Bix tahu segalanya apa yang dirasakan tuannya saat ini...
Cahaya menyilaukan keluar dari tubuh pangeran Erland, Bix sedang mencoba memisahkan tubuhnya dari tuannya.
"Bix, baru saja aku memikirkanmu !"
"Aku tahu apa yang kau rasakan Tuanku pangeran Erland.
"Kau benar Bix kita akan mencobanya, lagi pula kalau di fikir bulan ke lima belas bulan tujuh dilangit masih sangat lama, kita masih punya waktu yang panjang untuk menyelamatkan isteriku dan kota Tua milik kaisar Oxados, aku tidak ingin pangeran Orchon akan menyalahkan aku.
Bix apa benar ada rumah emas Balre Masigi di dalam kastil Tak bernama di Pulau Manusia ? apa kau perna mendengarnya kepada para tetua kita terdahulu ?" Tanya pangeran Erland.
"Aku belum perna mendengarnya pangeran, kalau aku tebak mungkin saja itu adalah tempat yang menyimpan sebuah rahasia para tetua." Jawab Bix
"Kalau memang benar alam Legenda kita berkaitan erat dengan dunia Manusia, Lalu kenapa kegelapan akan menghukum siapa saja yang sudah berani melakukan hubungan dengan manusia ?"
"Maafkan aku pangeran, aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu itu, karena sama saja aku akan melanggar sumpahku pada leluhur kita, jika kau tetap memaksa maka raga dan jasadku akan hilang selamanya pangeran."
__ADS_1
"Hmmm...
Sungguh sebuah misteri yang sulit kupecahkan, sekarang ayo kita pergi Bix, aku tidak ingin menunda waktu." Sambil membuang nafas kasarnya pangeran Erland menjawab.
Kini Bix kembali kedalam tubuh pangeran Erland, ia kembali merubah tubuhnya menjadi sebuah kristal naga yang memancarkan cahaya yang menyilaukan dan langsung masuk menyatu begitu cepat kedalam tubuh pangeran Erland.
Kembalinya Bix, pangeran Erland juga pergi dari kota Tua, menghilang sekejab tak kasat mata, tak memutuskan untuk langsung pergi mencari pintu alam Manusia, ia kembali menuju istana kerajaannya sendiri.
Rasa penasaran terus saja menyelimuti hatinya, di tambah lagi dengan ucapan Bix barusan, kemunculan kedua cahaya yang selalu saja muncul di saat dia memang butuh pertolongan sepertinya para tetua terdahulu memang benar benar merahasiakan seluruhnya, Bix saja yang sudah menjadi pengikutnya tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, semakin kesini rasa penasaran pangeran Erland semakin bertambah, kalau bukan karena isterinya Liliana Erland tidak akan perna mencari tahu rahasia seluruhnya Alam Legenda yang berkaitan dengan dunia Manusia.
Kini pangeran Erland memilih menyendiri dikamarnya, dia duduk terdiam di tepi ranjang megah yang semuanya terbuat dari emas, rasa gelisah di hatinya membuatnya tidak bisa tidur sepanjang malam, apakah dengan kekuatan dewa yang dimilikinya sudah benar benar ampuh dan bisa menempuh dunia Manusia, mencari Letak Pulau manusia, Kastil tak bernama, yang didalamnya ada sebuah rumah emas ? Entahlah...
Fikirannya melayang layang jauh entah kemana, kini ia teringat kedua orang tuanya yang telah wafat di medan perang, karena berjuang mempertahankan hidupnya, kedua orang tuanya harus tewas mengenaskan dengan kegelapan, untung saja saat itu pengawal istana mengembunyikan dirinya dalam sebuah ruangan rahasia yang tidak bisa dimasuki orang lain, dan berkat bantuan para pengawal pengikut setianya, dan Bix yang menjaganya kini istananya masih berdiri megah sampai sekarang. Entah mengapa semenjak Bix mengasuhnya dari kecil, kegelapan tidak bisa mengambil alih kerajaannya.
"Sepertinya Bix yang menyatu ditubuhnya benar benar banyak mengetahui peristiwa masa lampau." Ucapnya dalam batin.
Teringat pada ruangan rahasia miliknya, pangeraan Erland mencoba membuka brangkas terbuat dari emasnya, disana ada sebuah kunci kecil dari emas, di sudut kuncinya terdapat berlian merah yang memancarkan cahaya merah.
Pangeran Erland membuka ruangan rahasia miliknya, sebuah ruangan kecil yang sepertinya sangat cocok dijadikan tempat berkultivasi. Jika dipandang kasat mata tidak ada yang mengetahui ada sebuah ruang rahasia di balik cermin emas yang menjulang tinggi keatas itu.
Mencoba terus melangkah masuk, pangeran Erland terus mencari petunjuk dalam ruangan itu, karena disinilah dia tumbuh besar seorang diri, di tinggalkan kedua orang tuanya, dan sejak berumur 10 tahun silam dia terlempar dengan sendirinya keluar dari ruangan itu entah energi apa yang melemparnya, bahkan kunci ruangan itu, sudah berada ditelapak tangannya, ia sudah dipenuhi para bawahan yang sedang bersujud dihadapannya, sejak saat itu pangeran Erland tidak perna masuk keruang rahasia miliknya. Karena rasanya ia tidak percaya hidup seorang diri selama 10 Tahun didalam ruangan rahasia tanpa ada yang memberinya makan dan minum...
Saat sedang mencari jejak, entah dari mana asalnya sebuah cahaya kecil mulai bersinar di atas sebuah batu pipih berbentuk emas, Pangeran Erland mendekatinya.
"Apa ini ? sebuah buku kecil dari emas !" Sambil berfikir pangeran Erland menemukan sesuatu...
__ADS_1
Bersambungg.....