Kisah Putri Langsat

Kisah Putri Langsat
26. Penghubung Dua Dunia


__ADS_3

Pangeran Erland sangat terpukul saat melihat kondisi istrinya. Ia terus saja meratapi istrinya dan berteriak histeris.


"Bangunlah Liliana, kumohon banguuun....


Jangan tinggalkan aku, kumohon."


Erland mulai putus asa, ia mengeluarkan tenaga dalam yang dimilikinya untuk membantu Liliana, tetapi itu sama saja mempercepat Liliana pergi dari hadapannya, satu persatu tubuhnya yang membeku mulai berjatuhan dan retak.


Orchon yang melihat itu, tak kuasa berdiam diri, dan langsung menahan tangan Erland sambil menggelengkan kepalanya.


"Erland, kumohon jangan lalukan itu, kalau tidak kita akan kehilangan dia selamanya. Kau semakin menyiksa tubuhnya."


Erland menoleh pada Orchon, ia tak menyangka perasaan Orchon pada istrinya sedalam itu. Namun ia tidak akan cemburu sedikitpun, karena memang sudah sepantasnya Orchon berbuat seperti itu pada Liliana.


Di sisi lain Octavia baru saja menerima kabar bahwa ada orang yang berhasil menghancurkan seluruh mantra gaib yang dipasang di perbatasan Kota Tua, bahkan para pengikutnya ribuan monster kegelapan berhasil dikalahkan.


"Brengsek, siapa yang berani melakukan itu ?


Hahaha... Sebentar lagi Liliana akan mati, tubuhnya akan retak dan hancur menjadi puing puing es kristal, aku harus mengutus mata mataku masuk ke Kota Tua kembali."


Octavia berjalan masuk istana kegelapan, ia masuk keruang rahasia yang sengaja dibuatkan khusus untuknya. Disana ia mulai berkonsentrasi menciptakan monster jahat dari cairan hitam yang ada digoa itu.


Buuuuzzzt....


Terciptalah satu monster jahat, yang benar benar menakutkan. Octavia lalu merubah bentuknya menjadi seorang lelaki muda seperti wajah Orchon. Benar benar sangat mirip, membuat siapa yang melihatnya tak mengenali jika itu hanyalah seorang monster jahat.


"Hahaha...


Aku akan mengirim mata mataku disaat yang tepat." Hardik Octavia dengan nada geram.


"Apa yang harus aku lakukan tuanku ratu kegelapan ?" Tanya monster jahat yang baru saja dibuatnya.


"Aku akan mengutusmu pergi ke Kota Tua, kini wajahmu telah kurubah menjadi seperti wajah pangeran Orchon yang tinggal di Kota Tua.


Tugasmu, kau harus memata matai seorang wanita yang telah kubekukan hatinya, jangan sampai ketahuan, aku tahu kau mampu melakukannya."


"Baiklah, tuanku ratu kegelapan. Kau tidak perlu meragukan kemampuanku."


"Sekarang pergilah, kau bisa bebas keluar masuk kapan saja, karena aku telah menancapkan sedikit kristal giokku ditubuhmu." Monster itu segera pergi dari pandangan Octavia dan menuju istana Kota Tua.


Sedang ketiga lelaki penguasa itu masih terus memikirkan Liliana, tiga hari sudah Erland tinggal di istana Kota Tua, tetapi belum ada tanda jika Liliana akan bangun, melainkan memperburuk keadaan, semakin lama tubuh itu semakin retak sedikit demi sedikit.


Erland terus mengurung dirinya ditempat dingin, walau sedetik ia tidak ingin meninggalkan istrinya, Kaisar Oxados juga sudah memerintahkan padanya untuk istirahat tetapi Erland tetap tidak ingin memberi ruang orang lain menjaga istrinya.


Orchon, yang hatinya masih sangat terluka, ia sedang berdiri di alun alun menara istananya memikirkan wanita yang kini tidak bisa ia miliki.


Seseorang berjalan dan datang menghampiri lalu memegang sebelah pundaknya dan berkata.

__ADS_1


"Orchon cucuku, kau jangan bersedih jika tidak bisa memilikinya, itulah hukum alam nak, dimana jika seseorang mencintai maka ia akan sangat siap mendengar jawaban penerimaan atau penolakan dari sang wanita.


Kau adalah seorang pangeran dan penerus di kerajaan ini, kuharap perasaanmu itu tidak akan merubah kebaikanmu nak."


Orchon tak membalas ucapan kaisar Oxados, ia masih berdiam diri menatap sang cakrawala malam dikelilingi bintang bintang yang bertebaran dilangit.


"Jika kau ingin dia sembuh kau pergilah kesuatu tempat Orchon."


Ucapan kakeknya membuat Orchon sontak kembali bertanya.


"Kemana kek ?"


"Pergilah ke dunia Manusia."


"Ma-maksud kakek aku akan kedunia manusia. Untuk apa kek ?


Bukannya kakek melarangku untuk melanggar dan pergi kedunia manusia ?"


"Liliana juga seorang manusia Orchon. Dengan kekuatanmu kau bisa menembus dunianya."


"Lalu untuk apa aku kesana kek ?"


"Disana kau harus mencari beberapa tanaman yang biasa ditanam para petani."


"Tanaman apa yang kakek maksud itu."


"Tetapi buah apa yang kakek maksud itu ?"


"Carilah Orchon, disana kau akan menemukan jawabannya."


"Baiklah kek, besok aku akan pergi. Tetapi bagaimana caranya aku bisa kesana ?"


"Kau hanya akan melewati sebuah goa Orchon.


Aku akan memberikan sebuah giok untukmu sebagai penghubung untuk masuk kesana." Jawab kaisar Oxados lalu pergi meninggalkan cucunya.


Sedang Orchon masih tidak percaya dengan ucapan kakeknya.


"Apa memang kekuatan yang membelenggu tubuh Liliana hanya bisa disembuhkan dengan tanaman yang berasal dari dunia manusia itu ?" Fikir Orchon.


Beberapa saat setelah berdiam diri, ia kembali melangkah menuju ruangan dimana Liliana sedang terbaring dan pangeran Erland sedang menjaganya.


Krieet....


Erland menoleh dan menatap dalam wajah pangeran Orchon yang baru saja datang menghampirinya.


Orchon sekali lagi ingin melihat wajah teduh itu, benar benar teduh, fikirannya kosong, kulitnya yang berwarna kuning itu menjadi pucat pasih dibaluti kristal es yang membeku. Ingin sekali ia menyentuhnya tetapi apalah daya ia hanyalah orang yang tidak berguna. Tak kuasa Orchon menahan tangisnya yang sudah semakin menumpuk hingga akhirnya tumpah dihadapan pangeran Erland.

__ADS_1


"Ka-kau kenapa pangeran Orchon ?


Apa yang terjadi padamu ?


Kau sepertinya tidak sedang baik baik saja ?"


Tanya Erland, namun pertanyaan itu tidak langsung dijawab oleh Orchon, hati dan jiwanya masih menyelimuti fikirannya sendiri yang nanti akan sangat sulit disembuhkan


Orchon membalikkan tubuhnya ke arah pintu, lalu melangkah keluar dari ruangan itu tanpa memperdulikan pangeran Erland yang sedari tadi bertanya padanya.


Sedang Erland yang sedari tadi duduk diam di pinggir tubuh istrinya, penuh keheranan dan masih menatap nanar kepergian Orchon.


"Aneh, apa yang terjadi pada Orchon ?


Kenapa dia seperti itu, tiba tiba menangis dan pergi begitu saja tanpa bersuara ?"


Orchon menuju kamarnya dan sedikit membaringkan tubuhnya ditempat tidur megah ala kerajaan.


Besok harinya di sepertiga malam, kaisar Oxados membangunkan tidurnya.


"Orchon, sudah saatnya kau harus bangun dan pergi kedunia manusia, lekaslah nak..." Perintah kaisar Oxados.


"Hmm... Iya kek, tetapi ini masih sepertiga malam. Besok pagi saja kek."


"Tidak bisa Orchon, inilah waktu yang tepat, kalau besok kau tidak akan bisa menembus tempat itu lagi."


Seakan sihir ucapan kakeknya membuatnya tersentak dan bangun sesegera mungkin. Orchon kini sudah bersiap untuk pergi.


"Ini bawah ini." Kakek Oxados menyerahkan sesuatu ketangan cucunya. Dengan senang hati Orchon menyerahkan tangannya dan mengambilnya.


"Apa ini kek ?"


"Itu hanya giok pemberian ayahmu, kakek yakin itu sangat berguna."


Kaisar Oxados dan Orchon menghilang lalu pergi kesuatu tempat, dimana itu adalah sebuah goa, yang dipercaya dapat menembus jalan kedunia manusia.


"Orchon, sekarang kau masuklah kedalam goa itu, lalu ikuti jalan keluar disana, maka kau akan sampai di dunia manusia.


Kakek hanya akan mengantarmu sampai disini Ochon."


"Iya kek, kalau begitu aku pergi dulu, jaga kesehatan kakek, aku tidak akan lama disana."


"Jangan khawatirkan aku nak, jaga dirimu disana, jika kau pulang lewatilah jalur ini kembali. Semoga kau berhasil."


Kaisar Oxados menghilang dari pandangan, sedang Orchon melangkah masuk kegoa yang dipercaya dapat menjadi penghubung dua dunia, antara dunianya dan dunia manusia.


Bersambung...!!!

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, tambahkan favorite, beri bintang lima, dan jangan lupa komentarnya.


__ADS_2