
"Hahaha....
Ayah ! Kenapa kau bicara tergagap padaku ? Apa yang kau sembunyikan dariku ?"
Tanya Octavia kepada kaisar Luther.
"Tidak, tidak ada apa apa Octavia, kamu kenapa masuk kekamarku dengan tergesa gesa tanpa mengetuk pintu ?"
"Aku... Hanya ingin bicara denganmu. Apa yang kau sembunyikan dariku ?"
"Bicaralah apa yang ingin kau katakan padaku." Dengan wajah berpura pura mengalihkan suasana kaisar Luther terus mencari alasan.
"Foto siapa yang ada ditanganmu itu ? berikan padaku, aku ingin melihatnya." Tanpa mendapat persetujuan dari kaisar Luther, Octavia merebut selembar foto itu."
"Oh itu hanyalah sebuah foto." Jawab kaisar Luther dengan santai.
"Oh.. Apakah dia ibuku ? Mengapa wajah wanita ini seperti sangat familiar dimataku ?"
"Octavia hentikan, berikan foto itu. Dia bukanlah ibumu, foto itu adalah foto sahabat ayah."
"Oh ya...! Sayang sekali dia bukan ibuku." Sambil memperlihatkan rasa kecewanya Octavia menjawab.
"Sekarang katakan, apa yang membuatmu masuk kesini." Kaisar Luther menimpali, karena tak ingin membahas foto itu.
"Ada hal yang ingin kutanyakan padamu ?
Mengapa ayah menentang keras pernikahan Dunia manusia dan Dunia Legenda." Tanya Octavia yang membuat kaisar Luther sangat heran karena pertanyaan tiba tiba.
"Apa ada sesuatu hingga kau bertanya seperti itu padaku ? apa ada yang kau sembunyikan ?"
"Tenanglah ayah aku hanya ingin bertanya, walaupun ada aku tidak akan membiarkan orang lain mengambil kesempatan itu."
"Baiklah, oke aku percaya padamu." Ucap kaisar Luther pada Octavia, karena suasana hatinya saat ini sedang buruk kaisar Luther tidak mempermasalahkan Octavia, jauh di dalam hatinya ia mencurigai Octavia menyembunyikan sesuatu padanya, kalau saja ada manusia di dunia mereka maka kaisar Luther tidak akan segan membunuhnya.
Sedang di sebuah perkampungan yang terlihat damai disitulah Pangeran Orchon kini berada, berhari hari ia tak kunjung menemukan pintu masuk ke dunianya.
"Dimana aku ? apa ada dunia lain selain alamku dan alam manusia ! Entahlah..."
Sambil duduk istirahat sejenak Orchon kini sampai di sebuah perkampungan, terlihat banyak orang laulalang disana.
Ada seseorang menghapirinya.
"Hey, siapa kau ! sepertinya aku baru melihatmu ?" tanya orang itu
"A-akuu, namaku Orchon. Ya, aku memang bukan penduduk disini." Jawab Orchon yang masih sedikit berfikir dan ragu.
"Namaku Martin, jangan takut kawan, barangkali aku bisa membantumu." Ucap seseorang yang bernama Martin itu.
"Apa kamu sedang tersesat ? dimana rumahmu ?" Martin kembali bertanya.
Orchon tahu harus merahasiakan tempat tinggalnya, dia harus lebih berhati hati, karena ia sadar ini bukan dunianya, kalau diperhatikan dari gaya bahasa mereka, ini sepertinya dunia Manusia. Lalu Orchon hanya menggelangkan kepalanya pada Martin.
__ADS_1
"Kamu tidak ingat tempat tinggalmu ?
Hey, kawan kalau begitu aku akan membantumu."
Jelas saja Martin seperti seseorang yang tak punya malu, mana ada seseorang yang tiba tiba datang membantu tanpa mengharapkan sesuatu. Namun Orchon tak menghiraukannya.
Seseorang tiba dihadapan mereka dengan memarkirkan mobil Mersedez benz.
"Aku akan pulang kerumahku, jika kau ingin ikut maka naiklah." Tawar Martin sambil menunjuk ke arah mobil Mersedez benz itu
Memikirkan ia sedang dimana, Orchon pun mengikuti Martin, lalu segera naik kemobilnya, karena meskipun Martin sedang berpura pura baik, maka Orchon tidak akan peduli padanya, difikirannya saat ini bagaimana ia bisa berjalan dan melintasi seluruh tempat mencari jalan masuk kedunianya.
Dijalan tol, seorang sopir berkonsentrasi mengemudikan mobilnya.
Sambil Martin sesekali bertanya pada Orchon tentang dirinya, tetapi Orchon tetap saja tidak memberitahukan darimana asalnya.
"Hey kawan, ceritalah... kalau kulihat kamu sangat tampan, didunia ini mana ada orang tampan melebihi ketampananmu.
Lalu pakaianmu itu, kulihat pakaianmu seperti seorang pangeran dari jaman dahulu yang ada dalam cerita film ?"
"Sudahlah jangan fikirkan tentangku, meski kau tanya berkali kali aku tak tahu rumahku. Boleh aku ikut denganmu ?" Orchon tidak ingin membahasnya sehingga menawarkan dirinya untuk ikut dengan Martin.
"A-apa, kau mau ikut denganku ?" Martin terbelalak tak percaya. Entah dari mana asalnya orang ini, aku juga tak mengerti orang orang seperti mereka akan muncul di dunia kami.
Di saat Martin sedang berfikir sejenak, pada saat inilah sebuah mobil sedan berwarna hitam tiba tiba tancap gas dan melewati mobil dan sekarang sudah berada di depan mobil mereka.
Martin dan Orchon sedang duduk di kursi belakang, sopir yang mengemudi hanya serius menyetir.
Mobil sedan hitam ini menginjak rem dan mengurangi kecepatan.
Terjadi gesekan hebat antara ban mobil dengan jalan raya, bau gosong dari karet yang terbakar, samar samar tercium sampai didalam mobil.
Sopir yang mengemudi mobil Martin, semakin ketakutan, entah dari mana orang orang ini muncul dan langsung memblokir jalan mereka.
Mobil itu akhirnya berhenti, sopir tiba tiba mengubah arah siap siap melewati mobil di depan dan lanjutkan perjalanan.
Terlihat Martin sangat murka, raut wajahnya menunjukkan kemarahan, saat ini ia merasakan mara bahaya mengancam !
"Aaah...."
"Karena sopir yang mengerem tiba tiba, menyebabkan tubuh Martin terjerambab kedepan, sedang Orchon masih kukuh dengan duduknya, mana ia tahu urusan orang orang ini, bagaimana mungkin ia akan terlibat.
Tiba tiba Martin berteriak.
"Pasang tali pengaman."
Saat ini air muka Martin menjadi serius.
"Aku sangat benci dengan orang orang yang menghalangi jalanku." Teriak Martin.
Melihat kemarahan Martin, sepertinya Orchon harus membantu, karena walau bagaimanapun Martin adalah temannya, dan setahunya orang itulah yang mencari masalah dengan Martin.
__ADS_1
Orchon tak peduli ucapan Martin, ia lalu bertanya.
"Siapa meraka ?" Tanya Orchon.
"Mereka orang orang dari keluarga pemberontak." Ucap Martin lantang.
Sepertinya Orchon merasakan ada yang tidak beres.
Setelah melewati mobil hitam tadi, sopir langsung tancap gas. Sedangkan mobil hitam di belakang mengikutinya dengan ketat, kelihatan sudah hampir mendekati mobil mereka.
BANGKkkk....
Terdengar suara tabrakan yang keras, tiba tiba mobil mereka tercampak kedepan, bumper belakang mobil mereka telah ditabrak sampai melekuk kedalam
Sopir menginjak gas sampai kandas, mobil mengeluarkan dentuman yang keras, sambil menarik bumper belakang yang sudah jatuh menyentuh tanah sepanjang jalan mengeluarkan percikan api karena bergesekan dengan jalan.
"Cepat kejar, tabrak mereka sampai mati, kalau tidak Tuan tidak akan mengampuni kita !"
Pria separuh baya yang duduk disamping pengemudi itu berteriak dengan wajah penuh hawa pembunuhan.
"Martin, siapakah orang orang ini sebenarnya ? mengapa mereka mengincarmu ?"
Orchon bertanya pada teman yang baru saja dikenalnya, entah dia merupakan orang yang baik atau ada maksud lain sehingga membantunya, entahlah.
Martin menggelengkan kepalanya, dia juga belum tahu siapa mereka, hanya saja ia mencurigai keluarga pemberontaklah yang berani seperti itu kepadanya.
Sopir berkonsentrasi penuh mengemudi mobil, keningnya penuh dengan keringat dingin !
Dengan kecepatan seperti ini, sedikit saja teledor maka akan berakibat fatal.
"Oww sepertinya sopirmu sangat pandai mengemudi, karena kau temanku maka aku akan membantumu." Ucapan Orchon membuat Martin menoleh padanya.
"Apa kau yakin !" tanya martin yang masih sedikit ragu.
"Tentu saja aku tidak akan membohongimu."
Senyum menyeringai di wajah Martin, terlintas hawa menakutkan dari Orchon.
"Orchon kau hati hati, ini sangat berbahaya kawan!"
Martin menatap Orchon dengan penuh keterkejutan.
Mereka sedang berada di atas jalan tol, dengan kecepatan yang begitu tinggi, jika Orchon turun dari mobil, maka mobil di depannya pasti akan menabraknya....
"Tolong kurangi kecepatan mobilnya." Mendengar ucapan Orchon sopir yang mengemudi tak mau mendengarnya.
"Turuti perintahnya." Martin menjawab, membuat sang sopir melakukan tugasnya, jelas sopir Martin hanya mendengar ucapan Martin, karena Martin adalah tuannya.
"Baik tuan."
Dalam hati Orchon terlihat resah..
__ADS_1
Namun ia tetap melakukannya, dan apa yang terjadi..??
Nantikan kisahnya, di episode selanjutnya, bersambung para readers...??