Kisah Putri Langsat

Kisah Putri Langsat
25. Sebuah Ruangan Kosong


__ADS_3

Erland tidak henti hentinya berdecak kagum saat melihat rumah para penduduk yang begitu sangat mewah dan indah, semuanya terbuat dari emas berlian dan kristal kuning. Saat melewati beberapa rumah penduduk di Kota Tua, melihat pangeran Orchon mereka langsung menundukkan sedikit kepalanya sebagai tanda hormat kepada penguasa di daerah mereka.


Tak berlangsung lama kami melewati jalanan para penduduk, Erland dan Orchon berganti dengan menggunakan ilmu mereka.


Buuusssh...


Keduanya hilang seketika, mereka tiba di depan kerajaan milik kaisar Oxados. Para pengawal istana segera membuka pintu utama ketika melihat pangeran Orchon sudah datang, salah satu dari mereka masuk dan memberi kabar pada kaisar Oxados.


Setelah menunggu beberapa saat Erland dan Orchon disambut kaisar Oxados. Wajahnya begitu bahagia mengetahui cucunya dan pangeran Erland telah selamat dan kembali.


"Aku sangat bahagia melihat cucuku dan pangeran Erland telah kembali." Guman kaisar Oxdos begitu melihat siapa yang datang.


"Kakek aku sangat merindukanmu, masih syukur kami selamat dari maut yang menutupi kerajaan kita, kalau tidak aku tidak akan bisa melihat kakek lagi." Jawab Orchon sambil memeluk kakeknya.


Sedang Erland begitu terkesima melihat kerajaan Oxados yang megah, tak menyangka ia bertemu lagi dengan Kaisar Oxados untuk kedua kalinya. Namun istana yang kini megah masih terlihat jelas menutupi kesedihan yang dalam dihadapan para penduduknya.


Setelah ketiganya bertemu, kaisar Oxados mengajak pangeran Erland dan Orchon masuk kedalam istana. Orhon menceritakan perjuangannya saat melewati perbatasan mencari istana pangeran Erland hingga sampailah keduanya bertemu dan kembali ke Kota Tua dengan membawa pangeran Erland.


Sedang Erland begitu terkejut mendengar cerita dari pangeran Orchon yang begitu sulit menembus kerajaannya.


"Aku tak menyangka Orchon, perjalananmu untuk mencariku ternyata memakan waktu yang lama, sampai kau tidak menggunakan kekuatanmu hanya untuk mengelabui kegelapan." Ucap Erland yang begitu sangat terharu.


"Kakek juga sangat sedih Orchon, tetapi kakek percaya padamu, kakek yakin kau bisa melakukannya. Sejak kepergianmu menemui pangeran Erland kakek terus menjaga tubuh Liliana."


"Terima kasih kaisar Oxados, aku tak akan melupakan perjuangan kalian menolong istriku."


"Itu sudah menjadi kewajiban kami Erland, aku juga tidak menyangka kalau Liliana adalah istrimu.


Mulanya dia datang di tengah tengah perkampungan dan penduduk Kota, syukurlah saat itu Orchon melihatnya, dan memilih membawanya ke istana.


Seiring waktu Liliana mulai berkata jujur pada kami tentang bagaimana ia bisa sampai disini. Saat itu dia dikurung di kastil kuno tempatnya terletak di arah selatan kerajaanku. Itulah sebabnya dia berhasil keluar dan menemukan tempatku." Terang kaisar Oxados yang berusaha menjelaskan.

__ADS_1


"Dikurung, istriku dikurung di Kota ini ! Siapa yang tega melakukan itu padanya ?" Tanya Erland pada mereka.


"Untuk jawaban itu, kami juga tidak mengetahuinya pangeran Erland." Ucap Orchon menimpali.


"Tidak nak, aku masih ingat ucapan Liliana waktu itu namanya Octavia, dialah yang meninggalkan Liliana di Kastil Kuno dan mengurungnya disana."


"Kenapa orang lain bisa masuk kesana kek ? Bukannya itu wilayah kekuasaan kita ?"


"Kamu benar Orchon. Kakek juga tidak tahu kenapa gadis itu bisa masuk sesuka hatinya ke wilayah kita."


Raut wajah Erland sangat tidak bersahabat begitu mengetahui semuanya adalah perbuatan Octavia, ia pasti akan membalaskan dendam untuk istrinya. Begitu tega dia pada Liliana, melakukan kejahatan ini.


"Octavia dia adalah sahabatku, namun semenjak pernikahanku dengan Liliana, sepertinya ia tidak menyetujui hubungan kami."


"Siapa sebenarnya gadis itu, mengapa dia mengurung Liliana ? Apa jangan jangan orang yang waktu itu menjadi temannya bernama Via adalah orang yang sama."


"Aku juga tidak mengetahui latar belakang kerajaan Octavia, yang aku tahu dulunya ia berasal dari kerajaan kalian."


Sambil membuang nafas memikirkan siapa Octavia kaisar Oxados berucap.


Waktunya sekarang kita memikirkan cara bagaimana menyelamatkan hidup Liliana."


"Apa yang akan kita lalukan untuk menyelamatkan Liliana kek ? Tanya Orchon.


"Dimana tubuh istriku, apa boleh aku melihatnya kaisar Oxados ?" Tanya Erland.


"Aku menidurkannya di sebuah ruangan kosong, yang dijaga dengan pengawalan sangat ketat." Jawab kaisar Oxados.


"Iya kek, aku juga ingin melihat Liliana. Semenjak kejadian itu aku tidak dapat melihat wajahnya." Orchon juga sangat penasaran pada Liliana, sejujurnya ia mulai merasa cemburu karena kehadiran Erland, mungkin nasib tidak memihak padanya, untuk sekarang ia harus berbesar hati pada suami istri itu.


Setelah merasa cukup pembicaraan mereka, ketiganya berjalan menuju tempat, dimana saat ini tubuh Liliana di tidurkan.

__ADS_1


Drap! Drap! Drap!


Bunyi langkah kaki tiga penguasa di Alam Legenda memasuki sebuah kamar yang begitu mewah.


Krieeet...


Saat pintu baru saja dibuka, suasana dingin mulai terasa. Disana terbaring seorang wanita yang tubuhnya membeku mengeras seperti es.


Ketiganya mendekati tubuh itu, wajahnya yang sudah nampak seperti orang mati, tubuhnya yang mengeras seperti batu, puing puing es yang menjerat tubuhnya membuatnya menjadi seperti sebuah kristal berbentuk manusia.


Tak kuasa Erland melihat istrinya, segera ia menyentuh tubuh itu, namun tetap saja seperti es yang membeku.


Liliana yang matanya menjadi tumpul, seolah jiwanya telah direnggut tetapi masih bisa melihat jelas siapa yang berdiri disana namun seakan ada penghalang, seolah ia ingin bicara tetapi mulutnya terasa terkunci, ingin menangis tetapi tidak bisa di lakukan.


"Erland suamiku, apakah itu kau ?


Maafkan aku Erland, aku tidak bisa menjadi istri yang baik untukmu.


Semoga setelah kepergianku ini kau akan hidup bahagia bersama Octavia, dan tidak ada lagi dendam yang hidup di hatinya. Aku sangat bahagia perna menjadi temannya, dan kau jadi suamiku.


Kaisar Oxados maafkan aku, karena diriku terjadi kekacauan di istanamu, dan setelah kepergianku semoga Kotamu bisa kembali makmur dan damai.


Orchon, aku sangat bahagia memilikimu, setidaknya aku mengetahui kalau di alam kalian masih ada orang baik seperti dirimu, aku sangat berterima kasih padamu Orchon. Maafkan aku yang tidak sempat membalaskan cintamu." Batin Liliana yang mulai menerima dengan kondisi dirinya saat ini.


Orchon dan Oxados mendekat sedang Erland masih tetap duduk diam disekitar tubuh Liliana. Tiba tiba puing puing es bentuk tubuh Liliana sedikit pecah pinggirannya, seakan tubuh Liliana juga akan pecah, retak seperti es.


"Tidaaak... Tidaaak....


Liliana bangunlah, aku belum sempat mengutarakan rasa cintaku padamu, aku belum sempat menjadi suami yang baik untukmu, banguuuun...." Teriak Erland, membuat suaranya menggema diseluruh ruangan.


Kaisar Oxados merasa sangat iba melihat pangeran Erland, sedang Orchon juga mulai meneteskan air mata, entah rasa apa yang mulai menyelimuti hatinya. Terasa sangat teriris menyayat jantungnya yang paling dalam, saat pangeran Erland mengutarakan perasaannya pada Liliana.

__ADS_1


Hari ini Orchon baru menyadari cinta Pangeran Erland terhadap Liliana, lalu bagaimana dengan perasaannya. Apakah Orchon akan sanggup menelan pil pahit itu ?


Bersambung...!!!


__ADS_2