Kisah Putri Langsat

Kisah Putri Langsat
36.


__ADS_3

Dalam sebuah ruangan kecil kosong Erland menemukan sebuah buku kecil berbentuk emas, saat ingin diraihnya buku itu tidak bisa disentuh sama sekali, tubuh pangeran Erland terlempar beberapa meter, seperti ada kekuatan gaib yang melindunginya dalam sebuah segel.


"Sialan...


Aku pemilik ruang rahasia ini." Maki Pangeran Erland sambil berteriak.


Sambil mencoba berdiri lagi Erland mencoba konsentrasi dan mengumpulkan seluruh tenaga dalamnya, energi dalam tubuhnya terus berpacu mengumpulkan kekuatan dahsyat hingga membentuk gumpalan satu cahaya putih di atas tangannya dan mencoba mengarahkan tinjunya mengarah ke segel yang di pasang dekat buku emas itu.


Baaanggk....


Seperti tong kosong berbunyi nyaring Pangeraan Erland kembali terlempar, dan kali ini ia terbentur batu disudut ruangan, hingga rasanya tulang tulangnya akan patah, sudut mulutnya mulai mengeluarkan banyak darah.


Sia sia ia berusaha memakai tenaga dalamnya, apalagi sampai memakai ilmu dewa miliknya, bisa jadi tubuhnya yang akan hancur berkeping keping.


Tanpa sengaja pangeran Erland merasakan tangannya seperti sedang memegang sesuatu.


"Astagaaa... Cincin siapa ini mengapa ada cincin jelek seperti ini di ruangan gelap ini !" Gumannya seorang diri.


Setelah ditelitinya ternyata hanyalah sebuah cincin yang sudah usang penuh karatan, ada permata seperti hanya sebuah batu yang sudah sangat memudar, bentuknya pun tidak terlihat seperti benda benda yang ada di alamnya begitu megah dan indah.


Sangat lama pangeran Erland meneliti setiap bagian cincin itu hingga menyadari sebuah tulisan tertulis di balik belakang cincin yang memudar itu.


..."Yang Terpilih."...


Sebuah tulisan yang terurukir indah dibalik cincin.


Setelah membaca tulisan dibalik cincin, perlahan Pangeran Erland melihat sebuah kekuatan yang perlahan mulai memudar.

__ADS_1


Buuuzzzt....Buuuzzzttt....


Kekuatan gaib yang melindungi buku emas di depannya semakin hilang, menyadari semuanya pangeran Erland akhirnya memakai cincin itu dan mendekat perlahan berjalan ke arah buku kecil dari emas.


Mencoba menyentuhnya namun apa yang terjadi, buku yang di sentuhnya hancur lebur menjadi debu emas beterbangan diseluruh ruangan kecil yang kosong menyinari setiap inci ruangan, beberapa tulisan mulai muncul di seluruh dinding permukaan, seperti sebuah mantra dan pesan dari para leluhur.


Pangeran Erland tidak bisa memahaminya, namun kekuatan dewa yang dimilikinya seperti menariknya memaksakan sesuatu.


Dalam sekejab pangeran Erland akhirnya duduk bersila di tengah ruangan kosong, matanya mulai terpejam, hingga fikirannya semakin kosong, entah sudah berapa waktu Pangeran Erland terus duduk berkonsentrasi di dalam ruangan hingga akhirnya tiba tiba tubuhnya begitu damai, seperti tubuh seorang bayi yang tak berdosa, Erland mengeluarkan begitu banyak cahaya kuning ke emasan dari tubuhnya keringat mulai bercucuran hingga akhirnya dia dapat menguasai kembali fikirannya lalu membuka kembali matanya.


"Tubuhku, ada apa dengan tubuhku, mengapa rasanya aku seperti baru dilahirkan kembali, bahkan aku merasa kekuatanku semakin meningkat !"


Entah beberapa waktu terakhir pangeran Erland begitu mengalami banyak kejadian yang tidak perna terfikirkan olehnya. Saat ingin melangkah keluar dari ruangan rahasia miliknya, ia mendengar suara seperti perintah.


"Selamatkan Putri Langsat dan negeri Legenda."


Kembali ia menoleh, tetapi tidak ada siapapun disana, namun suara yang didengarnya itu benar benar jelas di telinganya.


Dengan kekuatan gaibnya pangeran Erland terus saja berusaha mencari pintu masuk ke dunia manusia.


#


Di sisi lain, di istana Kegelapan, dalam sebuah kamar tidurnya Octavia saat ini sedang bahagia, karena akhirnya dia bisa membunuh pangeran Orchon, sejak kejadian malam itu kamarnya sampai bergetar, Octavia sangat tahu kalau monster batu miliknya pasti sudah membuat Orchon menjadi bangkai.


"Ha...ha...ha...


Akhirnya aku berhasil membunuh pangeran Orchon, kali ini siapa pun yang menjadi penghalang rencanaku, aku akan dengan senang hati membunuhnya, aku tidak peduli siapa pun dia."

__ADS_1


Sebelah Selatan Kota, antara perbatasan Kota kini berdiri sebuah kerajaan milik kaisar Luther, disana ia sedang bertanya pada seluruh bawahannya.


"Sejauh mana perkembangan Octavia anakku ?" Hardik kaisar Luther pada mata mata yang di utusnya mengikuti Octavia selama ini."


Sambil gemetaran mata mata itu bersujud dihadapan kaisar Luther.


"Hamba tidak berani berbohong yang mulia, anakmu adalah anak yang berbakti, bahkan kekejamannya melebihi pemikiran kita. Saat ini kota Tua milik kaisar Oxados telah berhasil ditaklukkan, kota Tua dibekukan oleh Octavia hingga tidak ada yang tersisa, bahkan aku melihat putri anda telah membunuh seorang pangeran dari Kota Tua. Beberapa kota kecil dibawah kendalinya, kini menjadi kacau balau. bahkan tuan putri langsung Membunuh mereka semua tanpa tersisa."


"Hahaha... Berita yang bagus, benar benar penerus yang baik.


Pergilah kamu terus saja me matai matainya." Perintah kaisar Luther pada bawahannya.


Didalam sebuah kamar tidur kaisar Luther, saat ini kaisar Luther sedang menatap dirinya di cermin perak miliknya lalu perlahan mengeluarkan selembar foto, foto itu sudah terlihat lama dan mulai menguning serta memudar. Didalam foto itu terlihat seorang pria dan seorang wanita.


Pria yang berada didalam foto itu adalah kaisar Luther sendiri saat dia masih sangat mudah, saat itu kaisar Luther masih berambut hitam dan sangat tampan. Sedang gadis itu tampak sangat cantik dengan gaun emas bermotif bunga, hanya saja wajah gadis itu terlihat sangat mirip dengan Octavia disaat dia masih berusia 10 Tahun.


Kaisar Luther memandangi gadis didalam foto itu dan membelai wajah gadis itu dengan perlahan dan berkata dengan tatapan matanya yang lembut :


"Elena, dua puluh tahun, dua puluh tahun telah berlalu dalam sekejab mata, sekarang putrimu telah dewasa, dia terlihat sama percis denganmu, saat saya melihat wajahnya rasanya seperti melihat dirimu, dua puluh tahun yang lalu kau meninggalkan aku demi seorang manusia, kalau bukan karena aku membencimu, mungkin saat ini wajahnya akan mirip denganmu. Dua puluh tahun sudah aku menantinya, sekarang putrimu harus membayar harganya.


Elena, sebentar lagi putrimu akan menjadi sepertiku, demi membalas dendamku seluruh alam Legenda akan hilang selamanya, dan setelah itu aku akan menjadikannya orang yang paling berkuasa seorang ratu kegelapan. Lihatlah sekarang bahkan aku telah menyiapkan segalanya, kali ini setelah dia berhasil melenyapkan seluruh alam Legenda, kami berdua akan menjadi kegelapan yang abadi, saya percaya saat putrimu berada didekatku dia tidak akan menolak permintaanku padanya, itu bisa membuatku mengingat kembali perasaanku saat pertama kali padamu."


Kaisar Luther berguman sendiri sambil memegangi foto itu, tatapan matanya menjadi semakin panas dan gadis yang ada didalam foto itu menjadi semakin kabur karena gosokan jari kaisar Luther yang kuat.


Tepat pada saat itu, tiba tiba pintu kamar kaisar Luther di buka oleh seseorang...


Tanpa mengetuk pintu, Octavia menerobos masuk kedalam kaisar kamarnya, dan berdiri di hadapan kaisar Luther..

__ADS_1


"Ka-kau ! Sudah berapa lama kau datang ? dan untuk apa kau masuk kesini ?" Tanya kaisar Luther sambil menyelidik...


Bersambung dulu ya para readers...


__ADS_2