
Sedang di Istana kaisar Oxados terlihat Orchon palsu sedang melakukan aksinya, ia masuk keruangan dimana Liliana sedang ditidurkan ketika melihat wajah cantik itu Orchon palsu merasa puas ternyata wanita itu semakin sekarat, es semakin merambat ke langit langit istana.
"Aku harus sampaikan berita ini kepada ratuku jika wanita itu semakin sekarat.
Hahaha...
Gadis yang malang, kau tidak akan bisa bangun lagi." Teriak monster jahat didalam ruangan.
Sedang Erland mengetahui Orchon masuk keruangan istrinya, tetapi kali ini Erland tidak mengganggu mereka, ia memberi ruang untuk Orchon karena ia sadar bagaimana perasaan Orchon terhadap Liliana.
Hanya beberapa menit saja Orchon palsu keluar dari ruangan pembaringan Liliana saat ini. Ia menuju kamar milik Orchon, merasa dirinya aman. Monster jahat menggunakan kekuatannya, dan menghilang seketika. Menghilang menjadi asap hitam yang mengepul lalu lenyap diudara, dan tiba didepan Octavia.
"Ada apa kau datang padaku ?" Tanya Octavia
"Aku menyembahmu ratuku, aku datang hanya ingin memberi kabar padamu jika wanita itu semakin parah, dan Orchon asli pemilik tubuh yang kupinjam wajahnya, saat ini ada di Dunia Manusia mencari penangkal untuk wanita itu."
Mendengar ucapan mata matanya, Octavia sangat bahagia karena Liliana belum juga dapat disembuhkan. Namun sedikit keraguan terlihat diwajahnya karena Orchon sedang berusaha menyelamatkan wanita itu.
"Baiklah ratu aku akan kembali, karena disana masih ada satu lelaki yang menjaganya."
"Maksudnya Kaisar Oxados ?"
"Bukan dia, namanya Erland, dan besok kami berencana akan mencari anda ratu, karena aku berpura pura membawah penangkalnya dari dunia manusia, dan telah direbut oleh kegelapan."
Wajah seram Octavia kembali terlihat, ia tidak menyangka Erland sudah sampai disana, sorot matanya kembali memancarkan cahaya aurah kejahatan. Jari jarinya yang lentik mengeluarkan kuku yang panjang, sungguh menakutkan jika dipandang mata.
"Erland kamu masih saja mengejar wanita sekarat itu, aku tidak akan membiarkan kamu bahagia Erland. Tidaaak...
Jika aku menderita, maka kau juga harus menderita selamanya." Hardik Octavia.
"Pergi secepatnya, jaga lelaki yang ada di istana itu, jangan biarkan dia sampai menyelamatkan hidup wanita itu."
"Baiklah Ratu."
__ADS_1
Mata mata Octavia pun pergi secepat kilat menghilang dari hadapannya dan kembali ke istana kaisar Oxados.
...----------------...
Disisi lain Erland sedang terbaring di kamar tamu bernuansa istana yang megah, ia terus saja termenung sedang dilema, entah kenapa dirinya seakan tidak berguna saja, bahkan di hati kecilnya ia begitu merasa cemburu pada Orchon yang rela berkorban demi orang yang dicintainya sementara dirinya tidak mampu berbuat apa apa untuk istrinya.
"Orchon lelaki yang baik sementara diriku hanyalah sampah yang membuat Liliana menderita, akibat diriku ia terus merasakan penderitaan, sedang Orchon terus memberikan kebahagian untuknya.
Apa aku pergi saja dari hidup Liliana dan mengikhlaskan Orchon untuknya ?" Batin Erland sambil meneteskan netra bening diwajahnya, matanya mulai merasa kosong, ia tak sadarkan diri dan tertidur sedang meratapi hidupnya.
Pagi harinya Erland sengaja bangun pagi pagi sekali karena hari ini ia akan meninggalkan istana dan pergi bersama Pangeran Orchon untuk merebut kembali penangkalnya di istana kegelapan. Sebelum pergi ia menemui Isterinya di ruang yang sangat dingin itu, air matanya kembali menetes saat melihat rupa isterinya yang benar benar sudah tidak terlihat jelas.
"Liliana, aku akan pergi merebut kembali penangkal itu, meski nyawa taruhannya aku akan siap melakukannya untukmu, kau pantas bahagia Liliana."
Selesai berucap Erland keluar dari kamar itu ia tak sanggup melihat keadaan isterinya yang lagi tidak berbentuk, lalu menuju tempat dimana kaisar Oxados sedang istirahat.
"Tok tok tok."
Erland mengetuk kamar peristirahatan kaisar Oxados yang sedang dijaga beberapa pengawal istana. Tidak berlangsung lama seorang pengawal kepercayaan kaisar Oxados dari dalam membuka pintu setengah, melihat pangeran Erland sedang berdiri lalu berlari menuju tempat tidur sang Kaisar yang sudah mengetahui ada orang yang mengetuk pintunya. Lalu menyuruh pengawalnya kembali membuka pintu dan mempersilahkan Erland masuk.
"Aku sudah bangun dari tadi Pangeran. Ada apa kau datang kekamarku pagi pagi seperti ini ?" Jawab kaisar Oxados terheran heran.
"Aku hanya ingin menitip isteriku padamu kaisar, tolong jaga dia untuk aku dan Orchon." Ucap Erland yang berusaha menjelaskan maksud kedatangannya ke kamar itu membuat kaisar Oxados kebingungan dengan ucapannya barusan.
"Maksudmu apa pangeran ? Walau kau tidak mengatakannya, aku juga akan senantiasa menjaga tubuh isterimu segenap jiwaku."
"Bukan begitu maksudku kaisar, aku hanya ingin jika suatu saat aku tidak dapat kembali lagi ke keistanamu, aku bersedia berbagi dengan pangeran Orchon."
"Kamu kenapa pangeran Erland ? Ada apa denganmu ? Apa kamu sadar dengan ucapanmu itu." Kaisar Oxados tidak menyangka permintaan Erland yang baginya begitu bodoh.
"Justeru karena aku sadar, itu sebabnya aku meminta padamu kaisar."
"Kau serius pangeran ?Apa cintamu pada isterimu hanya sebesar itu ?
__ADS_1
Sedang Orchon saja yang belum menjadi apa apa dihati isterimu, ia rela berkorban untuk kebahagiannya sedang kau malah akan menyerahkan isterimu begitu saja dan memilih meninggalkan dirinya disaat seperti ini. Kurasa kau benar benar bodoh, kau sama saja menjadi pecundang pangeran." Jawab kaisar Oxados dengan tegas. Membuat pangeran Erland tak mampu mengeluarkan suaranya.
"Hmmm.... Apa kedatanganku terlambat ?" Ucap Orchon palsu yang tiba tiba sudah hadir disitu.
Erland tersenyum pada Orchon palsu. Sedang kaisar Oxados mengalihkan pembicaraan mereka, dan memilih tidak mengatakan apa yang baru saja Erland ucapkan padanya.
"Apa kalian akan pergi hari ini ?" Tanya kaisar Oxados yang sengaja mencairkan suasana.
"Iya kaisar, kami akan segera pergi dan merebut kembali penangkal itu." Jawab Orchon palsu.
Seketika wajah kaisar Oxados menjadi ragu, namun ia tidak berani bertanya.
"Apa dia benar benar cucuku pangeran Orchon ?
Mengapa, aku merasa pangeran Orchon sudah berubah. Orchon tidak memanggilku dengan sebutan kakek, ia hanya menyebutku dengan sebutan kaisar." Batin Oxados.
"Bagaimana pangeran Erland, apa kau siap untuk pergi." Tanya Orchon palsu pada Erland.
"Aku sudah siap, sebaiknya kita segera pergi. Jangan menunda waktu." Sekilas tatapan Erland mengarah pada kaisar Oxados. Entah apa yang membebani lelaki paru bayah itu, hingga kini wajahnya sangat sulit diartikan.
"Kaisar Oxados apa kau baik baik saja ?" Tanya Orchon palsu yang lagi lagi membuat perasaan kaisar Oxados sedih dan lamunannya terhenti.
"Eh iya, aku sedang baik nak. Jika kalian yakin dengan perjalan kalian, aku tidak akan mencegahnya.
Semoga saja kalian berdua membawa kabar baik untukku." Tukas kaisar Oxados.
Buuuussshhh... Buuuussshhh....
Orchon dan Erland pun pergi meninggalkan kaisar, mereka menghilang dihadapan kaisar Oxados, hanya terlihat bekas asap yang semakin lama semakin menghilang. Tidak ada kata istimewa yang diucapkan Orchon palsu saat meninggalkan kakeknya. Membuat perasaan Kaisar Oxados begitu sakit melihat cucu yang diambilnya sejak berumur sehari itu meninggalkannya.
Rasa curiga mulai hinggap dihatinya, namun kaisar Oxados berusaha membuang jauh jauh perasaan itu.
"Hmmm.... Sudahlah, Semoga saja apa yang hinggap di fikiranku tidak benar."
__ADS_1
Bersambung....!!!