
"Rencana berhasil" ucap Ray penuh semangat
"Jadi kamu belum tobat?" Tanya Fadli
"Ya gak tau juga sih hehe"
"Astagfirullah "
"Ternyata masih inget Allah juga" sindir Ray
"Ya iyalah jelas"
Keesokan harinya
Rumah Ray
"Tapii ma aku gak mau!" Ujar Ray
"Tapi Ray kamu harus mau!!! Kamu satu satunya harapan mama ya?"
"Maa plis jangan paksa aku yaa.. aku masih mau belajar di sekolah!"
"Belajar? Kamu yakin kamu datang ke sekolah buat belajar hah? Mama tau kok kamu ke sekolah cuma mau nge goda siswi siswi di sana! Mama tau kamu Ray.. sebentar ini Ray"
"Terserah!!"
Ray pun pergi meninggalkan rumah nya dengan wajah yang kesal dan penuh dengan amarah.
Entah akan ke mana Ray pergi. Apakah ke rumah Fadli? Atau ke WarJok?
Di perjalanan
"Hey Bro" teriak seseorang dari depan. Ray yang mengendarai motor langsung memberhentikan motornya.
"Eh Ja lagi ngapain di sini?" Ya orang itu adalah Jaka
"Ada masalah ya?"tebak Jaka
"Kok kamu tau?"
"Ya iya lah.. jelas jelas ini rumah aku ngapain coba kamu tanya segala? Setiap kamu kesel kamu pasti lewat sini"
"Hehe.."
"Sini mampir dulu"
"Boleh" Ray pun pergi ke rumah Jaka.
"Assalamualaikum" ucap Ray
"Waalaikumsallam.. gak usah sok Islam gitu napa biasanya juga B aja tuh masuk ya masuk kalo gak ada orang mah"
"Ish.. aku tuh pengen lebih baik sesuai keinginan dia"
"Ohhh Niaa"
"Kenapa kamu tau?"
"Emang tadi kamu ngomong apa?"
"Aku ngomong pengen lebih baik sesuai keinginan dia"
"Ohh dia di kira Nia.. tapi kata kamu bener Nia?"
"Heem"
"Wah wah gak bener nih..bisa bisa Nia jadi korban berikutnya" canda Jaka
"EM"
"Ih kamu mah em em we.. gak usah di singkat singkat gitu.. emang gitu jangan em em"
"Terserah... Mau tau gak kenapa aku kesel?"
"Ya mau dong bro.. aku kan pengen tau masalah orang ganteng gimana?"
"Makasih aku di bilang ganteng.. tapi emang iya si hahahaha"
"Ish di puji dikit langsung melayang"
"Ya udah aku cerita ni ya........."
Flash Back On
Tok tok tok tok
"Ray mama masuk ya"
"Iya ma gak di kunci kok"
__ADS_1
"Ray" ucap Mamanya sambil menutup pintu kamar Ray
"Emm"
"Mama mau ngomong serius"Ray yang tiduran langsung mendudukkan posisinya.
"Ya ma mau ngomong apa?"
"Jadi mama minta kamu pergi ke Tasik buat 2 Minggu ya!"
"Hah? Ngapain aku harus ke Tasik segala?"
"Bapa kamu sakit jadi kamu harus jenguk dan ngurus dia walaupun beberapa hari juga!"
"Kenapa gak Melda aja? Aku sibuk!"
"Melda itu masih kecil dia gak akan tau apa aja yang diperlukan dan di lakukan pas jagain orang yang sakit!"
"Tapii ma aku gak mau!" Ujar Ray
"Tapi Ray kamu harus mau!!! Kamu satu satunya harapan mama ya?"
"Maa plis jangan paksa aku yaa.. aku masih mau belajar di sekolah!"
"Belajar? Kamu yakin kamu datang ke sekolah buat belajar hah? Mama tau kok kamu ke sekolah cuma mau nge goda siswi siswi di sana! Mama tau kamu Ray.. sebentar ini Ray"
"Terserah!!"
"Ray Ray Ray kamu harus mau Ray" teriak mamanya
Flash Back Off
"Jadi gitu.." ucap Ray
"Oh"
"Dih 'oh' doang" ucap Ray nyinyir
"Ya terus gue harus bilang wow gitu?"
"Hemm"
"Ya udah aku pulang dulu ya byyyyye" ucap Ray sambil meninggalkan Jaka yang sedang duduk di sofa
"Idih assalamu'alaikum gitu!!"
"Waalaikumsallam "
Di perjalanan
"Apa aku pergi aja? Tapi Nia udah masuk jebakan.. Emm"gumam Ray
Beberapa Hari kemudian...
Di Sekolah
"Tungguin dong Ni!!" Lirih Indi
"Cepetan Di ih lama banget jalannya.." protes Indi
"Iya nih.. lama amat jalan you" ucap Putri
"Idih so Inggris BGT" sindir Indi
"Napa? Iri? Bilang bos" ucap Putri
"Maaf gak ada yang bisa aku iriin dari kamu!" Sinis Indi
"Udah udah kalian berdua gak boleh berteman bertengkar aja " canda Novita
"Vitaa gak boleh kayak gitu tayangkuu... Ya udah kalian berdua jangan berantem lagi okey" Rerai Nia
"Iya Bu guru " ucap Putri dan Indi kompak
"Oke kalo gitu kita langsung ke kelas aja yuk.. bentar lagi mau upacara nihh kan hari ini hari Senin"
"Siip"
Selesai Upacara
"NIAAA " Teriak Ray
"Hemm"
"Hari ini kamu pulang sama siapa?"
"Gak tau gimana nanti" ucap Nia
"Kok jutek lagiii?"
__ADS_1
"Aku tau kamu suka sama aku jadi jujur aja gak usah di jutek jutekin gituu" goda Ray
"Maaf ini lingkungan Sekolah" ucap Nia
"Hemm... Kalo gitu ntar pulang sekolah kamu bakal gak jutek lagi"
"Emang kamu pikir aku jutek?"
"Iya kamu tuh jutek tauu" ucap Ray sambil tersenyum
"Maaf aku cuma jaga perasaan doang"
"Perasaan aku yaaa?" Goda Ray lagi
"Engga aku cuma jaga perasaan diri aku sendiri!"
"Jaga perasaan kamu buat aku?"
"Udah lah aku mau ke kelas bye" Nia pun pergi meninggalkan Ray.
Tettt.. tett.. tett
Suara bel pulang
Tettttttetttteett
(Anggap aja suara klakson hehe..)
"Aduh siapa sih yang ngelaksonin" Nia pun membalikkan badannya dan melihat Ray yang sedang duduk di atas motornya sambil tersenyum.
"Aduh Ray lagi" gumam Nia. Nia pun menghampiri Ray
"Ntar ya katanya ada yang mau ketemu sama aku!"
"Hemm"
Terlihat seorang gadis cantik menghampiri Nia dan Ray. Dia adalah Cahaya.
"Ni ikut aku!" Suruh Cahaya. Sambil menarik tangan Nia.
"Eh eh kalem napa!" Ucap Nia. Nia hanya bisa pasrah entah kemana Nia akan di bawa oleh Cahaya.
Parkiran pun menjadi tempat tujuan dari Cahaya. Cahaya menarik tangan Nia dari luar gerbang ke parkiran yang sekarang sudah sepi.
"Heh!!!" Gas Cahaya
"Apa?"
"Kamu ya tolong jauh jauh dari Ray oke!!" Suruh Cahaya
"Kenapa kamu suruh aku buat jauhin Ray hah? Bukannya kamu suka sama Refan eh Reifan alah pokoknya dia!katanya kamu cuma suka sama dia kenapa sekarang kamu suruh aku jauh jauh dari Ray?"
"Maaf sekarang aku udah gak suka lagi sama dia.. sekarang aku sukanya sama Ray jadi jangan pernah deket deket sama Ray lagi ngerti!!" Ancam Cahaya.
"Ngancem? Emang apasih hubungan kamu sama Ray hah? Adik bukan, Kakak bukan, mama nya juga bukan terus apa arti kamu dalam hidupnya hah?"
"Aku tuh CALON PACAR RAY Ngerti!!"
"Masih calon kan? Belum tentu juga Ray mau sama kamu heh"
"Kamu ngeremehin aku hah?" Bentak Cahaya
"Ngapain bentak bentak Hah? Aku juga bisa!" Bentak Nia
"Kamu tuh ya gak bisa nyerah aja" Bentak Cahaya lagi
"Ya aku gak bisa tiba tiba jauhin anak orang seenak jidat tau gak" bentak Nia balik
"Kamu tuh ya di biarin malah makin ngelunjak!!" Bentak Cahaya. Cahaya pun hendak menampar wajah Nia tapi tangan Cahaya lebih lambat sehingga tangannya telah di tahan oleh tangan seseorang.
"Ngapain kamu? Mau nampar Nia hah?" Bentaknya
"Ray kok kamu belain dia sihh" manja Cahaya. Dan Ya orang itu adalah Ray.
"Kenapa gak suka aku di belain sama Ray?" Tanya Nia
"Diem kamu!!" Suruh Cahaya
"Ray dia duluan tuh aku cuma kebawa emosi aja kok" sambungnya
"Udah gak usah ngelak aku dengar semuanya" bentak Ray
"Yu Ni kita pulang!!" Sambungnya
"I iya Ray"
Maaf yaaa Author jadi jarang up... maaf banget.. selain dari sibuk belajar Author juga lagi susah dapet ide gimana kelanjutan kisahnya? mau sad atau happy ending? tapi selepas dari itu tolong dukungannya okeey
jangan lupa like, vote dan tambahkan ke favorit... eitsss jangan lupa juga tinggalkan komentar yaaaaaaaaaa.. makasihhhhhh
__ADS_1