
"Kalo gitu aku pamit dulu ya Bu , Mel" Pamit Nia sambil menyalami Mama Ray
"Hati hati ya Ni" ucap Mama Ray
"Iya Bu"
"Hati hati ya Teh"
"Iya Mel "
"Kamu pulang sama siapa Ni?" Tanya Mama Ray
"Aku pulang pake ojek Bu "
"Gak usah naik ojek naik!" Suruh Ray yang baru datang dengan motor nya
"Aku bisa pulang sendiri"
"Kamu pulang sama Ray ya Ni jangan pake ojek ya " pinta Mama Ray
"Ini karena Ibu yang minta ya" Nia pun naik ke motor Ray dan mereka berdua pun pergi.
Di jalan
"Kamu marah ?" Tanya Ray
"Ga"
"Kenapa?"
"Gak tau"
"Jangan di fikirin perkataan Mama tadi"
"Hem"
Flash Back on
"Apa mau cari alasan apa?"
"Iya ma maaf "
"Mama maafin tapi lain kali kasih tau Mama oke"
"Iya ma"
"Inget kamu pernah janji kalo suatu saat kamu punya pacar bawa ke rumah dari pada di luar oke"
"Iya ma"
Keheningan sejenak
"Nia kamu sama Ray punya hubungan khusus ya?"
"En engga kok Bu aku sama Ray cuma temenan aja"
"Kalo pacaran juga boleh kok"
"Yess lampu hijau nii" batin Ray
"Maaf Bu tapi sebenernya aku gak mau pacaran takutnya ganggu kegiatan belajar aku Bu dan menurut aku Bu ta'aruf lebih baik daripada pacaran Bu" jelas Nia
"Pacaran juga tidak di perbolehkan dalam agama kitakan Bu?" Tanya Nia
"Bener kamu Ni, Tuh denger kalo kamu mau deketin Nia gak mesti pacaran ta'aruf in aja" goda Mama Ray
"Apaan sih ma"
Flash Back Off
"Gak usah difikirin oke" ucap Ray
"Hem"
"Kamu aneh ya?"
"Aneh?"
"Hem aneh harusnya yang marah itu aku bukan kamu"
"Emang aku marah? Enggak ya dan kenapa kamu mesti marah?"
"Ya karena tadi pas di tanya sama mama tentang hubungan kita kamu malah jawab temenan"
"Emang bener kan?"
"Aku tau kamu suka sama aku tapi kenapa jawabnya temenan?" Ray mulai kesal
"Ya karena aku gak tau kamu tuh suka, atau cuma omong kosong doang"
"Aku tuh beneran suka sama kamu Ni"
"Ray berhenti " pinta Nia
"Gak "
"Aku mau turun Ray!"
"Enggak"
"Udah sampe Ray "
Ray pun menghentikan motornya dan langsung saja Nia turun dari motor nya.
"Kamu bohong ini bukan rumah kamu!"
"Aku gak bilang sampe di rumah aku kan?"
"Ada benernya juga sih" batin Ray
__ADS_1
"Terus kamu mau ke mana?"
"Ini rumah Dito maaf aku udah janjian sama dia buat ngerjain proposal yang waktu itu blom beres"
"Ya udah sana pergi!" Suruh Nia
"Gak aku gak mau aku bakal ikut!"
"Kamu lupa disini bukan aku sama Dito doang tapi ada Mia, Alif , Fadli sama Indi"
"Ya emang.. ini daerah rumah nya Dito.. tapi jelas jelas ini bukan rumahnya kan rumah Dito di pinggir jalan.. dan untuk Fadli sama Indi kan mereka ke Warjok.. udah lah kamu jujur aja"
"Duh lupa lagi kalo mereka berdua lagi ke Warjok.. cari alasan apa lagi coba.. Dah lah jujur aja" Batin Nia
"Oke oke aku jujur ini rumah Sodara aku"
"Terus?"
"Aku males ke rumah dan aku juga males ngomong sama kamu!"
"Dah lah" Nia pun bergegas pergi ke rumah sodaranya itu
"Kamu gak bisa boong Ni.. tapi kenapa kamu males ngomong sama aku?" gumamnya
"Tapi ya bodo amat yang penting aku udah berhasil bikin kamu suka sama aku.." Batinnya . Senyum pun terlukis di wajah Ray. Namun bukan senyum simpul melainkan senyum devil yang terkesan ngeri gitu lah.
Skip
"Ya Allah kenapa engkau ciptakan hari yang paling paling paling membuat hambamu ini sangat teramat malas Ya Allah " Rintih seorang gadis yang sedang berjalan ke arah lapangan untuk upacara bendera hari Senin.
"Ya Allah tolong balikkan hati hambamu yang satu ini supaya dia bisa menerima saya ya Allah.. Aamiin " Rintih seseorang dari belakang. Gadis itupun membalikkan badannya.
"Ray? Ngapain kamu berdoa kayak gitu?"
"Gak papa dong Ni!! Kan itu emang doa aku bukan doa kamu jadi bebas dong.."
" Terserahlah "
Di lapangan
Semua siswa berbaris dari kelas tujuh sampai kelas sembilan. Anggota OSIS pun sudah berada pada barisan terpisah. Petugas upacara telah siap di tempat masing masing. anggota P3K sudah stay di belakang setiap barisan berjaga jaga jika suatu saat ada murid yang pusing atau bahkan pingsan .
Seluruh anggota OSIS pun berjajar rapi namun secara acak. Paling sebelah kiri ada Laki-laki, lalu perempuan , perempuan, laki-laki,laki-laki, perempuan,perempuan,laki-laki, laki-laki ,perempuan, laki-laki ,dan seterusnya.
Disini Nia berada di tengah antara dua laki laki. Di sebelah kanannya ada Ray dan di sebelah kirinya ada Dito
Pembawa acara pun membuka upacara bendera.
"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim upacara bendera merah putih hari Senin............."
Skip
Setelah di pertengahan upacara
"Duh panas" batin Nia
"Kamu kepanasan gak Ni?" Tanya Dito
"Enggak Dit"
"Oh ya udah "
"Kamu yakin gak panas Ni?" Tanya Ray
"Engga Ray aku baik baik aja"
"Kalo pusing bilang sama aku oke?"
__ADS_1
"Iya Ray tenang aja"
~Tak lama kemudian.
"Duh kok pusing ya" Gumam Nia
"Kamu kenapa Ni?" Tanya Dito khawatir
"Kamu kenapa Ni?" Tanya Ray juga khawatir
"Ray kepala aku pusing "
"Duh duh"
"Duduk Ni" ucap Dito sambil memapah nya ke belakang lapangan
"Aku aja kamu panggilin anggota P3K aja sama" ucap Ray sambil merebut tangan Nia dari tangan Dito. Dito hanya bisa menuruti keinginan Ray karena Dito hanya khawatir kepada Nia.
"Fi Sofiiii sini!!" Teriak Dito tapi tidak terlalu kencang ya ges ..
"Oke "
"Aapaan Dit?" Tanya Sofi
"Itu si Nia pusing katanya"
"Kenapa gak bilang dari tadi sih!!" Sofi pun langsung menghampiri Nia dan memapahnya untuk pergi ke UKS dan tentunya di bantu oleh Ray dan Dito.
Di UKS
"Udah sana biar aku yang jagain Nia!" Suruh Dito
"Emang kamu siapa hah?" Gas Ray
"Suuut diem ini UKS bukan tempat berantem kasian Nia"
"Aku disini sebagai ketua OSIS yang baik ga mungkin tinggalin salah satu anggotanya yang lagi sakit"jelas Dito
"Apalagi orang itu spesial " batinnya
"Gak usah biar aku aja ya udah sana pergi!!" Suruh Ray. Dito yang tau watak Ray hanya bisa berpasrah karena kalau tidak, Dito mungkin .. ya sudahlah
"Ya udah kalo gitu aku sama Dito keluar dulu bayy" pamit Sofi sambil menarik tangan Dito
"Eh eh eh apaan si" gerutu Dito
Di UKS sekarang tersisa Ray yang tengah berdiri dan Nia yang berbaring.
"Kepala kamu masih pusing Ni?" Tanya Ray lembut
"Hem"
"Kamu masih marah?"
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan tambahkan ke favorit.... Jangan lupa juga tinggalkan komentar yaaaaaaaaaaa...