
Nia pun masuk ke dalam rumahnya dan segera menutup pintunya kembali.
"Ada apa Ni?" Tanya mama khawatir
"It itu mah tadi aku di kejar sama anak kucing" ucap Nia bohong
"Oh tapi anak kucingnya udah pergikan?"
Nia pun langsung melihat ke jendela rumahnya terlihat Ray yang sedang memukul bagian depan motornya dan akhirnya pergi.
"Udah mah dah pergi" ucap Nia
"Oh ya udah... Eh kamu belum ngucapin salam"
"Oh iya ma.. assalamualaikum "
"Waalaikumsallam"
"Ya udah kalo gitu Nia masuk kamar dulu ya ma"
"Iya jangan lupa makan ya"
"Iya ma"
Nia pun merebahkan tubuhnya ke atas kasur empuknya. Kejadian tadi masih terngiang ngian di pikirannya.
"Niiii apa yang kamu lakuin tadi??? Nanti dia baper gimana? Tapi kenapa aku yang salting.. aaaaaa" gumam Nia frustasi
Setiap Nia mengingat kejadian tadi Nia tersenyum senyum sendiri. Bahkan semua orang heran. Tumben tumbenan Nia tersenyum senyum sendiri biasanya dia tidak tersenyum tapi tertawa, itu juga bila Ia sedang bercanda dengan Abangnya.
"Heh dek obat kamu abis ya" tanya Abangnya
"Apaan sih Bang" jawab Nia ketus
"Itu kamu seyum seyum sendiri" ucap Rezky sambil menunjuk ke wajah Nia
"Ga usah nunjuk nunjuk juga kali bang"
"Iya tapi kenapa kamu senyum senyum"
"Mau tau aja apa mau tau banget?" Goda Nia
"Mau tau banget lah"
"Ada deh" jawab Nia sambil melewati Rezky
"Idih ni anak pasti dia lagi nge crush seseorang ni" curiga Rezky
Hari hari pun berlalu tak terasa hari ini adalah hari yang paling di takuti oleh para siswa. Apa lagi kalo bukan Pembagian raport. Hari ini merupakan penentuan apakah mereka naik kelas atau tidak.
Pembagian raport kali ini di lakukan oleh siswa itu sendiri. Karena pihak sekolah ingin para siswa siswinya mandiri mulai dari sekarang. Ya tentunya hanya kelas 8 saja karena kelas 7 masih di anggap masih belum cukup paham untuk mendengarkan penjelasan guru tentang kekurangan dan kelebihan murid. Sedangkan kelas 9 di bagikan raport saat mereka mengadakan Graduation (perpisahan) beberapa hari yang lalu.
Di kelas Nia
"Baik apakah semua siswa sudah hadir?" Tanya Bu Siska wali kelas Nia
"Semua sudah hadir" Bu jawab Tiyo si ketua kelas
"Baik kita mulai ya..." Ucap Bu Siska
Bu Siska pun langsung menyampaikan sambutan sambutan darinya. Bu Siska juga mengatakan bahwa siapapun yang tidak masuk sepuluh besar jangan berkecil hati, jadikanlah itu sebuah pelajaran yang harus kita ubah menjadi lebih baik lagi.
"Dan sekarang ibu akan tulis kan di papan tulis siapa saja yang ranking sepuluh sampai empat."
Cahaya azizkia
Tiyo Sudarsono
Nabila Fitri Azizah
__ADS_1
Asep Sunandar
Siti Nurhaliza
Zaskia Adya Mecca
Rifan Abdullah
"Ibu ucapkan selamat kepada para siswa yang masuk ke dalam sepuluh besar ya.."
"Dan sekarang ibu akan umumkan ranking ke 3 di raih olehhh.... NOVITA PUTRI AZZAHRA.. Selamat Novita tepuk tangan dulu dong"
"Peringkat kedua di raih olehhh.... Siapa yaa.. PUTRI AZKIA RAMADHANI.. Selamat Putri tepuk tangan semua"
"Dan yang kita tunggu tunggu .. ranking pertama diraih oleh... Siapa hayo ada yang tau ga??" Tanya Bu Siska
"Ga Bu " jawab seluruh siswa kompak
"Ranking pertama diraih oleh... Jeng jeng jeng.. SHANIA APRILIANI... Selamat Nia tepuk tangan dong"
"Baik lah untuk tiga besar silahkan maju ke depan ada sesuatu nih dari ibu"
Setelah mereka bertiga maju, Bu Siska pun memberikan hadiah. Nia, Novita, dan Putri pun menerimanya dengan senang hati
Kini Acara pembagian raport pun selesai. Bu Siska sudah keluar dari kelas dan di ikuti oleh para siswa lainnya.
Dan sekarang Nia dan ke dua sahabatnya telah berada di depan gerbang sekolah. Seseorang pun mendekati Nia dengan ekspresi marah.
"Heh Nia.. Harusnya aku yang yang ranking satu , aku yang dapet hadiah itu." UcapNya
"Heh Cahaya harusnya kamu ngaca kamu tuh setiap pelajaran matematika, IPA kadang ga hadir gimana mau ranking pertama hah.. itu sih salah kamu sendiri kenapa ga rajin belajar? Dan sekarang kamu nyalahin aku ngaca dong bestii" jawab Nia Nge gas
Ya orang tersebut adalah Cahaya Azizkia. Dia yang menjadi ranking ke 4 di kelas Nia. Cahaya memang dari dulu tidak menyukai Nia karena Refan orang yang Cahaya sukai malah mengejar ngejar Nia walaupun sudah di tolak berkali kali.
"Kenapa Nge gas heh kamu yang salah kamu yang ga ngebiarin yang lain jadi juara satu kamu ga suka kalo liat kita seneng heh?" Ucap Cahaya sambil mendorong Nia ke belakang. Nia pun hampir jatuh untung ada seseorang yang menyelamatkan Nia. Nia memejamkan matanya jadi Nia tidak tau siapa yang menyelamatkan dirinya.
Suara ini sudah tak asing lagi bagi Nia. Dan pada akhirnya Nia pun membuka matanya dan ia melihat Ray yang berada di samping. Nia sontak membenarkan posisi berdirinya.
"Makasih Ray" ucap Nia lembut
"Ya sama sama" jawab Ray
"Oh jadi ternyata bener kabar yang beredar kalo kalian pacaran... Hebat si hebat " ucap Cahaya sambil menepuk tangannya
"Hebat... Kamu udah ngedeketin Refan sekarang kamu deketin Ray hebat hebat.." sambungnya
"Heh cewek murahan"ucap Cahaya meremehkan
PLAKK
Suara tamparan yang mendarat di pipi mulusnya Cahaya. Bukan Nia yang menampar Cahaya, bukan pula ke dua sahabatnya tapi Ray lah yang menampar Cahaya.
"Kalo ngomong tuh di jaga jangan asal ngomong.. heh pantesan si Refan gak lirik kamu ternyata orangnya kek gini.. gak sadar diri banget" Bentak Ray lagi
"Yu Ni" ucap Ray sambil menarik tangan Nia. Nia yg diam pun terpaksa menuruti Ray karena untuk pertama kalinya ia melihat Ray marah.
Nia dan Ray pun ke warung bawah. Disana banyak teman temannya Ray yang sedang mengobrol.Ray pun memberikan kode kepada teman temannya untuk pergi dari sana dan jangan sampai ada orang yang mendekati mereka berdua.
"Kamu kenapa diem?" Tanya Ray membuka pembicaraan
"Eng engga" jawab Nia gugup
"Kenapa kamu tadi diem aja pas di bentak kaya gitu? Aku ga suka liat kamu diem aja kayak gitu" ucap Ray dengan nada agak tinggi
"Ma maaf tadi a aku kaget aja" jawab Nia gugup lagi
"Kenapa gugup Hem?" Tanya Ray kali ini lembut
"A aku takut" jujur Nia
__ADS_1
"Kenapa takut?" Jawab Ray bingung
"A aku takut pas liat kamu bentak bentak Cahaya tadi"
"Kamu tau kenapa aku bentak dia?" Nia hanya menggelengkan kepalanya
"Karena aku gak suka liat kamu di bentak bentak kaya tadi" bisik Ray sambil tersenyum.
"Kamu gak usah takut sama aku lagian kita kan sering pulang bareng jadi ya kalemin aja" ucap Ray santai
Memang sejak Nia di ajak pulang di pinggir jalan tempo hari, Ray selalu menunggu Nia di samping pintu. Ray juga selalu memaksa untuk mau di antar pulang olehnya. Dan seperti yg kalian tau Nia selalu mengalah, jadi setiap hari Nia selalu pulang bersama Ray.
"Apa hubungannya sering pulang bareng sama aku takut sama kamu?" Tanya Nia polos
"Hahahaha" Ray tertawa mendengar pertanyaan dari Nia
"Kenapa ketawa?emang aku salah nanya?"
"Engga kamu gak salah kok cuma... aku baru sadar pertanyaan kamu ada benarnya.. apa hubungannya coba? Hahahaha " jawab Ray sambil tertawa
"Kamu yang ngomong tapi kamu juga yang bingung apa hubungannya? Hem aneh" ucap Nia tertawa kecil
"Jangan sedih lagi ya" Ucap Ray
"Siapa yang sedih.. kan aku bilang aku cuma kaget" ucap Nia lembut
"Ya udah Yu pulang" Ajak
"Yuk" jawab Nia
Kini saat di perjalanan tidak hanya Ray saja yang mengajak ngobrol Nia tapi juga sebaliknya.Kini Nia lebih banyak bicara kepada Ray.
"Ray"
"Hemm"
"Jangan cepat cepat ya aku pengen lama di jalan"
"Pengen lama di jalan atau pengen lama lama deket sama aku?" Goda Ray
"Ih engga ya aku lagi gak mood aja di rumah" jelas Nia
"Oh ya udah" Tak lama Ray pun menghentikan dan mematikan mesin motornya.
"Kenapa di berhenti?" Tanya Nia heran
"Katanya lagi ga mood di rumah... ya udah kita jajan seblak dulu ya"
"Okey" jawab Nia
Mereka pun turun membeli seblak. Mereka juga langsung memakannya di tempat. Sekitar setengah jam mereka makan, dan akhirnya mereka pun pulang.
"Dah nyampe.. Silahkan turun tuan putri" ucap Ray
"Apaan sih Ray.. " ucap Nia sambil memukul pelan pundak Ray. Nia pun turun dari motor Ray.
"Ray makasih"
"Iya sama sama" jawab Ray sambil tersenyum
"Oh iya" ucap Nia
Nia pun mendekatkan wajahnya ke wajah Ray. Seketika wajah Ray memerah, pikirannya traveling ke mana mana. Apa yang akan dilakukan oleh Nia? Itulah isi pikirannya. Nia pun berbisik. Setelah itu Nia pun langsung lari ke arah rumahnya dan masuk kedalam rumah nya tersebut. Tiba-tiba
"YESSSSS YUHUUUUU" Teriak Ray kegirangan.Ray pun langsung bergegas menuju tempat tongkrongannya.
Apa yang dikatakan Nia sampai sampai Ray terik kegirangan seperti itu?
Mau tau???? Tunggu up Author selanjutnya yaaa.....
Jangan lupa like, vote dan tambahkan ke favorit.... Eitss jangan lupa juga tinggalkan komentar yaaaa
__ADS_1