Kisah SMP "Bukan Sekedar Suka"

Kisah SMP "Bukan Sekedar Suka"
Curhatan Indi


__ADS_3

Tett tett tett


(Bel pulang)


"Niiii" teriak Indi


"Apa Indiii"


"Aku pulang sama Fadli ya"


"Ya udah sana!!"


"Ish gak usah gitu dong"


"Ya udah sana!!"


"Iya iya maaf ya Nia"


"Gak papa Di.. Nia sama aku kok" sela Ray yang tiba tiba muncul


"Oke deh kalo gitu byyyyye"


"Oke ayok Ni" sebelum Nia menjawab tiba tiba Cahaya datang


"Eh Nia kamu tuh ya PHO .. Alias Perusak Hubungan Orang tau gak.. kamu gak punya hati banget udah tau Ray punya orang masih aja di deketin"


"Apa kamu bilang hah? Aku gak pernah ya ngerusak hubungan Ray sama Siska.. Aku gak pernah ngejar ngejar Ray!!" Tegas Nia


"Heh emang aku bakal percaya sama orang kayak kamu hah? Dasar SASIMO!!"


"Diem kamu Cahaya!!! Kamu gak tau apa apa soal aku sama Nia"


"Kok kamu belain Nia sih Ray??"


"Karena aku suka sama Nia ngerti!!" Gertak Ray


Ray pun menarik tangan Nia seperti biasa. Nia sudah malas untuk ribut dengan Ray. Nia hanya diam dan pasrah akan di bawa kemana. Warung Bawah lah yang menjadi tempat tujuan.


"Ni naik!"


"Hem"


Nia pun naik ke motor Ray. Ray pun langsung menancapkan gas. Al hasil Nia merasa tidak nyaman.


"Kamu bisa gak sih pelan pelan aku gak biasa kebut kebutan kayak gini"


"Hem"


"Napa hah? Marah? Kesel?"


"Iya!!"


"Harusnya aku yang marah tau gak!"


"Kemarin kamu dah marah sekarang giliran aku!"


"Au ah gelap!"


Ray pun langsung menancapkan gas dengan kecepatan tinggi.


"RAYYY!" Teriak Nia. Ray pun melambatkan kecepatan motor nya


"Kamu mah ngebut ngebut mulu kalo kayak gini aku gak akan mau lagi di bonceng sama kamu!!" Ancam Nia sambil memukul pundak Ray


"Ya udah kamu turun aja!" Suruh Ray. Ray pun memberhentikan motornya. Dan dengan cepat Nia turun dari motor Ray dan berjalan kaki. Jarak dari tempat Ray memberhentikan motornya dan rumah Nia sekitar satu kilometer lagi. Tapi seperti yang kita tau Nia itu kepala batu sekali ia memutuskan ia tak akan pernah gentar.


"Ni anak ternyata beneran turun" Batin Ray. Dan segera Ray meyalip Nia dengan motornya.


"Apa?" Ucap Nia Nge gas


"Naik!"


"Ngapain nyuruh naik katanya turun!" Ucap Nia ketus


"Naik!"


"Gak!"


"Rumah kamu masih jauh!"

__ADS_1


"Aku masih bisa jalan kaki"


"Naik Ni!"


"Gak! Kalo kamu masih marah marah gak jelas terus ngebut aku gak mau!"


"Ya udah maaf ya sayang oke udah aku gak marah tuu" ucap Ray lembut. Tapi Nia malah memalingkan wajahnya.


"Lah kenapa? Katanya di suruh gak marah tapi kek gini?"


"Kata katanya jangan pake sayang gak srek!!"


"Iya maap ya udah Naik!"


"Hemm"


Di perjalanan


"Ni kamu tau gak kenapa tadi aku marah?"


"Gak tau dan gak mau tau!"


"Lah kenapa kamu marah lagi?"


"Pikir ndili"


"Ya udah tapi aku kasih tau.. tadi aku marah karena tadi pas kamu dibilang sasimo kamu gak respon"


"Oh"


"Kenapa kamu gak respon?"


"Karena itu bener" jawab Nia dengan santai


"Jadi kamu sasimo?"


"Hemm"


"Kamu suka siapa aja Ni?" Ucap Ray penasaran plus tegang


"Orang yang aku suka cuma satu tapi orang yang aku kagumi banyak"


"Kamu kagum ke siapa aja Ni?"


"Aku kagum ke Kirana yang populer, ke Uti yang cantik, ke Indi yang imut, ke Vita yang manis ,ke Dito yang ketos, ke Jaka yang bijak dan ke Fadli yang cool"


"Dito? Jaka? Fadli? Terus aku?"


"Aku ke kamu bukan kagum.."


"Tapi?"


"Suka" ucap Nia polos


Satu kata itu berhasil membuat Ray baper dan salting. Ray bingung harus bagaimana entah melajukan motornya lagi atau apa.


"Napa bingung gitu? Salting?" Goda Nia


"Engga lah" elak Ray


"Kamu gerah ya?"


"Enggak kok"


"Terus kenapa mukanya merah" ejek Nia


"Emm ya udah kita jalan aja" ucap Ray mengalihkan topik. Ray pun melajukan motornya lagi, namun kali ini dengan kecepatan yang normal.


Skip


Di sekolah


"Ni" tanya Fadli


"Apa?"


"Liat Indi gak?"


"Aaa Cie cie napa nanya in indi kangen ya?"

__ADS_1


"Enggak lah kemaren jaket aku di pinjem Indi jadi aku pengen minta jeket itu balik"


"Oh kirain kangen"


"Indi ada di kelas kosong Deket WC"


"Ngapain di situ?"


"Itu markas aku tau gak.. jadi jangan bilang siapa siapa ya"


"Siap Bu bos"


Fadli pun pergi menghampiri Indi di kelas kosong itu. Saat Fadli berada di depan pintu ia mendengar suara tangisan seorang gadis yang berasal dari dalam kelas itu. Dengan cepat Fadli membuka pintu tersebut. Dan Fadli melihat Indi yang sedang menangis di pojok kelas.


"Di kamu kenapa?"


"Eh Fad gak aku gak papa"


"Kenapa kamu bisa tau aku di sini?" Sambungnya


"Nia yang kasih tau"


"Oh eh tutupin pintunya"


"Iya" Fadli pun menutup Pintu dan segera menghampiri Indi


"Kamu kenapa?"


"Gak papa"


"Jangan khawatir aku gak akan Cepu ke siapapun kok"


"Gak papa"


"Indi kamu gak usah boong okey"


"Fad.." Air mata sudah tak kuasa Indi tahan lagi. Air matanya terus mengalir tak henti hentinya.


"Napa Di cerita"


"A aku..." Tangis itu pecah kembali


"Ya udah kalo kamu belum siap buat cerita ga papa"


"Fad"


"Emm"


"Aku siap buat cerita"


"Sok"


"Sekitar 2 tahun yang lalu aku punya crush namanya Gio. Di mata aku dia itu sempurna. Kalo aku ada masalah dia selalu nolong aku. Kalo aku butuh tempat sandaran dia selalu siap."


"Satu tau kemudian aku ngungkapin perasaan aku ke dia dan dia terima. Awal awal aku tu ngerasa bahagia banget. Tapi udah sekitar 7 bulan aku dan dia menjalin hubungan aku ngerasa dia agak berubah dari sikapnya, kalo nge chat juga sekarang suka yang singkat kayak 'oke' 'iya' 'maaf' 'boleh' pokonya singkat gak kayak sebelumnya."


"Kemarin pas aku lagi pergi ke supermarket aku liat dia dia.. heks sama heks sama cewek lain Fad" cerita Indi sambil tersedu sedu


"Kamu positif thinking dong mungkin itu sodaranya"


"Aku tau semua kakaknya, adiknya, sodaranya, bahkan temen temennya aku tau"


"Ya mungkin cewek itu temen barunya" ucap Fadli positif thinking


"Gak mungkin Fad .. kamu bayangin aja masa temenan gandengan" Fadli sudah tak bisa berkata apa apa lagi Ia tau bahwa disini yang salah adalah Gio.


"Terus hubungan kamu sama Gio gimana?"


"Putus" dengan cepat Indi menjawab


"Ya udah mungkin Gio emang bukan yang terbaik buat kamu Di, suatu saat nanti pasti ada seseorang yang bakal lindungin kamu, jagain kamu , perhatian sama kamu, manja ke kamu, aku yakin orang itu pasti ada" ucap Fadli memberi semangat kepada Indi sambil mengelus elus Bahu Indi.


"Makasih Fad"


"Iya sama sama "


Cukup untuk up kali ini... Tunggu up Author selanjutnya yaaa


Jangan lupa like, vote, dan tambahkan ke favorit...... Eitss jangan lupa juga tinggalkan komentar yaaaaaaaaaa..

__ADS_1


__ADS_2