
"Issh... Terus kamu pulang gimana?"tanya Nia sambil melepaskan jari Ray di hidungnya
"Aku bakal pulang bareng sama kamu JALAN KAKI" Ucap Ray sambil menekan kata jalan kaki.
"Hah? Gak salah?"
"Enggak kenapa? Kan kamu bilang gak bisa pulang bareng sama aku naik motor jadi aku pulang sama kamu jalan kaki" jelas Ray
"Serah!!!!" Nia menyerah.
Mereka berdua pun berjalan beriringan. Nia selalu menahan malunya karena dari tadi banyak teman teman Ray yang pulang dengan motornya masing masing sambil menyuraki Nia dan Ray.
Kini sudah setengah jalan tampak Nia mulai lelah. Bagaimana dengan Ray? Ray tampak biasa saja tak terlihat lelah. Hal itu membuat Nia heran.
"Ray?" Ucap Nia
"Ada apa tayang"
"Ish"
"Iya iya maaf, ada apa?"
"Kamu emang gak Cape apa?"
"Kamu cape? Ya udah yuk duduk dulu!!"
"Eng engga gitu cuma aneh aja kok kamu kayak biasa aja gitu.. padahal kan biasanya kamu naik motor"
"Ohhh.. Biasalah aku kan orang nya ganteng, terus pinter, manis, setia, rajin menabung, baik hati, tidak sombong, rajin olahraga, dan yang terpenting aku suka sama kamu dan begitu pun sebaliknya" puji Ray pada dirinya sendiri.
"Idih setia? Setiap tikungan ada maksudnya?" Ejek Nia
"Kamu gak percaya?"
"Enggak"
"Aku bakal buktiin ke kamu kalo aku tuh beneran setia okey"
"Maaf aku gak butuh janji manis aku butuh bukti karena yang manis udah aku miliki" jelas Nia
"Aku kan?"
"PD amat"
Tiba Tiba ada seseorang berseragam SMA yang memberhentikan motornya di depan Nia dan Ray.
"Ni" panggil nya
"Eh A"
"Mau ikut Ni?" Ajaknya
"Emmm" Pikir Nia sambil melihat wajah Ray yang sekarang sedang memasang wajah malasnya dia.
"Engga deh A makasih aku... Emm aku.."
"Ya udah gak papa lain kali kita bareng okey"
"Iya A"Laki laki itu pun pergi meninggalkan Nia dan Ray.
"Ra.." sebelum Nia menyelesaikan kata katanya Ray langsung berjalan mendahului Nia.
__ADS_1
"Eh Ray tunggu" Nia pun menyela langkah Ray.
"Apa sih.. kenapa gak bareng sama Aa itu tadi hah?" Gas Ray
"Kamu mah marah marah terus... Inget ya kalo suatu saat nanti aku marah sama kamu.. kamu bakal nyesel tauuuuuuuuuu" gemas Nia sambil mencubit lengan Ray
"Sakit Ni"
"Ya udah jangan marah okey.. lagian dia tuh sodara aku jadi jelas lah masa dia tega liat sodara kesayangannya ini jalan kaki"
"Oh"
"Oh doang? Ya udah kalo gitu aku jalan duluan ya akumales liat muka kamu"
"Eh eh Ni... Iya iya maaf aku asal marah aja.. harusnya aku gak boleh gitu"
"Ya udah kalo gitu yuk jalan lagi"
15 menit telah berlalu, Nia dan Ray sudah sampai di depan rumah Nia. Setelah Nia pamit kepada Ray, Nia langsung masuk ke dalam rumahnya. Sedangkan Ray? Ia berada di pinggir jalan, sedang menunggu Fadli menjemput nya.
Skip~
Keesokan Harinya
Di kantin sekolah
"Eh Di katanya kamu sekarang lagi Deket sama Fadli ya?" Tanya Putri
"Iya Di katanya kamu lagi Deket sama Fadli" Ucap Novita
"Gak juga" ucap Indi
"Okey" jawab mereka kompak
Nia pun pergi ke toilet dekat kelas 9C. Itu adalah toilet yang lumayan jauh dengan kantin tapi paling dekat dengan perpustakaan. Selesai dari toilet Nia tidak pergi ke kantin melainkan pergi ke perpustakaan terlebih dahulu lalu setelah nya Nia pergi ke kantin.
Di perpustakaan
"Emm minjem buku apa ya?" Gumam Nia. Nia pun menyusuri rak buku fiksi tapi tak ada yang bisa membuatnya tertarik. Nia pun menyusuri rak non fiksi tapi apa hasilnya nihil. Dengan lemas Nia menyusuri rak ensiklopedia.
Di kantin
"Eh si Nia kok lama amat ya?" Tanya Indi cemas
"Kalemin aja Di palingan Nia pergi ke perpustakaan dulu ya gak Ti?"
"Iya Di kalem aja napa?"
Tett.. tett...teett
"Wah bel masuk Cepet kita ke kelas ntar di amuk masa lagi" ujar Putri
"Emang sekarang pelajaran apa?"tanya Indi polos
"Sekarang pelajaran MATEMATIKA Diii"jelas Putri.
"Hah? Matematika? Aduh yuk Cepetan!!!" Ajak Indi
Di Kelas
Tett..tett..tett
__ADS_1
"Baiklah karena sekarang waktunya pulang kita akan melanjutkan materi nya Minggu depan.. wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh " pamit Bu Sari. Guru paling tegas satu sekolah.
"Waalaikumsallam warahmatullahi wabarokatuh" jawab murid serempak.
Nia pun keluar dari kelasnya dengan muka masam, dan mata yang agak merah.
"Ni kamu abis nagis?" Tanya Indi
"Engga kok tadi cuma kelilipan doang" elak Nia
"Okey tapi kenapa dua duanya?"
"Itu tadi pas liat liat buku di perpus aku tiup debu eh malah kena mata jadi gini" jelas Nia
"Udah ah yuk pulang" ajak Nia
"Maaf Ni hari ini aku udah janjian sama Fadli.. maaf ya Nii"
" Gak papa kalemin aja kali"
"Ya udah kalo gitu aku duluan ya" sambung Nia
"Iya Ni hati hati"
Di gerbang sekolah
"Niii pulang bareng yu" ajak Ray
"Gak makasih hari ini aku udah janjian sama Dito buat pulang bareng sekalian kerjain proposal"
"Dito? Gak papa sama aku aja ntar aku suruh Dito buat pulang sendiri okey"
"Gak makasih" ucap Nia ketus
"Udah Ni sama aku aja emang kamu mau ngerjain proposalnya di mana?"
"Di rumah Dito" ucap Nia singkat
"Rumah Dito? Berdua?"
"Ber 4"
"Ohh ya udah kamu ke sananya sama aku aja ya?"
"Gak usah maksa deh bisa kali" Gas Nia.
"Kamu kenapa Ni?"
"Gak"
"Eh Dito dah Dateng" sambungnya
"Yu Ni" ajak Dito
"Oke". Nia pun menaiki motor Dito. Ray pun mendekat
"Hari hati ya bro jaga baik baik jangan Ampe lecet.. tau kan kalo itu terjadi kamu bakal kayak apa?" Ancam Ray
"Tenang aja bos aman kok"
Jangan lupa like, vote dan tambahkan ke favorit..... Jangan lupa juga tinggalkan komentar yaaaaaaaaaa... Makasih
__ADS_1