
2 jam pun berlalu sekarang Bel pulang telah terdengar. Nia dan ke dua sahabatnya pun pulang ke rumah masing masing. Putri di jemput oleh kakaknya, sedangkan Novita naik angkutan. Nia sekarang tengah jalan kaki karena Rumah nya ada di bawah, jadi Nia memilih untuk berjalan kaki karena ia ingin menikmati perjalanan pulangnya.
Tiba tiba ada yg motor yg berhenti di depan Nia. Terlihat seorang pria yang memakai seragam yg sama dengannya. Siapa Pria itu?
"Naik!" Suruhnya
"Heh siapa anda yang bisa menyuruh saya seenaknya heh?" Ucap Nia nge gas
Pria itupun mematikan mesin motornya. Ia pun turun dari motornya. Saat Ia berbalik Nia sangat terkejut karena wajah yg ia lihat saat ini sudah tak asing lagi bagi dirinya. Wajah tampan, kulit putih bersih dan warna bola matanya masih teringat jelas.Nia hanya mematung karena sebelumnya tak ada yg pernah melakukan ini sebelumnya. Biasanya jika dia berjalan kaki tak ada yg menawarkan untuk memberikan tumpangan.
"Hey kenapa? Mukanya kayak kaget gitu biasa aja kali.. Aku tau kok aku tuh ganteng" ucap Ray PD sambil memajukan wajahnya tepat dihadapan wajah Nia.
"Heh PD banget siapa juga yg bilang kamu ganteng heh?" Ucap Nia sambil memundurkan wajahnya supaya tidak terlalu dekat dengan wajah Ray
"kamu barusan.. kamu tadi nanyakan siapa aku bisa nyuruh kamu? Aku adalah calon pacar kamu.. dan asal kamu tau aku tu bukan nyuruh tapi minta kamu naik okey" ucap Ray santai sambil memundurkan kembali wajahnya.
"Heh siapa juga yg mau jadi pacar kamu hem?maaf aku gak tertarik"ucap Nia sambil melewati Ray
"Eh tunggu.. ayo naik"pinta Ray sambil memegang tangan Nia dari belakang
"Apaan sih lepasin" ucap Nia sambil melepaskan pegangan Ray
"Iya maaf kamu sih ga mau aku ajak pulang bareng"
"Aku aja ga kenal sama kamu masa aku mau sih di ajak pulang bareng?" Ucap Nia nge gas
"Kalo gitu kenalin nama aku Muhammad Rayhan Saputra bisa di panggil Ray biar keren" ucap Ray cengengesan sambil mengulurkan tangannya
"Tau" jawab Nia dengan singkat dan mengacuhkan uluran tangan Ray. Nia pun hendak pergi lagi tapi namanya jug Ray, dia memaksa tapi dengan cara halus. Ray memegang tangan Nia lagi supaya Nia tidak pergi.
"Apaan sih nahan nahan mulu" ucap Nia nge gas lagi karena dia mulai benar benar terbawa emosi atas sikap Ray
"Iya jangan marah dong yang "
"Ish apaan nyebut aku ke gitu aku juga punya nama" Ucap Nia ketus
"Ahem ahem... Cieeeeeeee" teriak semua orang
"A, Teh kalo mau nge bucin jangan di sini dong.. ini kaum jomblo mau lewat nii" seru seseorang
"Iya nih kita mau lewat jadi susah"
"Lagian aku juga bukan pacarnya ya sorry" teriak Nia kepada orang orang di sekitarnya
"Belum jadi pacar tenang aja kalem, nanti tunggu kabar kita pacaran okey?" Seru Ray kepada orang orang itu
"Ish apaan sih gaje banget"
"Plis lah naik yuuu plis ya ya ya" pinta Ray sambil menyatukan kedua tangannya
"Ga" jawab Nia ketus
"Plis ya ya plis dong plissssss" pinta Ray lagi
__ADS_1
".. " sebelum Nia menjawab seseorang meminta kepada Nia
"Teh tolong ikut aja sama Aa ini kita juga mau pulang soalnya kita tau kalo Aa ini udah kayak gini harus dituruti kalo engga dia ga mau pergi" pinta seseorang
"Ya udah tapi ini demi kalian oke" Nia pun terpaksa menuruti kemauan Ray
"Ya udah ayo mau ga?"Tanya Nia kepada Ray
"Seriusan?" Tanya Ray memastikan
"Ya udah kalo ga jadi"
"Iya ayo naik jangan ngambek dong yang"
"Heh apaan sih jangan panggil aku kayak gitu lagi ya awas aja aku juga punya nama" ancam Nia
" Terus nama kamu siapa? Tadi di tanya ga di jawab" pancing Ray
"Au ah" jawab Nia
Nia pun menaiki motor Ray. Dan saat Ray hendak memajukan motornya
"Makasih semuanya " Teriak Ray kepada orang orang tadi
"Iya sama sama A peped terus"
"Pasti"
Ray pun langsung tancap gas. Nia kaget dan refleks memegang pundak Ray. Bukannya minta maaf Nia malah Memukul pundak Ray dengan keras.
"Kamu rencanain ini ya?"
"Iya emang kenapa?" Jawab Ray santai
"Heh... Dan inget kalo lagi bonceng aku jangan ngebut okey .. aku ga suka"
"Iya maaf"
"Kamu tinggal di mana?" Tanya Ray membuka obrolan
"Di kampung D" jawab Nia ketus karena masih kesal
"Oh jauh ya"
"Hemm"
"Kenapa kamu jutek banget sih sama cowok?" Tanya Ray penasaran
"Ga" jawab Nia ketus
Ni cewek kok jutek, ketus, dingin pula untung aja cantik kalo gak udah aku cubit tuh pipinya. Ucap Ray dalam hatinya
Ray terus mengajak ngobrol Nia sedangkan Nia hanya menjawab seperlunya saja. Tentunya dengan nada ketus dan jutek.
__ADS_1
"Stop stop dah sampe" ucap Nia
"Rumah kamu yang mana?" Tanya Ray sambil melihat kanan kiri
"Itu yang catnya warna putih" ucap Nia sambil menunjukkan rumahnya
"Oh"
"Napa nanya nanya?"
"Eh engga cuma.. " sebelum Ray menyelesaikan kata katanya Nia menyela
"Cuma apa?" Tanya Nia ketus
"Cuma nanti kalo aku mau nyamper main kan gampang karna udah tau rumah kamu" jawab Ray sambil cengengesan
"Heh siapa juga yang mau main sama cowok yang sasimo kayak kamu coba"gumam Nia dalam hatinya
"Makasih.. aku mau pulang dulu" ucap Nia ketus. Nia pun langsung bergegas pergi
"Eh tunggu"
Tapi Nia mengacuhkan panggilan Ray itu. Nia terus berjalan dan akhirnya ia memasuki rumahnya.
"Sial.. aku belum kenalan sama dia lagi.. ya meskipun aku udah tau nama kamu Nia tapi tetep aku pengen kamu sendiri yang memperkenalkan nama kamu" gumam Ray sambil memukul motor nya yang tidak salah sama sekali
Ray pun langsung pergi tapi bukan pulang ke rumahnya melainkan ke sekolah lagi. Kenapa? Karena Ray dan teman temannya berencana untuk nongkrong di sebuah tempat yang baru di buka bulan lalu. Tempat itu berada di pegunungan jadi tempatnya tidak terlalu ramai oleh orang kota.
Setelah sampai ke tempat itu mereka pun memesan makanan. Sambil menunggu makanan mereka datang mereka mengobrol.
"Ray tumben diem biasanya juga bobrok" tanya Fadli sambil tertawa terbahak bahak
"Denger denger tadi kamu ngajak si Nia pulang emang bener?" Tanya Jaka
"Hemm" jawab Ray malas
"Terus gimana gagal ya? Sabar bro mungkin memang bukan waktunya" ucap Fadli
"Siapa juga yang bilang aku di gagal.. berhasil dong bro, cowok seganteng dan seimut ini gak akan di tolak" ucap Ray bangga
"Iya iya udah pasrah kalo masalah ganteng mah.. terus kenapa lemes kek gitu belum makan ya bro" tebak Vano(teman Ray juga)
Ray pun menceritakan kejadian tadi. Saat dia di tolak Nia, kenalan bahkan saat membujuk Nia sampai akhirnya dia mengantar Nia pulang
"Oh gitu.. terus kenapa lemes kan rencana telah sukses bos" ucap Fadli
"Kan udah saya bilang Bosque.. naklukin cewek yang satu ini tuh susahnya minta ampun.. si Refan aja yang jago ngedeketin semua tipe cewek dari yang baperan, caper, tomboy tapi ngedeketin si Nia aja ga bisa padahal udah di tembak berkali kali tapi apa hasilnya.. GAGAL " jelas Jaka
"Ja udah jangan ngomong itu lagi liat noh si Ray nambah lemes, nanti ga bisa godain adkel lagi dong" goda Eza
"Udah udah udah jangan bikin nambah bad mood lah mending kita santai aja aku yang traktir" ucap Ray
"Asikk.." seru semua teman temannya Ray
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan jangan lupa tambahkan ke favorit... Eits jangan lupa juga tinggalkan komentar yaaaa