Ku Temukan Dirimu

Ku Temukan Dirimu
Sekretaris baru


__ADS_3

Usia yang sudah tak lagi muda membuat sebagian orang merasa minder, apalagi bagi yang belum memiliki pasangan ,baik itu istri maupun pacar, begitulah yang dialami oleh Devian Bimakarsa yang berusia 32 tahun, seorang Presdir tampan pemilik perusahaan Hardware terbesar di kota sembilan warna.


karena ketampanan dan kekayaannya banyak wanita yang mengidolakan dan bahkan bersedia tidur dengannya meskipun tanpa dibayar. namun bagi Devian yang memiliki sifat tegas dan sedikit arogan sama sekali tidak tertarik dengan penampilan wanita cantik diluar sana.


hal ini sangat membuat penasaran semua orang termasuk Gravin asisten pribadi sekaligus teman dekatnya.


tak heran jika Gravin selalu menyinggung masalah pacar jika berada didekat Devian, tapi tak membuat Devian merasa terganggu namun sebaliknya mereka malah saling mengejek layaknya teman dekat ,bukan seperti atasan dan bawahan.


" Vin, nanti suruh Bianca anterin berkas rapat hari ini ke ruangan saya, dan jangan sampai terlambat."ujar Devian .


Bianca adalah sekretaris baru Devian yang cantik dan sangat seksi, siapapun yang melihatnya pasti tergoda, tetapi tidak dengan Devian yang selalu acuh dan bersikap dingin.


" Baik tuan ,nanti akan saya sampaikan ke Bianca ,apa ada yang lain yang ingin disampaikan ,misalnya titip salam gitu,".jawab Gravin sambil menaikkan sebelah alisnya sedikit menggoda bosnya.


Devian ,"tidak ada apa-apa, hanya saja jangan berpakaian terlalu seksi saat dikantor, itu akan mempengaruhi kinerja karyawan yang lain."


Gravin," hmm,,,,baiklah ,ngomong-ngomong apa tuan sama sekali tidak tergoda dengan Bianca ?"


Devian ," maksud kamu apa Gravin?"


Gravin,"bukan apa-apa tuan, hanya saja usia tuan Devian sekarang sudah sangat matang, apa tuan tidak berfikir untuk mencari pasangan?"


Devian," apa bedanya saya sama kamu Vin?"


Gravin ,"kenapa jadi saya, emang tuan Devian tidak pengen punya keturunan?"


Devian ,"pasti pengen lah Vin, kamu juga belum punya ,kenapa saya harus cepat-cepat."


Gravin,"saya kan nungguin tuan duluan, kalau tuan sudah ketemu pendamping baru saya juga akan nyusul." dengan bibir sedikit tersenyum Gravin memprovokasi bosnya.


saat mereka sedang asyik berbicara tiba-tiba terdengar pintu ruangan yang diketuk dari luar .


dengan segera Devian mempersilahkan masuk dan ternyata itu adalah Bianca dengan membawa setumpuk berkas ditangannya.


"selamat pagi tuan Dev,"


sapa bianca sambil curi pandang ke arah Devian yang sangat mempesona membuat jantungnya berdetak sangat kencang.


Devian ,"hmm,,,"


Bianca ," ini tuan berkas untuk rapat nanti siang sudah selesai ,silahkan tuan periksa kembali."


Devian," oke".


Dengan sedikit canggung Bianca meletakkan berkas diatas meja Devian dan segera pamit untuk meninggalkan ruangan, meskipun Bianca masih ingin berlama-lama di ruangan itu namun saat melihat ekspresi Devian yang sangat dingin dan sedikit bicara membuat Bianca bergidik ngeri.


segera Bianca keluar dan menutup kembali pintu ruangan bosnya dengan hati-hati.

__ADS_1


Hal itu disadari oleh asistennya Gravin yang sejak tadi menahan senyum ketika menyaksikan perlakuan Devian kepada sekretaris barunya.


hingga Gravin tak kuat lagi menahan tawa.


Gravin ,"HAHAHA,,,,,,,".


Devian ," apa yang kamu tertawakan?"


ujar Devian yang kaget mendengar temannya tertawa.


Gravin ,"sikap tuan tadi apa tidak terlalu sadis?"


Devian ," biarkan saja."


Gravin ," bagaimana kalau nanti dia keluar dari sini karena tidak tahan dengan sikap tuan?"


" tinggal cari yang baru, kenapa harus repot." jawab Devian acuh.


" mencari pengganti sekretaris tidak semudah itu tuan Dev, selama satu tahun ini tuan sudah berganti sekretaris 3 kali."


ujar Gravin sambil mengusap keringat dikeningnya menandakan dia sudah lelah jika harus disuruh mencari sekretaris kembali, lagipula sekretaris untuk tuannya harus memiliki standar yang tinggi, sesuai dengan kriteria dari perusahaan dan kemampuan yang bisa diandalkan.


Devian," kamu doakan saja dia betah di sini, kalau tidak segera cari stok sekretaris yang baru mulai sekarang, mudah kan?"


Gravin ," ......"


dengan mata terbelalak menatap bosnya.


Devian," kalau kamu tidak mau dia keluar dari sini silahkan saja kamu jadikan dia pacarmu."


Gravin," a-apa,,,,,,bagaimana bisa?" emangnya dia mau sama saya , bukannya sejak awal dia sudah tergila-gila dengan tuan."


.........


Alicia menyusuri jalan dengan motor maticnya mencari alamat untuk mengirimkan bunga dari toko bunga milik ibunya.


sejak kecil Alicia terkenal sangat rajin dan tidak pernah mengeluh, ia sosok yang sangat ceria dan cantik, papanya sudah meninggal 4 tahun yang lalu. kini Alicia hidup bertiga bersama ibu dan adik laki-lakinya, namun mereka tetap harmonis dan saling menyayang.


Orderan bunga yang menumpuk dan terbatasnya kurir membuat Alicia dengan senang hati nawarkan diri untuk menjadi kurir ibunya.


" aduh,,ini pesanan banyak sekali dan satu orang kurir tidak masuk." gumam Janice ,ibunya Alicia.


"mama tenang saja , nanti Cia bantu jadi pengganti kurirnya mama." sahut Alicia dengan senyumannya yang indah.


"mama cuma takut kamu lelah Cia ,setiap hari bantu-bantu mama di toko dan mengirim pesanan." ujar Janice.


Alicia ,"tidak masalah bagi Cia ma, asal mama tetap sehat dan kita tetap bersama."

__ADS_1


Janice," kamu memang anak yang baik Cia ,sejak papa kamu pergi kamu selalu menjadi pelindung mama."


dengan mata berkaca-kaca Janice memeluk putri satu-satunya dengan penuh kasih sayang.


Alicia ," sudah menjadi tanggungjawab Cia untuk menjaga mama."


Janice," apa kamu tidak ingin mencari pacar ,nak?" usia kamu sudah sangat dewasa sekarang."


Alicia ," Cia belum menemukan pria yang Cia suka ma." sambil tentunduk dengan suara yang lemah.


Janice, " apa kamu masih menunggu pria itu?"


Alicia ," iya ma",,,tapi mungkin dia sudah melupakan Cia."


Janice," mama berharap kamu bisa menemukannya nak, mama akan bahagia jika kamu bahagia".


Alicia tertunduk lesu ketika mengingat cinta pertamanya 10 tahun yang lalu ,seorang pria yang membuatnya jatuh cinta untuk pertama kalinya dan saat itu Alicia masih berumur 15 tahun.


cinta mereka hanya sebatas telfon yang awalnya dimulai dari telfon salah sambung hingga berakhir pada percakapan yang akrab, lalu berlanjut saling berkenalan serta timbul benih-benih cinta pada keduanya , dan sama sekali belum pernah bertemu , namun meninggalkan kesan yang dalam untuk Alicia.


rangkaian kata-kata indah yang diucapkan pria itu mampu membuat Alicia berpegang teguh pada cintanya hingga saat ini tidak mau mencari pria lain untuk mengisi kekosongan hatinya. meskipun begitu banyak pria yang menginginkannya karena memang Alicia memiliki wajah yang sangat cantik, tubuh yang menarik serta kulit putih yang bersinar bagai mutiara.


sangat menarik dipandang mata ,membuat setiap pria yang melihatnya sangat ingin memiliki Alicia.


" ma, bunga yang ini mau diantar kemana".


ujar Alicia sambil menunjuk bunga lili yang berwarna putih di depannya.


" itu pesanan dari perusahaan Bimakarsa, katanya untuk hiasan meja presdir, dan itu kemarin dipesan langsung oleh pak Devian ." ujar Janice menjelaskan.


"ya sudah nanti skalian Cia bawa, lagian Cia juga mau ke daerah itu."sahut Alicia.


Janice ,"Pak Devian berpesan harus diantar ke ruangannya secara langsung ,soalnya Presdir itu tidak suka orang lain menyentuh miliknya."


Alicia ," Presdir yang aneh". gumamnya.


........


Di Bimakarsa group Devian berdiri menghadap ke jendela dengan desain Eropa, mengingat sesuatu yang pernah membuatnya begitu bahagia dimasa lalu.


namun itu hanya terjadi sekitar 10 tahun yang lalu ,dan hingga kini ia berharap segalanya terulang kembali.


tapi itu semua sangat sulit karena Devian telah kehilangan jejak dan sulit untuk menemukan masa lalu yang telah hilang entah kemana.


yang di ingat hanyalah suara manis seorang gadis yang sangat membuatnya terpesona dan jatuh cinta.


satu-satunya kenangan adalah bunga lili putih yang sangat disukai gadis itu, menurutnya bunga lili putih melambangkan kesucian dan ketulusan, sama seperti cinta mereka ,meskipun tidak pernah bertemu tapi Mereka yakin suatu saat akan dipertemukan.

__ADS_1


setiap hari Devian selalu menghiasi meja kerjanya dengan bunga lili putih, ketika memandangnya seakan ia menatap gadis pujaannya.


tidak ada seorangpun yang di izinkan menyentuh bunga lili itu selain dirinya.


__ADS_2