Ku Temukan Dirimu

Ku Temukan Dirimu
Pesta Ulang Tahun


__ADS_3

Devian dan Alicia berjalan beriringan ,keduanya tak saling bicara ,ada rasa canggung pada diri Alicia karena insiden tadi.


Dengan sedikit melirik ke arah Devian ,Alicia memberanikan diri untuk memulai mengucapkan kata-kata yang dirasa begitu sulit untuk diucapkan, dalam hatinya, sosok arogan ini telah berubah menjadi kelinci kecil.


"Apakah Presdir sepertimu tidak lelah jika harus jalan kaki seperti ini." ucap Alicia sedikit canggung.


"Tidak, malahan saya sangat bersemangat hari ini." sahut Devian dengan senyuman yang menawan membuat Alicia merasa terpesona dan tidak memperhatikan langkahnya, hampir terjatuh namun dengan cepat Devian menangkapnya.


Dalam beberapa detik Devian memeluknya sangat erat ,seperti tak ingin melepaskan Alicia, dengan ekpresi malu Alicia segera mendorong Devian untuk menjauh.


"ma-maaf tuan,,,"ucap Alicia sangat canggung.


"mengapa kamu minta maaf, padahal kamu tidak salah, kamu hanya terpesona melihat saya , dan saya sangat senang." sahut Devian santai dan kembali tersenyum percaya diri, kali ini senyumannya sangat bahagia.


Alicia ," ........".terdiam sambil mengalihkan pandangan ke arah lain dan bergumam di dalam hati" apa yang aku lakukan , betapa memalukan".


Devian yang menyadari tingkah Alicia tak kuat menahan tawanya.


"betapa lucunya gadis ini." gumam Devian.


Setelah berjalan beberapa meter tak terasa ternyata mereka telah sampai di rumah Alicia, tidak jauh dari sana terparkir mobil Rolls-Royce milik Devian yang sejak tadi ditinggalkanya.


Alicia," terima kasih tuan Devian sudah mengantar saya pulang."


Devian," hmm,,,,apakah besok saya benar-benar diundang kesini."


Alicia," silahkan jika tuan mau, kami akan berusaha melayani tamu dengan baik."


Devian ," Ok, pukul berapa besok saya harus datang."


Alicia," kami akan memulai pada pukul 7 malam, silahkan tuan mau datang pukul berapa."


Devian ," baiklah, sekarang saya pulang, sampai jumpa besok"


Sambil melambaikan tangan dan tersenyum kearah Alicia ,Devian berjalan menuju mobilnya.


Alicia tanpa sadar membalas lambaian tangan Devian , hingga seketika sadar ia kaget, merasakan desiran aneh di dalam hatinya, karena selama ini dia tidak pernah menyukai pria lain, tapi mengapa pria ini begitu berbeda.


Dengan keadaan yang masih sedikit linglung Alicia memasuki rumahnya ,menyimpan belanjaan di dapur dan berjalan menuju kamarnya.


Malam itu Devian pulang ke taman matahari terbit dengan perasaan yang tak terlukiskan, antara senang, bahagia dan penuh harapan.


karena awalnya dia ingin keluar untuk menghilangkan rasa suntuk namun di tengah jalan malah bertemu dengan pujaan hatinya.


Meskipun pertemuan mereka hanya beberapa saat namun ada beberapa hal yang terjadi diantara mereka, mengingat momen dimana Devian memeluk Alicia dengan erat membuat Devian merasakan kehangatan cinta yang luar biasa.


pertama kalinya ia dapat memeluk Alicia ,membuat jantungnya berdebar sangat kencang ,cinta yang selama ini di tahan, terasa semakin membara dan ingin segera memiliki Alicia.


Keesokan harinya Devian pergi ke kantor tanpa sarapan ,ia ingin segera menyelesaikan pekerjaan dan ingin menemui Alicia.

__ADS_1


karena masih begitu awal keadaan kantor masih terlihat sepi, hanya ada Devian dan beberapa staf Lain ,tidak ada Gravin ataupun Bianca .


"hmmmm,,,,,mereka belum datang, biarkan saja , saya bisa mengurus beberapa hal sebelum mereka datang." gumam Devian.


Tidak berapa lama Gravin datang dan langsung memasuki ruangan Devian tanpa mengetuk pintu karena biasanya Gravin selalu datang lebih dulu.


" aaakh,,,,,,,,apa-apaan ini tuan hampir membuat saya terkena serangan jantung." gerutu Gravin.


"kamu lama sekali , dan begitukan caramu menyapa bosmu." ucap Devian kesal.


"maaf tuan, tadi saya benar-benar kaget, mengapa tuan sudah di sini, bukankah biasanya tuan datang setengah jam lagi.' ucap Gravin sambil menautkan alisnya dan memperhatikan jam di pergelangan tangan.


"Bukankah ini kantor saya, mengapa saya tidak bisa datang sesuka hati saya." sahut Devian dingin.


Gravin, "hmmm,,,baiklah,,baiklah,,,,sebaiknya tuan memberitahu saya juga untuk datang lebih awal."


Devian," Gravin, kamu belikan saya sarapan sekarang!


Gravin," apa,,,jadi tuan tadi belum sarapan?


Devian ," makanya kamu cepat belikan saya sarapan."


Gravin," baiklah, segera saya laksanakan".


Segera Gravin keluar dari gedung dan berjalan menuju toko yang tak jauh dari sana, ia membeli beberapa roti manis dan cake serta minuman hangat. sambil berjalan kembali menuju kantor Gravin merasa tak habis fikir dengan tingkah aneh bosnya hari ini, benar-benar tidak seperti biasanya.


Bianca yang melihat Gravin baru datang dari luar dengan membawa beberapa kotak makanan dan bungkusan merasa heran.


Gravin," hmm,,,saya memang sudah datang sejak tadi ,namun tuan Dev menyuruh saya membeli sarapan."


Bianca ," bukankah tuan Dev tidak pernah sarapan di kantor."


Gravin," benar, itu dulu, tapi sekarang berbeda."


Sambil menunjukkan kotak makanan dan bungkusan ke arah Bianca, Gravin berlalu menuju ruangan Devian.


" ini tuan , saya membeli cake, roti manis dan minuman hangat sesuai selera tuan." ucap Gravin sambil meletakkan makanan diatas meja.


"hmmm,,,,bagus,,baiklah saya sarapan dulu, kamu bisa lanjutkan kerjaan saya." sahut Devian sambil mengarahkan laptop ke hadapan Gravin.


Dengan sedikit penasaran Gravin mencoba bertanya tentang keanehan bosnya hari ini.


Gravin," kalau boleh tau mengapa tuan terlihat aneh pagi ini?"


Devian," saya tidak aneh, tapi saya sedang bahagia."


Gravin ," ......" maksud Tuan?


Devian," nanti malam saya akan ke rumah Alicia, untuk merayakan ulang tahun adiknya dan mungkin sebaiknya kamu ikut."

__ADS_1


Gravin," pantas saja tuan sangat aneh, tapi sebaiknya saya tidak ikut, apa tuan tega melihat saya menjadi obat nyamuk."


Devian," hmm,,,benar juga, jika ada rapat hari ini dan sampai nanti malam batalkan semuanya."


"baiklah tuan, akan saya urus semuanya, tuan tidak usah khawatir." ucap Gravin mengerti dengan situasi bosnya.


Siang itu Devian berkali-kali melihat jam dipergelangan tangannya, merasa waktu berjalan sangat lambat.


hingga sudah tak tertahankan lagi menjelang sore Devian melaju meninggalkan kantornya menuju rumah Alicia.


perlahan ia mengetuk pintu, tak berapa lama terlihat sosok wanita paruh baya membukakan pintu dan sedikit tercengang ketika melihat tamu yang datang ke rumahnya.


" Bukan kah ini tuan Devian ." ucap Janice.


"selamat sore nyonya, iya saya Devian dan saya di undang Alicia untuk merayakan ulang tahun ." sahut Devian sedikit tegas.


Janice ," Silahkan masuk tuan.


Devian," terima kasih."


Janice ," silahkan duduk tuan ,maaf mungkin rumah kami kecil dan sedikit berantakan."


Devian ," tidak apa-apa, dimana Alicia?


Janice," dia sedang menghias kue di dapur tuan, kali tuan mau biar saya panggilkan."


Devian," tidak usah nyonya ,biar saya saja yang menemuinya."


Janice ,"baiklah tuan, silahkan, anggap saja rumah sendiri."


Janice tersenyum dan mempersilahkan Devian untuk menemui Alicia di dapur ,terlihat raut bahagia di wajahnya ,berharap putrinya bisa segera menemukan pasangan dan melupakan cinta lamanya.


Alicia yang fokus menghias kue tart tiba-tiba terkejut menyadari ada seseorang didekatnya dengan aroma parfum yang belum pernah dikenalnya.


ketika menoleh terlihat seorang pria tampan yang sedang tersenyum menawan ,dan sangat mempesona. fokus Alicia seketika hilang dan hampir saja menjatuhkan barang yang dipegangnya.


"a-apa yang tuan lakukan di sini, bu-bukankah acaranya dimulai pukul 7 malam." ucap Alicia terbata-bata karena sangat grogi dan canggung.


" bukankah kamu bilang kemarin bahwa saya bisa datang kapanpun saya mau." balas Devian mengingatkan.


"oh,,maaf saya lupa, sebaiknya tuan menunggu saja di ruang tamu, di sini berantakan." ucap Alicia.


Devian ,"tidak, saya ingin membantu kamu menyiapkan semuanya, apakah kamu keberatan."


Alicia," hah,,,,ti-tidak."


Dengan perasaan yang campur aduk dan diluar kendali Alicia mengijinkan Devian untuk membantunya mempersiapkan ulang tahun adiknya.


Bagi alicia, Devian terlihat semakin tidak masuk akal, sejak semalam dan saat ini semua yang dilakukan Devian membuat Alicia merasa berdebar dan canggung.

__ADS_1


seakan ada suatu perasaan aneh yang menyelimuti hati Alicia ,yang sulit diungkapkan ,belum ada pria yang bisa nekat seperti ini selain Devian.


ya, Devian memang seorang Presdir yang kaya raya dan bisa berbuat apapun sesuai keinginannya, tapi mengapa dia melakukan semua ini. pikiran Alicia menjadi tidak menentu dan banyak pertanyaan yang dia sendiri tak tau jawabannya.


__ADS_2