Ku Temukan Dirimu

Ku Temukan Dirimu
Pacar


__ADS_3

Keesokan harinya, waktu yang di janjikan sudah hampir tiba, Devian melaju dengan Rolls-Royce menuju rumah Alicia, ditemani oleh Gravin sebagai sopirnya ,sesampainya di sana ia membunyikan klakson memberi tanda kepada Alicia bahwa ia sudah datang.


tak berselang lama terlihat Alicia keluar dari pintu dengan penampilan yang sangat cantik, ia mengenakan gaun malam dengan potongan dada agak rendah, menampakkan leher jenjangnya yang indah , Devian sama sekali tak berkedip, bahkan setiap pria yang melihatnya pasti akan tergoda, begitu juga dengan Gravin, sehingga membuat atasannya sedikit cemburu.


Gravin segera sadar dan keluar dari mobil untuk membukakan pintu di sebelah Devian.


Alicia masuk dan duduk dengan anggun, ia terlihat begitu tenang, namun tidak dengan Devian, ia malah sedikit merasa salah tingkah ketika berhadapan dengan sosok Alicia yang begitu menawan.


sepasang mata yang menyaksikan melalui kaca spion ,merasakan suasana yang sedikit tegang, baru kali ini Gravin melihat Devian yang biasanya angkuh dan dingin kini terlihat salah tingkah di hadapan wanita.


"apa yang harus saya lakukan ketika sampai di sana nanti,tuan?" ucap Alicia meminta petunjuk.


"kamu hanya perlu mendampingi saya dan pura-pura menjadi pacar saya." sahut Devian sedikit ragu.


Tiba-tiba Gravin menyela ," kenapa harus pura-pura tuan,mengapa tidak betulan saja?"


" sebenarnya betulan juga tidak masalah ,tapi Alicia sudah punya pacar, jadi saya hanya bisa menjadikannya pacar pura-pura saya." ujar Devian seolah ia adalah pria asing.


Alicia," tuan tenang saja, saya akan mencoba berakting maksimal."


Devian ," kalau bisa kamu jangan panggil saya tuan."


Alicia," lalu saya harus panggil tuan apa?"


"Panggi Dev saja, itu terasa lebih enak didengar ,cocok untuk pasangan kekasih." ucap Devian yang seketika membuat Alicia terdiam namun jantungnya berdegup sangat kencang.


Nama panggilan itu mengapa harus sama, apakah mereka juga orang yang sama, teringat kembali kalau misinya malam ini adalah untuk menyelidiki Devian.


"Mengapa harus Dev?" ucap Alicia.


"Bukankah nama saya adalah Devian , apa yang salah dengan panggilan itu". sahut Devian yang berlagak tak tau apa-apa.


Alicia,"tidak ada yang salah, saya sangat menyukai nama itu, jadi mulai sekarang saya resmi memanggil tuan Devian dengan nama Dev."


Devian ," bagus."

__ADS_1


Gravin yang mendengar percakapan mereka hanya bisa menahan senyum sambil melirik melalui kaca spion untuk melihat reaksi Devian.


tak terasa mereka pun sampai di depan Hotel Hilton, hotel bintang 5 yang sangat mewah, sepertinya hanya orang-orang berkelas saja yang datang ke sini.


Alicia sedikit ragu untuk masuk, namun Devian memberikan lengannya untuk di gandeng, tanpa ragu Alicia mengunci lengan Devian dan mereka beriringan masuk ke dalam hotel di ikuti oleh Gravin.


semua mata tertuju pada pasangan itu, si pria terlihat sangat tampan dan berwibawa, kemudian si wanita sangat cantik bak seorang peri.


menyadari bahwa kehadiran mereka menjadi tatapan semua orang ,Alicia berinisiatif mengencangkan pegangan tangannya pada lengan Devian dan semakin mendekatkan tubuhnya ,memberi tanda bahwa mereka berdua adalah sepasang kekasih yang saling mencintai.


Devian merasakan getaran aneh pada tubuhnya dan sangat menyukai hal itu, ingin rasanya ia memeluk dan ******* bibir seksi Alicia saat itu juga namun keadaannya belum tepat ,ia hanya bisa menahan hasrat yang terpendam.


Mereka menuju lift dan naik ke lantai 19 tempat diadakan nya pertemuan itu, terdapat sebuah restoran mewah dan tersedia tempat khusus untuk pertemuan orang-orang penting.


terlihat perwakilan dari angkasa group sudah menunggu ,dan Alicia merasa ada satu orang pria yang sangat tidak asing, dia adalah Willy ,pria yang menggodanya di toko bunga kemarin.


"mengapa dia bisa ada di sini, siapakah dia sebenarnya."gumam Alicia dengan perasaan sedikit tidak suka dan sama sekali tidak melepaskan pegangan tangannya di lengan Devian.


"selamat malam, maaf kami agak terlambat." sapa Gravin kepada dua orang yang duduk dihadapannya.


Mereka semua akhirnya duduk dan mengenalkan perwakilan dari perusahaan masing-masing, karena Willy merupakan orang baru dalam hubungan bisnis itu yang datang menggantikan ayahnya. meskipun awalnya Devian dan Gravin sudah menyelidiki latar belakang Willy, namun mereka berpura-pura seolah tak mengetahui.


melihat tatapan Willy yang tajam ke arah Alicia membuat Devian merasa agak marah, namun berusaha di tahan.


Robert," kenalkan ini bos saya , tuan Willy anak dari tuan Jordan yang baru pulang dari luar negeri."


Gravin," kenalkan juga ini bos saya tuan Devian ,beserta calon istrinya nona Alicia."


Mendengar kalau Alicia adalah calon istri dari Devian Bimakarsa seketika membuat wajah Willy menjadi merah padam karena menahan amarah, tak terima jika gadis incarannya menjadi kekasih dari rekan bisnisnya, apalagi mereka menyebutnya calon istri.


Alicia hanya tersenyum sangat manis menanggapi hal itu, dan memandang Devian dengan tatapan penuh manja seolah ia benar-benar milik Devian.


sedangkan Devian sendiri merasakan kemenangan atas akting Alicia yang terlihat natural, ia berhasil membuat mimik wajah Willy terlihat sangat tidak senang.


Perbincangan akhirnya dilanjutkan menuju titik pokok pembahasan kerjasama peluncuran produk baru yang mengusung konsep mini namun canggih, yaitu komputer pena.

__ADS_1


meskipun ukurannya sangat kecil namun ia tak kalah canggih dari komputer pada umumnya.


ia bisa menginput data hanya dengan tulisan tangan,terdapat id password sebagai identitas dan terdapat juga kamera yang berfungsi untuk mendeteksi data pengguna.


Hanya Gravin ,Robert dan Devian saja yang fokus pada pembicaraan itu, tidak dengan Willy.


ia sama sekali tidak tertarik pada bisnis, melainkan hanya memandang Alicia dengan penuh pertanyaan dibenaknya.


Willy memang seorang playboy sejak ia berada diluar negeri dan gaya hidupnya sangat bebas, ia akan selalu berganti wanita kapan pun ia mau.


namun ketika bertemu Alicia timbul perasaan aneh pada dirinya,ia ingin memiliki Alicia seutuhnya dan tak ingin Alicia bersama pria lain.


Tapi keinginan yang awalnya di rasa akan begitu mulus tanpa halangan ,kini malah akan sangat sulit lantaran ada sosok pria berpengaruh di samping Alicia yang sulit untuk di atasi yaitu Devian Bimakarsa.


menurut Willy ,Devian adalah sosok Presdir Bimakarsa group yang memiliki kekayaan sangat besar diatas dirinya , ia juga sangat kejam terhadap orang yang berusaha mengganggu kehidupannya.


namun Willy tidak menyerah begitu saja ,ia berfikir harus mendapatkan Alicia dengan berbagai cara, apapun akan dilakukannya, seakan si playboy ini sudah terjebak cinta gila.


Akhirnya pertemuan itu sudah selesai dan mendapatkan kesepakatan dari kedua belah pihak, tinggal menunggu produksi dan waktu yang tepat untuk peluncuran produk baru.


mereka lalu mengakhiri dengan bersalaman ,dan ketika Willy menyentuh tangan Alicia ,ia seolah tak ingin melepaskannya, Alicia sedikit panik dan menoleh ke arah Devian.


" maaf tuan Willy, bisa tolong lepaskan tangan calon istri saya, sepertinya anda sudah bersalaman cukup lama." ucap Devian dengan nada datar namun terkesan dingin.


"oh, iya maaf, saya begitu terpesona melihatnya." sahut Willy berterus terang sambil melepaskan tangannya seolah tak peduli dengan tatapan singa di hadapannya.


"bukankah tuan willy sudah memiiki banyak wanita diluar sana ,apakah masuk akal jika tuan menyukai calon istri saya." ujar Devian sedikit angkuh.


"tuan Devian, apa anda tidak tau kalau selalu ada bunga yang sangat cantik dan menawan diantara banyak bunga di perkebunan." sahut Willy memberikan sedikit kata mutiara kepada Devian.


melihat suasana yang sepertinya semakin memanas ,Gravin dan Robert menyela pembicaraan dan mengakhiri dengan damai.


Gravin,"mmm..... mungkin akan lebih baik jika pertemuan kedepannya kita membawa pasangan masing-masing.


" ide yang bagus ,saya harus menemukan pasangan dengan segera."sahut Robert yang diakhiri dengan tawa yang canggung ,diikuti dengan Gravin yang memberikan dukungan.

__ADS_1


__ADS_2