Ku Temukan Dirimu

Ku Temukan Dirimu
Permintaan Maaf


__ADS_3

Malam itu Devian masih berada di rumah Alicia, seakan enggan untuk pulang, ia pun berinisiatif untuk menginap, dan Janice mengijinkannya, karena merasa kasihan jika harus di suruh pulang tengah malam.


Dengan bahagia Devian menerobos masuk ke dalam rumah melewati Alicia yang tercengang sejak tadi.


"mama, kalau Dev tidur di sini mau di suruh tidur dimana, kamar kita cuma ada tiga." ucap Alicia sedikit berbisik kepada ibunya.


Janice,"Kan bisa tidur di sofa atau di kamar mu."


Alicia ,"kalau Dev tidur di kamar Cia, lalu Cia tidur dimana."


Janice," ya kamu kan bisa tidur di kamar mama."


"ikh,,mama," sahut Alicia cemberut sembari masuk ke dalam rumah bersamaan dengan ibunya, terlihat Devian sedang bersenda gurau dengan Clovis di sofa.


Janice," Ayo kita lanjut tidur lagi, ini sudah lewat tengah malam, untuk tuan Devian, anda bisa tidur di kamar Alicia."


" maksud nyonya ,saya boleh tidur sekamar dengan Alicia?" ucap Devian sumrigah dan berharap lebih.


"Tidak, tidak, maksud mama, kamu bisa tidur di kamar ku dan aku tidur sekamar dengan mama." sahut Alicia berusaha menjelaskan, dan seketika wajah Devian menjadi muram.


Devian ," hmm,,,baiklah, tapi nyonya Janice tidak perlu repot, saya bisa tidur di sofa, biarkan saja Alicia tidur di kamarnya."


Janice," apa tidak masalah?"


"Tentu saja tidak, karena saya seorang pria ,dan seorang pria harus bisa tidur di mana saja." ucap Devian berusaha meyakinkan ,namun tanpa di ketahui ada niat terselubung di hati Devian untuk memilih tidur di sofa karena lebih dekat dengan kamar Alicia, sehingga ia bisa melihat kekasihnya saat tidur pulas, insiden tadi telah membuatnya sedikit khawatir, seakan tak ingin berjauhan dengan gadis itu dan selalu ingin menjaganya.


setelah merundingkan masalah itu, akhirnya semua kembali tidur di kamar masing-masing, dan Devian tidur di sofa, Alicia memberinya selimut dan bantal.


"Mengapa kau memberiku selimut ?" ujar Devian.


Alicia," saat ini cuaca sedang dingin, sebaiknya kamu memakai selimut."


" Aku tidak perlu selimut lagi, bukankah sudah ada kamu di sini."sahut Devian sedikit menggoda Alicia, membuat gadis itu tersipu.


"ssssttttt,,,,,ada mama, sebaiknya kamu tidur sekarang." Sembari mengucapkan hal itu Alicia berlari memasuki kamarnya dan menutup pintu dengan rapat, Devian tertawa geli melihat tingkah gadis itu.


................


Keesokan harinya Willy terbangun, ia masih merasakan sakit kepala, namun kali ini kesadarannya sudah pulih sepenuhnya.


"Selamat pagi tuan Willy." sapa Robert yang sejak semalam belum pulang ke rumahnya.


"Robert, mengapa kamu di sini, seharusnya kamu sudah di kantor sekarang?", ujar Willy merasa heran.

__ADS_1


Robert," seharusnya memang begitu tuan, tapi saya belum pulang kerumah sejak semalam."


Willy," lalu apa yang kamu lakukan di sini?"


Robert," apakah tuan tidak mengingat kejadian semalam yang membuat tuan Jordan murka."


Willy berusaha mengingat sesuatu dan benar saja ia merasa sangat malu dan mengutuk dirinya sendiri.kejadian semalam seperti diluar kendali, itu semua karena ia terlalu banyak minum.


"Apa papa masih marah?"


Robert," Tentu saja, makanya saya tidak pulang ke rumah demi menjaga tuan, dan saya benar-benar sangat lelah, boleh kah saya tidak masuk kantor untuk hari ini saja tuan, saya perlu tidur sejenak."


Willy," Tapi kamu harus ceritakan dulu apa yang papa lakukan semalam."


Robert,"hmm,,,,awalnya tuan Jordan sangat marah, tapi ketika mengetahui bahwa nona Alicia dan tuan Devian tidak memperbesar masalah itu ia pun sedikit melunak dan membiarkan tuan tidur.


Willy merasa puas mendengar jawaban Robert, ia pun memberikan izin asistennya itu untuk tidak bekerja hari ini, namun dengan satu syarat ia harus tidur di kamar Willy menggantikan dirinya, karena ia akan keluar menemui Alicia untuk meminta maaf, hal itu ia lakukan untuk menghindari kecurigaan jordan.


"Baiklah tuan, tapi jangan lama-lama, nanti tuan Jordan bisa curiga dan saya akan mendapatkan masalah." ucap Robert mengingatkan.


..............


Sementara di rumah Alicia, pagi itu semua orang sedang menikmati sarapan ,tak terkecuali Devian.


ia merasa memiliki keluarga baru yang hangat, tiba-tiba ponsel di sakunya berdering, dan itu panggilan dari Gravin.


Devian," mengapa kamu mencari saya di pagi-pagi seperti ini."


Gravin," Saya perlu tanda tangan tuan segera."


Devian," kamu ke sini saja, saya akan datang ke kantor agak siang hari ini."


Gravin," ke sini, kemana? , jelas-jelas tuan tidak ada di sini."


Devian," Saya di rumah Alicia, sejak semalam saya belum pulang."


"Apa, tuan menginap di rumah Alicia, yang benar saja tuan, mengapa tidak memberi tau saya sejak awal." ucap Gravin kesal.


Gravin," kamu saja sejak awal tidak bertanya saya ada dimana, cepat datang ke sini sekalian bawakan stelan jas saya, sejak kemarin sore saya belum ganti baju."


"hahaha,,,,,yang benar saja seorang Devian Bimakarsa tidak ganti baju sejak kemarin, oke ,oke, saya segera ke sana." ucap Gravin sedikit meledek atasannya.


Devian meletakkan ponselnya sedikit kesal, Alicia segera mendekat dan ingin mengetahui penyebab kekesalan itu.

__ADS_1


Alicia," sayang, kamu kenapa?"


Devian," Berani-beraninya Gravin meledek ku."


Alicia," hmm,,,,kalian itu memang atasan dan bawahan, tapi kadang kalian juga seperti kakak dan adik, kamu yakin akan terus kesal seperti itu."


Devian menatap Alicia dengan sendu, ia menyadari bahwa ucapan Alicia ada benarnya, Gravin bukan cuma asisten baginya tapi juga teman terdekat dan bahkan sudah seperti saudara, mereka memang sering berdebat tapi saling memperhatikan.


"Sayang, kesini." ucap Devian menyuruh Alicia mendekat, gadis itu segera menghampiri Devian.


"terimakasih ,karena kamu sekarang ada untuk ku, kamu dan Gravin sama-sama orang yang sangat berarti, aku janji mulai sekarang tidak akan kesal lagi dengan Gravin, dan terutama kamu, aku tidak akan membiarkan hal buruk terjadi lagi, kamu hanya milik ku.


Alicia tak bisa berkata-kata, namun air matanya bisa menjelaskan semuanya, ia memeluk Devian dengan perasaan penuh haru, di saat bersamaan terdengar ketukan pintu dari luar, Janice melangkah membukakan pintu, dan terlihat Willy berdiri di sana.


Janice," maaf ,ada keperluan apa tuan datang lagi ke sini."


Willy," Saya ingin meminta maaf untuk kekacauan yang saya perbuat semalam."


Janice," silahkan masuk, tuan bisa meminta maaf langsung kepada Alicia."


Willy segera masuk dan duduk di sofa, ia menunggu Alicia dengan sedikit cemas, namun tatkala Alicia muncul bersamaan dengan Devian, rasa cemas itu berganti dengan rasa iri.


"tuan Willy, apa anda mencari saya?" ucap Alicia datar namun terkesan cuek.


Willy," saya datang ke sini ingin meminta maaf atas kejadian semalam saat sedang mabuk dengan tidak sengaja saya membuat keributan di sini."


Alicia," saya sudah memaafkan tuan, dan saya harap kejadian semalam tidak terulang lagi."


Devian hanya terdiam mendengarkan percakapan mereka ,namun ia memberi tatapan sinis pada Willy, yang tentu saja Willy juga memberikan tatapan yang sama.


beberapa saat kemudian Gravin muncul dengan membawa stelan jas milik Devian, ia langsung masuk ketika melihat pintu terbuka, ketika berada di dalam ,ia pun tercengang kala menyaksikan siapa yang ada di sana.


"wow, apakah ini sebuah reunian , mengapa kalian tidak mengajak saya, kalian benar-benar jahat " ucap Gravin dengan polosnya.


Devian," Buka matamu lebar-lebar Gravin, dan dengarkan apakah ini sebuah reunian atau ruang interogasi."


Gravin terdiam dan mendekati Devian, ia menyerahkan jas itu dan ikut mendengarkan percakapan antara Willy dan Alicia.


kemudian ia mengerti situasi yang terjadi, terlihat raut tidak senang di wajah Gravin, ia memandang Devian dengan penuh arti.


" Apa yang harus saya lakukan untuk ini tuan." bisik Gravin ke telinga Devian.


"untuk sekarang jangan bertindak dulu, awasi saja jangan sampai terulang lagi."sahut Devian tegas.

__ADS_1


Gravin ,"Baik tuan".


Gravin kini menjadi lebih serius, ia memang sosok yang ceria dan suka bercanda namun ketika seseorang mengusik sahabatnya maka ia tidak tinggal diam, suka duka telah mereka lalui bersama, ketika kebahagiaan menghampiri sahabatnya maka ia akan sekuat tenaga menyingkirkan duri yang akan menghalangi. ia akan bertindak lebih kejam dari Devian ,karena itulah wajah asli dari Gravin yang sebenarnya dan hanya Devian yang mengetahui watak asli dari sahabatnya itu.


__ADS_2