Ku Temukan Dirimu

Ku Temukan Dirimu
Danau Pribadi


__ADS_3

Tak lama kemudian jam makan siang telah tiba, Devian mengajak Alicia untuk mengunjungi restoran langganan keluarganya yang tidak terlalu jauh dari gedung Bimakarsa.


mereka keluar beriringan dengan Devian yang menggenggam erat tangan Alicia, seakan tak mau lepas. Bianca yang masih duduk di kursinya merasakan amarah yang kian membara, namun Gravin menatapnya dari jauh seolah memberi peringatan dan akhirnya Bianca hanya bisa menundukkan pandangannya.


Alicia berusaha bersikap ramah kepada Bianca namun sekretaris itu hanya menatapnya dengan dingin, semua itu tidak masalah bagi Alicia namun tidak bagi Devian.


" Tidak bisakah kamu membalas sapaan dari calon nyonya bos mu dengan ramah!", ucap Devian dingin.


" iya tuan ,maaf, tadi saya tidak dengar." sahut Bianca mencari alasan ,namun dalam hatinya sangat kesal.


Devian kemudian berjalan menemui Gravin yang sejak tadi masih terlihat sibuk.


" Gravin, mengapa kamu begitu sibuk, apa kamu tidak akan makan siang?" ,ucap Devian.


Gravin," tuan duluan saja , bukankah sudah ada nona Alicia yang bersama tuan, saya akan menyelesaikan ini dulu."


Devian," Baiklah, jika kamu nanti butuh teman makan siang, panggil saja Bianca."


Gravin," hmmm,,,,saran tuan boleh juga."


Dengan seringai senyuman penuh arti meninggalkan Gravin yang masih menyelesaikan pekerjaannya.


sementara Bianca merasa muak dengan pemandangan pasangan pria dan wanita di hadapannya. tak berapa lama setelah kepergian mereka, Gravin berjalan mendekati Bianca.


"Apa pekerjaan mu sudah selesai, maukah kamu menemani saya makan siang?" ucap Gravin dengan sopan.


Bianca ," saya tidak nafsu makan."


Gravin," Setidaknya kamu harus keluar untuk mencari udara segar."


Bianca tak bisa menolak ajakan Gravin, ia pun berdiri merapikan pakaiannya dan berjalan menyusul.


mereka menuju kafe terdekat dari gedung itu, sengaja Gravin tidak mengajaknya ke restoran biasa lantaran ia khawatir kalau Bianca akan membuat masalah jika tau ada Alicia dan Devian di sana.


Bianca ," mengapa kita ke sini, apa kamu tidak mau makan?"


Gravin," Tidak, karena tadi kamu mengatakan tidak punya nafsu makan, jadi saya juga tidak ingin makan."


Bianca,"........".


..............


Sementara itu ditempat lain ,di sebuah restoran Perancis, Devian dan Alicia sedang melihat buku menu makanan.

__ADS_1


"sayang, masakan di sini sangat enak, terutama Foie gras ,apa kamu mau mencobanya?" tanya Devian kepada Alicia yang sejak tadi masih bingung memilih menu apa untuk dipesan.


Foie gras adalah makanan khas Perancis menggunakan hati angsa yang dibuat pasta dan di bakar bersama saus.


Alicia," hmm,,,boleh juga, sepertinya ini benar-benar enak."


Devian," Oke ,kita pesan ini, dan untuk minumnya kamu mau yang mana?"


Alicia," jus alpukat saja."


Devian kemudian memesan menu sesuai keinginan Alicia ,sembari menunggu makanan tiba, tampak sepasang mata memperhatikan mereka dari jauh.


dia adalah Willy bersama seorang wanita cantik, yang kebetulan sedang makan di tempat itu.


Willy tampak sangat cemburu menyaksikan Alicia bersama Devian ,hingga ia lupa jika sedang bersama dengan seorang wanita.


wanita itu adalah karyawan di kantor Willy yang sudah lama tertarik dengan pesona bosnya dan hari ini tiba-tiba ia diajak si bos untuk makan bersama ,tentu saja wanita itu sama sekali tidak menolak, lantaran ia sudah lama mengiginkannya.


Bukan tanpa alasan bagi Willy untuk mengajak wanita itu makan bersama, ia hanya ingin menghibur diri dari rasa sakit hati yang di alaminya karena tak bisa memiliki Alicia. namun dunia tak berpihak pada Willy, di saat ia sedang berusaha mengobati luka, secara tak sengaja ia bertemu dengan Alicia yang sedang bersama Devian di tempat yang sama, hal itu semakin membuatnya sakit dan kembali terluka.


Alicia menyadari adanya Willy di sana, namun ia bersikap seolah tak mengetahui, setelah makanan tiba ia mengajak Devian untuk segera makan ,melihat Alicia yang makan dengan cepat membuat Devian merasa aneh, tidak biasanya gadis kecil ini makan dengan lahap.


"Apa kamu sedang lapar?", ucap Devian penasaran.


Devian," lalu mengapa kamu makan sangat cepat, aku saja baru makan 2 sendok dan kamu sudah hampir habis."


Alicia," ssssttttt,,,,,ada Willy di sana, sepertinya dia sedang memperhatikan kita."


Devian," Lalu kenapa jika ada Willy di sana, apa yang salah, bukankah siapa saja bisa makan di restoran ini."


Alicia," Iya aku tau, tapi perasaan ku merasa tidak enak, dari tadi dia memperhatikan ku."


Devian perlahan menoleh ke arah Willy, dan benar saja pandangan pria itu tak pernah lepas dari Alicia, ia pun di buat geram.


Dengan cepat Devian mendekatkan kursi Alicia berdampingan dengannya, serta sengaja ia menyuapkan makanan ke mulut Alicia dan membersihkan bibirnya dengan tangan.


hal itu di lakukan Devian secara sengaja, untuk membuat Willy semakin cemburu dan menyerah atas Alicia.


Tak berapa lama akhirnya Willy pergi meninggalkan restoran itu tanpa mempedulikan wanita yang sejak tadi bersamanya, meskipun wanita itu memanggil berulang kali tapi Willy terus saja berjalan dan langsung melaju dengan mobilnya. kini tinggal wanita itu sendirian dengan raut wajah yang sedikit sedih.


Alicia merasa kasihan pada wanita itu, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa. karena itu persoalan orang lain maka Devian tak mengijinkan kekasihnya untuk ikut campur.


Alicia," Apa sikap kamu tadi tidak berlebihan, dengan membuat Willy merasa sangat cemburu dan pergi meninggalkan gadis itu."

__ADS_1


Devian," Biarkan saja, itulah tujuanku untuk membuatnya pergi dari sini segera."


Alicia," Lalu bagaimana dengan gadis itu?"


Devian," Sepertinya ia sudah tau pria seperti apa Willy, namun tetap saja ingin mendekatinya, jika sudah seperti ini maka ia harus siap menahan malu."


Alicia," Benar juga, tapi tetap saja aku merasa kasihan."


"Sudahlah ,jangan pikirkan orang lain, pikirkan saja aku, apa kamu tidak tau kalau aku juga sedang cemburu" seru Devian dengan senyuman nakalnya, Alicia hanya bisa tersipu malu.


Alicia," Apa kamu juga cemburu dengan wanita, aku kira cuma Willy saja yang membuatmu cemburu."


Devian,"hmm,,,Tidak perduli siapa pun itu ,asal dia mengalihkan perhatianmu dariku pasti aku akan cemburu."


Alicia," Benarkah, sepertinya sangat mudah membuatmu cemburu."


Perkataan Alicia sedikit membuat Devian malu, lantaran ia telah mengatakan dengan jujur bahwa ia ingin selalu mendapat perhatian dari gadis itu.


"Ayo, aku akan membawa mu ke suatu tempat." ucapnya tiba-tiba.


Alicia," Kemana?


Devian," Nanti kamu juga akan tau, dulu kamu pernah mengatakan ingin pergi ke tempat itu bersamaku."


Meskipun penasaran namun Alicia tak membantah, mereka pergi meninggalkan restoran melaju dengan Rolls-Royce dengan kecepatan sedang ,hingga sekitar 15 menit kemudian mereka telah sampai di sebuah danau yang sangat indah, sekitar danau itu di tanami bunga lili putih yang di susun sangat rapi, tak jauh dari danau terdapat hamparan bunga matahari dan villa kecil untuk beristirahat.


Alicia,"Sepertinya ini bukan danau asli."


Devian," Benar, ini adalah danau buatan yang telah di buat sekitar 9 tahun lalu dengan perawatan cukup baik, bukankah waktu itu kamu mengatakan ingin membuat sebuah danau pribadi dengan banyak bunga lili dan sebuah villa.


Seketika Alicia merasa sangat tersentuh dan tak terasa air matanya menetes, ternyata selama ini dirinya tak luput dari perhatian Devian ,meskipun mereka baru di pertemukan sekarang namun kasih sayang Devian sangat tulus sejak lama.


ia langsung memeluk pria itu dari belakang, hingga membuatnya terkejut.


"Terimakasih." ucap Alicia lirih.


Devian berbalik dan menatap wajah Alicia yang sudah basah karena air mata.


"Tidak perlu berterimakasih dengan ku, kamu adalah segalanya bagiku dan apa pun akan aku lakukan demi membuatmu bahagia." sahut Devian sembari mengecup kening Alicia dan memeluknya dengan erat.


Tak lama kemudian Devian menggenggam tangan Alicia dan menuntunnya ke villa, siang itu matahari masih sangat terik, ia tidak mau kalau Alicia merasa kepanasan dan lelah.


villa itu tidak terlalu besar namun tampak mewah.Di sana ada seorang wanita paruh baya bersama suaminya yang di tugaskan Devian untuk menjaga dan mengurus villa.

__ADS_1


__ADS_2