Ku Temukan Dirimu

Ku Temukan Dirimu
Bersamanya


__ADS_3

Devian tak tau harus mengatakan apa, di satu sisi ia ingin segera berterus terang kepada Alicia, namun di sisi lain ia takut Alicia akan marah dan pergi meninggalkannya.


"tuan", panggil Alicia namun Devian masih saja terdiam.


"Dev", kembali Alicia memanggil ,kali ini menggunakan namanya hingga membuyarkan lamunan Devian.


"i-iya itu kemarin saya asal ngomong, biasalah kalau orang lagi mabuk." ucap Devian gelagapan mencari alasan yang pas.


Alicia ,"apa benar seperti itu, apa bukan karena hal yang lain?"


Devian," tentu saja benar, oh iya, terimakasih kamu sudah menjaga saya semalaman."


Alicia sedikit kecewa dengan jawaban Devian, sesungguhnya ia benar-benar berharap bahwa Devian akan mengakuinya.


Alicia ," hmm,,,oke, kalau begitu saya pulang dulu, hari ini akhir pekan ,kemungkinan di toko sedang banyak pelanggan."


Devian,"saya antar ya."


Alicia," apa tuan sudah sehat?


Devian," saya akan selalu sehat kalau itu berhubungan dengan kamu, ayo berangkat !


Setelah mengatakan itu, Devian langsung mengambil kunci dan mengeluarkan mobilnya di parkiran, Alicia berpamitan dengan ibu Grace terlebih dulu kemudian menyusul Devian.


ibu Grace tersenyum senang ketika menyaksikan dua orang insan yang terlihat sangat serasi.


...............


Di gedung Bimakarsa group Gravin yang sudah datang sejak tadi merasa cemas lantaran atasannya belum juga tiba.


ia langsung menelfon Devian dan menanyakan apa sebenarnya yang terjadi apakah ia baik-baik saja ataukah sebaliknya.


Devian," ada apa Gravin?


Gravin," apakah tuan baik-baik saja?


Devian ," tentu saja, saya sedang menyetir ke rumah Alicia."


Gravin," ke rumah Alicia?? apa tuan tidak datang ke kantor hari ini?


Devian ," tidak, hari ini kantor kamu yang urus semuanya, dan satu lagi, perhatikan gerak gerik Willy ,jangan biarkan dia bertindak diluar batas."


Gravin ,"oke, sesuai permintaan anda tuan, silahkan tuan bersenang-senang hari ini."


Gravin menutup telfonnya, ia merasa bahwa atasannya sedang di mabuk cinta, sikapnya sungguh kekanakan.


"tuan Devian ,anda yang sedang jatuh cinta tapi mengapa saya yang di hukum dengan pekerjaan sebanyak ini." gumam Gravin sedikit mengeluh saat melihat setumpuk berkas yang harus diperiksa dihadapannya.


Di saat Gravin sedang meratapi nasibnya tiba-tiba Bianca masuk, namun ia berdiri mematung di dekat pintu ketika menyadari orang yang ingin di temuinya tidak ada.

__ADS_1


Gravin ,"apa yang kamu lakukan di situ?"


Bianca ," Dimana tuan Devian, bukankah biasanya jam segini sudah datang."


Gravin," Tuan Devian hari ini tidak datang, dan saya yang menggantikannya."


Bianca," apa tuan Devian sakit?"


Gravin," benar, tuan Devian sedang sakit sekarang, dan hanya seorang gadis yang bisa menyembuhkannya."


Bianca ," maksud kamu Gravin?


Gravin," sudah lah Bianca, sebentar lagi kamu akan mengerti, mana berkasnya ,bawa sini biar saya yang periksa."


Bianca langsung memberikan berkas di tangannya , ia tak lagi bertanya namun di dalam hatinya sangat banyak yang ingin ditanyakan terutama tentang seorang gadis yang tadi disebutkan Gravin.


Bianca merasa tidak terima jika ada seorang gadis yang mendekati Devian, karena ia sudah memendam rasa sejak lama namun Devian sama sekali tidak pernah tertarik kepadanya.


..............


Alicia telah sampai dirumahnya, ia bergegas masuk kedalam rumah dan membersihan diri, setelah itu langsung ke toko bunga untuk membantu ibunya.


namun Alicia di buat heran tatkala ia melihat Devian masih berada di sana ,dan kali ini Devian membantu ibunya melayani pelanggan.


Alicia ,"tuan, mengapa tuan masih di sini?"


"maksud Tuan?", Alicia semakin bingung dengan keanehan Devian, mengapa ia ingin bersenang-senang di sini, apa menurutnya ini taman hiburan.


"semalam kamu sudah merawat saya, jadi sekarang gantian saya yang membantu kamu mengurus toko bunga, bukankah itu adil."


ucap Devian mencari alasan yang pas agar Alicia tidak curiga kalau sebenarnya ia hanya ingin seharian bersama Alicia.


Alicia,"tapi tuan, semalam saya ikhlas merawat tuan."


Devian ,"saya juga ikhlas membantu kamu di sini."


"Sudahlah Cia ,biarkan saja tuan Devian di sini, lagipula mama butuh bantuan untuk mengangkat pot yang berat." ucap Janice menyela pembicaraan mereka.


Devian merasa mendapatkan dukungan dari Janice, sambil memandang Alicia ia tersenyum penuh kemenangan. akhirnya mereka bertiga membagi tugas masing-masing, Alicia bertugas melayani pelanggan, Janice menjaga meja kasir dan Devian membantu mengangkat pesanan pelanggan.


Beberapa jam kemudian terlihat Willy sedang memasuki toko mereka, keadaan toko saat itu sedikit sepi karena sudah hampir mendekati jam makan siang. Janice sendiri sedang keluar untuk membeli minuman, yang terlihat oleh Willy hanyalah Alicia sendirian yang sedang merapikan bunga Adenium di dekat meja kasir.


Willy,"hallo nona Alicia."


"iya, ada yang bisa saya bantu."ucap Alicia datar.


Willy," Hari ini saya sedang tidak mencari bunga."


Alicia," lalu mengapa anda datang ke sini?"

__ADS_1


Willy," karena saya ingin menemui mu."


Alicia," untuk apa?"


Willy," saya ingin menjadikan mu sebagai istri."


Alicia,"hahaha,,,,apa saya tidak salah dengar, bukankah Anda sendiri sudah tau bahwa saya adalah calon istrinya tuan Devian Bimakarsa."


Willy," tentu saja saya tau, tapi kalian belum menikah ,dan baru calon, kamu masih bisa berubah pikiran untuk memilih saya sebagai suamimu."


Alicia," memang benar saya bisa berubah pikiran, tapi sepertinya pikiran saya tidak akan berubah, apalagi untuk pria Playboy seperti anda, dan saya sangat mencintai calon suami saya.


Devian yang mendengar percakapan mereka awalnya merasa sangat marah ,namun kata-kata terakhir dari Alicia membuatnya menjadi sangat bahagia dan tak terasa senyum mengembang di wajahnya. perlahan ia keluar menemui mereka seolah tak mendengar apa yang telah mereka bicarakan.


"sayang, saya sudah selesai menyusun pot bunga di sebelah sana, ayo kita makan siang, oh, ternyata kita masih ada pelanggan, Halo tuan Willy ,ada yang bisa kami bantu?" ucap Devian sengaja membuat Willy cemburu dengan perkataannya.


"tidak, urusan saya sudah selesai, kalau begitu saya permisi dulu." balas Willy dengan kesal sambil keluar dari toko ,segera memasuki mobil dan membanting pintunya.


Devian tertawa terbahak-bahak kala berhasil membuat saingan cintanya merasa sangat kesal.


sementara Alicia hanya bisa terdiam dan bingung menyaksikan dua orang pria yang seolah saling berlawanan.


Alicia," mengapa tadi tuan berkata seperti itu, bagaimana jika dia marah?"


Devian," biarkan saja, apa kamu menyukai dia,,mmm?"


Alicia," tidak."


Devian,"Lalu mengapa kamu takut kalau dia marah?, apa kamu menyukai saya?"


Alicia tak tau harus menjawab apa, memang benar ia sudah mulai menyukai Devian tapi Alicia lebih berharap jika Devian adalah cinta masa lalunya.


sebelum ia tau kebenarannya maka Alicia berusaha untuk menahan perasaan, ia takut jika semua tak sesuai dengan apa yang di harapkan.


Devian yang tak mendapatkan respon dari Alicia merasa sedikit kecewa, baru tadi ia sangat bahagia ketika mendengar percakapannya dengan Willy, kini ia kembali murung, apa mungkin tadi Alicia cuma berakting di depan Willy, pikirnya.


"sudahlah, ayo kita makan siang." ujar Devian tak bersemangat.


"sebaiknya kita makan di sini saja, sebentar lagi mama datang membawa makanan untuk kita semua." ucap Alicia menjelaskan.


Devian ," baiklah."


Melihat Devian yang tak bergairah membuat Alicia merasa bersalah, ia tak bermaksud untuk melukai perasaan Devian.


semua yang di ucapkan Alicia di depan Willy tadi sebenarnya adalah nyata bukan akting, tapi itu semua berlaku untuk Dev, dan Alicia sendiri masih ragu apakah Devian yang sekarang ini merupakan Dev yang dulu atau bukan.


Tapi Alicia benar-benar merasakan kenyamanan saat bersama dengan Devian, ia juga bisa merasakan sakit di hatinya ketika melihat Devian terluka dan murung seperti ini, ingin rasanya ia memeluknya dan membuatnya tenang.


namun ia takut membuat keputusan yang salah sebelum semuanya terungkap.

__ADS_1


__ADS_2