
Alicia tiba di gedung Bimakarsa group membawa rangkaian bunga lili putih, dengan penampilan sederhana namun masih tidak bisa menyembunyikan kecantikannya karena memang dari postur tubuh yang indah dan wajah yang cantik sungguh sangat menawan untuk dipandang.
Langkah Alicia tertahan di depan pintu gerbang, seorang satpam menanyakan maksud dan kedatangannya ke kantor tersebut.
" Permisi nona, selamat siang, maaf nona mau menemui siapa?", sapa pak satpam.
" iya ,selamat siang, saya mau mengantar bunga pesanan dari Tuan Devian, kalau bisa biar saya titipkan saja lewat bapak di sini." sahut Alicia .
Satpam itu menatap Alicia dengan ragu dan secara halus menolak untuk menerima titipan bagi bosnya, karena dia sangat tau kalau bosnya tidak suka miliknya disentuh orang lain.
"maaf nona ,saya tidak bisa menerima titipan itu, karena tuan Devian sudah berpesan jika ada kurir yang mengantar pesanannya harus di serahkan secara langsung." sahut satpam itu dengan yakin.
Alicia," hmm,,,baiklah, apa bapak bisa menunjukkan dimana ruangan Tuan Devian ,karena saya baru pertama kali kesini."
" nona langsung masuk saja, dan masuk lift ,ruangannya ada di lantai 6 pintu kedua yang paling besar." ucap satpam menjelaskan.
Alicia," baik pak ,terimakasih."
Satpam membalas dengan anggukan Serta membuka pintu untuk Alicia dan mempersilahkannya masuk.
Dengan sopan Alicia segera memasuki kantor yang sangat besar itu , dalam hatinya berdecak kagum ketika melihat ruangan yang begitu mengagumkan.
Dia bergumam seandainya bisa bekerja di sini pasti akan sangat menyenangkan dan berpenghasilan besar, namun Alicia segera menepis angan-angan itu yang di rasanya sangat tidak mungkin karena dia tidak menyelesaikan pendidikannya ,kala itu ketika papanya meninggal dia memutuskan untuk berhenti kuliah dan ingin selalu membantu mamanya mengurus toko bunga.
Ketika sudah keluar dari lift Alicia mencari pintu yang paling besar di ruangan itu dan benar saja dia melihat ada satu pintu yang sangat mencolok dan berbeda dari pintu lainnya.
Segera ia mendekat ke arah sekretaris yang berada tidak jauh dari pintu itu dan meminta izin untuk bisa mengantarkan pesanan Tuan Devian.
"maaf nona, apa saya bisa bertemu dengan Tuan Devian , apa Tuan berada di dalam". tanya Alicia dengan sopan.
" iya, kamu siapa ya, ada keperluan apa dengan Tuan Devian ?"
sahut Bianca dengan nada menyelidik dan sedikit cemburu, ya,,sekretaris itu adalah Bianca ,dia akan selalu curiga jika ada wanita yang akan menemui bosnya, apalagi Alicia terlihat sangat cantik meskipun berpenampilan biasa.
" saya ingin mengantar pesanan Tuan Devian ,karena sesuai permintaan untuk diserahkan secara langsung." sahut Alicia menjelaskan."
Bianca ,"owh, jadi kamu kurir, ya sudah silahkan masuk, Tuan Devian ada di dalam."
Bianca dengan lega mengarahkan Alicia untuk memasuki ruangan bosnya, dan dengan karakter bosnya dia yakin bahwa setelah menyerahkan pesanan kepada bosnya pasti Alicia akan Segera di usir dari ruangan itu.
__ADS_1
Alicia mengetuk pintu dengan perlahan dan terdengar suara dari dalam mempersilahkan masuk. segera ia membuka pintu dan masuk dengan sopan sambil mengatakan maksud dan kedatangannya.
terlihat seorang pria yang gagah dengan penampilan menawan berdiri menghadap jendela dan membelakangi Alicia.
" maaf Tuan ,saya dari Megan Florist ingin mengantarkan pesanan bunga lili yang tuan pesan kemarin."kata Alicia menjelaskan.
Devian seketika terhenyak ketika mendengar suara yang sangat familiar dan segera berpaling untuk melihat siapa pemilik suara itu.
Dengan tatapan menyelidiki Devian perlahan mendekat, berlagak acuh dan mengambil bunga lili dari tangan Alicia.
Devian ," kamu kurir baru?"
Alicia ," iya Tuan".
Devian ," bukannya kurir Megan Florist semuanya pria ya."
"Tuan benar, dan saya bukan kurir tapi anak pemilik megan florist ,berhubung kurir yang biasanya tidak masuk jadi saya sementara menggantikan."Alicia menjelaskan.
Devian termenung sejenak dan sedikit menatap Alicia yang seolah-olah ada sesuatu rasa yang sulit untuk di ungkapkan.
" oke, tidak masalah selama kamu bisa menjaga bunga saya dengan baik dan tidak rusak sedikitpun, tp jika ada kerusakan maka kamu harus bertanggungjawab."ucap Devian acuh sekedar basa-basi.
Sambil ternganga Alicia bergumam ," dasar pria aneh, menyebalkan, bukankah dia sangat kaya raya ,bahkan hanya dengan kerusakan sedikit bunga pesanan tidak akan membuatnya miskin."
Devian ," menurut saya tidak, besok dan seterusnya harus kamu yang mengantar bunga ke sini.
Alicia ," maksud Tuan?
apa tuan mengatur saya harus menjadi kurir khusus untuk tuan?
Devian ," iya ,bisa dibilang begitu."
Alicia," saya tidak mau, saya hanya akan menjadi kurir saat ibu saya memintanya."
Devian ," mudah saja, saya akan meminta ibumu untuk menjadikanmu kurir khusus untuk saya."
Alicia merasa muak dengan pria tampan yang arogan di hadapannya, dengan tangan mengepal dan menahan emosi dia berpamitan untuk segera pergi meninggalkan ruangan itu.
"sepertinya saya sudah selesai menyampaikan pesanan tuan secara langsung, permisi saya masih punya urusan yang lain." ucap Alicia dengan kesal.
__ADS_1
"apa kamu tidak punya nama".sahut Devian yang penasaran dengan nama Alicia.
"nama saya Alicia ,permisi." ucap Alicia sambil meninggalkan ruangan Devian.
Bianca yang menyaksikan kepergian Alicia dengan penuh emosi merasa penasaran, berusaha menerka-nerka apa yang sebenarnya tadi terjadi didalam sana, apakah Alicia mencoba untuk merayu bosnya dan membuat bosnya marah.
Bianca tersenyum dan bergumam" tidak akan ada yang bisa merayu Tuan Devian ,kalaupun ada itu harusnya aku."
Di sisi lain setelah kepergian Alicia , Devian berfikir sejenak kearah masa lalu ,berusaha mengingat sebuah nama ,namun sepertinya dia harus kecewa karena dulu dia hanya mengenal satu nama yaitu Alisa ,tapi gadis cantik yang baru saja hadir dihadapannya itu bernama Alicia .
apakah Alisa sama dengan Alicia , memikirkan itu membuatnya sakit kepala.
"Gravin,,,,," Devian berteriak memanggil Gravin , dengan segera Gravin masuk menghampiri tuannya.
"ada apa tuan, kenapa tuan suka sekali berteriak ,apa tuan tidak tau saya sedang menyebar umpan." sahut Gravin dengan kesal.
Devian," saya ingin kamu menyelidiki seorang gadis bernama Alicia, dia anak pemilik megan florist, cari tau semua tentang dia."
Gravin," a-apa,,,,, apa tidak salah tuan menyuruh saya menyelidiki seorang gadis, sepertinya ini bukan karakter tuan."
sambil menautkan alisnya dengan heran Gravin menatap bosnya.
Devian," ada sesuatu yang ingin saya cari tau."
Gravin ," oke ,,sesuai permintaan Tuan akan segera saya selidiki.
ketika melihat bosnya yang sedang memegang dan mencium bunga lili , Gravin selalu penasaran dan tidak ada seorangpun yang tau mengapa bosnya selalu meletakkan bunga lili putih di meja kerjanya dan setiap saat menggantinya dengan yang baru sehingga selalu terlihat segar.
Gravin," tuan Devian , dari begitu banyak bunga ,mengapa tuan begitu menyukai bunga lili putih dan tidak pernah menggantinya dengan yang lain?"
"karena bunga ini adalah masa depan saya." jawab Devian singkat.
Gravin melongo mendengar ucapan Devian yang tidak terduga ,karena dia tau bahwa bosnya tidak suka memuja cinta. tapi mengapa dia justru mengikat perasaannya pada bunga lili, apakah dia jatuh cinta pada bunga.
pikiran Gravin terbang entah kemana hingga menyisakan sesuatu yang tidak masuk akal.
"apa kamu kira saya jatuh cinta pada bunga". ucap Devian membuyarkan lamunan Gravin, seolah Devian tau apa yang ada di dalam fikirannya.
"siapa tau, saya cuma takut kalau tuan tidak normal,,hahaha."jawab Gravin terbahak-bahak.
__ADS_1
"itu tidak akan terjadi ,kamu tenang saja ,tidak lama lagi akan tiba saatnya." sahut Devian mantap.
"baiklah tuan Devian ,jika saatnya tiba saya akan melihat seperti apa wanita cantik yang bisa menaklukkan hati tuan." sambil berlalu pergi Gravin tersenyum penuh arti.