Ku Temukan Dirimu

Ku Temukan Dirimu
Mabuk berat


__ADS_3

Malam semakin larut ,pesta ulang tahun sudah selesai ,terlihat raut bahagia di wajah Clovis.


tak terpikirkan olehnya mendapatkan hadiah yang sangat mewah dari orang terhormat dan sangat di segani di kota itu.


kini saatnya Devian pulang, ia beranjak dari tempat duduknya ingin berpamitan ,namun Alicia seolah menahannya untuk tidak pulang sekarang.


"sebaiknya tuan pulang sebentar lagi, akan lebih bagus jika kita minum bersama." ucap Alicia sedikit ragu.


Janice dan Clovis mendukung Alicia untuk mengajak Devian minum bersama, sudah lama mereka tidak merayakan ulang tahun dengan minum sebagai penutup.


"hmm,,,,boleh juga, tapi saya menyetir, tidak bisa minum banyak." sahut Devian.


"tak mengapa, tuan hanya perlu bergabung agar suasana semakin ramai." ungkap Alicia memohon.


Devian kembali ke tempat duduknya dan acara minum dimulai, ia meneguk satu gelas alkohol bersamaan dengan Alicia dan yang lain.


cukup dengan satu gelas saja Devian tak lagi menambah minumnya ,namun berbeda dengan Alicia yang terus-menerus minum seperti orang depresi , hingga mabuk berat.


Devian tercengang menatap wajah kemerahan Alicia. seakan tak percaya bahwa gadis mungil seperti dia bisa minum sebanyak ini.


" tuan, mengapa berhenti minum, bukankah kita sedang merayakan pesta." ucap Alicia yang saat itu sangat mabuk seraya memegang kedua pipi Devian dengan pandangan seakan menggoda penuh gairah.


merasa tak tahan diperlakukan seperti ini, jiwa laki-lakinya serasa ingin berontak dan menelan mangsa di hadapannya, namun tak lama Alicia melepaskan Devian dan sedikit mendorongnya.


"kamu jahat Dev, sudah lama aku menunggu tapi kamu tak pernah sekali pun datang menemui ku." ucap Alicia asal bicara di iringi tangisan menyayat hati lantaran pengaruh alkohol yang kuat, ia tak sadar apa yang diucapkannya sekarang.


Merasa terkejut dan tak menyangka kalau Alicia akan berbicara seperti ini, dengan perlahan Devian menarik tangan Alicia untuk mendekat dan memeluknya seraya mengucapkan kata maaf yang dalam.


" hmmm,,,,mengapa tuan minta maaf, tuan adalah Devian Bimakarsa Presdir Bimakarsa group, bukan Dev pacar saya." ucap Alicia dalam pelukan Devian seakan sadar bahwa Devian bukanlah Dev pacarnya.


"tidak apa-apa, saya hanya ingin membuatmu tenang." jawab Devian dengan lembut sembari mengusap puncak kepala Alicia.


Tak berapa lama akhirnya Alicia tertidur, perlahan Devian mengangkat dan menempatkan Alicia di kamarnya, menutup rapat tubuhnya dengan selimut. Sejenak ia menatap wajah Alicia dan membelainya kembali mengucapkan kata maaf kerena rasa bersalahnya.


" jika kamu jatuh cinta kepada saya lagi secara langsung, maka saya akan segera mengatakan segalanya, mengapa kamu sama sekali tidak mengenali saya, padahal saya begitu dekat denganmu." gumam Devian penuh harap.


Perlahan Devian keluar dari kamar Alicia dan menutup pintu, terlihat Janice dan Clovis juga sudah tertidur di sofa. ia keluar rumah dan melaju dengan Rolls-Royce menuju kediamannya di taman matahari terbit, saat itu sudah menjelang tangah malam.


Devian langsung ke kamar mandi membersihkan tubuhnya dan segera tidur, namun kata-kata Alicia saat mabuk selalu terngiang di telinganya sehingga ia mengalami insomnia.


keesokan harinya Devian tiba di gedung Bimakarsa group dalam keadaan lesu, serta mata panda dan masih mengantuk.


Gravin yang melihat merasakan ada hal yang tidak beres dengan atasannya itu.

__ADS_1


"apa yang sudah tuan lakukan semalam, mengapa tuan seperti ini." ucap Gravin dengan kening mengkerut keheranan.


"hmmm,,,,semalam saya tidak bisa tidur ,Gravin." sahut Devian lesu.


" bukankah selamam tuan sedang merayakan pesta ulang tahun dengan keluarga Alicia, apakah tuan sudah mencicipi makanan nikmat bersama Alicia sampai pagi, sehingga tuan menjadi seperti ini." ucap Gravin menerka-nerka.


Devian ," apa katamu?"


Gravin,"uhuk,,,uhuk,,,,segala kemungkinan bisa saja terjadi."


Devian," Alicia tidak seperti itu."


memang benar, Alicia bukan gadis yang mudah untuk di taklukkan, terbukti selama 10 tahun ia hanya mencintai satu pria meskipun belum pernah bertemu, janji setia yang pernah diucapkan masih bertahan hingga sekarang. hal ini membuat Devian sangat bangga dan bahagia, ternyata selama ini ada seorang gadis yang tetap setia menunggunya.


..........


Sinar mentari pagi menembus celah-celah jendela mengenai wajah Alicia, membuatnya terbangun dan merasakan sakit di kepalanya.


sejenak ia terdiam, mengingat apa yang terjadi semalam, dalam ingatannya ia berada diperlukan Devian, lalu mengapa sekarang bisa berada di tempat tidurnya, apakah Devian yang menggendongnya ke sini. lalu di mana Devian sekarang.


Alicia berlari keluar dari kamarnya dan tidak lagi menemukan sosok Devian ,yang ada hanyalah Clovis yang masih tertidur di sofa dan mamanya di dapur sedang menyiapkan sarapan.


"Alicia, mengapa kamu begitu panik, siapa yang kamu cari?" ucap Janice penasaran.


"sepertinya tuan Devian sudah pulang sejak semalam." sahut Janice yakin.


"Oh, Cia kira tuan Devian menginap di sini." ucap Alicia .


Janice," mana berani tuan Devian menginap di sini, kamu begitu ganas saat mabuk."


Alicia ," benarkah, apa mama tau apa yang Cia lakukan semalam?"


Janice,"tentu saja, kamu memarahi tuan Devian ,seakan memarahi pacar masa lalu kamu."


Alicia tercengang tak percaya, segera ia berkemas dan ingin pergi ke Bimakarsa group mencari Devian untuk meminta maaf secara langsung.


Janice ," Cia, jika kamu mau pergi menemui tuan Devian sekalian saja bawa bunga lili itu, tuan devian akan mengganti bunganya setiap hari.


"baik ma." sahut Alicia singkat sembari mengambil bunga lili putih yang sudah dipersiapkan ibunya dan langsung pergi menuju gedung Bimakarsa group.


Tiba di sana ia langsung menuju ruang kantor Devian, para satpam penjaga tak lagi menahannya lantaran melihat bunga lili putih yang dipegang Alicia, dan mereka mengerti.


Sedikit ragu Alicia mengetuk pintu ruangan Devian, dan segera terdengar suara mempersilahkan masuk.

__ADS_1


Di dalam ruangan terdapat Gravin dan Devian yang sedang duduk membahas sebuah peluncuran produk baru. seketika mereka tercengang melihat kedatangan Alicia yang tak terduga.


"maaf tuan Devian, saya mengantarkan bunga lili pesanan tuan." ucap Alicia ragu-ragu.


"hmm,,,,langsung saja kamu gantikan bunga yang ada di vas dengan yang baru."sahut Devian dengan senyuman menyeringai, seakan mengerjai Alicia, namun dengan cepat Alicia melakukannya.


"bukankah biasanya tuan tidak mau kalau milik tuan di sentuh orang lain, lalu sekarang bagaimana dengan Alicia." ucap Gravin sengaja mengerjai atasannya, meskipun dia tau alasan di balik semua itu, dengan seringai licik ia menunggu jawaban dari Devian.


" tentu saja aturan itu tidak berlaku untuk Alicia, karena dia adalah sahabat saya." sahut Devian tanpa ragu.


Gravin," sahabat?".


Devian," benar, sejak semalam Alicia resmi menjadi sahabat saya."


Gravin," hmmm,,,,sayang sekali, mengapa hanya sahabat, seharusnya istri."


Devian," maunya saya seperti itu tapi tidak dengan Alicia."


"terserah kalian saja." ucap Gravin terpaksa merestui 'persahabatan' keduanya.


Alicia yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan antara atasan dan bawahan itu merasa semakin bersalah.


Alicia ," tuan , saya minta maaf atas kejadian semalam."


Devian," apa kamu ingat dengan apa yang kamu lakukan semalam."


Alicia," saya tidak terlalu ingat tapi saya tau jika sedang mabuk saya akan melakukan hal-hal aneh."


Devian,"misalnya?"


" sepertinya semalam saya sudah memarahi tuan, saya minta tuan jangan salah faham, saya tidak bermaksud seperti itu." ucap Alicia memelas.


"hmm,,,saya mengerti, dan semua itu bukan masalah, apa lain kali kita bisa minum bersama lagi." sahut Devian dengan senyum penuh arti.


Alicia," apakah tuan benar-benar tidak marah?"


Devian ," tentu saja."


Alicia," terimakasih tuan, kalau begitu saya permisi dulu."


Devian ," silahkan ."


Melihat kepergian Alicia membuat Devian tak mampu menahan tawa,"gadis ini benar-benar lucu." gumamnya.

__ADS_1


Gravin hanya bisa menggelengkan kepalanya menyaksikan dua sejoli yang semakin aneh.


__ADS_2