Ku Temukan Dirimu

Ku Temukan Dirimu
Perjanjian


__ADS_3

Usai rapat , dengan mengendarai Rolls Royce Devian pulang ke kediamannya di taman matahari terbit. Bangunan yang sangat megah dengan arsitektur bergaya perancis dengan dinding yang didominasi warna putih ,perpaduan modern dan klasik terlihat sangat mewah dan elegan.


Halaman depan dihiasi dengan berbagai bunga warna wani, namun yang terlihat mencolok adalah terdapat begitu banyak bunga lili putih di pinggir jalan masuk menuju pintu rumah utama.


Devian berjalan menuju halaman depan dan memandang hamparan bunga lili yang berbaris rapi ,terlihat senyuman yang menawan di bibirnya.


Dalam hati dia bergumam" sebentar lagi pemilik sesungguhnya taman ini akan tiba".


memang sejak awal Devian membangun taman matahari terbit hanya untuk Alicia ,karena dia yakin pada suatu saat mereka akan bersatu.


semua detail bangunan dan gaya arsitektur serta tanaman bunga yang menghiasi taman matahari terbit adalah rancangan Devian sendiri, menurutnya itu semua cocok dengan diri Alicia yang kala itu dia fikir sangat anggun, meskipun belum pernah bertemu.


sekarang Devian sungguh ingin segera membawa Alicia kedalam taman itu namun saatnya belum tepat, Alicia belum mengenali Devian, meskipun Devian tau siapa Alicia tp ia ingin membuat Alicia jatuh cinta kedua kalinya secara langsung.


Memasuki rumah yang begitu besar dan hanya di huni oleh Devian bersama para pelayannya karena kedua orang tuanya tinggal di Eropa membuat Devian merasakan kesepian didalam hatinya, sepi yang dirasakan begitu lama.


Meskipun harapan telah datang di depan mata ,namun terasa sulit untuk di gapai.


Devian tidak akan bisa menerima kenyataan jika Alicia tak bisa memaafkannya.


teringat kala itu Devian pernah mengucapkan sebuah janji kepada Alicia untuk setia dan bersabar menunggu meskipun mereka belum pernah bertemu, Devian dengan yakin mengatakan akan menemui Alicia di kota Teratai biru, tapi tidak lama setelah itu Devian pergi ke Eropa untuk melanjutkan pendidikannya karena perintah dari orang tuanya.


Dengan berat hati Devian pergi meninggalkan kota sembilan warna dan tak pernah datang menemui Alicia di kota Teratai biru, hingga harus kehilangan kontak dengan Alicia.


Mengingat semua itu membuat Devian merasa semakin hampa dan penuh harap.


ia berbaring di sofa sambil memejamkan matanya ,berusaha mengingat kenangan manis bersama Alicia, mengingat suara gadis imut 10 tahun lalu, yang sama sekali tak pernah di lupakan Devian.


Alicia ,"apakah kamu tampan."


Devian," tentu saja."


Alicia," kalau begitu jadikan aku istrimu."


Devian,"mengapa kamu ingin menjadi istriku."


Alicia," karena aku hanya ingin menikah dengan pria tampan."


Devian," mengapa harus seperti itu."


Alicia," karena aku cantik, dan kamu tampan, maka kita cocok.'


Devian," hmmm,,,baiklah, kalau begitu tunggu aku di sana ,aku akan menemui mu."


Begitulah ingatan 10 tahun lalu yang muncul di benak Devian, suara yang begitu imut dan polos, namun membuat Devian merasakan getaran yang hebat di dalam hatinya.


Dengan malas Devian beranjak dari sofa menuju ke kamarnya menaiki tangga, kamar Devian ada di lantai dua, ntah mengapa hari ini di rasa begitu melelahkan.


"Tuan ,tadi nyonya besar telfon menanyakan kabar tuan, langsung saya jawab kalau tuan di sini baik-baik saja." ucap Grace, pelayan Devian berusia 55 tahun yang sudah merawat Devian sejak anak-anak, sehingga sudah dianggap seperti ibunya sendiri.

__ADS_1


"Bagus ibu Grace, nanti kapan-kapan kalau mommy telfon lagi bilang saja saya bahagia di sini, saya tidak mau membuatnya cemas." sahut Devian dengan nada santai.


"Baik tuan Dev, apakah tuan sudah makan?."balas Grace.


"saya belum ingin makan ,nanti kalau mau akan saya beritahu."jawab Devian.


"Baik tuan,,saya permisi dulu."ucap Grace sambil pergi ke arah dapur.


Devian masuk ke kamarnya dan membersihkan diri di kamar mandi, memang setiap pulang kantor Devian sudah terbiasa langsung mandi, ia merupakan tipe pria yang suka akan kebersihan.


............


Alicia ingin membuat kejutan ulang tahun untuk adik laki-lakinya. Besok Clovis akan genap berusia 20 tahun ,ia adalah adik satu-satunya yang sangat di sayangi Alicia, begitu juga dengan Clovis yang sangat menyayangi kakaknya.


Selain sudah mempersiapkan kado istimewa untuk adiknya, Alicia juga ingin menyiapkan kue tart buatannya sendiri.


Alicia sangat pandai membuat kue, semua kue buatannya terasa sangat enak.


Malam itu Alicia keluar sendirian membeli bahan kue di minimarket tidak jauh dari rumahnya.


ketika baru sampai di pertengahan jalan, Alicia di kagetkan dengan bunyi klakson dari sebuah Rolls-Royce yang berhenti tepat di sampingnya.


tidak lama muncul seorang pria sangat tampan dan penuh wibawa namun terkesan cuek , membuat Alicia seketika mengenalnya.


"apa yang kamu lakukan." teriak Alicia kepada Devian, ya pria itu adalah Devian yang sengaja menghentikan mobilnya ketika tidak sengaja melihat pujaan hatinya berjalan sendirian.


"tidak perlu."balas Alicia ketus, membuat Devian terasa sesak.


Devian," kalau begitu saya akan menemanimu berjalan sampai tempat tujuan."


Alicia ," apa masalahmu? saya bisa berjalan sendirian."


Devian ,"saya hanya tidak ingin ada yang mengganggu mu di malam seperti ini."


" bukankah yang mengganggu saya sekarang adalah tuan Devian sendiri." ucap Alicia dengan ketus namun terdengar lucu bagi Devian.


"saya tidak menggangu kamu, silahkan kamu berjalan di depan, dan saya hanya akan mengikuti secara diam di belakang. ucap Devian.


"terserah."ucap Alicia acuh sambil terus berjalan dan benar saja Devian mengikutinya hingga sampai ke minimarket yang dituju.


Dengan santai dan nada yang sok akrab Devian menanyakan tujuan Alicia datang ke minimarket itu. Alicia menjelaskan semuanya.


" sebenarnya apa yang kamu cari".


ujar Devian.


"saya hanya ingin membeli beberapa bahan membuat bahan kue tart." jawab Alicia santai.


Devian ," kue tart? siapa yang ulang tahun."

__ADS_1


Alicia," adik saya Clovis besok genap 20 tahun."


"benarkah, bolehkah saya ikut bergabung untuk merayakannya." ucap Devian penuh harap, jika Alicia mengijinkannya maka dia akan semakin dekat dengannya.


"kami tidak pernah merayakannya bersama orang luar ." ujar Alicia sedikit cuek, membuat Devian muram.


"Tidak apa-apa saya hanya akan menjadi tamu yang baik, dan akan membawa hadiah istimewa untuk adik mu." ucap Devian berusaha untuk bergabung di keluarga Alicia.


"hmm ...terserah anda saja." sahut Alicia karena merasa tak bisa lagi mengelak.


Devian mendengar hal itu sangat sumrigah dan senang, merasa selangkah lagi akan lebih dekat dengan pujaan hatinya, dengan senang hati dia membantu Alicia mencari barang yang dibutuhkan.


Sampai di kasir dia segera menyodorkan kartu hitamnya untuk membayar semuanya membuat Alicia seketika melongo tak percaya dengan apa yang dilakukan pria itu.


Alicia," apa yang anda lakukan, bukankah ini semua belanjaan saya, mengapa anda yamg membayarnya?


Devian," lalu mengapa jika saya yang membayarnya, bukankah besok saya ikut makan semuanya."


Alicia," iya , tapi tuan Devian hanya sebagai tamu di rumah kami, jadi tidak pantas jika tuan membayar semua belanjaan saya."


Devian," tidak apa-apa ,saya hanya ingin berbuat baik."


Alicia terdiam, merasa tidak enak dan sedikit heran mengapa sekarang bos besar Bimakarsa group itu begitu baik dengannya.


padahal sebelumnya diketahui sangat dingin dan arogan. apakah dia merencanakan suatu pembalasan karena Alicia sudah bersikap acuh terhadapnya.


Alicia berjalan keluar minimarket merasa sedikit linglung memikirkan semuanya, sehingga tak terasa ia menabrak bagian belakang Devian yang berhenti tiba-tiba, membuat Devian sedikit kaget sekaligus senang.


"aduh,,,mengapa tuan berhenti tiba-tiba." ucap Alicia kesal dan mengelus hidungnya yang terkena lengan Devian.


" seharusnya saya yang bertanya, mengapa kamu menabrak saya, bukannya dari tadi saya di sini." jawab Devian sengaja menggoda Alicia, sehingga membuat wajah Alicia sedikit memerah merasa malu karena tau bahwa itu kesalahannya.


" oh,,,ma-maaf,,,,,sa-saya ,,,tidak sengaja." ucap Alicia gelagapan kerena menahan malu.


Devian yang menyaksikan perubahan sikap Alicia merasa sangat senang ,karena sejak awal pertemuan Alicia selalu cuek, baru kali ini Alicia menunjukkan sikap yang malu-malu.


Devian," ayo ,sekalian saya antar pulang."


Alicia," apa tuan tidak punya urusan lain."


Devian," tidak."


Alicia," lalu mengapa tuan keluar malam-malam?"


Devian," awalnya saya hanya ingin keluar membeli minuman ,tidak sengaja bertemu kamu, sekalian saja ,saya juga mau pulang ."


Alicia tak bisa menolak tawaran Devian, entah mengapa saat ini Alicia merasa Devian begitu berbeda dari kemarin saat pertama bertemu, sekarang dia lebih ramah dan peduli.


semua itu membuat perasaan Alicia menjadi tidak enak dan sedikit segan.

__ADS_1


__ADS_2