Ku Temukan Dirimu

Ku Temukan Dirimu
Siapa dia


__ADS_3

Setelah Gravin mendapatkan tugas dari atasannya, dia bergegas memanggil anak buahnya dan pergi menyelidiki sosok Alicia .


Dengan mobil Bugatti Divo mereka melaju ke arah toko bunga Megan Florist dan parkir tidak jauh dari sana , sangat mudah untuk menemukan toko itu, karena merupakan satu-satunya toko bunga yang sudah berdiri sejak lama di kota sembilan warna, di sana Gravin menyaksikan dari luar dan mencoba mengamati sosok gadis yang dimaksud bosnya.


sesaat kemudian terlihat seorang gadis yang sangat cantik mengenakan dress dengan rambut terurai ,sungguh pemandangan yang menakjubkan, membuat mata Gravin terbelalak.


dalam diam dia mengagumi gadis itu, tp Gravin segera sadar dan teringat perintah dari bosnya ,apakah mungkin gadis ini yang di maksud Tuan Devian, waw,,,,benar-benar sangat indah, gumamnya.


Pantas saja tuan Devian terpesona melihatnya.


Gravin menyuruh anak buahnya sekaligus sopirnya Stein untuk turun mencari informasi tentang gadis itu, sementara Gravin menunggu di dalam mobil sambil mengagumi Alicia.


Alicia yang sedang merangkai bunga tidak sadar jika sejak tadi ada sepasang mata yang mengawasi dari kejauhan.


Tidak berapa lama Stein datang dan masuk kedalam mobil dengan membawa beberapa berkas untuk di serahkan kepada Gravin.


Stein," ini tuan ,semua informasi yang tuan butuhkan ada di sini."


Gravin," kerja yang bagus, ayo kita kembali."


Mereka akhirnya kembali dengan membawa hasil yang memuaskan.


Sesampainya di Bimakarsa group Gravin langsung menemui Devian untuk menyerahkan apa yang di dapatnya.


.........


Alicia sudah selesai mengantar semua pesanan pelanggan dan langsung mandi karena tidak tahan dengan keringatnya sendiri, dia keluar dari kamar mandi dan memilih sebuah dress yang cantik untuk di kenakan, saat menjadi kurir Alicia tidak mau memakai dress karena dia tidak mau terlihat sangat cantik diluar sana.


menurutnya hanya seseorang dimasa lalu yang pantas mengaguminya bukan pria lain ataupun bos arogan seperti Devian Bimakarsa yang tidak bisa menghargai wanita.


Penampilan yang tampan dan menawan tidak membuat perasaan Alicia luluh ,tapi justru lebih membencinya, dia tidak suka sosok pria yang suka memerintah wanita dan tidak menghargainya.


"Cia, kamu kenapa cemberut?"


tanya Janice .


"tidak ma, Cia cuma tidak suka dengan seseorang."sahut Alicia.


"apakah dia seorang pria?" .balas ibunya menyelidik.


"Tuan Devian itu ternyata sangat menyebalkan, Cia tidak akan mengirim bunga ke sana lagi." ungkap Alicia.


Janice," jadi yang membuat kamu seperti itu Tuan Devian ?" bukannya dia masih muda dan sangat tampan."


"Dia memang muda dan tampan ma, tapi dia juga sangat arogan."kata Alicia.


Janice ,"kalau membenci orang jangan terlalu dalam nak, bagaimana kalau suatu saat kamu malah menyukainya."


Alicia,"sepertinya tidak mungkin ma, dia dan Cia seperti bumi dan langit, terlalu jauh untuk didekatkan, lagipula Cia tidak tertarik."

__ADS_1


Janice," tentu saja kamu tidak tertarik, karena kamu masih menunggu pangeran tampan mu itu tiba, iya kan?". sambil menggoda Alicia.


" ih,,,mama" jawab Alicia malu.


tapi memang benar Alicia sampai sekarang masih menunggu cinta pertamanya di masa lalu.


berharap suatu saat akan bertemu, jika saatnya tiba mungkin Alicia akan menjadi gadis yang paling berbahagia.


.........


Bimakarsa group, Devian yang melihat Gravin berjalan santai mendekatinya segera menegur dan memperingatkannya.


"apa yang kamu lakukan Gravin, bukannya tadi saya menyuruhmu menyelidiki seseorang." ucap Devian.


"itu semua sudah saya lakukan tuan, mengapa tuan suka sekali memarahi saya, tidakkah tuan bertanya apa yang sudah saya temukan." keluh Gravin.


"karena kamu patut dimarahi, lalu apa yang sudah kamu temukan." jawab Devian acuh.


" ini, silahkan tuan cari informasi yang tuan perlukan." ucap Gravin sambil menyodorkan berkas di tangannya.


Devian,"hmm,,,kerja yang bagus."


" apa saya tidak salah dengar, tadi tuan memarahi saya, dan sekarang tuan memuji saya."


keluh Gravin merasa dipermainkan bosnya.


Di sana terlihat jelas biodata lengkap Alicia dan yang membuat Devian tersenyum adalah ketika menemukan sebuah nama yang tidak asing terdapat di kolom nama panggilan, yaitu Alisa.


Dugaan Devian ternyata benar bahwa Alicia adalah Alisa ,gadis di masa lalu yang membuatnya jatuh cinta hanya dengan mendengar suaranya.


suara itu masih terdengar sama sampai kini, hingga membuat Devian masih bisa mengenalinya.


saat itu hubungan mereka terputus karena Devian harus melanjutkan pendidikan ke Eropa, dia kehilangan kontak dengan Alicia.


Bertahun-tahun Devian berusaha menemukan Alicia namun semua nihil, karena Alicia sudah tidak lagi berada di kota Teratai Biru ,kota kelahiran Alicia dan hanya itu yang Devian ketahui.


sangat sulit untuk mencari seseorang yang belum di ketahui wajahnya, namun Devian saat itu yakin bahwa Alicia adalah sosok gadis yang cantik.


"apa boleh saya tau siapa gadis itu, dan mengapa tuan begitu terobsesi dengannya." ucap Gravin secara tiba-tiba.


"bukan kah dulu saya pernah mengatakan bahwa saya telah kehilangan seseorang."jawab Devian santai.


"lalu apa kaitannya gadis ini dengan seseorang yang hilang itu." Gravin mengerutkan keningnya merasa bingung.


"karena seseorang yang hilang itu sekarang sudah saya temukan."jawab Devian singkat sambil menyunggingkan senyum yang menawan ke arah Gravin.


Gravin,"........".maksud Tuan gadis ini?"


Devian," benar".

__ADS_1


Gravin," wow,,benar-benar amazing, ternyata tuan seorang pria normal, saya sangat iri, gadis itu benar-benar cantik, saya sempat terpesona."


Devian," apa katamu? jangan coba-coba mengambil milik saya, kamu cari sendiri yang lain."


"oke,,oke,,saya tidak akan mengambil milik tuan, saya sudah punya Bianca ,,,hhhhhh." sahut Gravin sedikit kesal .


"kamu jaga Bianca baik-baik, jangan biarkan dia menggoda saya ,kalau tidak maka saya akan mencari menggantinya."ancam Devian.


Gravin yang merasa bosnya agak keterlaluan akhirnya mengalah dan menuangkan air untuk diminum,


" apakah gadis itu masih mengenali tuan."ucap Gravin yang seketika membuat Devian terdiam.


"dia tidak lagi mengenali saya ,karena mungkin suara saya sudah berubah, tapi saya masih mengenalinya." jawab Devian


" lalu, apakah tuan akan mengungkapkan yang sebenarnya kepada Alicia." ujar Gravin.


"sepertinya tidak sekarang Gravin ,saya ingin dia bisa mengenali saya dengan sendirinya." ungkap Devian lesu.


Devian merasa belum siap untuk mengungkapkan semuanya kepada Alicia ,karena dia takut kalau Alicia membencinya.


Devian takut kalau Alicia mengira dia dengan sengaja memutuskan hubungan dengan Alicia dan sengaja tidak mau memberikan kabar.


sesungguhnya Devian merasakan kerinduan yang dalam terhadap Alicia.


sambil memandang bunga lili putih di hadapannya, Devian tersenyum dan bergumam, "tidak lama lagi kita akan bersama."


Pintu ruangannya diketuk dan terlihat Bianca memasuki ruangan, dengan penampilan seperti itu jelas Bianca pasti memiliki tujuan lain, dan Devian sudah mengetahuinya namun tak merespon.


Bianca yang memperhatikan pria tampan itu sedang membelai bunga lili dengan lembut merasa sangat terpesona.


"apa yang kamu lakukan." kata Devian acuh.


" ma-maaf tuan saya mau minta tanda tangan." jawab Bianca gelagapan karena kepergok sedang menatap lekat ke arah bosnya.


Devian tanpa basa -basi langsung menandatangani dan segera menyuruh Bianca untuk keluar, namun Bianca belum juga beranjak tapi malah mendekati Devian.


"tuan, Minggu depan pihak Angkasa Group ingin mengadakan pertemuan untuk membahas kerjasama, masalah tempat dan waktunya pihak mereka meminta tuan yang menentukan sendiri." ucap Bianca sambil sedikit menggoda Devian.


"baik, saya perlu membicarakannya dengan Gravin, nanti akan saya beritahu, sekarang silahkan kamu keluar, dan ingat jangan coba-coba menggoda saya." jawab Devian dengan ketus membuat Bianca seketika malu karena rencananya diketahui.


ketika Bianca sudah mau keluar tiba-tiba Devian memanggilnya dan membuat Bianca merasa senang namun akhirnya kecewa.


"Bianca." panggil Devian.


"iya tuan."jawab Bianca tersenyum.


" besok jangan lagi berpakaian seperti itu, kamu di sini bekerja, bukan untuk menggoda pria."kata Devian dengan nada ketusnya.


Bianca hanya bisa mengangguk dan perlahan keluar, dengan perasaan yang campur aduk.

__ADS_1


__ADS_2