
Malam itu suasana sangat hening, Willy duduk termenung di pinggir kolam renang dengan segelas Vodka di tangannya, hati yang gelisah membuatnya menghabiskan malam sendirian dan minum-minum.
pikirannya terus saja tertuju kepada sosok cantik Alicia, dalam keadaan setengah mabuk ia berteriak memanggil nama Alicia berulang kali namun hanya suara binatang malam yang membalas panggilannya.
Tak kuat menahan hasrat terpendam ia melemparkan gelas ke lantai dan hancur berantakan, ia bergegas mengambil kunci mobil dan pergi dalam keadaan mabuk menuju rumah Alicia, di sana ia kembali berteriak memanggil nama gadis itu.
"Aliciaaaaaa.........!!!!!"
"Aliciaaaaaaaa..........!!!"
"aku menginginkanmu.....!!"
"Aliciaaa.......!!"
Sementara didalam rumah ,Janice , Alicia dan Clovis dibuat penasaran ketika mendengar teriakan orang tanpa henti.
Janice," Cia ,siapa orang yang teriak-teriak dimalam seperti ini."
Alicia," Tidak tau ma, tapi sepertinya Cia kenal suara itu."
Alicia perlahan membuka pintu dan dugaannya ternyata benar, ia melihat Willy berdiri diatas mobilnya dan tersenyum ke arahnya.
"Apa yang anda lakukan di tengah malam seperti ini, apakah anda tidak waras." ucap Alicia sangat kesal dan merasa tidak enak dengan tetangga sekitar.
Willy," iya benar , Sekarang aku sangat tidak waras Alicia, dan itu semua karena kamu."
Alicia," itu semua tidak ada hubungannya dengan saya, lebih baik anda pulang."
Willy," Tidak Alicia, aku tidak akan pulang, aku akan bersamamu sayang, kau hanya boleh jadi milikku, dan kita akan bersama selamanya."
Alicia," apa yang terjadi dengan otak anda sekarang tuan Willy, bukankah Anda sendiri tau bahwa saya calon istri Devian Bimakarsa."
"hahaha,,,,Alicia, akulah yang lebih pantas mendampingi mu, belum terlambat bagimu untuk memilihku, kemarilah Alicia, pulanglah bersamaku." ucap Willy dengan pikiran yang tak terkendali karena mabuk, ia melompat dari atas mobil dan berjalan terhuyung-huyung menuju Alicia yang saat itu sedang berdiri teras rumah dan dengan cepat ia menyambar bibir gadis itu serta ********** tanpa ampun.
Alicia tersentak kaget dengan reflek ia menampar Willy sangat keras, membuat pria itu hampir ambruk karena pergerakan tubuhnya yang tak seimbang.
" Tuan Willy ,anda benar-benar tidak sopan, sikap anda mencerminkan bahwa anda adalah pria bejat yang tak berperasaan dan tak menghargai wanita, sekarang pulanglah, sebelum kesabaran saya habis." ucap Alicia dengan nada yang sangat marah.
Kata-kata Alicia sama sekali tidak membuat Willy mundur sedikitpun, ia justru menarik gadis itu ke dalam pelukannya, Willy memeluknya sangat erat sehingga Alicia tak bisa bergerak, ia hanya bisa menangis dan mengumpat tanpa henti.
__ADS_1
"Pria brengsek, lepaskan....!!!
"Lepaskaaann....!!!!
Disaat Alicia tak bisa lagi berbuat apa-apa, tiba-tiba muncul sepasang tangan yang menarik Willy dengan kasar dan mendorongnya menjauh dari Alicia.
Pria itu kemudian memeluk dan menenangkan gadis yang sedang menangis dan seluruh tubuhnya bergetar karena takut.
"Maaf, aku terlambat." ucap Devian.
"tidak ,kamu datang tepat pada waktunya, terimakasih karena telah mengkhawatirkan ku, bagaimana kamu bisa tau." sahut Alicia di sela tangisannya.
Devian ," nyonya Janice menelfon ku."
Ketika Alicia terlihat sudah agak tenang, Devian berjalan mendekati Willy yang sejak tadi masih berdiri di sana dengan tatapan sinis.
ia mencengkeram kerah baju Willy dan memberi sebuah pukulan tepat di pipinya, Willy terhuyung dan meringis namun tetap tertawa.
"hahaha,,,,,Devian Bimakarsa, kamu sebaiknya mencari gadis lain saja, berikan Alicia kepadaku maka aku akan menjaganya dengan baik." ucap Willy dengan santai tanpa merasa bersalah karena efek alkohol telah membuatnya kehilangan akal sehat.
"Tuan Willy yang terhormat, sang cassanova yang terkenal dengan banyak wanita, apa kamu harus mengambil gadis milik orang lain sebagai pemuas nafsumu, dan jika saya tidak bisa memberikan calon istri saya kepada mu ,apa yang akan kamu lakukan." sahut Devian datar namun terkesan dingin.
Willy," Maka aku akan merebutnya darimu."
Willy sama sekali tak beranjak ,ia malah berbaring di kursi teras dan terus-menerus menyebut Alicia sebagai miliknya.
Devian di buat geram, ia menelfon Jordan untuk mengurus anaknya.
Sementara di seberang sana Jordan yang menerima telfon tak terduga di tengah malam dari Devian Bimakarsa merasa sangat marah kepada Willy, ia menggebrak meja dan segera menghubungi Robert asisten pribadi Willy.
Robert," selamat malam, ada apa tuan tengah malam begini menghubungi saya."
Jordan ,"Kamu keluar sekarang, seret bocah itu kembali, dia ada di toko bunga Megan Florist, usahakan untuk tidak membuat masalah dengan Devian Bimakarsa."
" Baik tuan saya keluar sekarang." Dengan tergesa Robert keluar mengendarai mobilnya di tengah malam, ia tak habis pikir dengan apa yang di lakukan atasannya itu, mengapa tuan Willy sangat kekanakan, semoga saja tuan Devian tidak memperbesar masalah ini.
Tiba di sana Robert segera menemui Willy yang saat itu berbaring di kursi, tak jauh dari sana ada Devian dan Alicia, ia menyapa dan menanyakan apa sebenarnya yang terjadi.
Robert,"Tuan Devian maaf, kalau boleh saya tau apa yang terjadi di sini, dan mengapa dengan tuan Willy."
__ADS_1
Devian ," Tuan mu itu datang di tengah malam dalam keadaan mabuk dan mengganggu calon istri saya, menurut kamu apa yang harus saya lakukan terhadapnya."
Robert," Jadi tuan willy mabuk."
Devian ," menurut kamu."
Robert ," saya akan membawa tuan Willy pulang sekarang, dan saya di sini mewakili tuan Jordan untuk meminta maaf kepada tuan Devian dan nona Alicia untuk tidak memperbesar masalah ini, kami akan pastikan masalah seperti ini tidak akan terjadi lagi."
Devian mengernyitkan sebelah alisnya dan menatap Robert dengan penuh keraguan.
"hmmm,,,,Apa kamu yakin ,hal seperti ini tidak akan terjadi lagi."
Robert," Akan saya usahakan tuan."
Devian," Baiklah, saya tidak akan memperbesar masalah ini, tapi jika terulang lagi maka saya tidak akan tinggal diam, nona Alicia adalah segalanya bagi saya, jika ada yang mengusiknya, berarti dia juga mengusik saya."
"Baik tuan, terimakasih atas kemurahan hati tuan, saya permisi." sambil membungkukkan badannya memberi tanda hormat, ia kemudian menggendong Willy di punggungnya dan membawanya kembali ke rumah utama kediaman keluarga Angkasa, di sana Jordan sudah menunggu dengan emosi yang tak terkendali.
Tiba di rumah, mereka di sambut dengan tatapan penuh amarah dari Jordan, Robert membaringkan Willy di sofa dan menjelaskan semua yang terjadi kepada Jordan ,serta reaksi Alicia dan Devian.
mendengar hal itu timbul perasaan lega di hati Jordan, hal yang di takutkannya ternyata tidak terjadi, namun ia tetap harus menghukum Willy atas tindakannya yang sangat sembrono.
Jordan menyuruh Robert mengambil segelas air dingin dari dalam kulkas, kemudian ia menyiramkan air itu di wajah Willy untuk membuatnya sedikit sadar dari mabuk.
Willy yang tiba-tiba merasakan dingin diwajahnya tiba-tiba terbangun dan kaget.
Jordan ," Sudah bangun sekarang,,hmmm?"
Willy," Papa, mengapa aku bisa ada di sini?"
Jordan," Menurut mu, harusnya kamu ada dimana sekarang."
Willy," Sepertinya tadi aku sedang di villa, siapa yang membawa ku kesini."
Jordan," Kamu sebaiknya berterima kasih kepada Robert yang telah membawa mu kesini, jika tidak mungkin kamu sudah babak belur di hajar Devian Bimakarsa."
Willy," Apa yang aku lakukan pa, mengapa Devian mau menghajar ku."
Jordan," Dasar anak nakal, apa kamu tidak ingat baru saja kamu membuat keributan di rumah calon istri Devian, sebaiknya tadi aku tidak membantu mu, dan membiarkan mu di hajar di sana."
__ADS_1
Willy," A-apa, aku ke rumah Alicia."
Willy menghempaskan tubuhnya kembali ke sofa, ia berusaha keras mengingat apa yang telah dilakukannya, namun sekuat apa pun ia berusaha, ia tak bisa mengingat semuanya lantaran efek alkohol belum hilang, hal itu malah membuat kepalanya semakin pusing dan akhirnya kembali tertidur, Jordan memandangnya dengan geram dan tak bisa berbuat apa-apa, ia menyuruh Robert untuk memindahkan putranya ke dalam kamar dan ia sendiri kembali ke kamar untuk melanjutkan tidurnya.