
Situasi semakin canggung, semua mata seolah tertuju ke arah Willy, hingga membuatnya merasa tidak nyaman ,tanpa berlama-lama setelah mengucapkan maaf ia pun mengakhiri dan permisi keluar, Gravin menatapnya dengan sedikit tidak senang namun Willy berusaha bersikap tenang lantaran semua itu di sebabkan karena ulahnya sendiri.
Devian kemudian mendekati Alicia, ia berusaha membuat gadis itu tidak terpengaruh dengan segala tindakan Willy, Alicia hanya membalas dengan senyum.
" Apa kamu cemburu ,,hmm?" ,ucap Alicia sedikit meledek devian.
"Cemburu?, kalau iya kenapa." sahut Devian sedikit menantang Alicia.
Alicia," Tidak apa-apa, aku hanya senang ,ternyata Dev ku benar-benar takut kehilangan diriku."
Devian," Tentu saja, kamu segalanya bagi ku."
"Ehm,,,,apa kalian tidak mengganggap saya ada di sini, setidaknya tolong lah pikirkan perasaan saya yang tidak punya pasangan ini, apakah kalian sengaja pamer kemesraan di depan saya." ujar Gravin menunjukkan raut wajah sedikit kesal pada pasangan yang sedang bermesraan di hadapannya.
Devian geleng-geleng kepala melihat kekesalan sahabatnya, seringai senyuman mengarah pada Gravin seolah mengejeknya.
" makanya kamu jangan lama-lama sendirian ,bukankah kamu itu cukup tampan dan mapan, apa tidak ada wanita yang menyukaimu." ucap Devian.
Gravin," Baiklah,,baiklah,,saya akan segera menemukan pasangan, lagipula Bianca juga lumayan cantik, semoga tuan Devian mengizinkan saya untuk memiliki sekretaris anda."
Devian," hahaha,,,diantara banyak wanita di luar sana ,mengapa kamu memilih Bianca, bukankah kamu sendiri tau dia seperti ular berbisa setiap kali mendekati saya."
Gravin," hmm,,,itulah makanya, saingan saya cukup berat, tapi sekarang saya tidak lagi khawatir karena sudah ada nona Alicia yang akan mengawal tuan, dan Bianca pasti akan menyerah mengejar tuan."
Alicia yang tidak sengaja mendengar percakapan antara dua sahabat menjadi sedikit khawatir, lantaran sosok Bianca yang mereka bicarakan adalah seorang sekretaris wanita yang pernah di temuinya satu kali ,ia memiliki wajah cantik ,penampilan sexi dengan pakaian yang sangat minim, apa nantinya Devian tidak akan tergoda jika terus-terusan berada dekat dengannya.
" sayang, apa yang sedang kamu pikirkan." tiba-tiba Devian membuyarkan lamunannya hingga membuat Alicia sedikit kaget.
Alicia," ti-tidak,,,,apa aku boleh melamar pekerjaan di Bimakarsa group?"
Devian, Gravin",...........".
Alicia,"A-aku hanya ingin bekerja kantoran, meskipun aku tidak selesai kuliah, mungkin ada kerjaan yang cocok untuk ku di sana."
" Tuan, apa ada yang salah dengan nona Alicia?" ucap Gravin bingung sembari menatap Devian berharap ia bisa menjelaskan.
Devian mengerutkan keningnya berusaha memikirkan maksud dan tujuan Alicia yang secara tiba-tiba meminta bekerja di perusahaannya, mereka saling pandang dan keduanya mengangkat bahu tanda tak mengerti.
Devian ," Sayang, mengapa kamu harus bekerja di perusahaan ,sementara semua yang ku miliki nantinya akan menjadi milik mu."
__ADS_1
" Aku hanya ingin berada dekat denganmu."sahut Alicia berterus terang, sehingga Devian mengerti semuanya, ternyata kekasihnya sedang cemburu
Devian," hmm,,,baiklah, kamu akan selalu dekat dengan ku tapi bukan sebagai karyawan, melainkan nyonya bos, apa kamu setuju?"
Alicia," bagaimana bisa aku menjadi nyonya bos, sementara kita belum menikah,"
Devian," itu tidak masalah, pernikahan hanyalah formalitas, sedangkan cinta kita tidak terbatas, tapi jika kamu menginginkan pernikahan sekarang maka dengan senang hati akan aku tunaikan."
Alicia ," Aku belum mau menikah sekarang, orang tuamu belum mengenalku dan sebaliknya, aku ingin keluarga kita saling mengenal lebih dulu."
Devian," hmm,,,baiklah, katakan saja jika kamu sudah siap ku nikahi, mulai sekarang kamu bisa bebas menemui ku di perusahaan kapan pun kamu mau."
"Benarkah," Alicia tersenyum senang dan mengecup pipi Devian dengan manja, impian Alicia untuk selalu berada di samping Devian akhirnya terwujud.
Gravin," tuan, apa kita bisa pergi ke kantor sekarang, akan ada rapat pada jam 10 nanti."
Devian," Baiklah, kamu pergi dulu, saya masih perlu mengganti pakaian."
" apa aku boleh ikut." ucap Alicia sedikit memohon.
,"Tentu saja." sahut Devian dengan senyuman hangat.
"mama, Cia akan pergi dengan Dev, apakah boleh?" ,teriak Alicia meminta izin kepada ibunya yang sedang berada di dapur.
Alicia," terimakasih mama."
Tidak lama kemudian Alicia sudah berdandan rapi, ia terlihat sangat cantik dengan dress putih selutut dan rambut yang di ikat tinggi ke belakang, penampilan yang sedikit formal namun sangat indah.Devian dibuat terpukau ,ia menggenggam tangan Alicia dan menuntunnya ke Rolls-Royce yang sejak semalam terparkir di halaman rumah.
Tiba di gedung Bimakarsa group, semua mata tertuju pada Devian selaku presdir yang terkenal tidak pernah dekat dengan seorang wanita manapun namun kini tiba-tiba ia datang dengan menggandeng tangan seorang wanita yang sangat cantik, mereka bertanya-tanya dan sekaligus merasa ini, siapakah gadis ini.
Alicia merasa sedikit tidak enak karena merasa diperhatikan, perlahan ia menarik tangannya ,namun Devian enggan melepaskan justru ia malah merangkul bahu Alicia dengan erat, hingga mereka memasuki lift dan tiba di depan ruangan, di sana Gravin sudah menunggu dan tersenyum puas tatkala melihat bosnya datang dengan belahan jiwanya, tapi tidak dengan Bianca, ia memberi tatapan penuh kebencian terhadap Alicia.
Devian langsung membawa Alicia masuk, dan mendudukkannya di sofa yang berhadapan dengan meja kerjanya.
Alicia," mengapa aku harus duduk di sini?"
Devian," Di sini berhadapan langsung dengan meja kerja ku, jadi aku bisa terus melihatmu, apakah kamu keberatan, hmm?"
"tidak, dengan senang hati aku akan mengawasi mu dari sini, sehingga kamu tidak berani berbuat macam-macam."ujar Alicia mengangkat sebelah alisnya, hingga membuat Devian sedikit gemas.
__ADS_1
Devian ," Tanpa adanya kamu di sini aku juga tidak akan berbuat macam-macam, apa kamu tidak percaya?"
Alicia," Aku percaya ,hanya saja aku tidak bisa percaya dengan Bianca, lihat saja pakaiannya, seolah-olah dia di sini bukan untuk bekerja tapi untuk menggoda pria."
Devian,"kamu benar sayang, tapi selama ini aku sama sekali tidak terpengaruh, tapi mungkin tidak dengan Gravin, dia seperti di mabuk cinta ketika melihat Bianca."
"Dengan adanya aku di sini apa dia masih ingin menggoda mu, atau apa aku juga harus berpakaian seperti itu supaya kamu lebih tertarik denganku." ucap Alicia asal, hingga membuat Devian tertawa terbahak-bahak.
Devian,"sayang, mengapa kamu harus berpakaian seperti itu, kamu itu jauh lebih cantik dari Bianca, dan hanya aku yang boleh melihatmu berpakaian minim, jika ada pria lain yang menatapmu maka ia harus berurusan denganku."
Alicia tersipu mendengar perkataan Devian, kata-kata itu seakan membuatnya terbang melayang, tapi memang benar dirinya jauh lebih cantik dibanding Bianca, meskipun ia hanya memakai polesan make-up yang tipis, namun kecantikannya membuat para wanita merasa iri.
sebaliknya dengan Bianca yang memakai riasan tebal dan pakaian minim namun masih terlihat biasa saja, ia hanya mengandalkan bentuk tubuhnya melalui pakaian yang selalu minim untuk menggoda pria seperti Devian.
Sementara di luar sana Bianca seakan mengintrogasi Gravin, ia ingin tau semua tentang wanita yang datang bersama bosnya hari ini, dan mengapa ia membawanya.
perasaan was-was muncul di hati Bianca, ia takut pria incarannya di ambil wanita lain.
Bianca ,"Gravin, apa kamu tau siapa wanita yang masuk bersama tuan Devian tadi?",
Gravin ," OH,,,itu calon istrinya tuan Devian."
Bianca," apa? ,kamu jangan asal ngomong Gravin, tuan Devian selama ini tidak pernah dekat dengan wanita kecuali saya, bagaimana bisa ia sekarang punya calon istri."
Gravin," hmmm,,,,mau percaya atau tidak tapi kamu sudah melihatnya sendiri, dan wanita itu sangat cantik."
Bianca," tidak, semua itu tidak benar, tuan Devian tidak mungkin memiliki wanita lain."
Gravin," itu bukan wanita lain, tapi calon istri tuan Devian, ingat! calon istri!
Mendengar semua itu hati Bianca seolah tersambar petir, ia sangat tidak rela.
pria yang selama ini menjadi incarannya tiba-tiba memiliki calon istri yang jauh lebih cantik darinya.
padahal dulu ia memilih bekerja di Bimakarsa group adalah untuk memenangkan hati devian, pria yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama, karena ketampanan dan kekayaan yang dimiliki, namun kini harapan itu seakan sirna.
Tapi Bianca tidak mudah menyerah, ia akan berusaha untuk terus mendekati Devian dan merebutnya dari Alicia.
Gravin, " apa yang kamu pikirkan?", sudahlah lepaskan saja tuan Devian, bukankah masih ada saya di sini."
__ADS_1
Bianca,"tidak, kamu tidak sama dengan tuan Devian, saya akan merebutnya kembali."
Gravin," hahaha,,,,tidak semudah itu Bianca, cinta mereka sangat kuat, dan jika sesuatu terjadi pada mereka maka kamu akan berhadapan dengan saya."