Ku Temukan Dirimu

Ku Temukan Dirimu
Berhak Bahagia


__ADS_3

Siang itu Willy tidak mengerjakan apapun di kantor, pikirannya dipenuhi dengan bayang-bayang Alicia yang sedang bermesraan dengan Devian.


semakin dipikirkan maka semakin tak terkendali pula amarahnya.


ia memutuskan untuk pulang dan menyendiri di villa pribadinya, villa Blue Bells begitulah nama dari bangunan itu, nama yang diambil dari bunga dengan kelopak warna biru seperti bunga surga.


kebanyakan orang menyebutnya bunga lonceng yang melambangkan penyesalan atau kesunyian, sama halnya dengan perasaan Willy saat ini.


jika ia sedang merasa putus asa dan kesepian maka ia akan selalu berada di villa ini, lantaran suasananya yang sangat tenang dan sunyi, ia tidak mau di ganggu oleh siapapun.


Willy memasuki ruang kamarnya dan duduk diatas ranjang yang seprainya berwarna gelap sembari menyandarkan kepalanya, ia berangan seandainya Alicia ada di sini, menyapanya dengan lembut, dan tersenyum dengan manis alangkah bahagianya dia.


tapi semua itu hanya khayalan semata ,tak pernah sedetikpun Alicia bersikap hangat padanya.


Pikirannya berkelana ke beberapa waktu yang lalu saat ia baru tiba di kota ini, kala itu Willy menerima buket bunga tanda selamat datang yang dikirim ayahnya melalui supir pribadinya, bunga itu dipesan dari toko Megan Florist dan pada waktu itu Alicia secara pribadi yang mengantar bunga itu ke supir Willy. pandangan mata pria itu terpaku pada sosok mungil si pengantar bunga yang menurutnya sangat cantik. berawal dari itu Willy memutuskan untuk mencari tau siapa gadis itu dan berusaha ingin memilikinya. namun apalah daya ,ternyata dia bukan gadis sembarangan ,melainkan milik Devian Bimakarsa.


"Tidak, kamu harus jadi milik ku Alicia ,harus." gumam Willy dengan amarah yang menggebu.


..............


Sementara itu di tempat lain Devian dan Alicia sudah terlihat cukup lelah lantaran sudah mencoba berbagai wahana, mereka memutuskan untuk selesai dan mencari makanan.


tiba di restoran Jepang Alicia segera duduk dan memesan makanan favorit mereka.


Devian ," sayang, kamu mau makan apa?"


Alicia," apa saja yang kamu pesan aku mau asal jangan yang mentah, aku alergi daging mentah dan ikan mentah."


Devian ", Andai aku tau sejak awal, mungkin kita tidak ke restoran ini."


Alicia," Di sini juga tidak masalah ,meskipun aku tidak makan sushi dan sashimi tapi masih bisa makan yang lain."


Devian ,"Baiklah, aku akan pesan ramen dan kue mochi 2 porsi."


Alicia,"mengapa makanan kita sama, apa kamu tidak mau makan yang lain."

__ADS_1


Devian ," Aku hanya ingin makan apa yang kamu makan."


Beberapa saat kemudian makanan telah di hidangkan, Alicia segera menyantap ramen yang terlihat menggugah selera.


Tatkala Devian melihat Alicia menghabiskan ramen dengan cepat ia pun mengerti bahwa kekasihnya sangat menyukai makanan itu.


Devian ," Apa kamu mau tambah lagi."


Alicia," tidak, sudah cukup, aku kenyang."


Sambil memegang perutnya yang sedikit buncit karena kekenyangan, Alicia mengajak Devian untuk pulang, sudah setengah hari ia meninggalkan ibunya di toko sendirian dan Clovis juga masih kuliah.


mereka meninggalkan restoran itu dan kembali ke toko bunga, terlihat Janice sedang sibuk melayani pelanggan ,toko sebentar lagi akan tutup, Devian pun turun dari mobilnya dan kembali membantu mengangkat pesanan para pelanggan, Janice tersenyum bahagia ketika pekerjaannya menjadi lebih ringan berkat Devian.


Toko pun akhirnya tutup dan Devian pamit untuk pulang, ia membawa Rolls-Royce nya melaju menuju taman matahari terbit, suasana hatinya dalam keadaan yang sangat baik, teringat saat mencium Alicia dan saling berpelukan ,semua itu bagaikan mimpi, impian sejak 10 tahun lalu yang hampir tak mungkin ,namun kini semua menjadi mungkin ketika kedua insan telah bersatu.


Devian merebahkan tubuhnya di ranjang yang berukuran besar, ia menoleh tempat kosong di sebelahnya, tersenyum dan bergumam "sebentar lagi aku tidak lagi tidur sendirian, akan ada seseorang di samping ku."


tak berapa lama terdengar ketukan pintu dari luar, dan ternyata itu adalah ibu Grace.


"Permisi tuan, ada panggilan dari nyonya ,apa tuan mau menjawabnya." ucap ibu Grace.


Grace," baik tuan, apa tuan sudah makan?"


Devian ," saya sudah makan, ibu Grace tidak perlu menyiapkan makanan untuk saya lagi."


" baik tuan",ucap ibu Grace sambil berlalu keluar dari kamar Devian dan perlahan menutup pintu.


segera Devian menelfon ibunya karena memang sudah beberapa hari ia tak berbicara langsung dan memberikan kabar kepada orang tuanya.


Devian ,"hallo momy."


Sophia ," hallo sayang, kamu kemana saja sudah beberapa hari tidak telfon momy."


Devian ," iya mom, maaf, akhir-akhir ini aku sibuk."

__ADS_1


Sophia,"Maksud kamu sibuk pacaran?"


Devian ," momy tau dari mana?


Sophia,"momy pasti tau lah semua tentang putra kesayangan momy ini, kapan-kapan bawa calon menantu momy ke sini, dady juga pengen tau siapa calon kamu."


Devian," momy sabar ya, kalau waktunya tiba pasti aku bakalan bawa Alicia ke sana."


Sophia," hmm,,,jadi namanya Alicia, pasti cantik banget kan orangnya?"


Devian," iya mom, dia benar-benar cantik ,momy n dady nanti pasti terkejut ketika melihatnya."


Sophia," oke, nanti momy tunggu ya, awas kalau kamu bohong, kamu harus benar-benar membawa calon menantu momy Alicia kesini ya bukan Gravin."


Devian ," siap mom, mengapa juga momy harus takut kalau aku bawa Gravin dan bukannya Alicia."


Sophia," tentu saja momy takut, momy kan maunya kamu jadi pria normal, bukannya yang itu."


Devian ,"momy, aku ini normal, urusan asmaraku tidak ada hubungannya dengan Gravin, dia hanya teman dan bawahan ku oke, sekarang aku mau mandi dulu, daaaa.......momy."


Devian sedikit kesal menutup telfonnya, selalu saja ibunya mengira bahwa dia pria abnormal, padahal dia selama ini hanya belum menemukan cinta sejatinya dan sekarang setelah bertemu dengan Alicia ia akan membuktikan bahwa semua yang di khawatirkan semua orang tidak benar.


Sementara di tempat lain, Alicia sudah selesai mandi dan duduk di sofa sambil menonton tv, hatinya seolah berbunga-bunga, pria yang telah lama dinantikan kini telah menjadi miliknya, meskipun belum ke tahap yang lebih serius namun ia yakin cinta mereka yang sudah bertahan selama 10 tahun akan menjadi indah pada waktunya.


"Cia ,apa kamu benar-benar mencintai tuan Devian setelah mengetahui siapa dirinya?", ucap Janice secara tiba-tiba.


" iya ma, ternyata Devian adalah Dev yang selama ini Cia cari, tentu saja Cia sangat mencintainya." sahut Alicia dengan yakin.


Janice," kalau begitu mama lega, semoga saja mama tidak melihat kamu bersedih dan murung lagi seperti dulu, kamu berhak bahagia nak, jika tuan Devian adalah kebahagiaan mu maka pertahankan lah dia ,jangan biarkan ada penghalang diantara kalian."


"terimakasih ma, Cia akan berusaha mempertahankan kebahagiaan ini ,tidak ada yang bisa menggantikan Dev di hati cia, sejak dulu dan sekarang." ucap Alicia sambil memeluk ibunya.


Bukan tidak ada alasan bagi Janice mengatakan semua itu, kemarin ia melihat seorang pria datang menemui Alicia dan sepertinya pria itu punya niat yang kuat untuk memiliki Alicia ,ia berbeda dari pria lain, terlihat lebih nekat dan agak berkuasa, Janice takut putri satu-satunya akan jatuh pada pelukan pria yang tidak bertanggungjawab.


Di sini, pria yang dimaksud Janice adalah Willy, ternyata kemarin saat dua kali kunjungan Willy ke toko bunga Janice menyaksikan semuanya,namun ia sengaja tidak menunjukkan dirinya, hanya mengawasi dari jauh dan bagaimana pria itu pergi dengan marah ketika bertentangan dengan Devian ia juga menyaksikannya.

__ADS_1


Janice benar-benar memiliki kesan yang buruk terhadap Willy.


Berbeda dengan Devian, ia justru menaruh harapan yang besar pada pria itu ,berharap ia dapat membahagiakan putrinya.lagipula Devian memiliki kekuasaan dan pengaruh yang kuat di kota ini, pasti akan lebih mudah baginya untuk melindungi Alicia. setelah kepergian suaminya ,kehidupan mereka seolah berubah ,Alicia yang awalnya sangat ceria dan fokus pada kuliah tiba-tiba memutuskan untuk tidak meneruskan pendidikan lantaran ingin membantu perekonomian keluarga, ia tidak ingin ibunya bekerja sendirian dan keceriaannya juga perlahan berubah menjadi sedikit murung dan penuh tanggungjawab.tapi kali ini setelah kehadiran Devian, Alicia kembali ceria seperti dulu seakan tak pernah memiliki beban apapun.


__ADS_2