KUNTILANAK ITU ISTRI KU

KUNTILANAK ITU ISTRI KU
episode 2


__ADS_3

"Hmm, aku akan menikahkanmu dengan kuntilanak merah."


"ap ap aaapaaaaaaaa?" Sahut Deddy dengan terbata seolah tak percaya.


"Ya, apa kau tuli?, aku akan menikahkanmu dengan kuntilanak merah."


"Ta taap tapi." ujar Deddy ketakutan..


"Mengapa? Bukankah kamu ingin lekas kaya kan?"


Deddy terdiam seolah sedang berpikir panjang, dia juga mengerutkan keningnya sambil menundukkan kepala nya. Bulir-bulir peluh bak biji jagung menetes deras dari kulitnya tiada henti nya.


"Apa Itis juga dulu dinikahkan dengan kuntilanak pak?" bertanya sambil ketakutan..!


Pak Gusty terdiam sebentar, lalu menyeruput kopi miliknya yang hampir menyisahkan ampas, perlahan dia bangkit dari kursi dan menatap keluar rumah dari balik jendela.


"Haaaaah, Aku ingat betul saat pertama kali bertemu dengan Itis. Dia datang ke sini dengan sejumlah pengeluhan, dia bercerita bagaimana usahanya harus gulung tikar, melamar kerja di berbagai tempat tapi ditolak, dililit banyak hutang dan tak mampu melunasinya. Pada akhirnya semua rekan-rekan termasuk istri tercintanya meninggalkan dia.

__ADS_1


Dia si ltis pun menangis sesengguhan memohon agar membantu dia untuk cepat kaya, aku memberikan satu syarat dia harus menikah dengan kuntilanak merah, awalnya dia ketakutan seperti kamu. Tapi coba lihat dia sekarang sudah kaya, punya belasan mobil mewah, Rumah bak istana, dia punya segalahnya. Apa yang masih menahanmu cepat putuskan Deddy? Bukan kamu ingin segera menikahi Anni kan?"


Deddy berpikir sejenak, yang ada di pikirannya sekarang hanya Anni, dan membuktikan kepada Ayah Anni kalau dia akan sukses dan kembali untuk melamar Anni.


"Baik pak Gusty, saya menyanggupinya."mencoba memberanikan diri


"Bagus, sekarang aku akan mengantar kamu ke kamar, biar kamu dapat beristirahat dengan tenang."


Deddy dibawa ke ruangan berdiameter 3x3 meter, tempatnya untuk melepas lelah. Setelah itu pak Gusty pun langsung meninggalkannya.


"Deeeedy, Deeeedy, deeeedy" tiba-tiba samar terdengar suara perempuan dari luar rumah memanggil-manggil namanya secara perlahan.


Deddy pun langsung bangun dan mencari asal suara yang di dengar Deddy tersebut dan didapatinya dari kejauhan tampak satu sesosok perempuan cantik bergaun merah sedang menatapnya dari bawah pohon beringin besar dengan pandangan yang sayu.


Sambil tertawa kecil sosok perempuan bergaun merah tersebut lalu berjalan masuk ke dalam hutan, tak ayal Deddy pun langsung melangkah mengikuti perempuan itu.


Namun sosok sosok perempuan bergaun merah tadi menghilang ditelan kegelapan malam dan riuh angin dingin yang menusuk sum-sum tulang.

__ADS_1


Matanya pun kemudian tertuju pada sehelai selendang merah yang tergeletak di atas tanah, lalu di ambil nya lah sehelai selendang merah tersebut.


"Ah...pasti punya wanita tadi itu." Batin Deddy sambil melihat sekeliling nya.


"Deddy..."


Deddy pun terhentak kaget karena tepukan tangan pak Gusty di bahunya.


"Ah pak Gusty bikin kaget saja."


"Sedang apa kamu diluar Deddy? Ini sudah larut malam."


"Maaf pak, ta tadi..."


"Masuk!"


Deddy pun bergegas melangkahkan kaki masuk menuju rumah, sementara itu pak Gusty memalingkan wajahnya dan melempar senyum kepada sosok perempuan bergaun merah yang sedang duduk di dahan pohon beringin besar itu.

__ADS_1


__ADS_2