
"Enak sekali masakanmu." sahut Deddy sambil mengunyah cacing cacing hidup yang tak disadarinya itu.
"Mau tambah?"
"Boleh."
Litha pergi ke dapur dan membawa sepiring lauk dan
menghidangkannya kepada Deddy.
Mungkin karena kelaparan Deddy menyantapnya dengan sangat rakus, nampak dia memakan makanan tersebut yang tak diduganya adalah rambut-rambut yang bercampur dengan daging mentah penuh darah di piring hingga tak bersisa.
"Habis."
"Mau tambah lagi?"
"Cukup, aku sudah kenyang, aku pergi ke kamar dulu mau beristirahat." Baru ingin melangkahkan kaki ke kamar, handphone Deddy berdering.
"Hallo."
"Hallo sayang, ayah masuk rumah sakit, bisa datang ke sini?" jawab Anni dengan nada sedih.
"Apa? di rumah sakit mana? dan di ruangan apa?
"Ayah dirawat di rumah sakit Kota, di ruang melati nomor 28"
"Ok, aku segera ke sana sayang."
"Mau kemana kamu?"
"Aku mau keluar sebentar, ada urusan mendadak."
Deddy lantas langsung meninggalkan rumah dan menuju ke rumah
sakit.
Setibanya di sana Deddy langsung menyusuri koridor-koridor untuk mencari ruangan tersebut, setelah melihat ruangan tersebut Deddy langsung masuk ke dalamnya.
"Sayang, terimakasih sudah datang." ucap Anni saat melihat Deddy masuk
"Bagaimana keadaan ayah?"
"Dokter bilang jantung ayah kumat, ayah baru selesai minum obat dan beristirahat."
"Hmm biarkan ayah beristirahat, ayo kita ngobrol di luar saja, agar tidak menganggu ayah."
"Iya, aku takut ayah seperti ini karena mungkin sebenarnya masih menentang pernikahan kita, mungkin dia terpaksa merestui hubungan kita."
"Hei, hei, sayang lihat aku, kamu jangan berpikiran seperti itu, mungkin karena ayah sudah terlalu tua kan?" takut!"
"Tapi sayang, kalau ayah kenapa-kenapa bagaimana? Akau "Kamu jangan berpikir yang tidak-tidak, sebaiknya kamu berdoa yah
"Kamu jangan berpikir yang tidak-tidak, sebaiknya kamu berdoa yah biar ayah segera sembuh." ucap Deddy sambil merangkul tubuh Anni dengan lembut
__ADS_1
Dari dalam kamar tempat ayah Anni beristirahat tiba-tiba muncullah sesosok makhluk yang diketahui sebagai sosok kuntilanak merah, lalu ia mendekat ke tubuh ayah Anni. Dibuka mulutnya lebar-lebar dan keluar seekor ular, ular itu lalu merayap ke arah leher beliau lalu meliliti lehernya dengan sangat kuat. Beliau yang kaget lantas terbangun dan mencoba memberontak namun lilitan ular tersebut sangat kuat sehingga beliau yang dalam kondisi lemah tak berdaya tak sanggup melawannya.
Dalam hitungan menit ayah Anni kehilangan nyawanya dengan sangat mengenaskan tanpa diketahui oleh Anni dan Deddy. Setelah itu, ular tersebut melepaskan lilitannya dan masuk kembali ke dalam mulut kuntilanak itu.
"Sayang, aku ke dalam sebentar yah untuk melihat kondisi ayah."
"Iya sayang."
Saat Anni masuk ke dalam kamar dia sangat kaget ketika melihat kondisi ayahnya sudah meregang nyawa dengan mata yang melotot dan mengeluarkan lidahnya,Sangat mengenaskan.
"Aaaarrrgghhhh aaaayaaah aaaayyyyaaah aaayyyyh, bangun
aaaayaaah, bangun!" teriak Anni histeris sambil menangis.
Deddy yang kaget langsung berlari masuk ke dalam ruangan, setelah melihat kondisi di dalamnya, dia langsung berlari ke luar ruangan mencari suster dan dokter"
"Dok, dok tolong dok, ikuti saya!"
Deddy dan dokter yang ditemuinya berlari ke dalam ruangan dan
Memeriksa keadaan ayah Anni.
"Kami mohon maaf, ayah anda telah tiada." "Tidaaaaak, dok, bangunkan ayah saya dok, saya mohon!"
Deddy memeluk dan menenangkan kekasih hatinya yang sedang terpukul itu.
"Akhirnya tua bangka ini mati juga tanpa perlu berbuat banyak, hmm
sekarang tak ada lagi yang menghalangi langkahku untuk menikahi Anni,
membawa jenazah ayah Anni untuk dipulangkan ke rumah duka. Di rumah duka Deddy kaget melihat Litha sedang berdiri di samping
jenazah ayah Anni sambil menatap Anni dalam-dalam dengan tajam.
"Apakah ini perbuatan Litha?" Batin Deddy penuh tanya.
Beberapa hari kemudian ayah Anni dikuburkan, Deddy masih setia menemani kekasihnya di makan ayah Anni. "Sayang, di depan kuburan ayah kamu, aku ingin agar kita segera
melangsungkan pernikahan kita."
"Tega sekali kamu, ayah baru saja dikuburkan, tanah di makam ini
masih basa, aku masih sangat berduka!"
"Maaf sayang, jangan salah paham, aku hanya ingin selalu menemanimu"
Anni hanya terdiam saja sambil terus menangis di depan pusara ayahnya.
"Ayo kita pulang, biar kamu bisa beristirahat"
Deddy lalu merangkul Anni ke dalam mobil miliknya dan mengantar Anni pulang kerumah.
Sesampainya di rumah Anni, Deddy pun juga pamit pulang.
__ADS_1
"Sayang aku pulang dulu yah, kamu tidak apa-apa kan aku tinggal
sendiri?"
"Iya tidak apa-apa sayang, maafkan aku yang tadi memarahimu di
makam ayah tadi, terimakasih selalu ada buat aku." "Iya sayang" Deddy mengecup kening Anni lalu pergi meninggalkan
rumah itu.
Anni yang sendiri di rumah tiba-tiba kaget merasakan sesuatu yang berjalan melewati belakangnya dan seperti masuk ke dalam kamar milik ayahnya.
"Siapa disitu, hallo, hallo, apakah ada orang?"
Secara perlahan dia melangkahkan kakinya mendekat ke pintu kamar
ayahnya yang terbuka.
"Aaaargggh arrrgh"
Saat ingin masuk dia kaget ketika seekor kucing yang berlari keluar dari kamar ayahnya.
"Hmm ternyata cuman seekor kucing."
Dia lalu masuk ke dalam kamar dan duduk di kasur milik ayahnya sambil memeluk selimut yang sering di pake ayahnya sambil meneteskan air mata.
Praaaak, tiba-tiba pintu tertutup sendiri dengan keras. Ditambah foto
ayahnya terjatuh dari meja kecil di samping kasur hingga menyebabkan kaca dari bingkai pecah berantakan.
Anni yang ketakutan berlari menggapai gagang pintu mencoba membukanya namun pintu tersebut seolah dikunci dari luar.
Suasana makin mencekam saat tiba-tiba lampu di dalam kamar padam dengan sendirinya dan ia mendengar suara-suara orang sedang tertawa sambil memanggil-manggil namanya secara perlahan.
"Annniiiiiii, annnnniiiii, annniiiiii hahahahaha hihihihi" Suara tersebut entah datang dari mana arahnya namun menggema ke seluruh isi kamar itu.
"Tollllong, tolong, tolong!" dia berteriak sekencang mungkin namun tak ada yang dapat dimintai tolong sebab ia hanya seorang diri dirumah. Dia hanya bisa duduk membungkuk dan menangis sambil kedua
tangannya menutup kedua telingannya. Tiba-tiba Deddy datang dan mendengar Anni menjerit-jerit dari dalam
kamar.
la mencoba membuka pintu namun tak bisa, ia lantas mencoba mendobrak pintu tersebut.
Praaak Praaaak
Praaaak
Akhirnya pintu pun terbuka dan ia lalu mencoba meraih Anni lalu
dirangkulnya dengan erat.
"Kamu kenapa? kamu tidak kenapa-kenapa sayang?" tanya Deddy sambil memeriksa sekujur tubuh Anni dan melihat ke dalam kamar. "Sayang aku takut, bukannya tadi kamu sudah pulang?"
__ADS_1
"Ada apa sebenarnya? apa yang kamu takutkan sayang? aku putar balik ke sini karena melupakan dompetku, sesampainya disini aku mendengar kamu menjerit dan menemukanmu seperti ini"