
tiingg nungg...
tiinngg nnungg...
Ceklek
Aku membuka pintu , ternyata sudah ada Bang Hen di depan pagar , Bang Hen adalah panggilan khusus untuk Bang Hendri. Aku segera menghampiri dan membukakan pagar.
"Dit ,,,! " panggilnya
"iya Bang sama siapa ?", tanyaku lagi
" sama temen itu di dalem mobil " ucapnya,
"Abang gak mampir yaa , mau anter temen ke bandara habis ini " ucap nya
"ohh ya udah kalau gitu , biar aku aja yang masukin mobilnya kalau Abang buru buru " ucapku sambil meminta kunci mobil yang di pegang sma Bang Hen.
"nihh ya udah abang langsung yaa" ucapnya
"assalamu'alaikum" pamitnya
"waalaikumsalam" jawabku
setelah kepergian Bang Hen aku bergegas memasukkan mobil ke garasi , karena memang aku nggak akan kemana mana hari ini.
"mba Dita dari mana ?", tanya salah satu ibu ibu yang kebetulan lewat
"ohh gak dari mana mana bukk , ini mau masukin mobil aja , kebetulan abis di pinjem temen" ucapku
"Awass mbak jangan suka minjemin barang sama orang lain , nanti dibawa kabur lohh" ucapnya sambil mendekat ke arahku.
"Lohh emang kenapa bukk " tanyaku yang penasaran
"mbak Dita tau kan buk Juleha yang rumahnya di ujung , kemaren mobilnya di bawa kabur orang niatnya sich minjemin , eehh malah dibawa kabur". ucap ibu ibu tersebut dengan semangat.
"Wahh kok bisa loh buk emang gak kenal sama tu orang?", tanyaku
" itu kenalah suaminya katanya sich baru kenal 1 bulan terakhir ini dan ternyata dia itu sudah banyak kasus di tempat lain " ucap ibu ibu tersebut menjelaskan.
" ohh iyaa bukk makasih yaa buk sudah mengingatkan" jawabku.
"ya udah ibu mau ke warung dulu" pamitnya
__ADS_1
"iyaa bukk " ucapku
Merasa beruntung banget tinggal di komplek ini , yaa meskipun belum terlalu ramai namun para tetangganya pun saling perhatian dan yang pasti gak ada yang julid.
"pagi ini cerah bangett , aku mau sedikit olahraga sebentar lah" batinku sambil menyiapkan alat olahraga.
tak terasa aku sudah menghabiskan waktu selama 1 jam , akupun segera mengakhiri dan bergegas mandi.selesai mandi aku yang kecapekan tertidur begitu saja tanpa sempat ganti baju dahulu.
ttriingg...
trriingg...
ttrriingg...
ponselku bunyi , ternyata telpon dari pak RT.
"Hallo assalamu'alaikum pak " sapaku
"Waalaikumsalam " jawab pak RT
"Ada apa ya Pak?", tanyaku
"Ini mbak ada undangan dari Pak Reyhan , yang rumahnya ada di lorong sebelah , dia mau syukuran akikah anaknya yang baru lahir " ujarnya menjelaskan
"Ohh iyaa Pak , maaf tadi saya ketiduran " ucapku
"iyaa Pak terimakasih ,, " ucapku
Akupun berjalan keluar kamar menuju dapur , karena perut terasa keroncongan cacing cacingnya pada demo minta makan. Aku baru sadar ternyata hari sudah sore pantas saja perut terasa keroncongan.
***
Sedangkan di sisi Dedi , yang kini tengah menjalani pendidikannya , dia menjalaninya dengan sedikit kurang semangat , karena kemaren waktu adiknya berkunjung tidak membawa balasan surat dari Dita , bahkan dia pun tidak menitipkan pesan apapun.
" Dita beneran gak nitip pesan apapun ?", tanya Dedi pada adiknya.
" Gak ada kak " ucap adiknya
"Kamu yakinn?". Tanya Dedi lagi menyakinkan adiknya
" Lah gak percaya banget dikasih tau" ucap adiknya kesal
"Dia aja seperti kaget itu waktu aku ngasih titipan kakak kemaren" ucap adiknya lagi
__ADS_1
" Ya udah kalau gitu , Kakak gak bisa lama lama nemuin kamu karena masih ada kegiatan" ucap Dedi
"ehhmm ini ada titipan dari Mama" ucap adiknya
sambil menyerahkan sekardus kecil bungkusan dari mama.
" aku pamit Kak " ucap adiknya
"iya hati hati dijalan " ucap Dedi sambil melambaikan tangan
"apa mungkin Dita udah melupakan aku? Apa mungkin Dia sudah punya pacar baru? padahal kan baru kutinggal 1 bulan " batin Dedi.
Dan masih banyak lagi pertanyaan pertanyaan di dalam hatinya tentang Dita.Setelah kepergian adiknya dedi mulai disibukkan dengan banyaknya kegiatan sehingga dia bisa sedikit lupa dengan Dita.
***
Kembali ke sisi Dita sast ini dia yang di sibukkan dengan ujian sudah sedikit melupakan Dedi dan terbiasa sendiri .
" Lisa sebentar lagi kan libur , kita liburan ke pantai yukk " ajakku pada temenku
"Lisa aja nich yang di ajak" ucap Zana sambil mengerucutkkan bibirnya
"Udah gak usah manyun gitu , jelek tauu" ucapku
"Lagiann kamu Ditt udah tau punya temen yang anaknya baperan" ucap Lisa
Aku hanya menggaruk kepalaku yang tidak gatal.
"Aku gak bisa Dit , kami mau mengadakan resepsi" ucap Lisa
"Gimana kalau habis resepsi kalian" ucapku
"Wahh betul itu " ucap Zana bersemangat
"Boleh juga , itung itung sekalian bulan madu" ucap Lisa sambil terkekeh
"Emang belum gituan yaa?", tanyaku
"Apaan sich Dit " ucap Lisa yang mukanya berubah bersemu merah
"Enak yaa punya suami tidur ada yang kelonin" ledekku
" Ya gitu dech dunia jadi terasa indahh " ujar Lisa
__ADS_1
"Duhh jadi pengen dech cepet cepet nikah" ucap Zana
Kami pun berbincang cukup lama sampai akhirnya kami berpisah untuk menuju rumah masing masing.