
Setelah makan kami akan langsung pulang karena kebetulan jam mata kuliyah sudah habis.
"Eehh kita gak mau jalan kemana gitu?". Tanya Zana pada aku dan Lisa
"Lain kali aja dech Zann , rasanya aku capek bangett kemaren kan habis nemenin Mama sama Ayah jalan jalan". ucapku
"Oke dech kalau begitu"
"Aku kayaknya gak bareng kamu Dit hari ini" ucap lisa
" Tumben?" ucap Zana sambil mencebikkan bibirnya
"Iyaa tumben Saa , kamu mau kemana emang?". Tanyaku
"Aku ada urusan sebentar"
Tanpa banyak tanya lagi kepada lisa kami pun berpisah di parkiran.
Begitu sampai rumah aku baru ingat akan ponselku yang dari tadi aku biarkan , namun begitu akan ku hidupkan ternyata dalam keadaan mati .
"Ehmm habis lagi batrei nya , aku cas dulu aja dech" gumamku
Sembari ponsel di cas aku membaringkan tubuh di kasur dan tak terasa tertidur.
"Duhh kayaknya aku tertidur lama banget ini", gumamku sambil menepuk jidatku.
Kuambil ponsel dan kutekan tombol power layar yang semula gelap kini menyala menampilkan deretan menu di layar ponselku.
"Banyak banget missedcall dari dedi" ucapku
Namun begitu ku telfon balik nomornya sudah tidak aktif , mungkin karena dia sudah berangkat
" Ku telfon nomor adiknya aja kali yaa"
Tuuttt....
__ADS_1
Ttuuutt...
Ttuuutt...
"Iyaa mbak Dita ada apa?"
"Assalamu'alaikum", ku ucap salam
"Waalaikumsalam", jawab adiknya
" Kamu tau gak kenapa yaa kakak kamu nelfon mbak banyak banget ?"
"Ohh iyaa mbak tadi itu kakak mau pamitan , karena dia berangkat pendidikannya hari ini" ucap adik Dedi
" Lohh bukanya lusa yaa berangkatnya" ucapku kagett
" Iyaa mbak di majuin , ini juga dadakan ngasih tau nya"
"Tapi tadi kakak ada nitip surat kok , besok yaa aku antar ke rumah mbak" ucap adiknya
Hari semakin malam aku pun melewati malam dengan sepi , yang biasanya selalu ditemani dedi meskipun hanya lewat video call kini aku hanya melewatinya sendiri , lambat laun mataku mulai berat dan akupun tertidur.
Assalamualaikum...
Ttookk ..
Ttookk...
Tookk ..
Aku dibangunkan oleh suara orang yang memanggil dari luar , dan orang itu tak lain adalah adiknya Dedi
"Waalaikumsalam , bentar dek" ucapku
" Mbak aku kesini cuma mau nganter titipan dari kakak aja", sambil membuka tas dan menyerahkan sebuah kotak kepadaku.
__ADS_1
"Ayokk masuk dulu" ucapku
" Nggak usah mbak , aku buru buru soalnya" ucap adik Dedi
" Ohh ya udh , kamu hati hati yaa"
" Iyaa mba , aku pergi dulu ya assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam" ucapku
Setelah kepergian adiknya Dedi , aku masuk kedalam rumah karena penasaran mulai kubuka lah kotak yang dikasihnya tadi. Ternyata di dalamnya ada sebuah baju dan jilbab warna biru dongker dan terdapat sebuah surat , kubaca dengan seksama ada perasaan sedih ada juga perasaan bahagia karena apa yang di cita citakanya telah tercapai.
Tringg...
Trinngg...
Tringg
Telfone dari Lisa membuyarkan lamunanku.
"Ada apa Lis?". Tanyaku
"Kok nada kamu kayak sedih gitu , ada apa Ditt?". Tanya Lisa
" Nanti dech kalau ketemu aku ceritain , sekarang aku lagi males" ucapku
"Ohh ya udah , tapi kamu gak kenapa napa kann?",
"Aku gak kenapa napa kok"
"Ya udah kamu istirahat aja dulu"
Telpon di akhiri secara sepihak oleh Lisa.
"Padahal aku juga mau cerita , tapi kayaknya lagi gak pas momentnya , biasanya kan Dita anak yang super ceria terdengar dari suaranya tadi kayak dia juga ada masalah , ya udahlah besok aja nunggu dita ceria lagi baru aku cerita sama dia" batin Lisa.
__ADS_1