Kutinggalkan Dia Yang Menyakitiku

Kutinggalkan Dia Yang Menyakitiku
chapter 21. MELAHIRKAN


__ADS_3

Ahmad pun langsung menandatangani berkas tersebut. dan menuju ruang operasi untuk menemani Lisa . 30 menit berlalu terdengar suara tangisan bayi


ooeekk...


ooeekk..


ooeekk..


Suara tangisan tersebut memecah ruangan operasi hingga terdengan ke luar Ruangan


"Alhamdulillah cucuku telah lahirr " Ucap Ibunya Lisa


"bagaimana buk keadaan Lisa ?" Tanya Bapaknya begitu sampai


"Alhamdulillah pak cucu kita sudah Lahir " Ucapnya dengan mata berbinar


"Akhirnya dipanggil kakek juga " Seru Bapak Lisa


Tak lama dari itu suster membawa anak Lisa untuk dibersihkan dan dipakai kan baju , begitupun dengan Lisa kini sudah di pindahkan ke ruang rawat .


"Selamat ya nakk kamu sudah menjadi Ayah " Ucap Ibu Lisa memberi selamat kepada anak mantunya


"Terimakasih buk " Ucapnya sambil memeluk


***


tringg...


trriingg...


"Ya Zana Ada apa ?"


"Dit udah denger kabar belum ? Lisa sudah lahiran lohh " Ujar Zana


"Oh yaa ,, aku belum sempat Buka HP soalnya lagi ribet beres beres ini , Mama sama Ayah kan udah mau kesini " Ucal Dita


"Loh kenapa kamu gak ngasih tau , kan aku bisa bantuin kamu Ditt ..!" Seru Zana


"Ahh cuma bersihin rumah doang kok " Ujar Zana


"Kamu mau jengukin Lisa kapan ? Tapi dia masih di rumah sakit sich kata Ahmad baru tadi pagi lahirannya dan anaknya cewek loh " Ucap Zana menjelaskan


"Duuhh kapan yaa , aku lagi ribet banget sekarang , apa besok aja nunggu Lisa udah di rumah biar lebih leluasa " Ucap Dita


"oke dech kalau begitu "


Dita kemudian melanjutkan beres beres rumah memang gak begitu berantakan jadi tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikannya .


Selesai membereskan rumah Dia berniat untuk pergi ke supermarket yang ada di dekat rumahnya, sekedar belanja untuk mengisi kulkas.Namun tanpa sengaja Dia malah ketemu sama Devita Dan juga Dedi.


Tanpa mau ketemu Dita lebih memilih untuk menghindar dari mereka dia sudah malas untuk berurusan lagi dengan Dedi.

__ADS_1


trrriinngg...


ttrriingg...


trriingg..


"hallo assalamu'alaikum Bang " Dita menjawab telpon dari Hendri


"waalaikumsalam sayang kamu dimana? kok di rumah gak ada orang ?"tanya Hendri


"Ohh ini aku ke depan sebentar bang , buat beli isi kulkas , ada apa bang? "


"aku bawain makan siang buat kamu ini " Ucap Hendri


" ya udah tunggu sebentar yaa 15 menit lagi aku sampai"


Kemudian Dita bergegas pulang setelah membayar belanjaannya di kasir .


"Bangg maaf yaa nunggu lama ?" Ujar Dita


" gak apa apa sayang " Ucap Hendri


" ya udah masuk yukk , kita makan di dalam aja" Ajak Dita


Kemudian mereka masuk ke dalam . Dita menyiapkan piring untuk makan makanan yang dibawain oleh Hendri lalu keduannya makan sambil diselingi dengan bercanda.


Selesai makan siang Dita mulai menata belanjaannya ke dalam kulkas , sedangkan Hendri memperhatikan calon istrinya yang sibuk sambil senyum senyum sendiri.


"memang harus beginj Bangg , biar rapi dan enak di pandang aja aku gk suka liat kulkas yang isinya berantakan" Ucal Dita


" Iya sayang ,, Abang gak salah pilih istri " Sambil bangkit dari duduknya lalu mengecup kening Dita


Seharian setelah membantu Dita mereka kini sedang menunggu kedatangan Mama dan Ayah Dita .


"Kok belum sampai sampai yaa yankk ?" tanya Hendri


"Mungkin macet yang arah kesininha Bang , kan lagi pengecoran jalan" Ujar Dita


Tak lama dari itu bunyi klakson dari mobil orang tua Dita , mereka telah sampai setelah menempuh perjalanan kirang lebih 4 jam .


"Mamaa ,, " Dita berlari kemudian mereka berpelukan


"Duuhh anak manja Mama sebentar lagi udah jadi istri orang" Ucapnya sambil mencubit pipi anaknya


Kemudian Dita menyalami Ayahnya , begitupun dengan Hendri bergantian menyalami Mama Desi dan Ayah Rahman secara bergantian


"ayokk masuk dulu , kita bingcang bincangnya di dalam aja " ajak Mama Desi


Banyak Hal yang mereka bicarakan sampai tak terasa hari sudah larut malam , Akhirnya Hendri pun pamit untuk undur diri.


"Ayah aku pamit pulang dulu yaa , kalian pasti capek juga kan baru sampai "Ucap Hendri berpamitan

__ADS_1


"Baiklah Nak Hendri hati hati di jalan ya " Ujar Mama Desi


Setelah kepulangan Hendri Dita beserta orang tuanya masuk ke kamar masing masing untuk istirahat karena mereka juga capek setelah melewati perjalanan yang jauh .


***


Ke esokan paginya Di rumah sakit Ahmad tengah diberi tahu oleh Dokter yang menangani Lisa kalau hari ini Lisa sudah boleh di ajak pulang.


"Alhamdulillah Buk Lisa sudah boleh pulang , kalau gitu aku mau mengurus administrasinya dulu yaa " Ucap Ahmad


"Iya nak ibu juga mau bantu Lisa untuk beresin barang barang"


Sementara yang lain sibuk Bapak Lisa tengah asyik menggendong cucunya tersebut Beliau begitu bahagia sampai tak lepas dari jangkauannya .


"Buk gimana kalau untuk beberapa hari ini kita nginep di rumah Lisa dulu , hemm? " tanya Bapaknya


"Iya buk sekalian bantuin Lisa " Ucap Lisa


"Tapi kita tetep harus ngomong sama nak Ahmad pak " Ujar ibunya


" Ya nanti kita bicarakan dulu yaa " Ucap Bapaknya


Kemudian mereka pun pulang setelah Ahmad mengurus administrasinya. Di tengah perjalanan Lisa bilang kalau ibu sama bapak nya akan nginep di rumahnya untuk beberapa hari ke depan dan Ahmad pu menyetujuinya .


" Ohh iyaa Mas apa kamu sudah kasih kabar Zana dan Dita kalau hari ini aku sudah pulang " Tanya Lisa


" Udah sayang , tadi aku udah chat mereka mungkin nanti sorean mereka mau ke rumah " Ujarnya


" Ya ampun Mass ,,, kita kan belum nyiapin apa apa " Ucap Lisa kaget


" Udah kamu tenang aja , semua udah siap kok "Jawab Ahmad


Tak lama mereka akhirnya sampai di kediaman Lisa , sesampainya di rumah ternyaga Ahmad sudah menyiapkan kejutan untuk Lisa , dia sengaja mendekor kamar untuk menyambut kepulangan Lisa dan Anaknya.


"Mass kamu yang nyiapin ini semua ?" Ucal Lisa terharu dengan mata yang berkaca kaca


" Semua ini untuk menyambut kepulangan istriku tercinta dan anak kita sayang " Ucapnya


"Beruntung sekali anak kita ya Pak punya suami yang begitu sayang seperti Ahmad " Gumam Ibunya.


"Iya aku sangat bersyukur sekali , terimakasih ya nak Ahmad sudah menyayangi Lisa sebegitu dalam" Ucap Bapaknya


" Sama sama pak Itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai suami , bahkan saya juga beruntung sekali mempunyai mertua yang seperti orang tua sendiri seperti kalian , semenjak kepergian orang tua saya , saya sudah tidak memiliki siapa siapa , jadi sekarang kalian inilah yang aku punya " Ucap Ahmad dengan mata yang mulai basah


" Udah kenala jadj melow melow begini , harusnya kita bahagia sekarang" Ucap Lisa


" Ya udah ayokk masukk , biar ibu bawa baby ke kamarnya ya , biar dia bisa tidur dengan nyaman juga " Ujar ibunya


Kemudian Ibunya Lisa membawa baby ke kamarnya sementara yang lain langsung menuju ke meja makan untuk makan siang.


"Nanti ibu nyusul setelah menidurkan baby yaa " Pamitnya.

__ADS_1


__ADS_2