Kutinggalkan Dia Yang Menyakitiku

Kutinggalkan Dia Yang Menyakitiku
chapter 3. Kedatangan Mama


__ADS_3

Saat aku keluar dari kamar mandi tiba tiba terdengar ketukan pintu dari luar.


Tok...


Tok..


Tok..


"Assalamu'alaikum ,,, dittaa", panggil Mama dari luar


" Iyaa ma sebentar !" jawabku


"Kamu baru selesai mandi?" tanya Mama


"Kok mama tau?" tanyaku dengan nada penasaran


"Itu masih ada handuk dikepala kamu"


Aku hanya menanggapi dengan nyengir kuda.


"Yaudah Mama sama Ayah istirahat aja dulu ya "


Aku menyuruh Mama untuk istirahaht melepas lelah setelah perjalanan panjang , memang Mama tinggal di kampung yang memerlukan waktu sekitar 5 jam untuk sampai ke kota.


Setelah memastikan Mama dan Ayah masuk ke kamar aku menurunkan barang barang yang ada di mobill.


"Waahhh dibawain masakan kesukaanku", gumamku sendiri.


Setelah semua aku rasa sudah aku turunkan segera ku susun di meja makan , Lalu Mama keluar kamar menghampiriku.


"Ditt Mama mau panasin lauk lauknya nanti kalau Ayah kamu bangun biar udah siap" kata mama


"Iyaa maa , sini dita bantu"


"Ehh gimana kuliah kamu , lancar ?", tanya Mama


"Lancar Ma , Alhamdulillah aku langsung ketemu temen yang cocok" kataku menjelaskan

__ADS_1


Setelah semua selesai di panaskan mama menyuruhku panggil ayah di kamar karena hari udah mulai sore.


" Yahh bangunn !!, emang gak mau mandi gitu ini udah sore " aku membangunkan ayah sambil kugoyangkan lengannya


" Iyaa nakk " jawab ayah


Azdan terdengar berkumandang karena kebetulan rumahku dekat dengan musollah , ayah dan mama berangkat ke mussollah untuk sholaat berjama'ah ,


Sedangkan aku menunggu di rumah karena kebetulan lagi kedatangan tamu bulanan.


"Assalamu'alaikum"


Panggil Mama


"Waalaikumsalam" jawabku


"Rame juga ya ditt yang sholat di mussollah" kata Mama


"Iya Ma , memang setiap hari selalu begitu"


" Yaudah ayok kita makan , perut ayah udah protes ini" ajak ayah kepada kami


"Wahh Mama tau aja aku suka keripik pisang"


" Iyalah Mama mana pernah lupa" uji Mama sambil mencubit pipiku


"Duhh Mama sakit tau"  aku mengelus pipiku sambil cemberut.


Kamipun berbincang bincang cukup lama , tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam , kami akhirnya memutuskan untuk masuk kedalam kamar masing masing.


Tringg....


Triinngg...


Triingg....


Ponselku berbunyi ternyata Dedi yang menelpon.

__ADS_1


"Haii sayang ,,,, gimana hasilnya?",


"Alhamdulillah sayang aku lulus , dan 1 minggu lagi aku udah berangkat pendidikan" ujar dedi


"Yahh bakalan lama gak ketemu kamu dech" jawabku dengan muka sedih


" Gak boleh sedih dong sayang , kan ini untuk masa depan kita juga"


"Ehh iyaa aku belum kasih tau kamu , ayah sama mama tadi siang sampai sini"


"Lohh kok tiba tiba , ada apa ?",tanya Dedi terkejut


" Gak kenapa napa , tadi anter Pakde ke rumah sakit" kataku menjelaskan


Ohh " jawab Dedi


"Ehmm kalau gitu besok kalau sempat aku main kesana yaa?", Tanya Dedi dengan muka penuh permohonan


" Iyaa boleh "


"Ya udah istirahatlah ini udah malam"


"Iyaa sayang aku tutup dulu telponnya yaa "


"Selamat malam sayang" kata Dedi


"Malam juga"


Dan telpon kumatikan setelah nya aku mulai membaringkan tubuhku di kasur , dan lama kelamaan mataku pun mulai terpejam.


***


Tiuutt ....


Tiuuttt.....


Alarm membangunkanku pukul 5 pagi , karena memang biasanya aku bangun jam segitu untuk menunaikan kewajiban. Aku sangat bersyukur karena sejak kecil keluargaku membekaliku dengan ilmu agama yang kuat , sehingga aku sudah terbiasa.

__ADS_1


Setelah bersih bersih dari kamar mandi aku keluar menuju dapur , dan ternyata Mama udah ada disana .


"Mama buat sarapan apa?", Tanyaku karena mencium aroma wangi masakan.


__ADS_2