
Setelah Lisa dan Zana pulang aku segera membersihkan sisa sisa makanan dan minuman yang menemani kami ngobrol tadi.
"jadi penasaran sama suami Lisa , se tampan apa sich dia , kalau kaya pasti kaya dilihat dari mobilnya", gumamku sendiri.
telpone ku berbunyi , ternyata Yanti teman lama sekaligus sahabatku yang menelpon.
"Ditt , lama kali kita gak ketemu?" ucap Yanti di seberang sana dengan nada sedih
"kamu yaa kebiasaan , bukanya ucap salam dulu kek kalau telpone , ini udah langsung mekik aja " ucapku
"iyaa yaa bawelll , assalamu'alaikum Dita yang cantikk " ucap Yanti
"waalaikumsalam , besti " jawabku , ada apa ini pasti mau cerita yaa ?".Tanyaku pada Yanti
karena memang biasanya ini anak kalau menelpone tiba tiba pasti ada yang mau di ceritakan.
"kamu tau aja" ucap Yanti
" ehmm kayak aku ni kenal kamu baru aja , ya taulah kebiasaan kamu Yann", ledekku
" banyak hal sebenarnya yang mau aku ceritakan sama kamu tapi nanti aja kalau pas kita ketemu yaa" ujarnya
"oke baiklah kalau begitu" jawabku.
Tak terasa kami pun telponan hampir 2 jam lamanya meskipun tadinya Yanti bilang gak akan cerita tapi ujung ujungnya judulnya tetap sama cerita juga tu anak.
Hari semakin gelap aku segera membersihkan diri dan langsung menunaikan kewajibanku sebagai seorang muslim.pukul 7 malam aku keluar sekedar ingin cari angin.
ttiinn....
ttiinnn...
tiinnn...
"wahh ternyata macet juga , lupa kalau malam minggu tau gini gak keluar aku tadi" gumamku sendiri merutukki kebodohanku sendiri.
Setibanya aku disebuah cafe aku melihat seseorang yang ku kenal di pojokan.
"Hai Bang " sapaku pada Bang Hendri
"ehh Dita sama siapa kamu?", tanya nya sedikit kaget melihatku.
"aku sendirian aja , lagi pengen keluar" ucapku
"tumbeenn" ucapnya sambil menyesap kopi yang sudah di pesannya.
"iyaa lagi suntuk di rumah" ucapku malas
Bang Hendri yang memperhatikanku tau kalau aku sedang tidak baik baik saja.Dia selalu tau meskipun aku berbohong sekalipun.
"Udahlahh muka kamu itu gak bisa bohong , kenapa kepikiran Dedi yaa?" tanyanya langsung pada inti
"Gak kok " elakku tanpa mau menatap matanya
"kita cari tempat yang enak buat cerita yokk ,, disini terlalu brisikk" ujarnya
__ADS_1
" ehmm baiklah" ucapku lesu
"kamu ikut mobil aku aja , biar nanti mobil kamu temenku yang bawa" ucapnya
" lohh Abang kesini sama temen Abang?", tanyaku
"iyaa itu dia lagi ketemuan sama cewek" jawabnya
Bang Hendri pun mengantarkan kunci mobilku pada temenya yang duduk tak jauh dari kami , setelah dia tampak berbincang sebentar , dia kembali menghampiriku untuk mengajak keluar.
"ayoo cepat cerita ada apa?" tanya nya setelah kami masuk mobil
"lohh katanya mau cari tempat yang enak" ucapku sambil mengerucutkan bibirku
"gak akan ada ,, ini malam minggu pasti semua tempat rame" jawabnya kesell
"nichh baca bang " ucapku sambil menyerahkan HP yang ada foto surat dari dedi
"bacain aja, gak lihat abang lagi nyetir" ucapnya
"pokoknya inti dari isi surat itu , kalau aku gak sanggup nunggu dia , dan kalau ada deket sama aku dia rela lepasin aku asal aku bahagia" , rasanya terlalu cepet aja dia bilang kayak gitu" ucapku
" yaudah lahh lagian banyak cowok lain , itu tandanya dia gak serius sama kamu" ucapnya to the point.
Banyak hal yang aku ceritakan sama dia , dan tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 00.25 Bang Hendri kemudian mengantarku pulang.
"biar besok mobil kamu aku antar , sekarang kamu istirahatlah , jangan pikirkan lagi bajingan itu , sudah hampir sukses malah melupakan orang yang menemani dari nol" ucapnya panjang lebar merepet kayak emak emak yang lagi marah sama anaknya
"siapp" ucapku sambil mengangkat tangan ke dekat pelipis tanda hormat
" iyaa see you , hati hati Bang!" jawabku
"bye" jawabnya singkat
***
****POV HENDRI****
Malam minggu ini aku keluar atas ajakkan temenku , karena dia akan menemui cewek yang baru dikenalnya lewat aplikasi biru.
"Hen temeni aku keluar yokk" ajak temenku
"kemana?", tanyaku
" ke cafe G , mau gak?,
aku mau nemuin cewek nich , kalau dia burikk paling gak aku ada temen buat ngopi" ucapnya
"hhuu dasar kamu" ucapku
"lagian kamu betah banget jomblo , kenapa masih nungguin adik kamu itu , siapa namanya Dita yaa?" ucapnya
"ehmm" jawabku sambil tersenyum
"ayokk gihh mau gak?", ucapnya memastikan
__ADS_1
"iyaa ayokk ,, aku siap siap dulu.
15 menit kemudian kami jalan menuju cafe G , setelah sampai aku mengambil tempat duduk di pojokan temenku pun duduk kelang beberapa meja dari aku.
baru beberapa menit aku dikejutkan oleh suar yang tak asing bagiku , yaa suara orang yang sangat aku kenal yaitu suara Dita.
"hai Bang" sapa Dita dengan senyuman manis khas nya.
" kamu sama siapa" tanyaku tanpa basa basi
"sendiri " ucap Dita
Terlihat dari raut mukanya dia kelihatan sedang banyak pikiran , lalu aku mengajaknya keluar untuk sekedar bercerita.
" cepat cerita ada apa , apa Dedi yang sudah membuatmu murung begini" tanyaku
"iyaa ,, masa dia nulis surat kayak gini" katanya sambil menunjukkan HP kepadaku
"bacain aja , gak lihat Abang lagi nyetir" ucapku kesal
"pokoknya inti dari suratnya itu kalau suatu saat aku lelah nunggu dan ada yang deketin aku dia rela ngelepasin aku" ucap dita yang membuat aku kesal
" ya udah lah , lagian banyak cowok lain , gak usah ngarepin dia lagi, itu namanya seorang pengecut " ucapku panjang lebar karena sebagai lelaki aku rasa Dedi terlalu pengecut.
Setelah panjang lebar dia cerita dan aku rasa mood nya udah mulai kembali aku mengantarkan dia pulang
.
"besok Abang antar mobilnya" ucapku
" iyaa bang" jawabnya
Aku memastikan kalau Dita udah bener bener masuk rumah , baru aku menjalankan mobil meninggalkan rumah Dita.
" Dasar anak anak " gumamku sendiri sambil senyum senyum
wahh ada harapan untuk ku dekati Dita , tapi gimana sama dia yaa? , aku takut nanti dia malah membenciku kalau aku utarakan perasaanku sama Dita" batinku.
ttuutt..
ttuutt..
ttuutttt
"hallo , kamu sudah pulang" tanyaku pada temen yang tadi aku tinggalkan.
"udah bro baru aja sampai" ucapnya
"ini mobil disini dulu yaa , tadi mau aku masukin garasi kamu , tapi kok males banget aku buka pagerr heehee " jawabnya sambil terkekeh.
" iyaa , aku tidur dulu udah ngantukk " ucapku
Aku mematikan telpone secara sepihak tanpa mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh temenku.
Setelah itu aku menuju kamar mandi untuk sekedar bersih bersih , kemudian aku mulai membaringkan tubuhku di tempat tidur sambil terus membanyangkan senyuman manis dita.
__ADS_1
"Andaikan dia jadi milikku seutuhnya , aku pasti sangat bahagia , hanya laki laki bodoh yang menyia-nyiakan Dita " batinku.