
Keesokan Paginya Hendri yang sudah siap tengah menunggu kedua orang tuanya di ruang tamu. Kini Dia mengenakan Kaos warna putih dan celana jeans.
Terlihat Tina tengah menuruni tangga bersama suaminya dan akan menghampiri Putra semata wayangnya.
"Lohh Bang kok cuma pake kaos", ucap mama Tina
"Ini Abang udah siapin Kemeja kok Ma nanti aja pakainya." Ucap Hendri sembari menunjukkan kemeja yang tergeletak di sampingnya masih lengkap bersama hanger.
"Ohh kirainn kamu cuma mau pake Kaos", ucap Tina
"Ayok Ma kita langsung berangkat , nanti sarapan dijalan aja", ajak Hendri
"Loh kita gak jemput Dita di rumahnya dulu", tanya Rudi
"Gak Pa , kita ketemuan aja di pintu masuk Tol", jawab Hendri sembari berkemas.
Akhirnya mereka berangkat dengan menggunakan mobil tapi kali ini mereka diantar oleh supir karena nantinya Hendri akan ikut di mobil Dita dan Zana.
"Nah itu kayaknya Dita". Ucap Hendri kemudian meminta supir untuk menepikan kendaraannya
"Ohh iyaa , ya udah kamu pindah mobil sana , inget yaa Hati hati!". Ujar Tina
"Kita langsung berangkat aja". Ucap Hendri begitu sudah sampai di mobil Dita
Kemudian mobil mereka pun melaju membelah jalanan yang mulai terlihat ramai . sesekali mereka bercanda dan saling melempar ledekan membuat suasana jadi tidak membosankan.
"Bang kita mau sarapan di sekitar sini apa sarapan pas sampai rumah aja nanti mungkin sekitar 1 jam lagi kita sampai , aku juga sudah bilang sama Mama kalau kita sebentar lagi sampai" Ucap Dita
" Yaudah kita sarapan dirumah aja kasih tau mama dulu". Ujar Hendri
Setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam akhirnya Mereka sampai di depan rumah orang tua Dita , rumah yang tampak sederhana namun begitu asri dan sejuk dipandang , karena Desi selaku Mama Dita Rajin banget merawat tanaman itulah mengapa dia enggan kalau di suruh tinggal di kota bersama Dita .
"Assalamu'alaikum Ma," Sapa Dita begitu turun Dari mobill
"waalaikumsalam Nakk, " ucapnya kemudian memeluk anaknya tersebut
Semua orang sudah turun dan masuk ke dalam rumah namun mobil yang ditumpangi Mama sama Papa nya Hendri belom sampai juga. Mereka semua khawatir kalau orang tua Hendri kesasar.
"Mama sama Papa kok belom sampai apa mereka salah belok ?, perasaan tadi kita gak jauh jauh amat dari mobil mereka". Tanya Hendri
Namun ketika Hendri hendak berdiri dan ingin menyusul ternyata mobil mereka baru sampai.
"Nah itu mereka Bang", ucap Dita yang melihat keluar
"Ma kok lama bangett apa nyasar ?", tanya Hendri dengan khawatir
__ADS_1
"Gak kok Mama kamu lagi pengen bernostalgia sama kampung masa kecilnya dulu ". Ucap Rudi menjelaskan
"Kampung masa kecil." Gumam Hendri mengerutkan kening
"Ayok mari jeng Masuk," Ucap Desi pada tamunya , begitu dia memperhatikan Desi langsung mengenali siapa orang yang ada di hadapannya saat ini.
"Lohh Desii...? kamu Desi kan temen SD ku dulu," ucap Tina
"Iya aku Desi , Kamuu Tina Yaa , Tina Suhendra?". Tanya Desi
"Yah ini aku ". Kemudian mereka pun saling berpelukan
"Ternyata Dita itu anak kamu tohh ? kalau begitu pas banget gak usah lama lama langsung kita sah kan saja mereka" Ucap Tina antusias
Desi kemudian mengajak semua tamunya untuk sarapan bersama , setelah sarapan barulah mereka mengutarakan niat dan tujuannya datang kemari .
"Jeng Desi , Pak Rahman sebetulnya niat dan tujuan kami kesini mau melamar anak bapak Dita untuk anak kami Hendri " Ucap Rudi
"Kalau kami semua keputusan ada pada Dita karena kan dia yang akan menjalani " Ucap Rahman
"Kamu sendiri gimana nak , apa kamu setuju?", tanya Rahman
"Asalkan Ayah sama Mama ridho Dita menikah maka Dita setuju Yah". Ucap Dita
"Gak nyangka ya Dess akhirnya kita jadi besanan , aku kira dulu itu cuma hayalan masa kecil aja". Ucap Tina
"Iya Tin , aku juga masih gak nyangka", Ujarnya
Banyak hal yang telah mereka bahas tanpa disadari hari sudah mulai sore akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke kota lagi karena Besok adalah jadwal ujian semester Dita.
"Yah jeng maaf yaa kami gak bisa nginep deh padahal aku masih kangen dengan suasana kampung ini", ucap Tina
"Nggak apa apa Tin lain kali kan bisa". Ucap Desi
Mereka pun berpamitan untuk pulang , setelah mobil yang mereka tumpangi menghilang dari pandangan Desi dan Rahman masuk ke dalam rumah.
"Mas sepertinya kita kabarin keluarga lewat telpon saja ya karna gak mungkin kita datangi rumahnya satu satu". Ucap Desi
"Iyaa Ma Nanti biar aku Hubungi saudara saudaraku". Ujar Rahman
Kemudian dua orang paruh baya tersebut pun saling sibuk untuk menghubungi saudara masing masing .
Sementara Dita dan rombongan kini Hampir sampai
namun mereka mampir untuk membeli duku dan durian yang dijual dipinggir jalan.Ada beberapa yang sengaja mereka nikmati ditempat dan tak lupa mereka membawa untuk oleh oleh juga.
__ADS_1
ttriingg...
ttrriingg...
ttrriinngg
Ponsel Dita berbunyi tanda ada telpon masuk.
"Lisa , ada apa tumben sekali anak ini telpon", gumam Dita yang masih bisa di dengar oleh Hendri.
" Hallo Lisa Ada apa , kamu baik baik saja kan?", tanya Dita
"Aku baik baik saja kok , oh iyaa aku mau ngundang kalian besok ke acara 7 bulananku ". Ucap Lisa
"Wahhh gak terasa ya udah 7 bulan aja sebentar lagi launching." Ucap Dita
"Ya sudah aku mau telpon Zana , mau ngasih tau dia juga." Lisa menutup telponnya secara sepihak.
Seperti yang dikatakan barusan Lisa beneran menelpon Zana.
"Haii Zann besok dateng yaa ke acara 7 bulanan aku," ucap Lisa
"Iya aku udah tau , kamu kan barusan udah telpon Dita" Ucap Zana
"Loh kalian lagi sama sama? kenapa gak ngomong tadi". Ucap Lisa kesal
"Gimana mau ngomong kamu aja langsung matiin telponnya " Ucap Zana
"Ohh iyaa yaa." Lisa terkekeh
Sementara mereka bertiga kompak memutar bola mata dengan malas.
..."kita udah sampai , Abang pake mobil kamu dulu yaa besok abang jemput aja kalau mau ke kampus" Ucap Hendri lalu pamitan untuk pulang...
...Kini Dita dan Zana tengah selesai menunaikan sholat isya , lalu mereka memakan bekal yang dibawakan oleh Mama Desi....
"Untung aja mama bawain bekal lauk untuk kita jadi tinggal panasin aja." Ucap Dita
" Iyaa Dit Mama kamu baik banget yaa," ucap Zana lagi
"Mama memang begitu orangnya," jawab
Kemudian mereka makan malam dengan tenang. Setelah menyelesaikan makan malam mereka memutuskan untuk langsung istirahat karena hari ini sudah melakukan perjalanan jauh dan menguras tenaga , esok hari mereka juga harus menyiapkan tenaga dan pikiran untuk ujian.
Mentari pagi telah menampakkan senyumnya Dita telah terbangun lebih dulu kemudian dia bergegas ke dapur untuk membuat sarapan.
__ADS_1