
Akhirnya libur yang ditunggu tunggu telah tiba , apalagi bagi Lisa dan Ahmad yang akan melangsungkan resepsi pernikahan mereka karena mereka waktu itu hanya melaksanakan ijab qobul saja maka resepsi akan di adakan nunggu Lisa libur kuliyah.
"Zana pergi sama siapa kamu ke acara Lisa ?", tanyaku pada Zana lewat sambungan telepon
"Sendirian aja kayaknya , taulah jomblo ini" jawab Zana sambil terkekeh.
"Lahh kamu sendiri pergi sama siapa? sama Abangmu itu yaa " tanya Zana lagi dengan nada curiga
"Gak kok aku juga pergi sendiri kita barengan aja , kalau gitu aku jemput kamu sekarang yaa " ucapku
"Oke dech , aku siap siap biar pas kamu sampai aku udah ready " ucap Zana
" Oke byee " ujarku
Aku segera bersiap berangkat jemput Zana setelah mematut diri di depan cermin , kurasa penampilanku sudah oke aku segera berangkat.
ttiinn....
ttiinnn...
ttiinnn...
Ku bunyikan klakson beberapa kali , karena Zana tak kunjung keluar juga padahal udah 5 menit yang lalu ku telpon kalau aku sudah dekat dan menyuruhnya segera ke depan.
"Iihh berisikk bangett dechh !", ucap Zana tanpa rasa bersalah setelah membuatku menunggu hampir 10 menitan.
"Ayoo buruan nanti kesiangan keburu bubar acaranya" ajakku.
"Iyaa yaa " ucap Zana sambil terkekeh
" Kamu cantik bangett Dit "puji Zana begitu masuk mobil
"Masakk sichh " ucapku
Kini aku mengenakan long drees warna peach dan memakai pashmina dengan warna senada.ini merupakan seragam yang diberikan oleh Lisa pada kami berdua sebagai pendamping pengantin Wanita.
"Iyaa cocok warna ini sama kamu" ucap Zana
"Kamu juga cantik bangett cocok bajunya sama kamu " pujiku terhadap Zana
"Terimakasih yang lebih cantikk " ucapnya sambil mengerlingkan mata
"Jangan goda aku , aku masih perawann " ucapku dengan nada dibuat buat sambil tertawa
kami pun tertawa bersamaan.
25 menit akhirnya kami sampai ditempat resepsi Lisa . disebuah Hotel bintang 5 . Terlihat dari depan dekorasi bunga bunga menghiasi ruangan yang akan di adakan resepsi Lisa dan Ahmad . kami kemudian di arahkan ke tempat VIP oleh petugas WO nya .
" Ehh Ditt itu bukannya Abang Abangan kamu yaa?", ucap Zana sambil menunjuk orang yang duduk tak jauh dari meja kami.
"Mana?", ucapku
Belum juga Zana menunjuk ke arah sana ternyata orang tersebut sudah berjalan menghampiri kami berdua.
"Berdua aja neng " ucapnya dengan nada mengejek.
"Iyaa nichh bang temenin kami dongg " ucap Zana dengan nada dibuat buat
__ADS_1
"Lohh kok Abang disini semalem katanya mau kondangan tempat sepupu Abang?". tanyaku
" Iyaa ini Abang lagi kondangan tempat sepupu Abang lah si Ahmad , kamu sendiri ngapain disini?", tanyanya balik
"Jadi mempelai wanita itu temenku yang pernah aku ceritain waktu itu Bang" ujarku
"Oohhh " ucapnya manggut manggut
"Aduhh aku berasa jadi obat nyamuk dech , aku pergi aja kalau gitu " ucap Zana mengerucutkan bibirnya
"eehh Zann jangan dongg" ucapku menahan Zana supaya tidak pergi
"Iyaa disini aja , Abang panggil temen temen dulu biaar rame disini " ucapnya sambil menelpon temen temenya supaya duduk di meja kami.
Setelah mengikuti serangkaian acara tiba saatnya acara lempar bunga . jangan ditanya lagi Zana kemana udah pasti dia baris paling depan , sedangkan aku berada paling belakang.
"Sudahh siapp semuaa nyaa " teriak MC
"Siiaapp " ucap para tamu
Satuuu....
duaa....
ttiii..
ttii...
ggaa..
Dan nggak sengaja aku menangkap bunga bersamaan dengan Bang Hen. kami pun saling pandang
"Waahh ternyata satu pasangan yang sangat serasi yang mendapatkan bungannya ayoo untuk yang mendapat bunga segera naik ke panggung" panggilan dari WO yang menyadarkan kami.
kemudian aku dan Bang Hen naik ke atas.
"Semoga kalian berjodoh yaa " bisik Lisa sambil tersenyum
aku hanya bisa tersenyum malu malu , jangan ditanya lagi pasti pipiku sudah bersemu kemerahan
"Ihh kamu apaan sichh " ucapku sambil mencubit pinggal Lisa
kemudian aku dan Bang Hen turun setelah sebelumnya memberi ucapan selamat kepada kedua mempelai.
"Wahh kalian memang cocok " ucap Zana
"Apaan sichh " ucapku
"Lahh memang iyaa , ya nggak kak " tanya Zana kepada temen temen Bang Hen , yang kemudian diangguki sama mereka sambil mengangkat kedua jempol masing masing.
Acara telah selesai kini aku dan Zana pulang.
"Ditt gimana liburan kita jadi gak?", tanya Zana
"Jadi dongg " ujarku
" Yaudah kita tinggal kabari Lisa aja kapan mau berangkatnya" ucap Zana
__ADS_1
"Jangan hari ini dech , besok aja kita kasih tau Lisa hari ini pasti dia masih capekk" ucapku
"Oke baiklah " ucap Zana
"Aku ikut kerumah kamu aja dulu Dit , suntuk dirumah terus " ucap Zana kemudian
Akhirnya kami sampai dirumah setelah menempuh perjalanan hampir 1 jam , karena hari minggu jadi dimana mana macett.
"Huuhh Palembang udah kayak Jakarta aja macetnya " ucap Zana sambil mendudukan pantatnya disofa
"Ya mau gimana lagi emang udah saatnya macet" ledekku
"Nichh minum dulu , biar gak gerah" ucapku sambil menyodorkan sebotol minuman
"Aku ganti baju dulu aja Ditt " ucap Zana
Kamipun banyak bercerita cerita cantik , sampai akhirnya kami tertidur disofa ruang tamu hingga hari mulai sore.
" Zana udah jam setengah 6 ini , kamu mau nginep sini apa mau pulang?", tanyaku membangunkan Zana
"Aku nginep sini aja boleh gak Dit , rasanya mataku masih belum mau melek" ucap zana dengan mata masih terpejam
Aku meninggalkan Zana yang masih tertidur untuk mandi , 20 menit telah selesai acara mandiku aku kembali membangunkan Zana karena udah mau magrib.
"Zann bangunn udah mau magrib ini " ucapku sambil menggoyangkan lengan Zana .
"Eehhmm iyaa " ucap Zana
" Sana mandi dulu , terus kita sholat magrib " ajakku pada Zana
Azdan magrib sudah berkumandang Zana pun sudah selesai membersihkan diri lalu kami sholat magrib berjama'ah . setelah selesai sholat aku mengajak Zana pergi keluar untuk mencari makan.
" Yukk Zann cari makan" ajakku
"Kenapa kita gak masak aja?" ucap Zana.
"Lagi males aku , lagian kulkas lagi kosong aku belum belanja sayur" ucapku
" Ya udah yukk gasss" ucap Zana
Akhirnya kami sampai di tempat pecel lele langganan kami . Kemudian aku memesan Zana mencari tempat duduk karena kebetulan memang lagi ramai . Setelah memesan dan dapat tempat duduk aku membuka ponselku sembari menunggu pesanan datang.
"Dia bener bener gak kasih kabar lagi sama aku" batinku
" Kamu kenapa Dit? Kok muka kamu murung gitu?", tanya Zana yang menyadari muka ku lagi murung
" Ternyata Dedi sudah lupa sama aku Zann " ucapku sambil menunduk menahan airmataku
" Udah kamu lupain aja , buat apa laki laki pengecut kayak dia" ucap Zana dengan nada kesal
Aku hanya menanggapi dengan anggukan.
Tak berselang lama makanan yang kami pesan datang kemudian kami melahapnya dengan tenang tanpa suara.
"Inget yaa jangan pikirin lagi laki laki seperti dia" ucap Zana kesal
"Iyaa besti" ucapku
__ADS_1
"Mending kamu sama Abang Abangan kamu itu" ucap Zana.
" Ya udah kita pulang aja yukk" ajakku