Kutinggalkan Dia Yang Menyakitiku

Kutinggalkan Dia Yang Menyakitiku
Chapter 13. PDKT


__ADS_3

Meninggalkan Lisa yang tengah Bahagia bersama suaminya kini beralih ke kamar Dita dan Zana .


"Dita..." ucapan Zana terpotong kala pintu kamar diketok seseorang dan ternyata Hendri.


"Aku buka pintu dulu "ucap Zana sambil berdiri lalu berjalan menuju pintu.


"Dita mana,?" tanya Hendri langsung nyelonong masuk


"Ada apa Bang?", tanyaku mendengar ada suara orang mencariku.


"Keluar yuk kita lihat sunrise..." ajak Hendri


"Aku gak di ajak , cuma dita aja yang di ajak..!" ucap Zana sambil mengerucutkan bibirnya.


"Ayook... sekalian kita ajak pengantin baru" Ucap Hendri


"Ya udah tunggu sebentar kami siap siap dulu". ucap Dita


"Abang tunggu di lobby... " ucap Hendri sambil berteriak.


Setelah mereka berganti pakaian santai mereka pun menuju kamar Lisa untuk di ajak keluar. Tapi belum sempat mereka ketok pintu mereka mendengar suara anehh lalu mereka pergi meninggalkan kamar Lisa begitu saja dan langsung menuju lobby dimana Hendri dan temannya sudah menunggu.


"Loh katanya mau ngajak lisa kok kalian cuma berdua aja mana mereka?", tanya Hendri mencari cari keberadaan Lisa


"Udah biarin aja pengantin baru itu mungkin mereka masih sibuk ngadon". Ucap Dita


Sementara Zana hanya bisa terkekeh mengingat suara yang mereka dengar tadi. Kemudian mereka berjalan menuju pantai yang ada dihotel tersebut.


"Ditt parahh banget yaa Lisa masak suaranya sampai tembus keluar gitu , gak kebayang gimana di suasana di dalam kamarnya," ucap Zana sambil terkekeh.


"Iya parah tu anak mentang mentang pengantin baru , keliatannya aja lugu," Ucap Dita.


"Kalian lagi ngomongin apa sih? kok bisik bisik gitu?", tanya Hendri penasaran melihat mereka berdua berbisik bisik.


"Ehemm nggak ngomongin apa apa bang," ucap Dita buru buru menyudahi obrolannya dengan Zana.


"Lagi ngomongin aku yaa?", ucap Faris yang ikut nimbrung.

__ADS_1


"Nggak ada..." ucap Zana.


Kini mereka tengah duduk di pinggir pantai dengan fasilitas yang disediakan hotel mereka memesan makanan dan minuman masing masing. Tanpa mereka tahu kini Hendri mencoba menggenggam tangan Dita , dan yang punya tangan pun tak menolak bahkan Dia seolah memberi kesempatan dan menikmati genggaman tangan Hendri.


"Kita lihat sebelah sana yuk..!" ajak Dita


"Oke " ucap Hendri sambil menganggukkan kepala


"Kami kesana dulu yaa," ucap Hendri dengan mengedipkan sebelah matanya memberi tanda pada Faris dan Zana.


Setelah agak menjauh dari kedua temannya Hendri semakin mengeratkkan genggaman tangannya seolah tak ingin dilepas lagi.


"Gimana kabar Dedi?", tanya Hendri memulai pembicaraan.


"Apanya yang gimana bang?", tanya Dita balik lalu menatap Hendri dengan lekat.


"Yaa hubungan kamu sama Dia , setelah cerita waktu itu sepertinya kamu gak pernah sedih sedih lagi , itu artinya kalian baik baik saja kan?", tanya Hendri kemudian.


"Apanya yang baik baik saja , aku hanya mencoba melupakan dia bang," ucap Dita dengan tatapan lurus kedepan.


"Kenapa Begitu,?" tanya Hendri


grrepp...


tiba tiba Hendri memeluk Dita.


"Sudah kamu jangan sedih lagi," ucap Hendri


Dita hanya menganggukan kepala sembari mengusap sisa air matanya .


"Ayok lanjut jalan kesana lagi " ajak Dita.


"Baiklah.. " ucap Hendri sambil menggandeng tangan Dita.


Kini mereka sudah tidak sembunyi sembunyi lagi untuk sekedar berpegangan tangan. Setelah merasa puas berjalan berkeliling mereka kembali duduk bersama Zana dan Faris. Tanpa mereka sadari Lisa dan Ahmad berjalan mendekat kearah mereka.


"Waahh ada yang baru jadian ini kayaknya...!" ucapan Lisa yang mengagetkan Mereka , Dita dan Hendri buru buru melepaskan genggaman tangan mereka.

__ADS_1


"Ngak usah dilepas bang tangan Ditaa nanti di samber orang baru tau rasa kamu " ucap Ahmad sambil terkekeh.


"Eehh kalian udah pesen makanan?". Tanyaku pada Lisa dan Ahmad mengalihkan pembicaraan.


"Jangan mengalihkan pembicaraan Dit.." ucap Lisa menoel pipiku yang sudah kemerahan seperti kepiting.


Pembicaraan mereka pun berlanjut hingga hari mulai petang. Kini lampu lampu mulai dinyalakan menggantikan sinar senja yang sudah menyusut.


Hari ini adalah hari yang begitu bahagia bagi Dita sampai sampai dia senyum senyum sendiri di depan cermin , tanpa dia sadari daritadi Zana memperhatikannya dari ranjang tempatnya berbaring kini.


"Yaelahh yang lagi jatuh cinta nggak ingat temen lagi , senyum senyum aja dari tadi ", ucap Zana dengan penuh penekanan.


" Apaan sih Zann siapa yang jatuh cinta?". Ucap Dita malu malu.


"Nggak apa apa kali Dit , Bang Hen baik kok orangnya lagian aku perhatiin dia emang suka sama kamu dari dulu ", ucap Zana meyakinkan Dita.


"Gak tau lah aku masih belum yakin sama perasaanku " ucap Dita.


Kemudian mereka memutuskan untuk istirahat karena hari esok masih harus jalan jalan menghabiskan waktu liburan mereka.Namun berbeda dengan Lisa dan Ahmad bukannya istirahat mereka berdua malah tengah asyik bercanda.


"Ahh ,,, Mas sakit tau jangan cubit cubit dong...!", ucap Lisa ketika tidak sengaja Ahmad mencubitnya.


"Kalau di gigit sakit gak sayang ?", Goda Ahmad sambil menaik turunkan alisnya.


"Gigit yang mana dulu ?", tanya Lisa tak kalah menggoda


Tanpa berlama lama Ahmad langsung menyambar bibir merah istrinya lalu ********** dengan lembut dengan seiring waktu lumatannya semakin menuntut , tangannya kini tak tinggal diam Ahmad mulai melepas kancing piyama Lisa satu persatu.


"Ahh eemmmpptt ... Mass " Lisa sudah mulai tak kuasa menahan hasratnya.


Kini Hendri sudah berpindah turun menciumi leher jenjang Lisa.


"Hhmm kamu wangi sekali sayang ", ucap Ahmad gerakan tangannya semakin liar sebelah tangannya meremas dan memilih payudara Lisa yang sintal dan kenyal sementara tangan satunya mulai menerobos liang basah Lisa.


"Eeemmmppttt ... aaahhhrrggg Mas aku mau keluar x Ucap Lisa


Tanpa menghiraukan Lisa yang semakin merancau Hendri semakin bersemangat mendengar ******* Lisa . Dan terjadilah pertarungan yang sengit di antara mereka Berdua.

__ADS_1


"Terimakasih sayang ", ucap Ahmad sambil mengecup kening istrinya lalu mereka berdua sama sama tertidur karena kelelahan.


Tak terasa 3 hari pun sudah berlalu watu liburan mereka telah habis. Mereka semua pulang dengan wajah yang lebih fresh dan semangat yang baru.


__ADS_2