Kutinggalkan Dia Yang Menyakitiku

Kutinggalkan Dia Yang Menyakitiku
Chapter 14. Kabar Bahagia


__ADS_3

Sudah satu bulan lebih setelah liburan waktu itu kini aktifitas mereka jalani dengan normal kembali. Terkecuali Lisa yang saat ini lagi mengalami hal yang aneh , pasalnya dia jadi sering uring uringan dan mudah sensitif. Seperti Hari ini telat beberapa detik saja Ahmad suaminya membalas pesan dari Lisa dia sudah berpikir yang tidak tidak.


"Mas kok lama banget bales chat aku , kamu lagi sibuk sama perempuan mana ?", tanya Lisa ketika telponnya telah terhubung dengan suaminya.


"Sayaang aku baru aja mengetik mau balas chat kamu , ehh kamu udah telpon". Ucap Ahmad


"Alahh kamu gak usah banyak alasan mass," ucap Lisa sambil menangis histeris.


Mendengar istrinya menangis histeris Ahmad segera mengambil jas dan kunci mobilnya lalu bergegas pulang , karena memikirkan Lisa dia sampai tidak menghiraukan orang yang menyapanya. Sampai di rumah Ahmad langsung lari menuju kamar tapi orang yang di khawatirkan tengah tertidur pulas seperti Bayi.


"Ohh Sayang kau membuatku jantungan." Gumam Ahmad sambil mengelus pipi Lisa


"Mas kamu sudah pulang?", tanya Lisa yang terbangun oleh sentuhan Ahmad


"Maaf sayang sudah membangunkanmu". Ucap Ahmad sembari mengecup puncak kepala Lisa


"Habis Mas khawatir sama kamu , kamu gak kenapa napa kann?", tanya Ahmad


"Aku gak apa apa Mas", ujar Lisa


"Ya udah kita makan siang yuk," ajak Ahmad karena memang sudah waktu makan siang.


"Mas duluan aja yaa" Ucap Lisa.


Sementara itu di sisi Dita , kini dirinya lagi dibuat kesal pasalnya dia kini tengah memperhatikan sebuah foto tak lain adalah Dedi dengan seorang Wanita lain.Difoto itu mereka tampak mesra dan tersenyum Bahagia.


"Apa apaan ini jadi ini alasan dia rela ngelepasin aku , pantas saja selama ini dia nggak pernah lagi ngehubungin aku lagi... " Gumam Dita sendiri


"Aaarrrgggghhhhhh...!"Dia lalu menangis sejadi jadinya.


"Dasarr laki laki kurang ajar ..." Ucapnya sambil menangis.


Kini Keadaan kamar Dita sudah berantakan barang barang nya pun banyak yang pecah dan berhamburan saat ini Dia benar benar merasa dikhianati.


tuuutttt....


tttuutt...


tttuutt....


"Ada apa Dit ini kan hari libur , kenapa menelpon sepagi ini?", tanya Zana yang masih dengan suara serak khas bangun tidur.


"Zana kamu bangun terus mandi aku jemput kamu 15 menit lagi," ucap Dita

__ADS_1


"Iiy--iiyaaa Dita emangnya mau kemana kita?", tanya Zana kaget


"Udah gak usah banyak tanya". Ucap Dita lalu mematikan telponnya secara sepihak


Kini Dita bergegas mandi dan siap siap menuju rumah Zana. Dia sudah tidak sabar lagi ingin meminta penjelasan dari laki laki tersebut tentang foto yang dilihatnya tadi pagi. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit Dita kini sampai di depan rumah Zana disana tampak Zana yang sudah menunggu dengan pakaian yang sudah rapi.


"Ayok kita langsung berangkat aja" ucap Dita tanpa turun dari mobil


zana menutup pintu rumahnya lalu masuk ke dalam mobil.


"Sebenarnya kita mau kemana sich kok kayaknya buru buru?", tanya Zana yang masih penasaran


"Nanti kamu juga akan tau sendiri".Jawab Dita singkat


Setelah menempuh perjalanan panjang yang memakan waktu kurang lebih 3 jam , kini Dita telah sampai di depan gerbang tempat Dedi masih menempuh pendidikan , lalu Dia turun dan meminta izin untuk menemui lelaki tersebut. Kini Zana dan Dita telah menunggu di ruang tunggu yang sudah disiapkan untuk para tamu , dari kejauhan terlihat Dedi berjalan mendekat di antarkan oleh penjaga tadi beruntung saat ini adalah jam istirahat jadi Dedi bisa langsung di temui.


"Terimakasih pak ." ucap Dita pada penjaga tersebut


"Dit aku beli minum dulu di depan ya ", ucap Zana memberi kesempatan mereka berdua agar lebih leluasa untuk bicara.


"Kamu apa kabar Dit?", tanya Dedi basa basi


"Langsung aja aku kesini cuma mau minta penjelasan atas foto ini." Ucap Dita sambil menyodorkan ponselnya


"Kamu gak perlu tau aku dapat darimana aku cuma minta penjelasan dari kamu , karena aku gak mungkin melihat dari sisiku saja ." ucap Dita dengan tenang Dia tidak mau menunjukkan kesedihannya dihadapan lelaki pecundang seperti Dedi.


"Maafin aku dita," hanya itu yang keluar dari mulut Dedi


"Apa semudah itu kata maaf bagimu?, pantas saja waktu itu kamu bilang rela ngelepasi aku sama pria lain ternyata ini alasannya. Kenapa kamu gak ngomong dari awal , kenapa setelah semua yang pernah kita lewati kamu tega ngalakuin ini sama aku


kamu jahat bangett jadi orang". Ucap Dita


"Maafin aku Dita aku gak ada maksud buat mempermainkan perasaan kamu" ucap Dedi


"Aku sudah memaafkanmu , tapi jangan harap kita bisa ketemu lagi." Ucap dita sambil berdiri dan berjalan ingin meninggalkan ruangan tersebut .


"Ohh iyaa satu lagi kuharap kalau suatu saat kita ketemu anggap kita gak pernah kenal , karena aku malu pernah kenal sama orang seperti kamu" Ucap Dita lalu melangkah keluar


"Zana ayokk kita pulang" Ucap Dita ketika melihat Zana sudah di depan pintu


"kamu gak apa apa Dit?".Tanya Zana


"Aku gak apa apa , tapi boleh gak kamu aja yang nyetir mobilnya " pinta Dita

__ADS_1


"Iyabiar aku aja yang bawa mobilnya "ucap Zana yang kemudian berpindah dibagian kemudi.


Dita pulang dengan perasaan lega kini dia bisa membuka hati untuk orang lain setelah mendapat kejelasan dan terlepas dari hubungan yang rumit dengan Dedi.


***


Kembali ke sisi Lisa saat ini dirinya tengah di gendong oleh Ahmad dan akan menuju ke rumah sakit , pasalnya Lisa tiba tiba saja pingsan.


"Sayang ... sabar yaa sebentar lagi kita sampai", ucap Ahmad khawatir


Tak berapa lama akhirnya mereka sampai Ahmad langsung meminta bantuan pada perawat untuk mengambil brangkar , kini Lisa sudah di angkat diatas brangkar dan di bawa ke ruang IGD


" Mohon maaf pak , bapak tunggu diluar saja." Ucap salah satu seorang perawat


"Tapi suster istri saya , tolong selamatkan dia beri pelayanan yang terbaik " Ucap Ahmad


"Baik pak biarkan dokter bekerja dengan tenang " Ucap perawat tersebut


Sementara dari ujung koridor telah terlihat orang tua Lisa yang berjalan setengah berlari ke arah Ahmad.


drapp...


drraapp...


" Gimana keadaan Lisa Ahmad?", tanya Ibu Lisa


" Masih ditangani Dokter bu ", ucap Ahmad


"Gimana ceritanya kok bisa pingsan?", tanya ibunya


"Ahmad juga gak tau buk , tadi Ahmad turun kebawah untuk mengambilkan Lisa makan siang pas Ahmad sampai kamar Lisa sudah pingsan", Ahmad menjelaskan secara rinci kejadiannya.


" Ya Allah Semoga tidak terjadi apa apa sama anakku" Gumam Ibu Lisa.


Beberapa menit kemudian Dokter keluar dengan senyuman diwajahnya.


"Dok... bagaimana keadaan istri saya , apa dia baik baik aja?", tanya Ahmad


" Baik istri anda dalam keadaan baik , juga anak yang dikandungnya" Ucap Fokter dengan senyuman


"A-pa...Lisa hamil Dok ?" tanya Ahmad


"Iya pak bu Lisa kini tengah Hamil dan usia kandungannya sudah 5 minggu , mohon dijaga baik baik ya pak dan untuk memastikan bapak bisa langsung ke dokter kandungan", Ucap dokter tersebut.

__ADS_1


Kemudian Dokter pamit untuk memeriksa pasien lain.


__ADS_2