
Mereka sampai kelas dengan nafas yang masih ngos-ngosan setelah melalui perjuangan yang panjang , karena lift banyak yang antri mau tidak mau mereka harus melewati tangga untuk sampai dilantai 3
Lumayan pegel juga kann guyyss..
hhoosshh...
hhoosshh
hhosshh...
bunyi nafas keduanya ketika sampai di kelas untungnya sang Dosen belum sampai jadi mereka bisa sedikit mengatur nafas .
"waahh bener bener perjuangan ini " ucap Zana disela sela nafasnya
"iyaa Zann " Timpal Dita
Tak berapa lama Dosen masuk lalu membagikan lembar soal dan jawaban kelas kembali hening tak ada yang berani bersuara sampai akhirnya mereka semua sudah menyelesaikan soal dan mengumpulkan lembar jawaban.
"Akhirnya selesai juga dan hari ini hari terakhir kita ujian " Ucap Zana ketika keluar kelas
" iyaa ya Zaann , berarti tinggal nunggu libur aja ini " Ucap Dita
"iya tapi semester depan kita sudah bisa mengikuti kerja praktek gimana kamu mau ngajuin apa gak nich? , aku sich pengennya ngajuin biar cepet selesai" Ucal Zana
" Iyalah ,, gila aja udah ada kesempatan mau ditunda tunda entar keburu hamil kayak Lisa terus Cuti lagi aku " Jawab Zana
"Oke dech ,, ayokk kita ke bawah nanya persyaratannya apa aja " Ajak Zana
Kemudian mereka turun kebawah untuk menuju bagian administrasi , setelah tanya menanyakan apa aja yang harus di siapkan untuk mengikuti kerja praktek Dita menunggu di lobby sedangkan Zana langsung pamit pulang .
ttiingg...
chat dari Hendri masuk , ternyata Dia sudah ada di depan.
Dita keluar dan kemudian menghampiri mobilnya lalu masuk ke dalm mobil.
"Masih marah ya sayang ?" Tanya Hendri
"nggak kok , ngapain marah buang buang tenaga aja " Ucap Dita ketus , Dia belum menyadari keberadaan Mama Tina
"Lagian kamu juga Henn bangun kok siang siang padahal Mama udah gedor gedor tu pintu kamar masih aja gak bangun " Ucap Tina
Dita pun terkejut kalau ternyata ada Mama Tina di kursi belakang Dia lupa kalau hari ini Mama bakalan ikit untuk mencari perlengkapan yang kurang.
"Loh ada Mama " Ucap Dita yang kemudian menyalami tangan orang Tua Hendri tersebut.
"Iyaa Ditt kan Mama mau nemenin kalian sekalian kata Hendri Dia pengen cari bahan buat baju seragam" Ucap Tina menjelaskan
"Ohh iyaa yaa , maaf Ma Dita lupa " Dita menepuk jidatnya kemudian
"Itulah kalau marah marah apa apa jadi lupa " Ejek Hendri
"Sudah sudah kita jadi pergi apa nggak ini , kalau nggak ayok kulang aja " Ucap Tina melerai perdebatan mereka berdua
"ii--iyaa Ma jadi " Ucap keduanya hampir bersamaan
__ADS_1
Mereka bertiga kemudian menuju sebuah Mall , tapi berbeda dengan Mall yang kemaren sudah di singgahi oleh Dita dan Hendri.
Akhirnya mereka menemukan cincin yang cocok sesuai keinginan sang calon pengantin wanitanya .Sudah dapat cincin kini giliran menuju toko kain untuk memilih mana yang bagus. akhirnya mereka menentukan pilihan warna biru dongker berpadu denga warna gold.
"Capek juga yaa milih gini aja " Ujar Mama Tina
" Ma kita makan siang aja dulu yokk " Ajak Dita
"iya sayang aku juga udah laper ini "Hendrj kemudian menuju sebuah resto seafood
Selesai makan mereka memutuskan untuk pulang saja karena di rumah sudah ada orang yang menunggu untuk fitting baju dan tester makanan.
"Kita pulang aja , di rumah sudah ada orang yang menunggu "Ujar Tina
"Baik Ma " jawab keduanya hampir bersamaan
Perjalanan 20 menit akhirnya mereka sampai di kediaman Hendri ternyata benar disana sudah ada orang yang menunggu seperti kata Rudi di telpon tadi
"Lama banget Ma ,,, " Tanya Rudi
"Iya Pa sedikit macet tadi " Jawabnya
" Ga udah tu orang orang udah nunggu di ruang tamu " Rudi lalu mengajak mereka ke ruang tamu
Selesai memilih milih makanan dan kue apa saja untuk pesta nanti kini berganti melakukan fitting baju untuk acara akad dan resepsi pada malam harinya.
***
"Sungguh hari yang sangat melelahkan " Gumam Dita
" Ke SPA Ma ? kita berdua aja
"Iya berdua aja , besok kalau Mama mu udah datang baru kita bertiga , biar kamu rileks dan gak tegang yang pasti biar kamu lebih fresh aja " Ucap Tina
" Baik Ma , aku minta kunci mobil dulu sama Bang Hend" Ucapnya
Dita kemudian naik ke atas menuju kamar Hendri di ketok pintu kamarnya lalu.
ceklekk ..
ceklekk...
"Loh sayanggg Ada apa? Tanya Hendri
"pinjam kunci mobilnya sayang , Mama ngajak aku ke rumah SPA " Dita mengulurkan tangan meminta kunci
namun tanpa disangka Hendri malah menarik tangan Dita lalu dibawanya masuk ke dalam kamar .
"Bang kamu apa-apaan sichh , Mama udah nungguin itu dibawahh"Ucap Lisa melepaskan pelukan Hendri
"Gak apa apa sayang sebentar aja aku pengen peluk kamu " Ucapnya dengan wajah memohon
"Bang inget 1 minggu lagi kita udah menikah dan disaat itu abang bebas mau lakuin apa aja sama akux Ucap Dita
"ehmm ya udah dech , mau di anter apa pergi sendiri?Tanya nya dengan wajah kecewa
__ADS_1
Tak Lama Dita pun turun dan bergegas pergi ke rumah SPA bersama calon mertuanya tersebut.mereka memutuskan untuk memilih paket lengkap.
butuh waktu selama 4 jam untuk menyelesaikan rangkaian treatment yang dipilih , mulai dari rambut badan muka hingga ke kuku , kini mereka terlihat lebih fresh.
"Akhirnya Ma selesai juga " Ucap Dita
"iya sayang , gimana lebih seger kan badan rasanya " tanya Tina
"iya Ma ,, ya udah biar Dita bayar dulu Ma "
"eehh gak usah sayang , udah Mama bayar kok kan mama yang ngajak jadi Mama yang bayar , lain kali boleh dech kalau kamu mau bayarin " Ucap Tina sambil terkekeh
"Ohh ya sudah kalau gitu , nanti next time kita kesini lagi aja " Ucap Dita
Mereka akhirnya memutuskan untuk pulang dan makan malam di rumah Hendri dan Papa Rudi sudah menunggu.
"Lamanya kalau Wanita sudah disalon " Ucap Rudi
" ya namanya juga wanita Pap " Ujar Hendri
" Kita makan duluan aja "
Namun tiba tiba ucapan Rudi terpotong ketika melihat istri dan calon menantunya datang
"Nah itu mereka Pa "
"Lama banget sichh , ngapain aja ?" tanya Rudi
"Biasalah pa wanita " Ucap Tina
Kemudian mereka makan malam dengan tenang , selesai makan malam Dita langsung pamit untuk pulang , karena Mama sama Ayahnya besok akan sampai Dia akan bersih bersih rumah dulu.
***
Sementara di Kediaman Lisa semua orang tengah panik pasalnya kini Lisa mengalami kontraksi hebat Dia terus menangis menahan sakitnya Sementara Ahmad masih menunggu kedatangan ibunya Lisa untuk menemaninya membawa ke rumah sakit
"Sayaaanggg sakit bangeettt ...." Teriak Lisa sambil menarik rambut suaminya
"Sabar ya sayangg , ibu sebentar lagi sampai " Ucapnya sambil mengelus pinggang Lisa
Akhirnya yang ditunggu tunggu datang juga , kemudian Ahmad menggendog Lisa untuk menuju mobil dan dibawa ke rumah sakit.
Sesampainya di Rumah Sakit Lisa langsung dinaikkan ke brangkar dan di dorong ke IGD .
"Pak buk mohon tunggu di luar saja " Ucap salah seorang perawat
"tapi sust , saya suaminya "
"mohon kerja samanya ya pak biarkan dokter memriksa keadaan bu Lisa dulu" ucap perawat tadi
Tak lama perawat tersebut keluar lagi dengan membawa sebuah kertas
"Pak sepertinya Bu Lisa harus segera di operasi soalnya ketubannya sudah pecah namun belum ada pembukaan juga , kalau tidak segera dilakukan tindakan akan membahayakan janinnya mohon tandatangani dulu berkas ini pak " Ucap perawat menjelaskan
Ahmad pun langsung menandatangani berkas tersebut. dan menuju ruang operasi untuk menemani Lisa . 30 menit berlalu terdengar suara tangisan bayi
__ADS_1