
"Kita jadi berangkat apa masih mau ngelihatin aku kayak gitu terus " Tanya Dita
"ehh iyaa , yokk kita berangkat "Ajak Hendri
Sementara itu Zana yang mengintip di sela sela gorden jendela. ikut bahagia melihat sahabatnya bisa tersenyum kembali.
"Syukurlah Dita sudah bisa ceria seperti biasanya"Batin Zana
"Mendingan aku bantu beresin rumah Dita dulu baru siap siap pulang"Gumam Zana lagi.
Kemudian Zana bergegas membereskan seluruh sudut rumah Dita , ketika dirasa sudah cukup rapi dan bersih dia segera membersihkan diri dan siap siap pulang ke rumahnya.
Saat ini Dita yang tengah gugup untuk bertemu dengan orang tua Hendri tak bisa menyembunyikan ke khawatiranya Dia terlihat meremas jari jarinya sendiri. Namun Dengann sigap Hendri menggenggam tangannya untun menenangkan.
"Tenang sayang Mama sama Papa orangnya baik kok" ucap Hendri
"haahh sayangg " Ucap Dita sambil melotot
"gak usah melotot gitu nanti keluar matanya , lagian kenapa gak bolehh?" Tanya Hendri
Dita hanya menjawab dengan anggukan kepala dan tersenyum kecil.
"Yeesss ,,, aku janji bakalan jadikan kamu milikku seutuhnya tanpa ada yang bisa nyakitin kamu lagi Ditt " Batin Hendri
"Tapii kenapa ? , kenapa bisa secepat ini Abang mengambil keputusan , nanti abang nyesel pacaran sama aku yang masih anak kecill " Ucap Dita
"kenapa ,,, kamu tanya kenapa ? kamu sadar gak sich kalau aku selama ini suka merhatiin kamu , aku gak rela kalau sampai ada yang nyakitin hati kamu lagi , aku sudah menaruh perasaan ini sejak kita pertama kali kenal dan aku tau kamu masih ada pasangan." Ucap Hendri
"Ehhmm ,, terimakasih ya Bang " Ucap Dita
Tak terasa mereka akhirnya sampai di rumah Hendri disana kedua orang tua Hendri sudah menunggu diruang tamu. Dita dibuat terkesima dengan mewah nya Rumah tersebut .
"Dari luar aja udah kelihatan mewah apalagi dalamnya
ternyata tajirr juga nich abang abang " Batin Dita sambil tersenyum kecil
tingg nuung,,,
ceklekk
"Silahkan Masuk Tuan Muda " Ucap pelayan rumahnya membukakan pintu
" ya bikk terimakasih " Ucapku
"Mama sama Papa dimana bikk " tanya Hendri
"Ada di ruang tamu Tuan sudah menunggu" jawab pelayannya
"ayokk kita langsung kesana aja" ajak Hendri sembari menggandeng tangan Dita
"Ma ,, Pa ,, " Sapa Hendri
"Abanggg ,, mama kangenn " Ucap Mama nya sembari berhambur kepelukan Hendri
"Makanya Mama sama Papa jangan sibuk Mulu diluar negeri , sampai jarang mengunjungi anaknya disini " Protes Hendri dengan bibir yang maju 5 cm
"wwaahh ini yaa calon mantu mama " ucap Tina mama Hendri , lalu dia pun memeluk hangat Dita
"Kenalin saya Dita tante Omm "Ucap dita sambil menyalami kedua orang tua Hendri dengan sopan.
__ADS_1
"Jangan panggil Tante Om lagi , mulai sekarang kamu panggil Mama sama Papa juga " Ucap Tina
"Yaudah kita makan dulu yuukk , perut Hendri Udah lapar nich Maa " ajak Hendri
Kemudian mereka menuju meja makan , disana sudah terhidang berbagai jenis makanan lalu mereka semua makan dengan tenang , karena memang sudah menjadi kebiasaan keluarga ini kalau saat makan tak ada yang bersuara.setelah selesai semuanya kembali ke ruang keluarga untuk sekedar ngobrol santai sembari ditemani teh dan camilan yang sudah disiapkan pelayan rumah .
"Hennd ,,, jadi kapan ini Hubungan kalian diresmikan hemm? Papa sama Mama sudah gak sabar pengen gendong cucu" Tanya Papa Rudi
"iya Mama sama Papa gak bisa lama lama di sini " Ucap Mama Tina
"kalau Hendri terserah calon wanitanya Ma " ucap
Hendri
"Gimana pendapat kamu sayang" Ucap Hendri bertanya kepada Dita
" ehhmm apa gak sebaiknya ini di obrolin dengan orang tuaku dulu bang " Ucap Dita
"Baiklahh besok kita akan temui orang tua kamu " Ucap Rudi
"Tapi Mama sama Ayah tinggalnya di Kampung" Ucap Dita takut takutt
"wahh kebetulan sekali , kita bisa sekalian jalan jalan yaa gak Ma? udah lama nggak merasakan suasana perkampungan" Ucap Rudi antusias
" Ya udah besok pagi kita berangkat dari sini , sekarang Hendri mau antar Dita pulang dulu" Ucap Hendri
"kenapa gak nginep sini aja sayang " Ucap Mama Tina
"Maa Hendri mau pacaran dulu sama Dita , Mama kayak gak pernah Muda aja" Ucap Hendri dengan mengerucutkan bibirnya
"ternyata abang anak mama banget , terlihat dari gayanya bermanjam sama mamanya" batin Dita
"kami pamit dulu Om Tante " Ucap Dita
"Mama Papa kami pamitt " Ucap Dita lagi
Kemudian mereka berpelukan setelah Dita dan Hendri masuk kedalam mobil tiba tiba Dita memukul lengan Hendri dengan keras sehingga membuat sang empunya kesakitan.
"aaww , sayangg sakit tau " ucap Hendri sambil mencubit hidung mancung Dita
"kamu kenapa gak ngomong sichh kalau bakal kayak gini kejadiannya " Ucap Dita
"Maaf sayangg ,, aku juga gak tau semalem Mama cuma bilang di telpon pengen ngajak makan siang kamu , eehh gak tau bakalan langsung disuruh nikah " Ucap Hendri sambil terkekeh
"aku Kabarin Mama dulu yaa , biar dipersiapkan buat besok" Ucap Dita lalu menelpon sang Mama
ttuuttt....
ttuuuttt...
ttuuttt...
"hallo assalamu'alaikum nakk , ada apa ?" Tanya mamanya
"waalaikumsalam Ma ,, Maa apa Besok sibuk ?"Tanya Dita
"Gak kok kenapa memangnya?" Ucap Mamanya
"Besok rencananya orang tua Bang Hendri mau dateng Ma"Ucap Dita takut takut pasalnya Mamanya pernah bilang jangan dulu menikah sebelum kuliah selesai dan bekerja
__ADS_1
"ehmm baiklah mama kasih tau ayah kamu dulu" Ucap Mama nya lalu telpon dimatikan
"gimana sayangg " Tanya Hendri
"sudah Bang "Ucap Dita
Kemudian mereka menuju sebuah mall yang ada dikota tersebut . Hendri mengajak Dita untuk memilih sebuah cincin untuknya.
"sayang kamu pilih mana yang kamu suka " ucap Hendri
"Bang sepertinya aku pengen lihat yang itu dech " ucap Dita menunjuk sepasang cincin dan gelang
"mbak tolong lihat yang ditunjuk calon istri saya" ucap Hendri
"Baik Tuan " Ucap salah satu pegawai toko
"yang ini sayangg ,,, " tanya Hendri
"iyaa aku suka , cantik dan simple tapi masih terlihat mewah aku gak suka yang terlalu lebay Bang " ucap Dita
" ya udha mbak bungkus yang ini yaa " pintanya kepada pegawai toko
"Bang kamu gak tanya Harganya dulu , gimana kalau uangnya gak cukup " Ucap Dita khawatir
Tanpa Dita tahu kalau toko perhiasan tersebut adalah salah satu milik Hendra .
"Udah lahh kamu tenang aja sayang" Ucap Hendri
Dita hanya bisa menuruti kata kata Hendri saja , setelah selesai melakukan pembayaran kemudian Hendri mengajak ke sebuah butik untuk memilih baju buat Dita dan Mama nya.
"sepertinya udah semua " Ucap Hendri
"kita nonton dulu yok bang sebelum pulang mumpung di sini " ajak Dita
"baiklah tuan putri" ucap Hendri seraya mengenggam tangan Dita
Selesai nonton sebuah film di bioskop Mereka memustuskan untuk mencari makan malam sebelum akhirnya Hendri mengantar Dita pulang.
"Selamat malam sayang , aku pulang dulu yaa kalau ada apa apa jangan lupa langsung telpon" uca Hendri sambil mengecup keningnya
"Abang hati hati Dijalan yaa " ucap Dita dengan melambaikan tangan.
Sepulangnya Hendri Dita langsung masuk kedalam rumah dan langsung terbengong bengong , pasalnya rumah yang tadi ditinggalkannya dalam keadaan berantakan kini sudah disulap menjadi kinclong oleh Zana sang Besti nya.
"Zann kamu apaakan rumahku , bisa sebersih dan serapi ini " Dita mengirim chat kepada Zana
tingg....
" Cuma aku bersihin aja kok Ditt ,, gimana hari ini pertemuanya lancar kann " Balasan chat dari Zana
"Semua diluar dugaanku Zann ,, besok kami malah akan ke rumah orang tua ku"
" lohh Ngapain ?" tanya Zana kaget
"Kamu sekarang kesini yaa , besok pagi ikut kami ke kampung karena akan berangkat subuh " Pinta Dita
" Ya udah aku On the way sekarang "
"jangan lupa bawa perlengkapan seadanya saja"
__ADS_1
" siapp Besti"
Kemudian Zana bersiap siap ke rumah Dita , tak lupa dia membawa perlengkapan yang dibutuhkan.