
Sebelum sampai rumah aku mampir ke minimarket sebentar untuk sekedar membeli berbagai camilan dan minuman untuk menemani kami ngobrol syantikk .
Ceklek
" Ayokk temen temen masukk " ucap ku
" Iyaa " jawab Lisa dan Zana hampir berbarengan
"Gimana ceritanya sich kok tiba tiba kamu menikahnya sama orang lain?", tanyaku yang sudah penasaran.
"Jadi aku tu gak sengaja ketemu suamiku sekarang ini di sebuah mall , teruss tiba tiba aku melihat dia mau pingsan dann aku bantu lah dia sampai sampai aku bawa ke rumah sakit , nahh dari situlah kedekatan kami dimulai", ucap Lisa menjelaskan
***
Flashback Lisa.
Saat jam mata kuliyah selesai aku bergegas menuju sebuah mall yang sebelumnya aku sudah janjian sama seseorang , namun saat tiba di lobby mall aku melihat seorang laki laki yang berjalan sambil terhuyung dan akan jatuh , aku pun segera menolong nya lalu membawa ke rumah sakit terdekat.
" Makasih ya Dek udah bawa Mas ke rumah sakit" ucap Ahmad setelah dia sadar .
" Ehmm iyaa Mas" ucap Lisa
"Maaf kita belum kenalan , nama kamu siapa?", tanya Ahmad.
"Aku Lisa , Mas sendiri siapa namanya?". Tanyaku malu malu
" Panggil aja Ahmad" ucapnya
__ADS_1
"Ohh iyaa boleh mas minta nomor ponsel kamu?"
"Buat apa mas?" Tanyaku penuh selidik
"Walau bagaimanapun aku harus pura pura jual mahal.padahal siapa sich yang nggak meleleh melihat ketampanan seorang Ahmad , udah tampan kaya raya lagi"batin Lisa.
dan dimulai dari saling tukar nomor handphone lah kisah Lisa dan Ahmad dimulai , hingga akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menikah , meskipun terlalu cepat bagi teman temannya.
Flashback off.
***
Ohh jadi seperti itu ceritanya " ucap Dita sambil manggut manggut tanda paham
"Jodohnya Lisa cepet yaa datangnya" ucap Zana dengan ekspresi sedih
"Mulai dech baper Ibu satu ini " ucapku malas
"Teruss kamu kemaren kenapa ?, Setelah aku telpone 3 hari yang lalu yang suara kamu malas , terus kamu gak ada kabar?" Lisa gantian memberondongku dengan banyak pertanyaan
"Ohh itu" ucapku
"Iyaa " ucap Zana dan Lisa nyaris bebarengan
"Jadi gini ceritanya , ternyata pas HP ku ketinggalan dimobil waktu itu banyak telpone tak terjawab dari Dedi , ternyata hari itu dia berangkat pendidikan, yaa aku sedih dong gak bisa antar dia" ucapku sedih
"Yaelah ku kira kamu ada musibah apaan" ucap Zana sambil menepuk jidat
__ADS_1
Sedangkan aku hanya nyengir kuda sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal
" Dasar bucin akut" ledek Zana lagi
"Terus yang bikin aku gak habis pikir , masak dia ngirim surat yang berisi , kalapun nanti kita berjodoh kita bakalan dipertemukan kembali , pokonya inti dari surat itu begitu" ucapku panjang lebar
"Ya udah sekarang gak usah terlalu dipikir lagi , dunia gak selebar daun kelor , masih banyak Dedi yang lain" ucap lisa sambil mengelus pundakku.
Ting nong....
Tiingg nong...
Ponsel Lisa pun berbunyi , dan ternyata Suaminya yang telpone.
"assalamu'alaikum ,, iya Mas " ucap Lisa
"waalaikumsalam , udah mau pulang belom?", tanya Suami Lisa
"udah Mas , kamu jemput aja dirumah Dita yaa " ucap Lisa .
"emang dia tau rumahku Liss?" tanya Dita
"tau kok karna aku pernah kasih tau , tapi pas masuk lorongnya aja"ucap Lisa sambil nyengir kuda
"hhuuuhhuu.... itu namanya bukan ngasih tau" ledek Zana.
Tak berselang lama ponsel Lisa kembali berbunyi dan itu pasti dari suaminya karena dia hanya menunjukkan nama lorongnya aja tanpa memberi tahu jelas alamat rumahku.
__ADS_1