Lahir Nya Master Pedang

Lahir Nya Master Pedang
Bab 17 : Murid ketua akademi


__ADS_3

Suara burung yang indah, angin sepoi dipagi hari yang menyejukkan, dan air yang mengalir dari atas ke bawah.


Terlihat Xin Yuan dikamar nya telah rapi dengan pakaian nya yang begitu gagah dipandang, ia tampak percaya diri ingin keluar untuk melanjutkan hari-hari nya di akademi.


" kenapa ya ' semakin tinggi tingkat kultivasi ku...., semakin lama untuk meningkatkan nya....?" Xin Yuan dengan bingung. " seperti nya aku harus mencari keberkahan surga lagi....." sambung nya, lalu membuka pintu kamar nya menuju ke luar.


* Blak......"


Xin Yuan yang keluar, tak sengaja menabrak seorang tetua yang melewati kamar nya yang akan menuju ke aula para tetua, tetua yang di tabrak nya ternyata adalah tetua long tetua pertama akademi Qing.


Tetua long yang terkejut langsung menarik pedang nya, ia menyangka penyusup yang telah menabrak nya.


Xin Yuan yang awal nya tersenyum setelah keluar dari kamar, ia langsung berkeringat dingin dan langsung menjatuhkan diri nya karena takut.


" te-tetua long maafkan aku....." aku tak sengaja......" Xin Yuan dengan melipat kedua tangannya.


Tetua long melihat itu ' seketika tertawa terbahak-bahak melihat Xin Yuan yang dapat dikerjakan dengan mudah.


" Eh' ?" Xin Yuan langsung mengerutkan keningnya, karena ia merasa tetua long ini, memiliki kepribadian agak miring.


" lain kali jangan di ulangi lagi....." kata tetua long menyimpan pedang nya, dan berlalu pergi bergitu saja.


" aneh....?" kata Xin Yuan yang segera berdiri dan pergi ke arah bagian barat akademi Qing.


" apa kamu bilang Yuan....?" kata tetua long membalikkan badannya.


" eh'tidak ada tetua....." kata Xin Yuan berlari menjauh dari tetua long.


" hehehe...." Kata tetua long dan langsung melangkah masuk ke aula para tetua.


...****************...


di kantin akademi Qing, terlihat begitu banyak murid yang sedang sarapan pagi, diantara mereka terdapat para murid elit dan platinum, Murid elit sama seperti murid pelataran dalam yang ada di setiap Sekte, dan murid platinum adalah murid pelataran luar.


Mereka dapat dibedakan dari lambang pakaian mereka gunakan, murid elit memiliki lambang Garuda , dan platinum hanya bunga lotus.


Semua murid yang sedang makan, mata mereka langsung tertuju kepada seorang pria tampan yang sedang menuju repsionis kantin.


" Kenapa semua orang melirik pria itu dengan berlebihan....?" tanya Mang su, yang sedang duduk bersama dua temennya.


" apakah kamu tak tahu....?" Dia lah murid ketua akademi......" jawab lo Yun.


Mang su yang sebelumnya memasukkan makanan dan sedang mengunyah nya, spontan langsung menyemburkan isi mulut nya, karena ia terkejut apa yang ia dengar.

__ADS_1


" benar kah.....?" kata mang su masih terkejut.


" apa masih kurang jelas mang su....?" kata lo Yun jengkel, karena kesal dengan mang su yang menyemburkan makanan nya.


" Wih boleh juga tuh jika kita berteman dengan kita....." kata mang su semangat, sembari menyendok dan mengunyah makanan lagi.


" tapi aku dengar ia adalah putra raja Yuan dari kerajaan Yuan di benua Hia bagian barat ini....." apakah mungkin ia akan mau berteman dengan kita....?" kata su bimbing temannya yang satu lagi.


* Burs......"


Sekali lagi mang su mengeluarkan makanan nya dari mulutnya, " kerajaan yang disegani itu kah.....?" kata mang su tanpa bersalah.


" kau sekali lagi melakukan nya....." maka aku akan memancung kepala mu....." kata lo Yun yang terkena sekali lagi.


...****************...


Setelah memesan makanan nya, Xin Yuan membalikkan badannya dan mencari meja makan yang kosong, karena selama sebulan ini ia telah terbiasa sarapan di kantin sebelum melakukan latihan bersama li Cen. " Ha... Itu dia...." kata Xin Yuan melihat meja yang kosong tepat di samping meja makan mang su dan temannya.


" dia kesini...." kata mang su melihat Xin Yuan yang mendekat ke arah mereka.


" benar kah....?" kata lo Yun langsung memakai lipstik yang di ambil dari kantong penyimpanan nya.


Mang su dan su bimbing melihat temannya nya itu menggelengkan kepalanya, karena sifat temannya itu tak berubah sejak mereka masih anak-anak.


" Ternyata dia sangat tampan....." kata su bimbing dalam hati, dan juga terpesona seperti lo Yun.


Xin Yuan melihat mereka yang memandangi dirinya, Xin Yuan hanya melemparkan senyum manisnya, dan bukan senyuman khasnya yang menjengkelkan.


Lo Yun tanpa basa-basi langsung berdiri, dan mendekati meja Xin Yuan. " apakah aku boleh duduk disini senior.....?" kata lo Yun yang tersenyum manis.


" apakah kita akan duduk disana juga....?" kata mang su, kepada su bimbing.


" tentu saja....." kata su bimbing langsung mengambil sebuah kursi yang ada di meja Xin Yuan dan segera duduk, dan mang su juga ikut, karena ia juga ingin berteman dekat dengan Xin Yuan, dan kapan lagi memiliki teman seperti Xin Yuan pikirnya.


" Eh' kenapa mereka malah ikut duduk di tempat ku.....?" kata Xin Yuan melihat 2 wanita dan satu laki-laki di meja makannya.


" perkenalkan nama ku lo Yun...."


" nama ku su bimbing....."


" dan nama ku mang su....."


Mereka pun memperkenalkan diri mereka, dan terlihat lo Yun dan su bimbing yang paling semangat.

__ADS_1


Xin Yuan dan mereka pun berbicara dan membicarakan tentang latar belakang mereka masing-masing, dan dari mana mereka berasal.


Xin Yuan sekarang tahu, bahwa mereka dari keluarga besar yang ada dikota canglan, kota yang terletak di bagian barat kekaisaran Qing.


" hehehe....." kalian begitu menarik....." Xin Yuan tertawa mendengar gurauan mereka yang cukup sama seperti kepribadian nya.


" kenapa senyuman nya begitu menjengkelkan ya....?" gumam mang su dalam hati, tapi su bimbing dan lo Yun terlihat tertawa saja melihat senyuman khasnya Xin Yuan.


" oh ya tingkat kultivasi kalian apa.....?" tanya Xin Yuan, karena pakaian yang mereka gunakan adalah pakaian berlambang garuda yang menandakan mereka murid elit.


" aku sih hanya pendekar emas tingkat 3...." jawab lo Yun.


" aku juga pendekar emas tingkat 3....." su bimbing juga ikutan berbicara.


" aku juga sama seperti mereka......" sahut mang su.


Xin Yuan berfikir sejenak, ia memikirkan tentang li ruxu dan para kakak-kakaknya, ia berfikir jika mereka disini mereka pun juga akan menjadi murid elit di akademi Qing ini.


" kalo kamu apa saudara Yuan.....?" tanya lo Yun, karena ia tak melihat Xin Yuan menggunakan pakaian berlambang garuda maupun bunga lotus.


Xin Yuan melepaskan aura pendekar bumi tahap Tengah.nya, yang membuat seluruh murid di kantin langsung merasa tertekan, karena mereka rata-rata pendekar emas dan pendekar perunggu.


salah satu tetua yang sedang juga sarapan di kantin langsung terkejut merasakan aura pendekar bumi tahap awal tersebut, ia langsung melacak keberadaan asal aura tersebut.


Tapi tetua itu langsung mengerutkan keningnya, karena aura itu berasal dari murid ketua akademi.


" bocah nakal...." tarik kembali aura mu ini....." kata tetua itu acuh tak acuh, karena ia tahu kelakuan dan kepribadian Xin Yuan selama sebulan ini.


" eh'ternyata ada tetua disini.....?" kata Xin Yuan tersenyum masam, lalu ia menarik aura nya kembali.


Mang su, su bimbing dan lo Yun terkejut apa yang mereka rasakan, mereka merasa itu bukan lah aura pendekar emas atau perunggu, dan mereka menyimpulkan bahwa Xin Yuan berada di atas mereka.


Setelah itu, Xin Yuan segera makan setelah pesanan nya sampai, sebenarnya kultivator tak perlu makan ataupun minum dan mandi, mereka bisa menggunakan energi spiritual mereka untuk mengenyangkan perut mereka, tapi mereka itu adalah sesuatu kenikmatan yang harus dijalankan.


Setelah pertemuan itu, Xin Yuan dan ketiga teman barunya lebih sering bersama dan sarapan di kantin akademi Qing di tiap pagi.


Sebulan lagi pun berlalu, mereka pun semakin dekat dan bersahabat satu sama lain, Xin Yuan pun juga telah melakukan kultivasi dengan rutin, tapi ia belum menembus tahap akhir, yang membuat Xin Yuan merasa tertantang.


Xin Yuan pun lelah setelah berkultivasi dan berlatih selama tiga hari ini, lalu ia pun merebahkan tubuhnya sesaat sampai di kamar nya.


Thank you 😁


.

__ADS_1


__ADS_2