Lahir Nya Master Pedang

Lahir Nya Master Pedang
Bab 22 : Ma Gu


__ADS_3

Xin Yuan yang telah terjebak dalam keluarga besar Tang , ia terlihat menjalani hari-hari nya di sana tanpa beban, Karena ia diperlakukan seperti anak sendiri di keluarga itu.


" Sa'er...." panggil Xin Yuan ayah mau minta tolong kepada nya....." Kata Tang long yang sedang duduk di bangku teras rumah.


" baiklah ayah....." kata Tang Sa segera naik ke lantai atas untuk memanggil Xin Yuan.


didalam kamar.......


" Ah....." begini amat hidup ku...." Tapi ' kalo di lihat-lihat Tang Sa juga cantik seperti li ruxu?" Ah...." apakah aku akan memiliki 2 istri?, oh tidak lo Yun juga menyukai ku...." kata Xin Yuan memegang kepalanya, Karena pusing memikirkan hal itu. " ah...kalo jadi Tampan pemberani seperti ku juga susah ' karena wanita merebutkan ku...." sambung nya dengan PEDE.


" Yuan Gege "......buka pintu nya...."


Suara Tang Sa terdengar dari balik pintu kamar Xin Yuan, " Ck..." ini apalagi ah...." kata Xin Yuan segera berjalan menuju pintu kamar.


" Ada Saudari Sa....?" tanya Xin Yuan setelah membuka pintu nya.


Tapi Tang Sa langsung melipat kedua tangannya, dan menggembungkan pipinya yang mulus.


Melihat tingkah aneh Tang Sa, membuat Xin Yuan langsung menaikan satu alisnya. " ada apa dengan wanita ini?, gumamnya.


" ada yang salah ya?. Kata Xin Yuan bertanya lagi.


" kamu bertanya lagi? Seharusnya itu kamu memanggil ku dengan sebutan Sa'er....." Kata Tang Sa masih tangan yang dilipat.


" Hah...." iya iya deh...." Ada apa sa'er?, kata Xin Yuan sekali lagi.


" Ayah ku memanggil mu...." cepat ayo kita kebawah....." kata Tang Sa menarik tangan Xin Yuan yang pasrah.


Xin Yuan merasa harga dirinya sebagai praktisi pendekar bumi tahap akhir jatuh, karena saat berhadapan dengan wanita ia seperti kucing saja.


...***************...


" Ayah...." apakah kamu telah makan....?" tanya Tang Lu ibunya Tang Sa.


" Sudah Lu'er...." jawab singkat dari Tang Long. " Ha itu dia....." sambung nya, setelah melihat Tang Sa yang menarik Xin Yuan.


Sesampai di depan orang tua Tang Sa, Xin Yuan segera membungkukkan badannya untuk menunjukkan rasa hormat.


" Ada apa paman....?" tanya Xin Yuan.


Tang Sa, dan kedua orang tuanya langsung mengerutkan keningnya, karena Xin Yuan memanggil mereka dengan sebutan paman.


" Kamu jangan panggil aku sebutan paman ya...." Panggil ayah mertua Oke?. Kata Tang long menunjukkan jempol nya.


Sekali lagi kening Xin Yuan mengerut, karena merasa keluarga Tang ini agak aneh. " Huh...." kenapa semua keluarga nya begini ya...?" kata Xin Yuan bingung, tapi Xin Yuan juga tak sadar dengan sifat nya yang sebleng.


" Ah, baiklah...." ada apa ayah mertua....?" tanya Xin Yuan dengan coba tersenyum.


" Ya lebih baik begitu...." oh ya ' aku minta tolong kepada mu...." untuk menjemput Sepupu Tang Sa di kota canglan....." Kata Tang long kepada Xin Yuan.


" Baiklah...." kata Xin Yuan dengan membalikkan badannya, tapi Tang Sa juga ingin ikut.


" Aku ikut juga Ayah sama yuan Gege...." kata Tang Sa tersenyum.


" ah...." tentu boleh putri ayah...." kata Tang long mengijinkan.


Xin Yuan segera terbang ke arah barat bersama Tang Sa, setelah kepergian mereka, datang lah Tang jin.


" apakah ayah tak takut Tang Sa dan Yuan akan disergap?, atau perlu kita mengirim assassin keluarga kita untuk mengawal nya?, kata Tang jin panjang lebar.


" Biarkan saja Jin'er...." ayah mu telah mempertimbangkan semua nya...." Kata ibu Tang Jin.


Tang Jin tak membantahnya lagi, ia juga tahu apa maksud dari perkataan ibu nya.


...****************...


Xin Yuan dan Tang Sa yang sedang menuju ke arah barat menuju kota canglan, Terlihat Tang Sa sering mengajak Xin Yuan berbicara.


" kenapa dari tadi kamu hanya mengangguk-angguk aja....?" apakah kamu bosan berbicara dengan ku?" kata Tang Sa melototi Xin Yuan.


" Bu-bukan begitu sa'er....." aku sekarang tidak ingin berbicara saja...." maka nya aku mengangguk saja....." kata Xin Yuan gugup.


" cih, alasan....." kata Tang Sa sembari mengalihkan pandangan nya ke arah depan.


" Wanita ini kok posesif amat ya....?" apakah aku yang terlalu jual mahal....?" kata Xin Yuan bergumam. " Ck, lebih baik aku diam saja...." sambung nya.


Mereka semakin dekat dengan Kota canglan, yang membutuhkan 1 hari lagi perjalanan menuju kota canglan.

__ADS_1


" Oh iya....!" sepupu mu itu wanita kah?, kata Xin Yuan bertanya ke arah Tang Sa.


" Iya dia wanita!" kenapa kamu bertanya begitu.?" apakah kamu akan mendekati nya Ha?, kata Tang Sa dengan nada yang marah.


" Eh-Eh ' jangan marah-marah terus dong...." Nanti kamu cepat tua lo....!" kata Xin Yuan tersenyum.


" biarin....." kata Tang Sa acuh tak acuh.


" Dasar wanita...." kata Xin Yuan dalam hati, tapi masih bisa terdengar oleh Tang Sa.


" Apa kamu bilang barusan?, Tang Sa melototi Xin Yuan.


" Ta-tak ada kok...." kata Xin Yuan sekali lagi gugup.


mereka melanjutkan perjalanan ke arah barat, hingga satu hari pun telah berlalu, mereka pun telah sampai di gerbang kota canglan.


" Tunjukkan identitas kalian......" kata penjaga gerbang kota canglan.


Xin Yuan dan Tang Sa segera melihatkan identitas mereka masing-masing, hingga mereka telah memasuki kota canglan.


Di bagian Utara kota canglan adalah tujuan mereka, karena sepupu Tang Sa tinggal di sana, sekaligus termasuk keluarga besar di kota canglan, setelah keluarga ma , dan keluarga Lin.


mereka pun akhirnya sampai setelah melewati kota canglan yang penuh dengan warga, pengunjung dan para penjual.


penjaga gerbang Keluarga Han , segera membungkukkan badannya di depan Han Jen pemimpin keluarga Han.


" ada apa.....?" tanya Han Jen.


" didepan ada Tamu yang bernama Tang Sa dan Xin Yuan tuan....." kata penjaga memberitahu..


" biarkan mereka masuk....." kata Han Jen, sembari masuk ingin memanggil Putri nya.


...***************...


" Han Vei....." sepupu mu telah datang untuk menjemputmu....." kata Han Jen memanggil Putri nya dari balik pintu kamar Han Vei.


Setelah beberapa saat, pintu langsung terbuka dengan menampilkan sosok wanita cantik yang telah rapi dengan pakaian nya.


" mana saudari Sa ayah?" Kata nya dengan semangat.


" ayok kita keluar...."


" Saudari Sa....." kata Han Vei memeluk Tang Sa dengan rasa rindu.


Han Jen hanya tersenyum melihat anaknya dan keponakan nya itu bahagia, tapi ia langsung bingung melihat pria yang ada disamping Tang Sa.


Melihat tatapan kebingungan dari Han Jen , xin yuan langsung membungkukkan badannya. " perkenalkan nama ku Xin Yuan Paman...." kata Xin Yuan nada yang hormat.


" Yuan ya?" apakah kamu putra raja Yuan dari benua Hia bagian barat?" tanya Han Jen yang mengetahui kerajaan Yuan, yang telah di kenal di seluruh benua Hia.


" Hehehe...." benar paman...." kata Xin Yuan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" oh iya paman...." dia adalah kekasih ku...." kata Tang Sa dengan bangga.


Han Jen Langsung terkejut, karena selama ini keponakan nya itu tak pernah mencintai seorang pria, sudah banyak keluarga kaya melamar nya, dan bahkan Keluarga besar Ma juga melamar nya, tapi di tolak dengan mentah-mentah oleh Tang Sa.


" kenapa ayah mu tak memberi tahu paman?" tanya Han Jen.


" Aku membawa nya kemarin ke rumah...." dan hal itu membuat ayah lupa mungkin paman...." kata Tang Sa.


Han Vei memandangi wajah Xin Yuan, ia pun terpesona dengan ketampanan Xin Yuan.


" Ah...." kan sekarang ia juga suka dengan pria tampan ini...." kata Xin Yuan menghela nafas panjang, lagi-lagi dan lagi wanita cantik suka kepada nya. " bagaimana cara aku setia dengan li ruxu?" tak mungkin juga kan aku menolak wanita-wanita cantik yang suka dengan ku...." Sambung nya.


" oh iya Yuan...." kenalkan ini putri ku Han Vei...." kata Han Jen mengenalkan putri nya.


" halo Han Vei....." kata Xin Yuan menyapa.


" i-iya babang tampan...." Eh'Yuan maksud nya...." kata Han Vei gugup dan salah bicara.


" Nah kan...." apa aku bilang dia menyukaiku juga...." kata Xin Yuan tersenyum masam.


Han Jen tahu Putri nya juga suka dengan pria tampan tersebut, ia segera memperhatikan Xin Yuan lagi, ia langsung Terkejut.


" pra-praktisi pendekar bumi tahap akhir?" Han Jen terkejut , dan ia pun tahu kenapa saudara menerima Xin Yuan sebagai menantu nya.


Xin Yuan hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Han Jen mengeluarkan sebuah kotak kecil. " ini untuk mu dari paman Yuan....." kata Han Jen memberikan kotak tersebut.

__ADS_1


Xin Yuan tahu maksud dari hadiah kotak kecil itu, Xin Yuan berpikir pasti ada motif dibalik kebaikan Han Jen yang tiba-tiba.


Xin Yuan benar, Han Jen ingin membuat Xin Yuan membalas budinya dengan menikahi putri nya suatu saat, karena melihat putri nya yang menyukai Xin Yuan, selebih lagi seorang pria tampan dan kuat memiliki istri lebih dari satu itu tak akan apa-apa.


" Ah terima ajalah...." Gumam Xin Yuan. " terimakasih paman..." sambung nya.


Xin Yuan segera menyimpan kotak kecil itu ke dalam cincin dimensi nya, Sedangkan Tang Sa hanya tersenyum ' walaupun ia berbagi kekasih dengan sepupunya ia tak akan keberatan.


Setelah itu mereka langsung berpamitan dengan Han Jen dan keluarga lainnya yang sedang sibuk didalam.


Singkat cerita Xin Yuan dan kedua wanita nya telah berada di tengah kota canglan, yang dimana tempat berada nya Keluarga besar Ma.


" Eh' itu kan Tang Sa?" kata seorang pria dengan 2 bawahan nya.


Pria itu dan bawahan nya segera melangkah menuju ke arah Tang Sa, Xin Yuan dan Han Vei.


...****************...


" Telur putar, telur putar...." Eh' telur gulung maksudnya....."


" Sabu bulat-sabu bulat......"


" woi bukan sabu woi...." tapi tahu bulat...."


" hehehe...." itu hanya mainnya agar orang mendekati dagangan ku...."


Para penjual di kota canglan menjajakan dagangannya, tapi terlihat Xin Yuan tertawa terbahak-bahak sampai-sampai air mata nya keluar, karena para pedagang disini sangat konyol.


" anjir tahu dibilang sabu...." kata Xin Yuan menggelengkan kepalanya.


" apalagi itu telur putar itu...." jelas-jelas telur nya digulung bukan di putar....." kata Tang Sa.


" Ah memang konyol Haha......" kata Han Vei.


Tapi saat tertawa bersama, 3 pria datang menghalangi langkah mereka.


Xin Yuan Langsung mengerutkan keningnya, Karena ia merasa selama di kota canglan ia tak pernah berbuat masalah dengan siapapun.


Tapi Tang Sa terlihat tak suka dengan kedatangan mereka, yang membuat Xin Yuan bingung. " apakah kalian saling mengenal?" tanya Xin Yuan, tapi Tang Sa hanya diam.


" pria ditengah itu adalah Ma Gu...." putra kedua keluarga besar Ma...." Dia lah yang pernah melamar Tang Sa...." tapi Tang Sa menolak nya....." Kata Han Vei memberikan penjelasan.


" Hei sa'er...." apakah kamu rindu dengan babang tampan ini?" hingga kamu ke kota canglan?" kata Ma Gu dengan tersenyum.


entah kenapa Xin Yuan merasa marah saat Ma Gu mengatakan itu, karena sebelum nya tak memiliki rasa lebih buat Tang Sa, apakah karena sering bersama Tang Sa?, pikir Xin Yuan.


Tang Sa hanya diam, dan mengacungkan jari tengah nya ke arah Ma Gu, yang membuat Ma Gu tersinggung.


" woi wanita jal*ng...." walaupun kau cantik..." tapi aku juga tak memiliki perasaan dengan mu...." kata Ma Gu emosi.


" kalo begitu...." sekarang kalian minggir kah...." kata Xin Yuan angkat bicara setelah Ma Gu mengatakan bahwa ia tak memiliki perasaan kepada Tang Sa.


" hey kau siapa anying.....?" kata Ma Gu melepaskan aura pendekar bumi tahap awal nya, yang membuat semua warga kota canglan mengerumuni mereka.


" Njir mulut kau pedas juga...." kata Xin Yuan dengan nada mengejek.


" Bacot lu...." kata Ma Gu melesat ke arah Xin Yuan, sembari melayangkan pedang nya.


* Dum...."


Dentuman keras terjadi, setelah pedang Ma Gu menyentuh Tinju alam Xin Yuan yang sedikit di aliri energi spiritual.


" Sekarang giliran ku...." kata Xin Yuan melayangkan pukulannya ke arah dada Ma Gu.


Ma Gu langsung terhempas ke belakang, Karena tak sempat mengantisipasi hal tersebut.


" Lemah......" kata Xin Yuan dengan segera pergi bersama kedua wanita nya meninggalkan tempat itu.


Setelah kepergian mereka, para warga langsung membubarkan diri untuk menghindari amukan Ma Gu yang telah dikalahkan dengan mudah.


Setelah kejadian itu, banyak para warga tidak menghormati keluarga besar Ma lagi, karena jenius keluarga Ma hanya sekali pukul langsung tumbang oleh seseorang pemuda tempo hari.


ayah Ma Gu menyimpan dendam kepada pri yang telah merenggut kehormatan keluarga nya.


" Tunggu pembalasanku....." kata Ma Ju dengan amarah di dalam ruangan nya.


Sedangkan untuk Xin Yuan telah sampai di kediaman keluarga besar Tang, yang berada di kota henju, bersama Tang Sa dan Han Vei.

__ADS_1


Thank you 😁


__ADS_2