
Xin Yuan segera duduk di bangku yang telah di sediakan, begitu juga dengan Jhong Leng yang juga ikut untuk duduk.
" Ada apa kalian menemuiku?" kata Jia Long.
Xin Yuan menatap pria sepuh didepannya dengan serius, lalu mengambil nafas panjang dan membuangnya dengan pelan.
" begini senior...." yang semua orang sudah tahu bahwa di sini adalah paviliun Lotus...." apakah senior menjual Tungku alkemis?" kata Xin Yuan dengan wajah serius.
Jhong Leng yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya, karena Xin Yuan hanya ingin menanyakan hal itu saja, padahal di klan Jhong nya juga banyak tungku alkemis.
Jia Long menatap Xin Yuan dengan serius, kenapa Xin Yuan bertanya tentang Tungku alkemis Saja? Dimana saja orang pasti bisa mendapatkan Tungku alkemis, tapi ia segera memahami perkataan Xin Yuan.
merenung agak lama, Jia Long belum saja menemukan sebuah jawaban, tapi setelah berfikir cukup lama, ia langsung tersenyum.
" Ya aku menjual nya...." kata Jia Long dengan wajah datar.
" Aduh Tua bangka ini tak bisa dikibulin ternyata....". Kata Xin Yuan bergumam dalam hati. " Yah cuma itu saja aku menemui senior...." kalo begitu kami pamit dulu...." sambung nya, dan segera pergi.
Setelah kepergian Xin Yuan dan Jhong Leng, Jia Long tersenyum melihat Xin Yuan yang tampak kesal. " kau kira kau bisa mengerjai ku bocah?" kata Jia Long segera melanjutkan tugasnya.
tapi pintu langsung terbuka, dan terlihat Xin Yuan yang hanya menampakkan dirinya setengah saja. " senior..." jangan lupa katakan pada putri mu bahwa babang TamVan mencintai nya...." kata Xin Yuan segera menutup pintu kembali.
__ADS_1
" cih, bocah dari mana dia?" kata Jia Long kesal.
...****************...
Setelah membeli tungku alkemis di paviliun Lotus, Xin Yuan dan Jhong Leng segera meninggalkan paviliun Lotus tersebut.
" Tuan kau membuatku takut saja tadi?" kata Jhong Leng mengingat Xin Yuan yang memprovokasi semua lawannya.
" hehehe....." Santai saja, cukup diam dan saksikan....." kata Xin Yuan dengan nada santai.
Mereka melewati lembah yang berada di kaki gunung, sepanjang perjalanan tak ada kendala atau bandit.
Setelah jalan seharian penuh, saat siang hari bolong pada saat itu, 2 orang asing langsung menyerang mereka.
" Sial ini karena bocah ini...!" gerutu Jhong Leng segera mengelak mundur.
* BAAAMMMMMMM......."
Orang asing yang menyerang Xin Yuan hancur berkeping-keping tanpa perlawanan, Jhong Leng juga berhasil menghindar dari orang asing yang juga menyerangnya.
" Cih, lemah sekali!". Kata Xin Yuan dengan wajah datar.
__ADS_1
Tapi setelah beberapa saat, sebuah tepukan tangan terdengar dari balik pohon yang tak jauh dari posisi mereka, lalu muncul lah ketua Lu Zhong dan beberapa bawahannya.
" Hebat-hebat...." kau cukup hebat bocah...." kata Lu Zhong segera mendekati Xin Yuan, dan berhenti setelah jarak mereka 20 langkah.
" jangan banyak bicara...." sekarang apa mau mu...." kata Xin Yuan yang tak ingin bertele-tele.
" oh kau ternyata cukup bijak juga ya?" mudah saja, tolong berikan aku pedang Phoenix..." maka pertikaian diantara kita akan aku lupakan....." kata Lu Zhong dengan seringai tipis.
" Oh tidak bisa begini!" . Kata Xin Yuan dengan seringai tipis di wajahnya.
" apakah kau ingin mati secepatnya?" kata Lu Zhong.
" kau ini mau bertarung atau berdebat saja?" kata Xin Yuan mulai kesal.
" aku tak ingin mengotori tang-
sebelum Lu Zhong sempat berbicara, ia melihat Xin Yuan yang telah melakukan tebasan ke arah nya.
" kalo mau gelut! Gelut saja...." kata Xin Yuan dengan jengkel. " tebasan halilintar...." Sambung nya, cipratan listrik terlihat di seluruh pedang Xin Yuan.
" ternyata kau bermental baja juga bocah!" kata Lu Zhong segera juga mengeluarkan pedang nya. " mari aku tunjukkan apa itu pendekar hebat....". kata Lu Zhong tertawa dengan semangat.
__ADS_1
Thank you 😁