
Tiba-tiba sebuah kombaran api membara di pedang milik Jhong Leng, dan langsung saja melesat ke arah Xin Yuan.
" Duh...." Tua bangka ini tak sabaran....". Kata Xin Yuan segera melakukan gerakan kayang untuk menghindari tebasan Jhong Leng.
Tapi sedetik kemudian, ribuan niat pisau, angin berbentuk sabit kecil, siluet harimau, dan beberapa serangan lainnya juga mendekat ke arah Xin Yuan.
" Merepotkan.....". Kata Xin Yuan segera melakukan gerakan zig-zag, menghindari serangan tersebut yang mengarah ke arahnya, dan Xin Yuan langsung muncul didepan salah satu tetua.
" Tinju alam tahap pertama......". Kata Xin Yuan meninju ke arah depan.
* BOOOOM............
Tetua itu langsung terhempas kebelakang menabrak pohon besar, dengan sudut bibir yang mengeluarkan darah.
Xin Yuan langsung menghilang, dan muncul lagi ke tempat para tetua lainnya, dan segera melepaskan Pukulan keras, itu berlanjut hingga hanya menyisakan 1 tetua saja yang masih bugar.
tetua pertama yang tinggal, langsung waspada dengan melihat kedepan, belakang samping kiri dan kanan, takut Xin Yuan muncul, tapi Xin Yuan muncul di atas kepala nya dengan mengepal kuat tangan nya.
Tetua pertama itu langsung terhempas menabrak tanah hingga hancur, yang membuat tetua itu seketika pingsan.
" Cih, lemah sekali kalian.....". Kata Xin Yuan dengan wajah datar.
" pergi lah menghadap dewa yama bocah......". Sebuah suara muncul dari belakang Xin Yuan, dengan pedang yang siap menusuk punggung Xin Yuan.
" Oh kau ternyata cukup licik juga ya?." kata Xin Yuan segera membalikkan badannya, dan segera melepaskan Pukulan keras ke arah ujung pedang Jhong Leng.
* BOOOOM........"
Ledakan kecil terjadi, kepalan tangan Xin Yuan bertemu dengan benda logam yang di pegang oleh Jhong Leng yang dilapisi energi spiritual Api.
Terlihat posisi tangan Xin Yuan dan pedang masih ditempat yang sama, Xin Yuan menatap tajam ke arah Jhong Leng.
" lebih baik kita lupakan saja permasalahan ini?". Kata Xin Yuan dengan bersungguh-sungguh.
" melupakan? Itu tak akan pernah terjadi!". Kata Jhong Leng memperkuat dorongan pedang nya, untuk bisa melukai kepalan tangan Xin Yuan.
" Keras kepala.....". Kata Xin Yuan mengalirkan energi spiritual petir nya ke kepalan tangannya, dan beberapa saat kemudian aliran listrik langsung merambat di pedang Jhong Leng, dan mendekat ke arah tangan Jhong Leng.
" Huh......". Jhong Leng segera melepaskan gagang pedang nya, yang telah di aliri energi spiritual petir.
tiba-tiba para tetua yang telah ditumbangkan oleh Xin Yuan tadi, muncul lagi di belakang Jhong Leng dengan memegang senjata masingmasing.
" gunakan formasi menyerang.....". Teriak Jhong Leng segera mengeluarkan tombak nya, karena Pedang nya telah hancur oleh Xin Yuan.
__ADS_1
Para tetua langsung mengangkat pedang mereka masing-masing, dan juga begitu dengan Jhong Leng mengangkat tombak nya, lalu energi spiritual para tetua segera keluar dari bilah pedang mereka masing-masing, dan segera bermuara ke tombak Jhong Leng, Tombak Jhong Leng terlihat lebih berkobar hebat dari sebelumnya.
" Terima lah kematian mu......". Kata Jhong Leng tersenyum sinis, lalu mengayunkan tombak nya ke arah Xin Yuan yang berjarak sekitar 10 langkah saja.
sebuah letusan seperti gunung merapi yang mengeluarkan lava panas, itu juga terjadi pada ujung tombak Jhong Leng yang melesat ke arah Xin Yuan.
Xin Yuan yang awalnya merasa menang, kini ia langsung mengerutkan keningnya, karena merasa serangan kali ini sangat berbahaya.
Lalu Xin Yuan segera menancapkan pedang nya ke Tanah, ribuan niat pedang langsung berjejer rapi di depan Xin Yuan.
* BOOOOM......."
* BOOOOM.......".
* BOOOOM......."
* BOOOOM......."
Ledakan demi ledakan terus terjadi, niat pedang juga mulai hancur satu persatu yang diakibatkan oleh lava panas yang menghantam pertahanan Xin Yuan.
" aduh jika begini pertahanan ku bisa hancur....". Kata Xin Yuan segera menarik pedang nya kembali dari dalam Tanah, dan baru saja pedang nya keluar, sebuah lava sebesar rumah langsung menghantam tubuh Xin Yuan.
* BOOOOM......".
" Akhh......". Kata Xin Yuan kesakitan, lalu ia segera berdiri dan menatap Jhong Leng dan para tetua yang mendekat ke arah nya.
" Bocah apa kau akan meminta ampun dan bersujud kepada ku? Jika itu terjadi maka aku akan memaafkan mu....". Kata Jhong Leng tersenyum sinis.
" Cih, jika itu yang aku lakukan! Maka gelar ku sebagai pria tertampan sejagat Raya ini akan ternodai.....". Kata Xin Yuan berdiri dengan kokoh, dan mengambil kuda-kuda dan juga menatap mereka dengan tatapan tajam.
" Tapak asura tahap ketiga......". Kata Xin Yuan dengan lantang, sambari mengayunkan tangan nya ke arah depan.
Sebuah tapak tangan yang sangat besar, yang berukuran sebesar gunung, langsung melesat ke arah mereka dengan dihiasi kobaran api di setiap jari tapak asura tersebut.
" I-ini? Dimana dia mendapatkan teknik hebat ini?". Kata Jhong Leng terkejut, karena teknik tapak asura itu hanya dimiliki oleh Asura penguasa tunggal di daratan Drak tingkat tinggi, dan beberapa catatan kuno mengatakan salinan teknik ini telah hilang.
Jhong Leng dan para tetua tak sempat untuk menghindari nya, karena tapak asura itu sangat cepat mendekat ke arah mereka, dan mau tak mau mereka harus melakukan serangan atau bertahan saja.
" Gunakan formasi pertahanan......". teriak Jhong Leng, dan segera mengeluarkan sebuah kotak kecil, yang masing-masing memiliki cetakan seperti telapak tangan berjumlah 9 telapak tangan.
Para tetua segera mengalirkan energi spiritual mereka masing-masing ke cetakan telapak tangan tersebut, dan tak ketinggalan dengan Jhong Leng yang juga meletakkan tangannya, dan segera mengalirkan energi spiritual.
sedetik kemudian, kota kecil yang memiliki ujung di atas kotak tersebut, muncul sebuah siluet kepala naga yang mengelilingi tubuh para tetua dan Jhong Leng.
__ADS_1
* BOOOOM......"
Formasi pertahanan langsung bergetar hebat setelah di tabrak oleh tapak asura, tapi itu hanya sesaat, dan formasi pertahanan segera pulih seperti semula.
" Tapak asura tahap ketiga......"
" pedang meteor tahap ketiga......"
" pedang meteor tahap pertama......"
Xin Yuan Melakukan tebasan 3kali pengulangan, siluet tapak asura dan naga yang meliuk-liuk langsung mengarah ke tempat para tetua dan Jhong Leng, dan juga di sertai langit yang awalnya cerah, kini menjadi gelap gulita, dan beberapa sambaran petir yang menggelegar keras memekakkan telinga.
" alirkan semua energi spiritual kalian yang tersisa.....". Kata Jhong Leng tak punya pilihan, karena ia merasa jika serangan Xin Yuan kali ini sangat berbahaya.
Setelah mengalirkan cukup banyak energi spiritual ke kontak kecil yang sebenarnya artefak pertahanan, siluet kepala naga yang menjadi pertahanan tampak lebih besar, dan beberapa lapisan terjadi di setiap sudut kepala naga tersebut.
* BOOOOM......."
Siluet naga yang meliuk-liuk langsung menghantam pertahanan klan Jhong berbentuk kepala naga, yang membuat pertahanan langsung bergetar hebat.
* BOOOOM......".
Tapak asura juga langsung menghantam dengan keras, hingga kembali terjadi nya getaran hebat di pertahanan kepala naga.
Sedetik kemudian, pedang sebesar gunung langsung menukik tajam ke arah kepala naga yang menjadi pertahanan klan Jhong, dalam kedipan mata saja, Pedang sebesar gunung langsung menghantam.
* BOOOOM......."
Pedang sebesar gunung itu langsung menghancurkan kepala naga pertahanan klan Jhong, yang membuat mereka langsung mengerut keningnya, karena itu adalah pertahanan klan Jhong mereka yang terkenal sangat hebat.
Sedetik kemudian.......
" Tinju pengetar langit tahap sempurna....." kata Xin Yuan yang telah muncul di depan mereka semua.
BOOOOM......"
Mereka langsung dihempaskan secara bersamaan, Jhong Leng dan para tetua langsung mengeluarkan darah dari mulutnya, karena mereka tak memiliki energi spiritual lagi setelah menggunakan banyak energi spiritual saat menggunakan artefak pertahanan tadi.
Jhong Leng tampak ketakutan, dan juga dengan para tetua juga ketakutan, mereka membayangkan tubuh mereka akan dicincang halus oleh Xin Yuan.
Xin Yuan hanya diam, dan berjalan menuju tempat mereka dengan ujung lengan baju di lipat, sembari tersenyum tipis menatap mereka.
Thank you 😁
__ADS_1