
Keesokan harinya, keluarga Kerajaan di istana di sibukkan dengan aktivitas mereka masing-masing, seperti pelayan yang melakukan tugas nya, dan para prajurit yang segera berjaga setelah berganti Sif dengan prajurit berjaga malam.
" pengeran....." pengeran....."
Seorang pelayan wanita mengetuk pintu kamar Xin Yuan yang masih tertidur, dengan tatapan yang masih kabur, Xin Yuan berjalan membuka pintu kamar nya.
" Ada apa sih?" kata Xin Yuan dengan mengucek matanya.
" diluar ada tamu dari akademi Qing pengeran....." katanya sih dia guru dari pengeran saat di akademi Qing.....!!" pelayan itu menjelaskan.
" gu-guru!"... Baiklah aku akan segera kebawah....." kata Xin Yuan segera balik ke dalam kamar untuk bersiap-siap.
Di ruang tamu istana, tempat khusus menerima tamu ke kerajaan, terlihat Raja Yuan dan 2 orang yang berpenampilan sepuh sedang berbicara dengan Raja Yuan.
" Begitu tujuan ku menemui pengeran Yuan yang mulia...." kata li Cen dengan penuh hormat dalam berbicara nya, serta menjelaskan maksud kedatangan nya untuk melihat keadaan Xin Yuan saja.
" aku sangat berterimakasih kepada Tuan Cen telah mau berkunjung disini hanya untuk melihat keadaan putra ku....." sahut raja Yuan yang juga menaruh hormat.
Setelah beberapa saat berbicara diantara mereka, Xin Yuan datang dengan pakaian layaknya seorang pengeran.
" Salam guru....." kata Xin Yuan membungkukkan badannya.
" Yuan'er...." sini duduk di sebelah ayah....." kata Raja Yuan senang melihat keadaan Xin Yuan yang sembuh.
Xin Yuan segera duduk disamping ayahnya, lalu ia menatap sosok guru nya yang duduk di depan nya, yang dibatasi oleh meja mewah.
" apakah keadaan mu telah membaik Murid ku.....?" tanya li Cen menatap Xin Yuan.
" seperti yang guru lihat...." aku telah sehat bahkan lebih baik dari sebelumnya.
" Bagus lah begitu....." tetua long mana gulungan tadi....." kata li Cen ke arah tetua long disampingnya.
Tetua long mengeluarkan sebuah gulungan, dan memberikan nya kepada li Cen.
li Cen mengambil gulungan kertas itu, dan menatap Xin Yuan sembari menyerahkan gulungan kertas tersebut.
" ini adalah hadiah dari akademi Qing untuk mu....." kata li Cen tersenyum.
" Ho ternyata berkah surga untuk pria tampan seperti ku ini masih ada!" kata Xin Yuan segera mengambil dan menyimpan nya langsung di dalam cincin dimensi nya.
Raja Yuan langsung mengerutkan keningnya, karena sifat Xin Yuan sangat mirip dengan nya saat masih muda dulu.
" Guru aku ingin mempelajari teknik dibalik gulungan ini dulu ya!" kata Xin Yuan langsung pergi menuju ke halaman belakang istana.
__ADS_1
Setelah kepergian Xin Yuan, li Cen dan tetua long juga ingin pamit.
" Yang mulia seperti kami akan kembali ke akademi......" kata li Cen dengan penuh hormat.
" Baiklah kalo begitu....." tapi besok Tuan Cen datang lah kemari....." karena Xin Yuan akan menikah....." kata Raja Yuan memberikan penjelasan.
Li Cen dan tetua long terkejut dengan kabar itu, karena selama di akademi Qing ia tak pernah melihat Xin Yuan dekat dengan wanita manapun, dan membuat mereka penasaran siapa calon istri Xin Yuan.
" aku terasa tersanjung karena di undang ke pernikahan pengeran kelima....." kata li Cen tersenyum.
...****************...
Di halaman belakang istana, terlihat Xin Yuan sedang duduk sembari menatap kertas ditangan nya.
" teknik naga petir?" Xin Yuan membaca nama teknik tersebut.
"Teknik naga petir adalah teknik yang mengharuskan pengguna nya memiliki energi spiritual petir, dan sesuai dengan keinginan yang telah tertera di bawah!." Xin Yuan membaca isi kertas tersebut, lalu Xin Yuan melihat kebawah tulisan berikut nya , yang menunjukkan langkah-langkah pengunaan yang sempurna.
Xin Yuan segera berdiri dan ingin mempraktekkan nya, Xin Yuan tak menggunakan pedang nya, karena teknik ini tak mengharuskan pengguna nya menggunakan senjata apapun.
" baiklah mari kita coba....." kata Xin Yuan segera melakukan gerakan tangan yang rumit, setelah melakukan nya, sebuah lingkaran muncul di depan Xin Yuan.
" Naga petir!" teriak Xin Yuan dengan lantang.
Naga petir langsung melesat cepat ke arah Bangunan kecil di halaman belakang istana , karena sebelumnya Xin Yuan menargetkan bangunan kecil tersebut.
* BOOOOM........"
Bangunan kecil itu langsung hancur berkeping-keping tanpa tersisa, melainkan puing-puing bangunan bercampur dengan esensi petir yang menyengat.
" Hebat sekali!" kata li ruxu dari atas istana melihat Xin Yuan yang berlatih.
" oh iya saudarai Sa!" apakah kamu telah memberi tahu keluarga mu tentang pernikahan kita?" tanya lo Yun.
" sudah dong...." kalo kalian?". Kata Tang Sa dengan tersenyum manis.
Mereka menjawab juga sudah, dan hanya menunggu hari pernikahan saja yang membuat mereka tak sabar menunggu hari esok yang akan dilakukan pernikahan.
" Kak Hua bunyi apa tadi tu?" tanya Xin Guan kepada Xin Hua kakak ketiga nya.
" aku tak tahu?" tapi sepertinya dari belakang istana Guan'er?" kata Xin Hua segera menuju halaman belakang istana bersama Xin Guan.
Setelah beberapa saat, mereka sampai dan terkejut melihat bangunan kecil di halaman telah hancur.
__ADS_1
" cih, adik nakal ini selalu membuat masalah!" kata Xin Hua menatap ke arah Xin Yuan yang tersenyum masam.
" Ya aku tak sengaja kakak!" kata Xin Yuan dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Jangan percaya kak Hua....." adik Yuan memang sengaja melakukan nya!" kata Xin Guan menjadi kompor memanasi situasi, sembari tersenyum mengejek ke arah Xin Yuan.
" Ah kakak Guan ini selalu membuat ku jengkel!" kata Xin Yuan dalam hati nya.
" CK, sekarang kalian berdua bereskan puing-puing bangunan itu!" kata Xin Hua segera meninggalkan adik-adik nya.
" Kok aku juga dilibatkan kak?" kata Xin Guan mengerutkan keningnya.
" Kakak tak mau tahu!" kata Xin Hua, dan naik ke lantai atas.
" hehehe....." makanya jangan jahil kakak Guan!" kata Xin Yuan tersenyum menjengkelkan.
" Ck, ah baiklah adik Yuan....." mari kita bereskan semua nya......" takutnya kakak Hua semakin marah....." kata Xin Guan segera mendekati puing-puing bangunan, dan diikuti oleh Xin Yuan.
Dari lantai atas, terlihat Xin Hua tertawa terbahak-bahak bersama Xin huan dan Xin nian yang melihat para adiknya yang membersihkan puing-puing bangunan tersebut.
" jika mereka telah bersama...." maka aku tak bisa untuk tidak tertawa!" kata xin Huan tahu bagaimana keisengan mereka berdua.
" Ya benar itu kak Huan...." kata Xin Hua tertawa.
" mereka berdua itu ibaratkan sebuah minyak....." jika bersama tak akan pernah akur dan saling mengejek!!" kata Xin nian menggelengkan kepalanya melihat adik dan kakak itu.
Xin Yuan dan Xin Guan telah selesai membersihkan puing-puing bangunan, lalu mereka segera kembali ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.
" Aku mau istirahat dulu adik Yuan....." kata Xin Guan dengan senyuman yang selalu membuat Xin Yuan jengkel.
" baiklah kakak jahil....." kata Xin Yuan langsung berlari.
Setelah beberapa saat, Xin Yuan menjadi kebingungan melihat banyak orang yang sedang berkerja mendekorasi ruangan istana, seperti ada acara yang akan digelar.
" mungkinkah besok ada acara penting?" kata Xin Yuan segera melangkah naik ke lantai atas untuk menuju kamarnya, ia tak terlalu memperdulikan hal itu.
Sampai di kamar Xin Yuan segera berkultivasi seperti biasa, ia segera mengeluarkan pill penempa 5 butir.
" ayok mari kita mulai....." Xin Yuan segera menelan pil itu dan memejamkan matanya.
Dantian Xin Yuan semakin luas untuk menampung energi spiritual nya, dantian Xin Yuan ternyata memiliki kelebihan dari dantian kultivator biasa, dantian Xin Yuan seluas 2 bumi yang membuat semua orang muntah darah jika mengetahui hal tersebut.
" Ah....." sedikit lagi padahal aku akan menerobos ranah pendekar langit tahap menengah!" CK, lebih baik aku tidur aja....." kata Xin Yuan segera merebahkan tubuhnya di atas kasur dan memejamkan mata nya.
__ADS_1
Thank you 😁